<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bank sampah &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/bank-sampah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 May 2026 09:54:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Bank sampah &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Heboh! Bank Sampah di Kota Medan Gelar Kurban Ramah Lingkungan dan Banjir Apresiasi Warga</title>
		<link>https://pers.news/2026/05/28/heboh-bank-sampah-di-kota-medan-gelar-kurban-ramah-lingkungan-dan-banjir-apresiasi-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 09:54:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Bank sampah]]></category>
		<category><![CDATA[FORSEPSI]]></category>
		<category><![CDATA[Pegadaian Kanwil I Kota Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11787</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Hari Raya Idul Adha selalu hadir membawa gema takbir, kebahagiaan, dan semangat berbagi. Namun di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN|PERS.NEWS-Hari Raya Idul Adha selalu hadir membawa gema takbir, kebahagiaan, dan semangat berbagi. Namun di balik penyembelihan hewan kurban, tersimpan makna besar tentang cinta, keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan “Berbagi Hewan Kurban 1447 H/2026 M: Berkurban Ramah Lingkungan Tanpa Menambah Limbah” yang dilaksanakan di Jalan KL Yos Sudarso KM 6, Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara, 28/05/26.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kurban bukan hanya ibadah tahunan, tetapi juga gerakan sosial yang mampu memperkuat solidaritas masyarakat, khususnya bagi warga binaan bank sampah dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-11789" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260528-WA0029.jpg" alt="" width="1204" height="1600" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260528-WA0029.jpg 1204w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260528-WA0029-768x1021.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260528-WA0029-1156x1536.jpg 1156w" sizes="(max-width: 1204px) 100vw, 1204px" /></p>
<p>Di tengah perkembangan kota dan tantangan sosial yang semakin kompleks, kegiatan berbagi hewan kurban ini menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Tidak hanya sekadar membagikan daging kurban, kegiatan ini juga mengajarkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga lingkungan melalui keterlibatan bank-bank sampah binaan di Kota Medan.</p>
<p>Kolaborasi antara Pegadaian Kanwil I Kota Medan, FORSEPSI (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia), Bank Sampah, dan Ruang Baca Bambu menunjukkan bahwa gerakan sosial akan menjadi lebih besar ketika dijalankan bersama-sama. Kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi komunitas literasi, organisasi sosial, dan generasi muda agar terus menghadirkan aksi nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat, serta juga yang ikut dalam kegiatan kali ini yang bergabung 32 komunitas yang berada di kota Medan.</p>
<p>Semangat “berkurban ramah lingkungan tanpa menambah limbah” menjadi pesan penting bahwa ibadah dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan melibatkan masyarakat binaan bank sampah, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan keberkahan Idul Adha, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membangun budaya gotong royong.</p>
<p>Ketua pelaksana kegiatan, Toga Sandi Simarmata, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi hewan kurban ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.</p>
<p>“Antusias warga sangat tinggi. Kami melihat kebahagiaan masyarakat saat menerima daging kurban. Ini menjadi energi positif bahwa semangat berbagi dan gotong royong masih sangat kuat di Kota Medan,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pegadaian Kanwil I Kota Medan yang telah ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan tersebut</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Wilayah Kota Medan FORSEPSI, Muhammad Iskar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan masyarakat berbasis lingkungan melalui bank sampah.</p>
<p>“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar dan warga binaan bank sampah. Kami ingin menghadirkan keberkahan Idul Adha sekaligus menumbuhkan semangat menjaga lingkungan dan kebersihan,” katanya.</p>
<p style="text-align: left;">Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pegadaian Kanwil I Kota Medan yang terus mendukung program sosial dan lingkungan yang dijalankan bersama masyarakat.</p>
<p>“Semoga kolaborasi ini terus terjalin. Dukungan ini menjadi harapan besar bagi kami untuk terus bergerak membangun kesadaran lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Ketua Ruang Baca Bambu, Soeandi Pratama, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat binaan bank sampah di Kota Medan dan sekitarnya.</p>
<p>“Kami sangat berterima kasih kepada pimpinan dan jajaran Pegadaian Kanwil I Kota Medan atas bantuan hewan kurban yang diberikan. Ini bukan hanya tentang berbagi daging kurban, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa Ruang Baca Bambu sebagai komunitas literasi di Sumatera Utara siap terus berkolaborasi dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.</p>
<p>Masyarakat yang hadir berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun karena dinilai mampu mempererat hubungan sosial antarwarga serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Banyak warga merasa terharu dan bersyukur karena masih ada pihak-pihak yang peduli terhadap kondisi masyarakat kecil dan lingkungan sekitar.</p>
<p>Momentum Idul Adha 2026 ini pun menjadi pengingat bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi rezeki. Justru dari kepedulian dan kebersamaan lahir harapan baru, solidaritas sosial, dan semangat untuk terus menebar manfaat bagi sesama.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi contoh bahwa kolaborasi antara lembaga, komunitas lingkungan, dan gerakan literasi mampu menghadirkan dampak besar bagi masyarakat. Idul Adha 2026 pun tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga pengingat bahwa kepedulian sosial dan semangat berbagi adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, bersatu, dan berdaya.(PR)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Longsor Bantar Gebang Jadi Alarm, Muhammad Iskar Dorong Medan Miliki Peta Jalan Ekonomi Sirkular</title>
		<link>https://pers.news/2026/03/27/longsor-bantar-gebang-jadi-alarm-muhammad-iskar-dorong-medan-miliki-peta-jalan-ekonomi-sirkular/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 09:30:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Bank sampah]]></category>
		<category><![CDATA[PSEL/PLTSa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10860</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Tragedi longsornya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantar Gebang di Jawa Barat belum lama ini menjadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN|PERS.NEWS-Tragedi longsornya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantar Gebang di Jawa Barat belum lama ini menjadi alarm keras bagi sistem pengelolaan sampah di Indonesia, 27/03/26.</p>
<p>Peristiwa tersebut kembali menegaskan bahwa praktik open dumping (kumpul-angkut-buang) bukan hanya metode usang, tetapi juga menyimpan risiko besar terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga keselamatan jiwa.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Muhammad Iskar, seorang penggiat lingkungan sekaligus Ketua Bank Sampah Anyelir, mendorong lahirnya ruang dialog lintas sektor sebagai langkah konkret menuju perubahan sistemik. Ia menginisiasi kegiatan bertajuk “High-Level Forum &amp; Focus Group Discussion (FGD) Kolaboratif: Transformasi Ekonomi Sirkular Kota Medan.”</p>
<p>Menurutnya, tragedi Bantar Gebang tidak boleh berhenti sebagai konsumsi berita sesaat, melainkan harus menjadi titik balik dalam merumuskan kebijakan dan aksi nyata di daerah.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-10862" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260327-WA0019.jpg" alt="" width="1050" height="1599" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260327-WA0019.jpg 1050w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260327-WA0019-768x1170.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260327-WA0019-1009x1536.jpg 1009w" sizes="(max-width: 1050px) 100vw, 1050px" /></p>
<p>“Kota Medan dengan produksi sampah harian yang diperkirakan mencapai 2.000 ton tidak bisa terus bergantung pada TPA yang semakin penuh dan rentan. Kita butuh pendekatan baru yang lebih berkelanjutan,” tegas Iskar.</p>
<p>Ia juga menyoroti peluang strategis dari hadirnya Perpres 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Namun, menurutnya, keberhasilan teknologi tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sejak awal.</p>
<p>“PLTSa bukan sekadar proyek teknologi. Ini adalah ekosistem. Tanpa keterlibatan masyarakat, bank sampah, dan sektor informal seperti pemulung, maka upaya ini tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.</p>
<p>Forum dialog ini dirancang sebagai wadah strategis yang akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kota Medan, DPR RI (Komisi XII dan Komisi VIII), PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, akademisi dari Universitas Sumatera Utara dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, hingga perwakilan sektor informal seperti pemulung dan pengepul yang selama ini berperan penting dalam rantai daur ulang.</p>
<p>Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menghasilkan sebuah dokumen strategis berupa Peta Jalan (Roadmap) Transformasi Ekonomi Sirkular Kota Medan. Dokumen tersebut direncanakan akan disahkan bersama oleh Wali Kota Medan atau Kepala Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk komitmen lintas sektor dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.</p>
<p>Roadmap tersebut akan berfokus pada tiga pilar utama:</p>
<p>1. Hulu:<br />
Penguatan bank sampah dan sistem pemilahan sampah berbasis masyarakat sebagai fondasi utama ekonomi sirkular.</p>
<p>2. Hilir:<br />
Pengembangan infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL/PLTSa) yang ramah lingkungan dan efisien.</p>
<p>3. Ekosistem:<br />
Perlindungan, pengakuan, serta integrasi sektor informal-terutama pemulung-ke dalam sistem pengelolaan sampah formal.</p>
<p>Lebih jauh, Iskar menekankan bahwa transformasi menuju ekonomi sirkular bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi juga tentang menciptakan nilai ekonomi baru, membuka lapangan kerja hijau, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin Medan tidak hanya dikenal sebagai kota besar, tetapi juga sebagai kota yang mampu mengelola sampah secara cerdas dan berkeadilan. Bahkan, kami optimistis Medan bisa menjadi percontohan nasional dalam penerapan ekonomi sirkular,” ujarnya.</p>
<p>Melalui forum ini, ia berharap akan terbangun sinergi kuat antar pemangku kepentingan, sehingga solusi yang selama ini telah tumbuh di akar rumput dapat diperkuat dan diperluas dampaknya.</p>
<p>“Solusi sebenarnya sudah ada di tengah masyarakat. Tugas kita adalah menghubungkan, memperkuat, dan menskalakan melalui kolaborasi dan komitmen bersama,” tutupnya.(PR)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
