<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bencana Tapanuli Tengah</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/bencana-tapanuli-tengah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2025 17:35:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Bencana Tapanuli Tengah</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Panggilan Jiwa di Tengah Bencana, Dua Pengurus MAPEL Selamatkan 52 Pelajar dari Tapteng</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/30/panggilan-jiwa-di-tengah-bencana-dua-pengurus-mapel-selamatkan-52-pelajar-dari-tapteng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 17:35:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Asahan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor Tapteng]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Tapanuli Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Tabagsel]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Mandailing Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Mapel indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Misi Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Lawas]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Lawas Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar Terisolasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelamatan Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan Tabagsel]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8864</guid>

					<description><![CDATA[PADANG LAWAS UTARA &#124;PERS.NEWS – Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="214" data-end="508"><strong>PADANG LAWAS UTARA |PERS.NEWS –</strong> Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, muncul kisah inspiratif dari dua pengurus <strong data-start="409" data-end="462">Masyarakat PeLestari Lingkungan (MAPEL) Indonesia</strong> wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).(30/11/25)</p>
<p data-start="510" data-end="865">Mereka adalah <strong data-start="524" data-end="542">Dwika Juniarti</strong> dan <strong data-start="547" data-end="576">Erando Mustuapari Harahap</strong>, yang tak hanya menjadi relawan, tetapi juga merupakan warga terdampak bencana. Niat awal keduanya hanyalah untuk menjenguk anak mereka yang bersekolah di Al-Muslimin dan Matauli Tapteng. Namun situasi darurat membuat langkah mereka berubah menjadi misi kemanusiaan yang penuh keberanian.</p>
<p data-start="867" data-end="1195">Dengan segala keterbatasan akses, putusnya komunikasi, hingga minimnya logistik, keduanya tetap bergerak menyisir lokasi terdampak. Bahkan, kebutuhan operasional selama proses evakuasi mereka tanggung dengan dana pribadi. Semua dilakukan demi satu harapan: memastikan anak-anak dari Tabagsel dapat kembali pulang dengan selamat.</p>
<hr data-start="1197" data-end="1200" />
<h3 data-start="1202" data-end="1262"><strong data-start="1206" data-end="1262">Misi Penyelamatan 52 Pelajar dari Wilayah Terisolasi</strong></h3>
<p data-start="1264" data-end="1568">Berkat kegigihan dan kepedulian yang tinggi, <strong data-start="1309" data-end="1332">sebanyak 52 pelajar</strong> asal Kabupaten <strong data-start="1348" data-end="1453">Padang Lawas (Palas), Padang Lawas Utara (Paluta), Mandailing Natal (Madina), Labuhanbatu, dan Asahan</strong>, yang tengah menempuh pendidikan di Tapteng, berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.</p>
<p data-start="1570" data-end="1773">“Aksi ini patut diacungi jempol mengingat sulitnya akses darat, putusnya komunikasi, serta terbatasnya logistik di lokasi bencana,” ujar <strong data-start="1707" data-end="1744">Dr.(c) M. Yusuf H. Sinaga, M.Sos.</strong>, Ketua Umum MAPEL Indonesia.</p>
<p data-start="1775" data-end="1901">Yusuf menegaskan bahwa apa yang dilakukan kedua relawan tersebut merupakan wujud nyata semangat kemanusiaan yang sesungguhnya.</p>
<p data-start="1903" data-end="2152">“Semangat kemanusiaan dan panggilan jiwa harus berada di atas kepentingan pribadi. Meski mereka sendiri terdampak bencana, Ibu Dwika dan Bapak Erando memilih untuk memprioritaskan keselamatan anak-anak Tabagsel yang terjebak di Tapteng,” sambungnya.</p>
<p data-start="2154" data-end="2376">MAPEL Indonesia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang turut membantu kelancaran misi, termasuk <strong data-start="2282" data-end="2328">Kasatpol PP Paluta, Indra Saputra Nasution</strong>, yang turut terlibat dalam proses penyelamatan.</p>
<p data-start="2378" data-end="2538">“Kisah ini menjadi energi positif dan teladan luar biasa bagi kita semua, bahwa kepedulian tidak boleh padam meski berada di tengah situasi sulit,” tutup Yusuf.<em data-start="2540" data-end="2547">(NAL)</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
