<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bendungan Serdang</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/bendungan-serdang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Nov 2025 08:45:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Bendungan Serdang</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hujan Deras, Sungai Meluap: 11 Desa di Batang Kuis Terendam Banjir</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/28/hujan-deras-sungai-meluap-11-desa-di-batang-kuis-terendam-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 08:45:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Kuis]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan Serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Deli Serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Muspika]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Terdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Libur]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Blumei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8788</guid>

					<description><![CDATA[DELI SERDANG &#124; PERS.NEWS – Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="229" data-end="617"><strong data-start="247" data-end="275">DELI SERDANG | PERS.NEWS</strong> – Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang pada Jumat, 28 November 2025. Luapan Sungai Blumei menyebabkan sedikitnya <strong data-start="429" data-end="440">11 desa</strong> terendam dengan ketinggian air mencapai <strong data-start="481" data-end="509">60 hingga 100 sentimeter</strong>. Peristiwa banjir ini nyaris <strong data-start="539" data-end="563">terjadi setiap tahun</strong>, sehingga menjadi kekhawatiran besar bagi masyarakat.</p>
<p data-start="619" data-end="857">Tak hanya merendam permukiman warga, banjir juga menghancurkan tanaman padi milik para petani yang rata-rata baru berusia sekitar satu bulan. Kondisi ini membuat petani semakin terpukul karena ancaman gagal panen kian nyata di depan mata.</p>
<p data-start="859" data-end="1108">Pemerintah desa bersama Muspika Kecamatan Batang Kuis bergerak cepat mendirikan posko pengungsian, menyediakan bantuan logistik seperti pangan dan air bersih, serta menurunkan tim kesehatan dari puskesmas untuk memantau kondisi warga yang terdampak.</p>
<p data-start="1110" data-end="1290">Selain permukiman, akses jalan utama juga terganggu akibat genangan air setinggi <strong data-start="1191" data-end="1203">40–60 cm</strong>. Banyak pengendara motor terpaksa menuntun kendaraannya karena mogok di tengah banjir.</p>
<p data-start="1292" data-end="1471">Fasilitas pendidikan tak luput dari dampak. Sejumlah sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA terpaksa meliburkan murid selama dua hari terakhir karena ruang kelas terendam cukup parah.</p>
<p data-start="1473" data-end="1774">Meski tinggi air mulai menurun, sebagian warga masih memilih bertahan di posko pengungsian, terutama di <strong data-start="1577" data-end="1599">Desa Baru Dusun IV</strong>, karena air di rumah mereka masih berkisar <strong data-start="1643" data-end="1655">30–50 cm</strong> dan akses masih sulit dilalui. Kekhawatiran warga meningkat mengingat hujan masih turun meskipun berintensitas ringan.</p>
<p data-start="1776" data-end="2002">Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat melakukan penanganan secara serius dan berkelanjutan. Apalagi, keberadaan <strong data-start="1910" data-end="1931">Bendungan Serdang</strong> dinilai belum berfungsi optimal dalam mengendalikan banjir selama ini.</p>
<p data-start="2004" data-end="2150">Warga Batang Kuis kini tetap waspada, memantau perkembangan cuaca, serta berharap tidak terjadi banjir susulan yang dapat memperburuk kondisi.(MB)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
