<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bantuan Pendidikan &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/bantuan-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Jun 2026 08:56:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Bantuan Pendidikan &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan Diresmikan di Medan, Jadi Pusat Bantuan Pendidikan Warga Kurang Mampu</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/01/rumah-aspirasi-dr-sofyan-tan-diresmikan-di-medan-jadi-pusat-bantuan-pendidikan-warga-kurang-mampu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 08:56:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Diresmikan di Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Bantuan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Kurang Mampu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11874</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS–Peresmian Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong>Peresmian Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting penegasan komitmen pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang masih kesulitan mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi.</p>
<p>Acara peresmian yang digelar di Kompleks CBD Polonia, Medan, Senin (1/6/2026) itu berlangsung hangat dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh daerah, kader PDI Perjuangan, anggota DPRD, relawan, pegiat budaya, mahasiswa, jurnalis, hingga masyarakat lintas generasi.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sofyan Tan menegaskan bahwa Rumah Aspirasi ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Ia menyebut rumah tersebut sebelumnya bersifat pinjam pakai, dan kini telah resmi menjadi wadah pelayanan yang lebih permanen bagi masyarakat.</p>
<p>Menurut Sofyan Tan, Rumah Aspirasi ini difokuskan untuk menampung berbagai persoalan warga, terutama di bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa masyarakat kurang mampu yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan tidak perlu ragu untuk datang dan meminta bantuan, termasuk akses beasiswa.</p>
<p>“Rumah aspirasi ini terbuka untuk semua golongan. Khususnya untuk menampung berbagai persoalan masyarakat di bidang pendidikan. Orang miskin datang ke sini akan mendapatkan bantuan beasiswa, saya garansi,” ujarnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, kehadiran Rumah Aspirasi diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk melanjutkan sekolah maupun kuliah.</p>
<p>Sofyan juga menyoroti masih rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia. Ia menyebut, dari 100 lulusan sekolah, hanya sekitar 32 orang yang melanjutkan ke perguruan tinggi.</p>
<p>Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui kerja nyata yang berpihak kepada rakyat kecil. Ia menegaskan bahwa politik yang ia jalankan bukanlah politik kebencian atau perpecahan, melainkan politik kemanusiaan dan kasih sayang.</p>
<p>“Saya tidak pernah memainkan politik pecah belah, kebencian, kemarahan, dan kecemburuan. Saya mengusung politik cinta kasih, politik kemanusiaan,” katanya.</p>
<p>Dalam pidatonya, ia juga menceritakan perjalanan politiknya yang tidak dirancang sejak awal, melainkan mengalir seiring dorongan berbagai pihak. Ia kemudian dipercaya menjadi kader PDI Perjuangan hingga akhirnya melenggang ke Senayan dan terus meningkatkan perolehan suara di setiap pemilu.</p>
<p>Selain fokus pada pendidikan, Sofyan juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa, termasuk dukungan terhadap musik keroncong agar dapat diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Ia menilai kemajuan budaya mencerminkan tingkat peradaban masyarakat.</p>
<p>“Kalau kebudayaan berkembang, berarti rakyat kita beradab dan tertib. Kita ingin budaya Indonesia semakin kuat,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon yang meresmikan Rumah Aspirasi tersebut memberikan apresiasi atas kontribusi Sofyan Tan dalam memperjuangkan akses pendidikan di Sumatera Utara, khususnya melalui jalur beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa.</p>
<p>Menurutnya, selama bertugas di Komisi X DPR RI, Sofyan Tan telah banyak membantu masyarakat dalam memperoleh kemudahan akses pendidikan.</p>
<p>“Dengan adanya rumah aspirasi ini, anak-anak Sumatera Utara semakin mudah mendapatkan informasi dan akses beasiswa,” ujarnya.</p>
<p>Rapidin juga menegaskan bahwa keberadaan Rumah Aspirasi ini akan semakin memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus menjadi pusat perjuangan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.</p>
<p>Acara peresmian berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh semangat gotong royong. Rumah Aspirasi ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan aduan masyarakat, tetapi juga ruang lahirnya generasi muda yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan mampu memberi dampak bagi bangsa di masa depan.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PW IPNU Sumut Soroti Dugaan Ketidaktepatan Penyaluran KIP Kuliah di LLDikti Wilayah I</title>
		<link>https://pers.news/2026/02/04/pw-ipnu-sumut-soroti-dugaan-ketidaktepatan-penyaluran-kip-kuliah-di-lldikti-wilayah-i/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 17:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Penyimpangan]]></category>
		<category><![CDATA[IPNU Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua PW IPNU Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[KIP Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[LLDIKTI Wilayah I]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Kurang Mampu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10031</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS- Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Sumatera Utara menyampaikan sikap kritis terhadap...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="111" data-end="196"><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong> Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Sumatera Utara menyampaikan sikap kritis terhadap pengelolaan dan penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara.</p>
<p data-start="491" data-end="859">Sikap tersebut disampaikan menyusul adanya hasil investigasi internal organisasi serta aduan mahasiswa yang diterima PW IPNU Sumut terkait dugaan penyaluran bantuan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang seharusnya menjadi penerima utama program bantuan pendidikan tersebut.</p>
<p data-start="861" data-end="1031">Ketua PW IPNU Sumut, <strong data-start="882" data-end="901">Sarwani Siagian</strong>, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara dan harus dikelola secara adil, transparan, serta akuntabel.</p>
<p data-start="1033" data-end="1319">“Program KIP Kuliah pada dasarnya bertujuan membantu mahasiswa kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan tinggi. Ketika muncul dugaan ketidaktepatan dalam penyalurannya, maka hal tersebut perlu diklarifikasi dan ditindaklanjuti secara terbuka,” ujar Sarwani dalam keterangannya.</p>
<p data-start="1321" data-end="1637">PW IPNU Sumut mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran terhadap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan KIP Kuliah di LLDikti Wilayah I Sumut. Selain itu, organisasi pelajar ini juga meminta agar data penerima KIP Kuliah dapat dibuka secara transparan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban.</p>
<p data-start="1639" data-end="1834">Tidak hanya itu, PW IPNU Sumut juga menekankan pentingnya evaluasi sistem verifikasi penerima bantuan guna memastikan asas keadilan dan objektivitas benar-benar diterapkan dalam program tersebut.</p>
<p data-start="1836" data-end="2158">Sebagai langkah organisasi, PW IPNU Sumut menginstruksikan seluruh kader di tingkat cabang hingga komisariat untuk tetap solid dan mengikuti arahan kepemimpinan. Mereka menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila tidak terdapat penjelasan dan perbaikan dari pihak terkait.</p>
<p data-start="2160" data-end="2351">PW IPNU Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pendidikan demi memastikan hak mahasiswa, khususnya dari keluarga kurang mampu, dapat terpenuhi sesuai tujuan program KIP Kuliah.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhir 2025, GMNI Tebing Tinggi Ingatkan OPD Soal Integritas: “Bangkai yang Disimpan Akan Tercium Baunya” di Tengah Deretan Kasus Korupsi</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/12/akhir-2025-gmni-tebing-tinggi-ingatkan-opd-soal-integritas-bangkai-yang-disimpan-akan-tercium-baunya-di-tengah-deretan-kasus-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 09:28:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI tebing tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9149</guid>

					<description><![CDATA[TEBING TINGGI&#124;PERS.NEWS-Menjelang penghujung tahun 2025, kepercayaan publik terhadap birokrasi Kota Tebing Tinggi kembali diuji. Tiga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="446" data-end="782"><strong>TEBING TINGGI|PERS.NEWS-</strong>Menjelang penghujung tahun 2025, kepercayaan publik terhadap birokrasi Kota Tebing Tinggi kembali diuji. Tiga kasus dugaan korupsi yang menyeret pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang bersih.(11/12/25)</p>
<p data-start="784" data-end="1124">DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tebing Tinggi menilai rangkaian kasus tersebut menjadi indikator serius bahwa integritas dan sistem pengawasan internal pemerintah daerah perlu diperkuat. Organisasi mahasiswa nasionalis itu memberikan peringatan keras agar seluruh pejabat OPD bekerja secara jujur, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="1126" data-end="1325">“<strong data-start="1127" data-end="1173">Bangkai yang disimpan pasti tercium baunya</strong>,” tegas <strong data-start="1182" data-end="1235">Ketua DPC GMNI Tebing Tinggi, Rio Samuel Manurung</strong>.<br data-start="1236" data-end="1239" />Ia menambahkan bahwa setiap bentuk penyimpangan anggaran pada akhirnya akan terungkap.</p>
<hr data-start="1327" data-end="1330" />
<h2 data-start="1332" data-end="1384"><strong data-start="1335" data-end="1384">Tiga Kasus yang Mencuat: Sorotan Tajam Publik</strong></h2>
<p data-start="1386" data-end="1524">Berikut rangkuman kasus dugaan korupsi yang ramai diberitakan oleh berbagai media dan saat ini tengah ditangani oleh aparat penegak hukum.</p>
<hr data-start="1526" data-end="1529" />
<h3 data-start="1531" data-end="1608"><strong data-start="1535" data-end="1608">1. Pengadaan Smartboard Rp 13 Miliar: Mantan Kadis Pendidikan Ditahan</strong></h3>
<p data-start="1610" data-end="1714">Kasus pertama menyangkut dugaan penyimpangan pengadaan <strong data-start="1665" data-end="1687">93 unit smartboard</strong> untuk sekolah tingkat SMP.</p>
<ul data-start="1716" data-end="1886">
<li data-start="1716" data-end="1750">
<p data-start="1718" data-end="1750">Nilai proyek: <strong data-start="1732" data-end="1748">Rp 13 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="1751" data-end="1802">
<p data-start="1753" data-end="1802">Dugaan kerugian negara: <strong data-start="1777" data-end="1800">sekitar Rp 6 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="1803" data-end="1886">
<p data-start="1805" data-end="1886">Status hukum: Mantan Kadis Pendidikan, <strong data-start="1844" data-end="1850">IK</strong>, telah ditetapkan sebagai tersangka</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1888" data-end="2077">Penyidik menduga adanya mark-up dan rekayasa harga satuan barang. Publik mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan bisa gagal mendeteksi penyimpangan pada proyek pendidikan bernilai besar.</p>
<hr data-start="2079" data-end="2082" />
<h3 data-start="2084" data-end="2142"><strong data-start="2088" data-end="2142">2. BPBD dan Dokumen Perencanaan Fiktif Rp 611 Juta</strong></h3>
<p data-start="2144" data-end="2211">Kasus kedua muncul dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).</p>
<ul data-start="2213" data-end="2460">
<li data-start="2213" data-end="2267">
<p data-start="2215" data-end="2267">Objek kasus: Penyusunan <strong data-start="2239" data-end="2265">13 dokumen perencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="2268" data-end="2311">
<p data-start="2270" data-end="2311">Dugaan kerugian negara: <strong data-start="2294" data-end="2309">Rp 611 juta</strong></p>
</li>
<li data-start="2312" data-end="2378">
<p data-start="2314" data-end="2378">Temuan: Hasil dokumen dinilai tidak memiliki output yang jelas</p>
</li>
<li data-start="2379" data-end="2460">
<p data-start="2381" data-end="2460">Status hukum: Mantan Kepala BPBD dan seorang Kabid ditetapkan sebagai tersangka</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2462" data-end="2560">Ironinya, anggaran kebencanaan yang seharusnya melindungi masyarakat justru diduga disalahgunakan.</p>
<hr data-start="2562" data-end="2565" />
<h3 data-start="2567" data-end="2631"><strong data-start="2571" data-end="2631">3. Penyelewengan BBM Subsidi di DLH: Selisih Rp 300 Juta</strong></h3>
<p data-start="2633" data-end="2764">Kasus ketiga melibatkan pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait penggunaan BBM subsidi dan pemeliharaan kendaraan operasional.</p>
<ul data-start="2766" data-end="2979">
<li data-start="2766" data-end="2804">
<p data-start="2768" data-end="2804">Total anggaran: <strong data-start="2784" data-end="2802">Rp 1,42 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="2805" data-end="2869">
<p data-start="2807" data-end="2869">Dugaan selisih/ketidaksesuaian data: <strong data-start="2844" data-end="2867">sekitar Rp 300 juta</strong></p>
</li>
<li data-start="2870" data-end="2979">
<p data-start="2872" data-end="2979">Temuan penyidik: Perbedaan signifikan antara data pembelian BBM berbasis barcode dengan SPJ yang dilaporkan</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2981" data-end="3075">Kasus ini memperlihatkan bahwa penyimpangan bisa terjadi bahkan pada level operasional harian.</p>
<hr data-start="3077" data-end="3080" />
<h2 data-start="3082" data-end="3152"><strong data-start="3085" data-end="3152">GMNI: Tiga Kasus Ini Adalah Alarm Besar Integritas Pemerintahan</strong></h2>
<p data-start="3154" data-end="3272">DPC GMNI menilai bahwa tiga perkara tersebut menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola anggaran, mulai dari:</p>
<ul data-start="3274" data-end="3357">
<li data-start="3274" data-end="3293">
<p data-start="3276" data-end="3293"><strong data-start="3276" data-end="3291">Perencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="3294" data-end="3323">
<p data-start="3296" data-end="3323"><strong data-start="3296" data-end="3321">Pengadaan barang/jasa</strong></p>
</li>
<li data-start="3324" data-end="3357">
<p data-start="3326" data-end="3357"><strong data-start="3326" data-end="3357">Pertanggungjawaban anggaran</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="3359" data-end="3517">“<strong data-start="3360" data-end="3506">Anggaran publik harus digunakan untuk rakyat, bukan untuk memperkaya individu atau kelompok. Ini persoalan moral, bukan hanya persoalan hukum,</strong>” ujar Rio.</p>
<p data-start="3519" data-end="3649">Ia menegaskan bahwa korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.</p>
<hr data-start="3651" data-end="3654" />
<h2 data-start="3656" data-end="3701"><strong data-start="3659" data-end="3701">Desakan: Penindakan Tanpa Tebang Pilih</strong></h2>
<p data-start="3703" data-end="3757">GMNI Tebing Tinggi meminta aparat penegak hukum untuk:</p>
<ul data-start="3759" data-end="3872">
<li data-start="3759" data-end="3785">
<p data-start="3761" data-end="3785">Menelusuri aliran dana</p>
</li>
<li data-start="3786" data-end="3822">
<p data-start="3788" data-end="3822">Mengungkap jaringan keterlibatan</p>
</li>
<li data-start="3823" data-end="3872">
<p data-start="3825" data-end="3872">Memeriksa pihak lain yang berpotensi terlibat</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3874" data-end="3942">“<strong data-start="3875" data-end="3930">Penegakan hukum harus komprehensif, bukan simbolis,</strong>” tegas Rio.</p>
<p data-start="3944" data-end="4081">Menurutnya, proses hukum yang transparan dan tuntas akan menjadi peringatan bagi OPD lain agar tidak bermain-main dengan anggaran publik.</p>
<hr data-start="4083" data-end="4086" />
<h2 data-start="4088" data-end="4141"><strong data-start="4091" data-end="4141">Ajakan untuk Publik: Perkuat Pengawasan Sosial</strong></h2>
<p data-start="4143" data-end="4263">GMNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawasi penggunaan anggaran daerah, khususnya pada sektor strategis:</p>
<ul data-start="4265" data-end="4326">
<li data-start="4265" data-end="4283">
<p data-start="4267" data-end="4283"><strong data-start="4267" data-end="4281">Pendidikan</strong></p>
</li>
<li data-start="4284" data-end="4303">
<p data-start="4286" data-end="4303"><strong data-start="4286" data-end="4301">Kebencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="4304" data-end="4326">
<p data-start="4306" data-end="4326"><strong data-start="4306" data-end="4326">Lingkungan hidup</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="4328" data-end="4445">Ketiga sektor ini berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga sehingga penyimpangan anggaran akan berdampak luas.</p>
<p data-start="4447" data-end="4533">“Jika publik aktif mengawasi, ruang penyimpangan semakin kecil,” tutup Rio.<br data-start="4522" data-end="4525" /><em data-start="4525" data-end="4533">(Arif)</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GMKI Dukung Persembahan Natal Nasional 2025 untuk Kemanusiaan Palestina</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/21/gmki-dukung-persembahan-natal-nasional-2025-untuk-kemanusiaan-palestina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2025 21:10:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Difabel]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[GMKI]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Koster]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Maruarar Sirait]]></category>
		<category><![CDATA[Natal Nasional 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Panti Asuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Prima Surbakti]]></category>
		<category><![CDATA[Solidaritas Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8689</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA&#124;PERS.NEWS — Perayaan Hari Natal Nasional 2025 dijadwalkan berlangsung pada 5 Januari 2026 di Stadion...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA|PERS.NEWS —</strong> Perayaan Hari Natal Nasional 2025 dijadwalkan berlangsung pada 5 Januari 2026 di Stadion Tenis Indoor Jakarta. Perayaan tahun ini diusung dengan konsep sederhana namun berdampak, dengan fokus pada aksi-aksi sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa persembahan dari perayaan tahun ini akan didedikasikan untuk bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Menurutnya, Natal harus menjadi momentum menghadirkan kasih dan solidaritas bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua Umum PP GMKI sekaligus anggota panitia, Prima Surbakti, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Maruarar Sirait. Ia mengajak seluruh umat Kristiani, khususnya mahasiswa Kristen di seluruh Indonesia, untuk turut mendukung solidaritas terhadap Palestina serta aktif menjaga perdamaian dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Solidaritas untuk Palestina bukan persoalan agama, melainkan kemanusiaan,” tegas Prima Surbakti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prima juga menjelaskan bahwa Perayaan Natal Nasional 2025 dirancang tidak hanya sebagai seremoni ibadah, tetapi juga sebagai ajang berbagi kepada mereka yang telah melayani gereja dan masyarakat. Panitia berencana mengundang sekaligus memberikan bantuan kepada 500 koster, 500 guru sekolah minggu, 500 guru agama, serta 500 anak panti asuhan dan penyandang disabilitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut, Prima menyampaikan bahwa panitia akan melaksanakan rangkaian bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan penyaluran bantuan pendidikan senilai Rp10 miliar yang akan disalurkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Program ini juga melibatkan pelaku UMKM serta mendorong pemberdayaan talenta lokal, semuanya dilakukan secara gotong royong tanpa menggunakan anggaran APBN maupun BUMN.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kita rayakan Natal Nasional 2025 dengan penuh makna bagi seluruh umat manusia,” tutup Prima Surbakti.(Arif)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
