<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aliansi Mahasiswa &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/aliansi-mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2026 23:50:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Aliansi Mahasiswa &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aliansi Mahasiswa dan IPNU Sumut Desak Polda Usut Tuntas Dugaan Mafia BBM Bersubsidi, Sampaikan 10 Tuntutan</title>
		<link>https://pers.news/2026/08/05/aliansi-mahasiswa-dan-ipnu-sumut-desak-polda-sumut-usut-dugaan-penyalahgunaan-distribusi-bbm-bersubsidi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 13:52:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Aliansi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[BBM subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[BPH Migas]]></category>
		<category><![CDATA[Damar Wulan]]></category>
		<category><![CDATA[Deli Serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Distribusi BBM]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi BBM ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[IPNU]]></category>
		<category><![CDATA[kelangkaan BBM]]></category>
		<category><![CDATA[mafia BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[penyalahgunaan BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Percut Sei Tuan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Polrestabes Medan]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Usut Tuntas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12955</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumatera Utara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong> Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Senin (27/7/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang disebut telah merugikan negara dan masyarakat.</p>
<p>Aksi itu dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang dinilai menyebabkan kelangkaan Solar dan Pertalite di sejumlah daerah di Sumatera Utara.</p>
<p>Dalam demonstrasi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan, &#8220;Usut Tuntas Mafia BBM se-Sumut &amp; Tindak Tegas APH yang Diduga Membeking Distribusi BBM Ilegal.&#8221;</p>
<p>Koordinator aksi, Zainuddin Rambe, dalam orasinya menyatakan bahwa dugaan praktik mafia BBM bersubsidi telah berlangsung cukup lama dan diduga melibatkan jaringan yang terorganisir.</p>
<p>&#8220;Kami mendesak Bapak Kapolda Sumut untuk tidak tinggal diam. Mafia BBM ini sudah sangat meresahkan dan merugikan ekonomi rakyat. Kami juga meminta agar oknum Aparat Penegak Hukum (APH) yang terbukti bermain atau membekingi kegiatan ini ditindak tegas tanpa pandang bulu,&#8221; tegas Zainuddin Rambe.</p>
<p>Dalam aksinya, massa menyampaikan 10 tuntutan kepada Polda Sumatera Utara, di antaranya mendesak Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penggerebekan, penggeledahan, dan penyegelan terhadap gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan serta pengolahan BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite di Jalan Damar Wulan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.</p>
<p>Selain itu, mereka juga meminta penyidik menangkap dan memeriksa sejumlah pihak yang disebut dalam tuntutan sebagai terduga aktor intelektual, menyita seluruh armada kendaraan yang diduga digunakan dalam aktivitas distribusi ilegal BBM, serta mengusut keterlibatan jaringan SPBU dan oknum operator yang diduga memfasilitasi pengisian BBM bersubsidi secara berulang.</p>
<p>Massa juga mendesak agar aparat penegak hukum menerapkan sanksi maksimal sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Mereka turut meminta Bidang Propam Polda Sumut menindak tegas apabila ditemukan adanya oknum aparat yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.</p>
<p>Tidak hanya itu, para demonstran juga meminta Polda Sumut bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana hasil dugaan kejahatan niaga BBM bersubsidi melalui pendekatan follow the money guna membuka seluruh jaringan yang terlibat.</p>
<p>Dalam tuntutan lainnya, massa mendesak penyidik memanggil pimpinan PT Angkola untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan keterkaitan mantan sopir tangki perusahaan tersebut dengan aktivitas yang dipersoalkan. Mereka juga meminta jaminan keamanan bagi warga Desa Sampali yang mengaku merasa resah akibat dugaan aktivitas tersebut, serta meminta Polda Sumut menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada publik secara transparan dalam waktu 3&#215;24 jam.</p>
<p>Hingga aksi berakhir, demonstrasi berlangsung dalam pengawalan aparat kepolisian. Massa berharap seluruh tuntutan mereka segera ditindaklanjuti guna memberantas dugaan praktik mafia BBM bersubsidi di Sumatera Utara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kematian Awal Nasution Disorot, Cipayung Plus Desak Pengusutan Menyeluruh</title>
		<link>https://pers.news/2026/02/27/kematian-awal-nasution-disorot-cipayung-plus-desak-pengusutan-menyeluruh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 16:28:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pers News]]></category>
		<category><![CDATA[Aliansi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Cipayung plus asahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian awal nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusutan menyeluruh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10427</guid>

					<description><![CDATA[ASAHAN&#124;PERS.NEWS– Kematian Awal Nasution menjadi perhatian publik setelah sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute top-0" aria-hidden="true" data-edge="true"><strong>ASAHAN|PERS.NEWS–</strong> Kematian Awal Nasution menjadi perhatian publik setelah sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Asahan menyoroti proses penanganan peristiwa tersebut. Mereka menilai terdapat sejumlah hal yang perlu dijelaskan secara terbuka, terutama terkait proses pencarian korban.</div>
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:6cfb5d15-185b-4ac2-abf1-f6650bf8e475-4" data-testid="conversation-turn-10" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="524ad0b9-aed0-4c8d-85be-69ce4d318edc" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="547" data-end="813">Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pencarian terhadap korban disebut tidak dilakukan pada hari kejadian dan baru dilakukan pada keesokan harinya. Informasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai alasan keterlambatan tersebut.</p>
<p data-start="815" data-end="1063">Menanggapi hal itu, Cipayung Plus menilai bahwa dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa, respons cepat dari pihak terkait menjadi faktor penting. Mereka berharap adanya penjelasan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.</p>
<p data-start="1065" data-end="1344">Di sisi lain, dalam perkembangan isu yang beredar juga muncul dugaan keterlibatan oknum aparat berinisial Aipda R. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang menjelaskan secara rinci posisi maupun peran yang bersangkutan dalam peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="1346" data-end="1673">Atas kondisi tersebut, organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, yakni HMI, IMM, PMII, SEMMI, HIMMAH, GMKI, dan GMNI, meminta Kapolres Asahan untuk menyampaikan secara terbuka kronologi serta fakta yang ada. Mereka juga mendorong dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang bertugas saat kejadian.</p>
<p data-start="1675" data-end="1922">Selain itu, mereka berharap setiap dugaan yang muncul dapat ditangani secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan kejelasan informasi.</p>
<p data-start="1924" data-end="2175">Sementara itu, hingga kini pihak kepolisian masih belum memberikan penjelasan resmi terkait kronologi detail maupun klarifikasi atas berbagai dugaan yang berkembang. Publik pun menunggu hasil penelusuran dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum.</p>
<p data-start="2177" data-end="2333">Cipayung Plus menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini, sembari berharap proses pengusutan dapat berjalan transparan dan adil bagi semua pihak.(Red)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aliansi Mahasiswa dan Forum Pemerhati Gelar Aksi di Kejatisu, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di Padang Lawas</title>
		<link>https://pers.news/2026/02/12/aliansi-mahasiswa-dan-forum-pemerhati-gelar-aksi-di-kejatisu-soroti-dugaan-penyalahgunaan-dana-bos-di-padang-lawas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 08:46:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Unjuk Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Aliansi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Dana BOS]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Penyalahgunaan Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kejatisu]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Lawas]]></category>
		<category><![CDATA[RKAS]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10244</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS— Aliansi Mahasiswa Pejuang Demokrasi Sumatera Utara bersama Forum Komunikasi Pemerhati Padang Lawas menggelar aksi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS—</strong> Aliansi Mahasiswa Pejuang Demokrasi Sumatera Utara bersama Forum Komunikasi Pemerhati Padang Lawas menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Rabu (11/2/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Padang Lawas.</p>
<p>Dalam pernyataannya, massa aksi menyoroti pengelolaan Dana BOS Tahun Anggaran 2025 di SD Negeri 0307 Siundol Jae dengan nilai sekitar Rp135.800.000, serta Dana BOS Tahun Anggaran 2024/2025 di SD 0305 Pagaranbira Julu sebesar kurang lebih Rp97.970.000. Mereka menduga terdapat ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran, terutama pada pengadaan sarana penunjang pendidikan, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), serta fasilitas belajar mengajar yang dinilai tidak sepenuhnya berjalan sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan ketentuan peraturan yang berlaku.</p>
<p>Koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa Dana BOS bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan memiliki peran strategis dalam menunjang mutu pendidikan, sebagaimana amanat Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945. Oleh sebab itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi.</p>
<p>Massa aksi juga menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, serta bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan negara.</p>
<p>Menanggapi aksi tersebut, pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui petugas yang menerima perwakilan massa menyatakan akan menampung aspirasi dan laporan yang disampaikan untuk dipelajari sesuai prosedur hukum yang berlaku. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah yang disebutkan terkait dugaan tersebut.</p>
<p>Aksi berlangsung tertib dan damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Para peserta aksi menyatakan komitmennya untuk terus mengawal tata kelola pendidikan agar berjalan secara bersih dan sesuai prinsip transparansi serta akuntabilitas.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
