<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akuntabilitas Publik &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/akuntabilitas-publik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jun 2026 11:19:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Akuntabilitas Publik &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua HMI Labuhanbatu Raya Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi MBG, Minta Kejagung Bongkar Seluruh Jaringan</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/04/ketua-hmi-labuhanbatu-raya-dukung-pengusutan-dugaan-korupsi-mbg-minta-kejagung-bongkar-seluruh-jaringan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 11:19:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Audit MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Gizi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Baginda Sagala]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[HMI Labuhanbatu Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Anggaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11906</guid>

					<description><![CDATA[LABUHANBATU&#124;PERS.NEWS– Ketua Umum HMI Cabang Labuhanbatu Raya, Baginda Sagala, menyatakan dukungan terhadap langkah Kejaksaan Agung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUHANBATU|PERS.NEWS–</strong> Ketua Umum HMI Cabang Labuhanbatu Raya, Baginda Sagala, menyatakan dukungan terhadap langkah Kejaksaan Agung dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk penetapan sejumlah tersangka yang melibatkan mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Baginda, penetapan tersangka tersebut harus menjadi pintu masuk untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam praktik penyimpangan anggaran program strategis nasional tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung. Namun pengusutan tidak boleh berhenti pada beberapa nama saja. Seluruh pihak yang diduga terlibat dan menikmati hasil tindak pidana korupsi harus diungkap secara transparan dan tuntas,” ujar Baginda, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baginda menyoroti dua aspek yang dinilai rawan terjadi penyimpangan, yakni proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN serta dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau lokasi dapur MBG.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, maka hal itu merupakan bentuk penyalahgunaan terhadap program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Jika benar terdapat praktik jual beli titik dapur maupun penyimpangan pengadaan, maka hal tersebut harus diusut secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>HMI Cabang Labuhanbatu Raya juga mendorong aparat penegak hukum dan instansi pengawasan untuk melakukan audit secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk di wilayah Labuhanbatu Raya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Audit tersebut, lanjut Baginda, perlu mencakup penggunaan anggaran, mekanisme pengadaan, distribusi makanan, hingga kualitas gizi yang diterima para penerima manfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami meminta audit dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran negara digunakan serta memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baginda menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang dibiayai oleh uang rakyat sehingga pelaksanaannya harus dijaga dari segala bentuk penyimpangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“HMI menegaskan bahwa setiap dugaan penyimpangan harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu. Program ini harus tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>HMI Cabang Labuhanbatu Raya, lanjut Baginda, berkomitmen untuk terus mengawal berbagai program pemerintah yang menggunakan anggaran negara agar dijalankan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum dapat mengambil langkah konkret untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif dan bebas dari praktik korupsi di seluruh tingkatan pelaksanaannya. (Arif)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bulan Dana PMI: Saatnya Transparansi Menggantikan Tradisi</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/05/bulan-dana-pmi-saatnya-transparansi-menggantikan-tradisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 09:29:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Dana PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepercayaan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Kepercayaan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Partisipasi Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Dana Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Jakarta Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Donasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8967</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Alya Santika Batubara MEDAN&#124;PERS.NEWS-Peluncuran resmi Bulan Dana PMI Jakarta Selatan 2025 kembali menargetkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="relative basis-auto flex-col -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:28px] grow flex overflow-hidden">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto @w-xl/main:pt-(--header-height) [scrollbar-gutter:stable_both-edges]">
<div class="flex flex-col text-sm @w-xl/main:pt-header-height keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:65cb14ba-1fca-4f52-80f8-504539c7b50d-6" data-testid="conversation-turn-14" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="b159bd04-76fd-4c5c-b585-040e88422968" data-message-model-slug="gpt-5-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="257" data-end="891"><strong>Oleh : Alya Santika Batubara</strong></p>
<p data-start="257" data-end="891">
</div>
<p data-start="257" data-end="891"><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Peluncuran resmi Bulan Dana PMI Jakarta Selatan 2025 kembali menargetkan capaian besar, yakni hingga miliaran rupiah. Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi, sekaligus menegaskan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial.</p>
<p data-start="257" data-end="891">
<p data-start="257" data-end="891">Namun bagi kami, generasi muda yang tumbuh di era informasi terbuka, ajakan moral saja tidak lagi cukup. Gerakan kemanusiaan perlu dibangun dengan transparansi yang lebih baik, partisipasi masyarakat yang bermakna, serta akuntabilitas nyata yang dapat dipercaya. Tanpa itu semua, kepercayaan masyarakat sebagai sumber daya sosial utama bagi lembaga kemanusiaan akan terus berkurang.</p>
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="893" data-end="1501">Program Bulan Dana PMI adalah kegiatan mulia yang telah berlangsung bertahun-tahun. Namun melihat banyaknya kasus penyalahgunaan donasi oleh lembaga sosial lain dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat kini semakin kritis terhadap pengelolaan dana kemanusiaan.</p>
<p data-start="893" data-end="1501">Ini bukan karena masyarakat tidak peduli, tetapi karena kepedulian masa kini harus diiringi dengan sistem yang jelas, terbuka, dan dapat diawasi. Data menunjukkan adanya indikasi menurunnya kepercayaan publik. Di Jakarta Selatan, perolehan Bulan Dana PMI 2024 hanya mencapai sekitar Rp 8,5 miliar, turun dari Rp 10,1 miliar pada tahun sebelumnya.</p>
<p data-start="1503" data-end="2008">Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kepercayaan publik sedang berada pada titik lemah. Hal ini menjadi tantangan besar bagi lembaga kemanusiaan seperti PMI.</p>
<p data-start="1503" data-end="2008">Masyarakat tidak lagi cukup diberikan pernyataan bahwa dana “akan digunakan untuk penanggulangan bencana, sosial, dan kesehatan.” Publik ingin mengetahui berapa dana yang terkumpul, bagaimana anggaran digunakan, siapa penerima manfaat, dan bagaimana proses audit dilakukan. Ini bukan permintaan berlebihan; ini merupakan standar organisasi modern.</p>
<p data-start="2010" data-end="2450">Di tingkat global, lembaga seperti International Federation of Red Cross (IFRC) dan International Committee of the Red Cross (ICRC) secara terbuka mempublikasikan laporan keuangan tahunan lengkap dengan audit independen.</p>
<p data-start="2010" data-end="2450">
<p data-start="2010" data-end="2450">Laporan tersebut dapat diakses kapan saja, sehingga masyarakat dapat memantau setiap rupiah dan setiap program. Standar seperti ini sudah seharusnya mulai diterapkan oleh PMI di tingkat daerah, termasuk Jakarta Selatan.</p>
<p data-start="2452" data-end="2941">Persoalannya, pelaksanaan Bulan Dana selama ini sering mengandalkan “kekuatan struktural,” seperti sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, dan organisasi birokratis lainnya. Model ini membuat partisipasi masyarakat terlihat masif, tetapi sebenarnya bersifat pasif.</p>
<p data-start="2452" data-end="2941">
<p data-start="2452" data-end="2941">Banyak yang berdonasi karena mengikuti arahan institusi, bukan karena memahami tujuan dan dampak penggunaan dana. Jika gerakan kemanusiaan ingin bertahan, ia harus tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar kewajiban birokratis.</p>
<p data-start="2943" data-end="3368">Selain itu, informasi mengenai dampak masih sangat minim. Masyarakat mengetahui bahwa PMI menyediakan ambulans, layanan darah, dan penanggulangan bencana.</p>
<p data-start="2943" data-end="3368">
<p data-start="2943" data-end="3368">Namun sejauh mana dampak itu dirasakan? Berapa kali ambulans digunakan? Berapa warga rentan yang dibantu? Berapa kegiatan sosial yang terlaksana sepanjang tahun? Berapa besar biaya operasional yang dibutuhkan? Semua informasi tersebut jarang dipublikasikan secara rinci.</p>
<p data-start="3370" data-end="3652">Di era digital, PMI sebenarnya dapat membuat dashboard transparansi sederhana yang menampilkan data penggunaan dana secara real-time, seperti grafik serapan dana, foto kegiatan, hingga laporan mingguan. Langkah kecil ini dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat secara signifikan.</p>
<p data-start="3654" data-end="4505">Sebagai mahasiswa, kami juga menaruh perhatian besar. Kampus sering menjadi titik distribusi kotak donasi, tetapi kami jarang dilibatkan dalam evaluasi atau perencanaan. Padahal, generasi muda tidak hanya ingin menyumbang, tetapi juga ingin ikut dalam proses pengawasan, riset, dan pengembangan program kemanusiaan.</p>
<p data-start="3654" data-end="4505">
<p data-start="3654" data-end="4505">Dengan jumlah relawan PMI yang mencapai sekitar empat juta orang, PMI dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas melalui program relawan berbasis keahlian, audit sosial, kelas edukasi kebencanaan, atau riset lapangan. Dengan demikian, Bulan Dana tidak hanya menghasilkan dana, tetapi juga melahirkan agen perubahan yang memahami nilai kemanusiaan secara lebih mendalam.</p>
<p data-start="3654" data-end="4505">
<p data-start="3654" data-end="4505">Karena gerakan kemanusiaan yang kuat bukan hanya tentang berapa besar dana yang terkumpul, tetapi tentang seberapa banyak masyarakat yang merasa memiliki gerakan itu.</p>
<p data-start="4507" data-end="4823">Pada akhirnya, Bulan Dana PMI seharusnya menjadi cermin: seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan hari ini? Jawabannya tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya dana yang terkumpul, tetapi oleh sejauh mana PMI mampu membangun komunikasi yang terbuka dan melibatkan publik dalam pengawasan.</p>
<p data-start="4825" data-end="5215">Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar PMI. Tanpanya, sebesar apa pun kotak donasi tidak akan berarti. Sebaliknya, jika transparansi dan akuntabilitas diperkuat, partisipasi masyarakat diperluas, dan generasi muda dilibatkan bukan hanya sebagai donatur, tetapi juga sebagai mitra, maka Bulan Dana akan benar-benar menjadi gerakan kemanusiaan yang hidup, bukan sekadar tradisi tahunan.</p>
<p data-start="5217" data-end="5479">Di tengah meningkatnya ancaman bencana dan kompleksitas masalah sosial, Indonesia membutuhkan lembaga kemanusiaan yang tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja secara terbuka. Itulah kunci agar solidaritas terus tumbuh dan kepercayaan publik tetap terjaga.(Red)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Formasu Geruduk Kemenag RI, Tuntut Evaluasi Pimpinan Kemenag Sumut</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/13/formasu-geruduk-kemenag-ri-tuntut-evaluasi-pimpinan-kemenag-sumut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 06:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Akmal Tarigan]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Damai Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas Publik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi Kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[Formasu]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kakanwil Kemenag Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi VIII]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8571</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA&#124;PERS.NEWS —Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sumatera Utara (Formasu) menggelar aksi damai di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA|PERS.NEWS —</strong>Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sumatera Utara (Formasu) menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Kamis (13/11/2025).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait perlunya perhatian terhadap kinerja dan tata kelola di lingkungan Kemenag Provinsi Sumatera Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koordinator aksi, Akmal Tarigan, mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan aspirasi masyarakat agar Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan dan jajaran Kantor Wilayah Kemenag Sumut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami membawa suara masyarakat Sumatera Utara yang berharap adanya evaluasi di tubuh Kemenag Sumut. Kami ingin agar proses ini berjalan secara profesional dan transparan,” ujar Akmal di sela aksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Empat Poin yang Disorot Formasu</p>
<p>Dalam pernyataan sikapnya, Formasu menyoroti sejumlah hal yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Beberapa di antaranya meliputi:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1.Penggunaan anggaran proyek rehabilitasi gedung dan bangunan Puspenkom Regional I Medan tahun anggaran 2024.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2.Proses pengangkatan pejabat di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang dinilai perlu ditinjau kembali prosedurnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3.Mekanisme redistribusi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dan penyuluh agama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4.Proses mutasi ASN yang disebut sebagian pihak masih perlu ditingkatkan transparansinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Formasu menekankan bahwa poin-poin tersebut disampaikan sebagai bentuk masukan agar dilakukan pemeriksaan dan evaluasi internal sesuai mekanisme yang berlaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tuntutan dan Harapan :</p>
<p>-Melalui aksi tersebut, Formasu menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pihak Kemenag dan DPR RI, di antaranya:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-Meminta Menteri Agama RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pimpinan Kanwil Kemenag Sumut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-Mengimbau Wakil Menteri Agama RI untuk menjaga objektivitas dalam proses evaluasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-Mendorong Inspektorat Jenderal Kemenag RI melakukan pemeriksaan internal secara profesional dan transparan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-Mengajak Komisi VIII DPR RI untuk turut mengawasi proses evaluasi agar berjalan sesuai prinsip akuntabilitas publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dorongan untuk Perbaikan Tata Kelola&#8221;</p>
<p>Menurut Formasu, sejumlah dinamika di lingkungan Kemenag Sumut dalam dua tahun terakhir menunjukkan perlunya perbaikan tata kelola birokrasi dan peningkatan komunikasi internal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami tidak bermaksud menjatuhkan siapapun, tetapi mendorong perbaikan agar Kemenag Sumut semakin profesional dan berintegritas,” tambah Akmal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi damai yang dimulai dari Bundaran HI dan berakhir di Kantor Kemenag RI tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Para peserta membawa spanduk bertuliskan seruan moral untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas birokrasi di Kemenag Sumut.(Red)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber :Forum Masyarakat Sumatera Utara (Formasu)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
