<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ansor Sumut</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/ansor-sumut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Nov 2025 22:13:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Ansor Sumut</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PW GP Ansor Sumut Gelar Dialog Publik Soal Penetapan 10 Pahlawan Nasional 2025</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/17/pw-gp-ansor-sumut-gelar-dialog-publik-soal-penetapan-10-pahlawan-nasional-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 13:22:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Ansor Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Publik]]></category>
		<category><![CDATA[GP ansor]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Kepemudaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8621</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS — Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumatera Utara menggelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS —</strong> Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumatera Utara menggelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari 2025. Diskusi ini membahas kebijakan pemerintah terkait penetapan 10 tokoh sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025. Acara menghadirkan narasumber dari unsur organisasi kepemudaan, akademisi, dan tokoh masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>GP Ansor Sumut: Dialog Dibutuhkan untuk Merespons Perbedaan Pandangan</p>
<p>Sekretaris PW GP Ansor Sumut, Edy Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk membuka ruang dialog terbuka di tengah berbagai tanggapan publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Di masyarakat ada yang pro dan ada yang kontra. Karena itu GP Ansor Sumut mengundang para narasumber agar kebijakan ini dapat dibahas secara jernih dan komprehensif,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Abdul Kholik M.Si: Perbedaan Pendapat Merupakan Dinamika Demokratis</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Narasumber dari GP Ansor, Abdul Kholik, M.Si., menilai keberagaman pandangan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Perbedaan pandangan itu hal biasa. Yang terpenting, kita memahami kebijakan ini secara objektif,” katanya.</p>
<p>Akademisi: Forum Diskusi Perlu Terus Dihidupkan</p>
<p>Akademisi Dr. Rahman Tahir, M.I.P., mengapresiasi GP Ansor karena menyediakan ruang diskusi yang menurutnya mulai jarang ditemui di kalangan pemuda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya bangga menjadi narasumber. Diskusi seperti ini penting, dan GP Ansor termasuk organisasi pemuda yang responsif terhadap isu-isu kebijakan,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pemaparannya, Rahman juga mengulas pandangan sebagian masyarakat mengenai salah satu tokoh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional, yakni Jenderal Soeharto, yang dinilai memiliki kontribusi pada pembangunan nasional di masa pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa penilaian publik terhadap tokoh tersebut beragam dan menjadi bagian dari dinamika sejarah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tokoh Masyarakat: Kontribusi Pasca Kemerdekaan Juga Perlu Dihargai</p>
<p>Tokoh masyarakat Sumut, Dr. Solahuddin Harahap, MA, menekankan pentingnya menghargai seluruh pahlawan nasional yang telah ditetapkan pemerintah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Penetapan pahlawan bukan hanya didasarkan pada perjuangan melawan penjajah, tetapi juga kontribusi dalam menjaga keutuhan negara setelah kemerdekaan,” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tokoh Pemuda: Keputusan Perlu Dilakukan Secara Hati-hati</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pandangan berbeda disampaikan oleh tokoh pemuda milenial, Harma Saragih, M.Si., yang menilai proses penetapan pahlawan nasional harus dilakukan secara cermat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya melihat keputusan ini perlu kehati-hatian. Sejumlah tokoh, termasuk Soeharto, masih menyisakan catatan historis menurut sebagian masyarakat. Jangan sampai keputusan ini dipersepsikan bernuansa politik,” ujarnya.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua PW GP Ansor Sumut Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyok Kader Banser di Tangerang</title>
		<link>https://pers.news/2025/09/29/ketua-pw-gp-ansor-sumut-desak-polisi-tangkap-pelaku-pengeroyok-kader-banser-di-tangerang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 09:34:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Ansor Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Banser]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=7495</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Sumatera Utara menggelar aksi solidaritas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p style="text-align: left;">MEDAN|PERS.NEWS – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Sumatera Utara menggelar aksi solidaritas dan mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan Rida, kader Banser yang dianiaya oleh sekelompok orang di Tangerang.</p>
<p>Ketua PW GP Ansor Sumatera Utara Dr. H. Adlin Tambunan mengutuk keras kekerasan yang dilakukan sekelompok orang kepada salah seorang anggota Banser di Tangerang. Iapun menjelaskan bahwa kekerasan terhadap kader Ansor/Banser bukan sekadar serangan pada individu, melainkan juga pukulan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang dijunjung tinggi GP Ansor dan Banser.</p>
<p>Insiden yang menimpa Rida kader Banser Tangerang sebelumnya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat mengalami luka serius di bagian wajah akibat dianiaya sekelompok orang. Publik ramai mengecam dan menuntut aparat segera bertindak.</p>
<p>“Ansor dan Banser adalah garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan keamanan sosial. Ketika ada kader menjadi korban kekerasan, itu menjadi alarm bagi kita semua untuk turut menyuarakan dukungan dan empati. Jangan biarkan kekerasan jadi alat menyelesaikan perbedaan,” tegasnya, Senin, 29 September 2025.</p>
<p>Wakil Bupati Serdang Bedagai ini pun meminta agar aparat kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku kekerasan tersebut dan membuka proses penyelidikan secara transparan dan adil.</p>
<p>“Kami meminta polisi segera menangkap seluruh pelaku. Proses hukum harus transparan dan adil. Tidak boleh ada yang ditutupi, apalagi melindungi pelaku,” tambahnya.</p>
<p>Adlin juga mengimbau kepada seluruh kader Ansor dan Banser di Sumut agar tetap tenang, menjaga kondusifitas, serta mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya pada aparat hukum.</p>
<p>“kita tetap satu barisan, satu komando. Jangan ada yang tersulut emosi dan tetap jaga kekondusifan. Tapi sikap kita jelas, hukum harus ditegakkan. Kami akan terus mengawal kasus ini,” pungkasnya.</p>
<p>Diketahui sebelumnya insiden yang menimpa Rida kader Banser Tangerang viral di media sosial. Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula ketika Rida hendak bersalaman dengan Habib Bahar setelah acara pengajian. Namun langkahnya dicegah oleh pengawal dengan tuduhan hendak “menyolok mata” Habib Bahar.</p>
<p>Tuduhan itu langsung memicu keributan, Rida kemudian ditarik dan dikeroyok sejumlah orang. Ia menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi hingga terjatuh. Selain itu, telepon genggam dan sepeda motor miliknya juga ditahan oleh panitia.</p>
<p>Akibat pengeroyokan tersebut, Rida mengalami luka memar serius dan harus dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang. Keluarga korban sudah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Tangerang dengan pendampingan LBH Ansor Banten.(IHB)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
