<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bencana Nasional</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/bencana-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Dec 2025 16:54:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Bencana Nasional</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bencana Sumatera Memburuk, Rampai Nusantara Mendesak Status Bencana Nasional dan Penegakan Hukum</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/01/bencana-sumatera-memburuk-rampai-nusantara-mendesak-status-bencana-nasional-dan-penegakan-hukum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 16:54:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Rampai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggap Darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8921</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS- Sudah sepekan banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Sumatera: Aceh, Sumatera...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="209" data-end="531"><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong> Sudah sepekan banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi di lapangan kian mengkhawatirkan. Ribuan warga masih terisolasi, korban jiwa terus bertambah, dan puluhan ribu lainnya terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur digulung bencana.</p>
<p data-start="533" data-end="868">Dewan Eksekutif Wilayah (DEW) Rampai Nusantara Sumatera Utara menyatakan situasi darurat ini <strong data-start="626" data-end="684">telah melampaui kapasitas penanganan pemerintah daerah</strong>. Mereka menyerukan agar Pemerintah Pusat segera menetapkan status <strong data-start="751" data-end="771">Bencana Nasional</strong> demi mengerahkan seluruh potensi negara secara terkoordinasi dan cepat untuk penyelamatan warga.</p>
<p data-start="870" data-end="1133">“Kami melihat penanganan logistik, evakuasi, hingga layanan kesehatan masih jauh dari kata maksimal. Luasnya cakupan bencana dan banyaknya korban harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat,” ujar Ketua DEW Rampai Nusantara Sumut, <strong data-start="1105" data-end="1133">Ridwan Ali Ibrahim, M.H.</strong></p>
<p data-start="1135" data-end="1342">Bukan hanya desakan untuk meningkatkan level penanganan, Rampai Nusantara juga menyoroti adanya dugaan kerusakan ekologis yang memperburuk dampak bencana. Mereka meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.</p>
<p data-start="1344" data-end="1545">“Kami menuntut semua pihak yang diduga terlibat sebagai penyebab bencana atau lalai dalam tugasnya diperiksa dan diadili. Ada akuntabilitas yang harus ditegakkan demi keselamatan rakyat,” tegas Ridwan.</p>
<p data-start="1547" data-end="1712">Rampai Nusantara berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penyelamatan saat ini, tetapi juga langkah hukum dan kebijakan nyata agar tragedi berulang dapat dicegah.</p>
<p data-start="1714" data-end="1852">Bencana ini menjadi alarm keras bahwa tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana harus menjadi prioritas nasional — bukan sekadar wacana.(NAL)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PW IPNU Aceh, Sumut, dan Sumbar Desak Presiden Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/01/pw-ipnu-aceh-sumut-dan-sumbar-desak-presiden-tetapkan-bencana-sumatera-sebagai-bencana-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 14:47:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Hidrometeorologi Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Logging]]></category>
		<category><![CDATA[Logistik Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[PW IPNU Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[PW IPNU Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[PW IPNU Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8899</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS- Tiga Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="225" data-end="581"><strong data-start="225" data-end="236">MEDAN|PERS.NEWS-</strong> Tiga Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak Presiden Republik Indonesia segera menetapkan bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatera sebagai <strong data-start="501" data-end="521">Bencana Nasional</strong>, mengingat dampaknya yang luas, parah, dan lintas provinsi.</p>
<p data-start="583" data-end="706">Ketua PW IPNU Aceh, <strong data-start="603" data-end="620">Arifan Hendra</strong>, menegaskan bahwa kebijakan nasional diperlukan untuk mempercepat penanganan bencana.</p>
<blockquote data-start="708" data-end="878">
<p data-start="710" data-end="878">“Presiden RI tidak boleh ragu. Ini bukan hanya krisis lokal, tetapi bencana besar yang memukul wilayah Sumatera bagian utara. Negara harus hadir secara total,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="880" data-end="1076">Sementara itu, Ketua PW IPNU Sumatera Utara, <strong data-start="925" data-end="944">Sarwani Siagian</strong>, menyampaikan bahwa masyarakat yang terdampak sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa makanan pokok, sembako, serta obat-obatan.</p>
<blockquote data-start="1078" data-end="1254">
<p data-start="1080" data-end="1254">“Kami berharap Pemerintah Pusat segera mempercepat distribusi logistik ke sejumlah wilayah yang masih terisolasi. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="1256" data-end="1415">Ia juga meminta Presiden sebagai pemimpin tertinggi negara untuk mengambil langkah cepat, terukur, dan menyeluruh agar situasi bencana dapat segera dipulihkan.</p>
<p data-start="1417" data-end="1602">Ketua PW IPNU Sumatera Barat, <strong data-start="1447" data-end="1470">Metra Wiranda Putra</strong>, turut menyayangkan pernyataan dari BNPB yang menyebut banjir di Sumatera tidak sepenuhnya mencerminkan situasi riil di masyarakat.</p>
<blockquote data-start="1604" data-end="1854">
<p data-start="1606" data-end="1854">“Pernyataan tersebut sangat menyakitkan bagi kami. Faktanya, kondisi di lapangan sangat mencekam. Masih banyak daerah terisolir, kekurangan logistik, evakuasi sulit dilakukan, dan sejumlah wilayah hanya bisa diakses melalui jalur udara,” ungkapnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="1856" data-end="2052">Metra menegaskan bahwa penetapan status bencana nasional akan memastikan penanganan lebih cepat, terkoordinasi, dan memungkinkan pengerahan armada serta sumber daya maksimal dari pemerintah pusat.</p>
<p data-start="2054" data-end="2186">Ia juga meminta Presiden untuk segera bertindak tegas terhadap pelaku <strong data-start="2124" data-end="2143">illegal logging</strong> yang memperparah bencana alam di Sumatera.</p>
<p data-start="2188" data-end="2508">Ketiga PW IPNU tersebut menegaskan bahwa mereka <strong data-start="2236" data-end="2260">turut turun langsung</strong> membantu masyarakat terdampak, mengawal pendataan, serta memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, tepat, dan transparan. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tenang, serta terus berdoa agar musibah ini segera berlalu.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yayasan MAPEL Indonesia Desak Presiden Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Status Bencana Nasional</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/29/yayasan-mapel-indonesia-desak-presiden-tetapkan-bencana-sumatera-sebagai-status-bencana-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 07:52:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Mapel indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Pray For Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Save Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Berduka]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggap Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8808</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-29 November 2025 – Yayasan Masyarakat PeLestari Lingkungan (MAPEL) Indonesia mendesak Presiden Republik Indonesia untuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="238" data-end="483"><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>29 November 2025 – Yayasan Masyarakat PeLestari Lingkungan (MAPEL) Indonesia mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera menetapkan <strong data-start="383" data-end="410">Status Bencana Nasional</strong> atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera.</p>
<p data-start="485" data-end="694">Organisasi ini menilai bahwa dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah melampaui kapasitas pemerintah daerah, sehingga <strong data-start="627" data-end="667">intervensi langsung pemerintah pusat</strong> menjadi sangat mendesak.</p>
<hr data-start="696" data-end="699" />
<h3 data-start="701" data-end="751"><strong data-start="705" data-end="749">Sumatera Berduka, Korban Terus Bertambah</strong></h3>
<p data-start="753" data-end="939">Bencana kemanusiaan ini telah merenggut ratusan nyawa dan meninggalkan luka yang mendalam bagi para penyintas. Data terkini per 29 November 2025 menunjukkan situasi yang semakin genting:</p>
<ul data-start="941" data-end="1088">
<li data-start="941" data-end="975">
<p data-start="943" data-end="975"><strong data-start="943" data-end="973">174+ orang meninggal dunia</strong></p>
</li>
<li data-start="976" data-end="1026">
<p data-start="978" data-end="1026"><strong data-start="978" data-end="1024">79+ orang masih hilang dan dalam pencarian</strong></p>
</li>
<li data-start="1027" data-end="1088">
<p data-start="1029" data-end="1088">Puluhan kabupaten/kota di tiga provinsi <strong data-start="1069" data-end="1088">terdampak parah</strong></p>
</li>
</ul>
<blockquote data-start="1090" data-end="1326">
<p data-start="1092" data-end="1326">“Sudah berapa banyak nyawa lagi yang harus hilang?<br data-start="1142" data-end="1145" />Sumatera saat ini sedang berduka—terkepung banjir bandang dan longsor yang kejam,”<br data-start="1229" data-end="1232" />tegas <strong data-start="1240" data-end="1283">Dr. (c). M. Yusuf Hanafi Sinaga, M.Sos.</strong>,<br data-start="1284" data-end="1287" />Ketua Umum Yayasan MAPEL Indonesia.</p>
</blockquote>
<p data-start="1328" data-end="1449">Ia menambahkan, “Puluhan orang yang hilang itu adalah keluarga dan saudara kita. Mereka bukan sekadar angka statistik.”</p>
<hr data-start="1451" data-end="1454" />
<h3 data-start="1456" data-end="1511"><strong data-start="1460" data-end="1511">Akses Lumpuh, Pemerintah Daerah di Titik Kritis</strong></h3>
<p data-start="1513" data-end="1610">Gangguan infrastruktur membuat upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan nyaris tak memungkinkan:</p>
<ol data-start="1612" data-end="1905">
<li data-start="1612" data-end="1678">
<p data-start="1615" data-end="1678"><strong data-start="1615" data-end="1678">Ribuan rumah rusak parah dan banyak daerah terisolasi total</strong></p>
</li>
<li data-start="1679" data-end="1758">
<p data-start="1682" data-end="1758"><strong data-start="1682" data-end="1758">Akses jalan antar kabupaten dan antarprovinsi terputus di berbagai titik</strong></p>
</li>
<li data-start="1759" data-end="1841">
<p data-start="1762" data-end="1841"><strong data-start="1762" data-end="1789">Pasokan logistik kritis</strong> akibat listrik, air bersih, dan komunikasi terputus</p>
</li>
<li data-start="1842" data-end="1905">
<p data-start="1845" data-end="1905"><strong data-start="1845" data-end="1866">Tim SAR kewalahan</strong>, kekurangan alat berat dan sumber daya</p>
</li>
</ol>
<p data-start="1907" data-end="1987">Situasi ini telah mencapai titik yang tidak lagi mampu ditangani secara lokal.</p>
<hr data-start="1989" data-end="1992" />
<h3 data-start="1994" data-end="2051"><strong data-start="1998" data-end="2051">Status Bencana Nasional Harus Ditetapkan Sekarang</strong></h3>
<p data-start="2053" data-end="2172">MAPEL Indonesia menilai tidak ada pilihan selain <strong data-start="2102" data-end="2141">menggunakan seluruh kekuatan negara</strong> untuk merespons bencana ini.</p>
<blockquote data-start="2174" data-end="2359">
<p data-start="2176" data-end="2359">“Tolong, jangan sampai terlambat!<br data-start="2209" data-end="2212" />Status Bencana Nasional adalah kunci mobilisasi pasukan, alat berat, dan dana darurat yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa,” ungkap Yusuf.</p>
</blockquote>
<p data-start="2361" data-end="2447">Menurutnya, <strong data-start="2373" data-end="2395">setiap jam berarti</strong> bagi para korban yang masih menunggu pertolongan.</p>
<hr data-start="2449" data-end="2452" />
<h3 data-start="2454" data-end="2497"><strong data-start="2458" data-end="2497">Seruan untuk Bergerak Cepat Bersama</strong></h3>
<p data-start="2499" data-end="2634">Yayasan MAPEL Indonesia menyerukan agar pemerintah pusat segera mengambil langkah luar biasa untuk menghadapi keadaan luar biasa ini.</p>
<blockquote data-start="2636" data-end="2718">
<p data-start="2638" data-end="2718">“Kami meminta negara hadir sepenuhnya untuk rakyat Sumatera,”<br data-start="2699" data-end="2702" />tutup Yusuf.(NAL)</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
