<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Disdikbud Bandar Lampung &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/disdikbud-bandar-lampung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jun 2026 04:25:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Disdikbud Bandar Lampung &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemkot Bandar Lampung Cairkan BOSDa Guna Dukung Kegiatan Belajar</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/02/pemkot-bandar-lampung-cairkan-bosda-guna-dukung-kegiatan-belajar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11880</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#124; Komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan melalui...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p style="text-align: left;">PERS.NEWS | Komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan melalui penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) kepada seluruh SMP negeri di kota tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Program BOSDa yang menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran sekolah dalam mencetak generasi muda yang berkualitas sekaligus membantu menunjang kebutuhan operasional pendidikan, ini disalurkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kepada kepala SMP negeri se-Kota Bandar Lampung, di Aula dinas setempat pada Selasa, 2 Juni 2026.</p>
<p style="text-align: left;">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada seluruh siswa SMP negeri sebagai upaya pemerintah daerah memperkuat layanan pendidikan yang merata.</p>
<p style="text-align: left;">Menurutnya, setiap siswa memperoleh alokasi BOSDa sebesar Rp300 ribu dalam satu tahun anggaran. Besaran dana yang diterima masing-masing sekolah disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang terdaftar.</p>
<p style="text-align: left;">“Program ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Pemkot Bandar Lampung terhadap sekolah-sekolah negeri agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: left;">Penyaluran BOSDa, kata dia, dilakukan secara bertahap dalam empat kali pencairan selama satu tahun atau setiap triwulan. Skema tersebut diterapkan agar penggunaan anggaran dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan sekolah sepanjang tahun ajaran.</p>
<p style="text-align: left;">“Dengan sistem pencairan berkala, sekolah diharapkan dapat lebih mudah mengatur perencanaan penggunaan dana untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan yang telah ditetapkan dalam ketentuan program,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: left;">Ia mengatakan, BOSDa diberikan kepada seluruh siswa SMP Negeri tanpa membedakan kondisi ekonomi keluarga. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik.</p>
<p style="text-align: left;">Selain memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga akan melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan dana BOSDa. Langkah itu dilakukan agar penggunaan anggaran tetap sesuai aturan dan benar-benar mendukung kebutuhan sekolah.</p>
<p style="text-align: left;">“Melalui program BOSDa, Pemkot Bandar Lampung berharap sekolah-sekolah negeri dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, serta mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul di masa depan,” tuturnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Selamatkan Warisan Sejarah, Rumah Daswati – Nekara Diusulkan Jadi Cagar Budaya</title>
		<link>https://pers.news/2026/05/19/pemkot-selamatkan-warisan-sejarah-rumah-daswati-nekara-diusulkan-jadi-cagar-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 13:53:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11665</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#124; Pemerintah Kota Bandar Lampung semakin serius menjaga jejak sejarah daerah. Melalui Dinas Pendidikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS | Pemerintah Kota Bandar Lampung semakin serius menjaga jejak sejarah daerah. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Pemkot menggelar sidang penetapan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) menjadi cagar budaya, di Aula Mufakat Jejamo, Selasa, 19 Mei 2026.</p>
<p>Sidang tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan langkah strategis pemerintah daerah untuk melindungi aset sejarah sekaligus memperkuat identitas Kota Bandar Lampung di tingkat nasional.</p>
<p>Wali Kota Bandar Lampung yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Eka Afriana, mengatakan pentingnya penetapan cagar budaya sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan masyarakat Lampung.</p>
<p>Saat memberikan tanggapan dalam sidang, Eka Afriana menyampaikan bahwa Rumah Daerah Swatantra Tingkat I (Daswati) memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Provinsi Lampung.</p>
<p>“Rumah Daswati merupakan bangunan penting dalam pembentukan Provinsi Lampung. Semoga objek yang diusulkan Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat menjadi cagar budaya berskala nasional,” ujar Eka Afriana.</p>
<p>Menurutnya, pengakuan terhadap bangunan dan benda bersejarah sebagai cagar budaya akan memberikan dampak luas bagi Kota Bandar Lampung. Selain memperkuat perlindungan hukum terhadap aset sejarah, penetapan tersebut juga membuka peluang pengembangan wisata sejarah, edukasi budaya, hingga peningkatan citra daerah sebagai kota yang peduli terhadap pelestarian peradaban.</p>
<p>Ia menilai, keberadaan cagar budaya dapat menjadi sumber pembelajaran generasi muda agar tidak melupakan sejarah daerahnya sendiri di tengah perkembangan kota yang semakin modern.</p>
<p>“Cagar budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi bagian dari identitas daerah yang harus dijaga bersama,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, mengatakan sidang penetapan ODCB menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menjaga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, arkeologis, dan peradaban tinggi.</p>
<p>“Sidang penetapan cagar budaya menjadi bagian proses penting dalam penetapan suatu kawasan atau bangunan yang memiliki nilai historis agar mendapatkan perlindungan hukum sebagai cagar budaya daerah,” ujarnya.</p>
<p>Pemerintah, katanya berharap penetapan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah sebagai bagian dari jati diri Kota Bandar Lampung.</p>
<p>“Dengan ditetapkannya kawasan tersebut sebagai cagar budaya, masyarakat dapat semakin peduli terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya di Lampung,” lanjutnya.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, menjelaskan terdapat empat objek yang diusulkan menjadi cagar budaya.</p>
<p>Objek pertama yakni Rumah Daswati yang dinilai memiliki nilai historis tinggi karena menjadi saksi penting proses pembentukan Provinsi Lampung serta memiliki karakter arsitektur tradisional yang masih terjaga.</p>
<p>Selain itu, Pemkot juga mengusulkan Bejana Perunggu yang memiliki nilai arkeologis, Prasasti Dadak sebagai sumber informasi sejarah daerah, serta Nekara 1 dan Nekara 2 yang merupakan artefak bersejarah bernilai budaya dan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Menurutnya, penetapan cagar budaya akan memberikan manfaat besar bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dengan status resmi cagar budaya, pemerintah daerah memiliki dasar hukum lebih kuat untuk melakukan perlindungan, revitalisasi, hingga pengembangan kawasan sejarah sebagai destinasi wisata budaya.</p>
<p>Tidak hanya itu, keberadaan cagar budaya juga dinilai mampu mendukung sektor ekonomi kreatif, membuka ruang penelitian dan pendidikan, serta meningkatkan daya tarik Kota Bandar Lampung di sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya.</p>
<p>Diketahui, pada sidang tersebut turut dihadiri Disdikbud Lampung, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Lampung, Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Lampung, Kepala Museum Lampung, anggota DPRD, Tim Ahli Cagar Budaya, serta jajaran Forkopimda Kota Bandar Lampung. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan, Pengabdi Senyap Pendidikan: Kisah Haru Purna Tugas Kabid Dikdas Mulyadi</title>
		<link>https://pers.news/2026/04/30/selamat-jalan-pengabdi-senyap-pendidikan-kisah-haru-purna-tugas-kabid-dikdas-mulyadi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 15:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11423</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#124; Ada perpisahan yang terasa biasa, namun ada pula yang meninggalkan ruang hening penuh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p style="text-align: left;">PERS.NEWS | Ada perpisahan yang terasa biasa, namun ada pula yang meninggalkan ruang hening penuh makna. Purna tugas Mulyadi Syukri, S.Sos, per 1 Mei 2026, adalah salah satu perpisahan yang tak mudah dilupakan.</p>
<p style="text-align: left;">Di usia 58 tahun, ia menutup perjalanan panjangnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung, bukan dengan gemuruh, melainkan dengan ketulusan yang perlahan menggetarkan hati.</p>
<p style="text-align: left;">Puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan telah membentuknya menjadi sosok yang tidak hanya bekerja dengan pikiran, tetapi juga dengan perasaan. Pendidikan, bagi Mulyadi, bukan sekadar tugas administratif atau target capaian, melainkan amanah yang menyangkut masa depan banyak anak.</p>
<p style="text-align: left;">Selama kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung, pria dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dalam penampilan, namun kokoh dalam prinsip.</p>
<p style="text-align: left;">Ia tidak mencari sorotan, tidak pula mengejar pujian. Namun dari balik kesederhanaannya, tersimpan ketegasan dan tanggung jawab yang tak tergoyahkan.</p>
<p style="text-align: left;">Langkahnya di bidang pendidikan bukan dimulai dari puncak. Sebelumnya, ia terlebih dahulu mengemban tugas sebagai Kepala Seksi Kelembagaan Pendidikan Dasar.</p>
<p style="text-align: left;">Dari sanalah ia belajar memahami denyut persoalan pendidikan dari dekat, tentang sekolah yang membutuhkan perhatian, tentang anak-anak yang menunggu kesempatan belajar, dan tentang harapan orang tua yang dititipkan pada sistem pendidikan.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam setiap kesempatan, ia selalu mengingatkan bahwa pendidikan adalah hak dasar.</p>
<p style="text-align: left;">“Pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap masyarakat. Pemerintah harus hadir memberikan pelayanan terbaik,” kata dia, kalimat sederhana yang ia pegang teguh sepanjang pengabdiannya.</p>
<p style="text-align: left;">Namun yang membuatnya berbeda bukan hanya apa yang ia katakan, melainkan bagaimana ia menjalani setiap kata tersebut. Ia percaya bahwa pendidikan tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Ada peran keluarga, ada dukungan masyarakat, dan ada kerja sama yang harus terus dirawat.</p>
<p style="text-align: left;">Di balik berbagai capaian dan kemajuan yang telah diraih, Mulyadi tetap memilih untuk berdiri di belakang. Ia tak pernah menganggap dirinya sebagai tokoh utama. Baginya, keberhasilan adalah milik bersama.</p>
<p style="text-align: left;">Kerendahan hati itulah yang justru membuat kepergiannya terasa lebih dalam.</p>
<p style="text-align: left;">Menjelang akhir masa jabatannya, tidak ada pidato panjang yang berlebihan. Ia hanya meninggalkan pesan yang sederhana yakni tentang pentingnya menjaga integritas, tentang bekerja sesuai aturan, dan tentang tetap setia pada tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.</p>
<p style="text-align: left;">Namun justru dalam kesederhanaan itulah, tersimpan makna yang begitu kuat.</p>
<p style="text-align: left;">Kini, rutinitas yang selama ini mengisi hari-harinya akan perlahan berganti. Meja kerja, tumpukan berkas, dan ruang diskusi yang biasa ia tempati akan menjadi kenangan. Namun satu hal yang tidak akan pernah benar-benar pergi adalah semangatnya.</p>
<p style="text-align: left;">Mulyadi mengatakan bahwa dirinya tidak akan sepenuhnya meninggalkan dunia pendidikan. Ia masih ingin berbagi, masih ingin mendengar, dan masih ingin memberi, meski tidak lagi dalam jabatan.</p>
<p style="text-align: left;">Sebab baginya, pengabdian tidak mengenal batas usia maupun status.</p>
<p style="text-align: left;">Purna tugas ini bukanlah garis akhir, melainkan jeda dari perjalanan panjang seorang pengabdi senyap. Sosok yang mungkin tidak selalu terlihat di depan, namun perannya begitu terasa.</p>
<p style="text-align: left;">Dan ketika langkahnya kini beralih menjauh dari hiruk pikuk birokrasi, yang tertinggal bukan hanya kenangan, melainkan teladan.</p>
<p style="text-align: left;">Sebuah pengingat bahwa pengabdian yang tulus tidak akan pernah benar-benar selesai. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Disdikbud Pasang Pemberitahuan, Pemilik Rumah Daswati Diminta Segera Melapor</title>
		<link>https://pers.news/2026/04/09/disdikbud-pasang-pemberitahuan-pemilik-rumah-daswati-diminta-segera-melapor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 01:45:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11093</guid>

					<description><![CDATA[Dok.disdikbud Kota Bandar Lampung PERS.NEWS &#124; Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align: right;">Dok.disdikbud Kota Bandar Lampung</h6>
<hr />
<p style="text-align: left;"><strong> PERS.NEWS | Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memasang pemberitahuan resmi di depan Rumah Daswati yang beralamat di Jalan Tulang Bawang Nomor 11, Kelurahan Enggal, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Rabu, 8 April 2026.</strong><br />
<strong>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Promosi Seni dan Budaya Disdikbud, Evi Fitriyani, S.Pd, mengatakan pemasangan pemberitahuan tersebut dilakukan sebagai upaya pelestarian bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting bagi Provinsi Lampung.</strong><br />
<strong>Menurutnya, Rumah Daswati merupakan lokasi bersejarah yang pernah digunakan sebagai tempat panitia perjuangan dalam merumuskan pemisahan Lampung dari Sumatra Selatan pada awal 1960-an. Daswati sendiri merupakan singkatan dari Daerah Swatantra Tingkat I atau daerah otonom.</strong><br />
<strong>“Bangunan ini memiliki nilai sejarah tinggi, sehingga perlu segera dilakukan langkah pelestarian oleh semua pihak, termasuk pemilik,” ujar Evi, di Bandar Lampung, Rabu.</strong><br />
<strong>Ia menjelaskan, Rumah Daswati saat ini telah berstatus sebagai objek diduga cagar budaya (ODCB) dengan nomor registrasi CB.6060.20180910.00113 sejak 2018, yang tercatat dalam pokok kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.</strong><br />
<strong>Melalui pengumuman tersebut, pemilik bangunan diminta segera melaporkan kepemilikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat dalam waktu paling lambat 30 hari.</strong><br />
<strong>Hal ini dilakukan mengingat Rumah Daswati akan segera ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya peringkat kota.</strong><br />
<strong>Ia menegaskan, kewajiban pelaporan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam Pasal 29 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang memiliki atau menguasai cagar budaya wajib mendaftarkannya kepada pemerintah kabupaten/kota tanpa dipungut biaya.</strong><br />
<strong>“Jika tidak didaftarkan, sesuai ayat (6), bangunan tersebut dapat diambil alih oleh pemerintah atau pemerintah daerah,” tegasnya.</strong><br />
<strong>Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung juga membuka layanan komunikasi bagi pihak terkait melalui nomor 081379760096 dan 08237874973. (***)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMPN 38 Bandar Lampung Musnahkan Kosmetik Hasil Razia, Tekankan Etika Berpenampilan Siswa</title>
		<link>https://pers.news/2026/04/07/smpn-38-bandar-lampung-musnahkan-kosmetik-hasil-razia-tekankan-etika-berpenampilan-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 12:07:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 38 Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11067</guid>

					<description><![CDATA[Dok. Sekolah PERS NEWS &#124; SMPN 38 Bandar Lampung melaksanakan pemusnahan kosmetik milik siswa hasil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Dok. Sekolah</p>
<hr />
<p style="text-align: left;">PERS NEWS | SMPN 38 Bandar Lampung melaksanakan pemusnahan kosmetik milik siswa hasil razia pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus pembinaan kedisiplinan di lingkungan sekolah.</p>
<p style="text-align: left;">Kepala sekolah setempat, Dr. Maya Trisia Wardani S.Si., M.M, menjelaskan larangan penggunaan kosmetik bagi siswa bukan tanpa alasan. Menurutnya, aturan tersebut berkaitan dengan etika berpenampilan yang mencerminkan rasa hormat terhadap diri sendiri, orang lain, serta lingkungan sekolah.</p>
<p style="text-align: left;">“Setiap tempat memiliki aturan dan etika berpenampilan. Misalnya, saat melayat tentu berbeda dengan menghadiri pesta. Begitu juga di sekolah, siswa tidak seharusnya memakai kosmetik berlebihan saat mengenakan seragam,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: left;">Ia menegaskan, larangan tersebut tidak bertujuan membatasi kreativitas. Siswa tetap dapat mengekspresikan diri melalui riasan dalam momen tertentu, seperti kegiatan gelar karya, lomba, atau acara khusus lainnya di sekolah.</p>
<p style="text-align: left;">Ia juga mengingatkan para siswa untuk kembali memahami tujuan utama datang ke sekolah, yakni untuk belajar dan menuntut ilmu. Maya berharap siswa dapat lebih bijak dalam berpenampilan sesuai dengan situasi dan tempat.</p>
<p style="text-align: left;">“Ke sekolah tidak perlu memakai makeup tebal. Cukup menjaga kesehatan kulit dan tampil segar, itu sudah membuat siswa terlihat baik,” kata dia. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMPN 17 Bandar Lampung Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Lanal Lampung</title>
		<link>https://pers.news/2026/04/06/smpn-17-bandar-lampung-jajaki-kerja-sama-pendidikan-dengan-lanal-lampung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 12:20:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 17 Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11039</guid>

					<description><![CDATA[DOK SEKOLAH PERS.NEWS &#124; SMP Negeri 17 Bandar Lampung mulai menjajaki peluang kerja sama dengan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">DOK SEKOLAH</p>
<hr />
<p style="text-align: left;">PERS.NEWS | SMP Negeri 17 Bandar Lampung mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut Lampung melalui kunjungan ke markas TNI AL di Panjang, Senin, 6 April 2026.</p>
<p style="text-align: left;">Kepala SMPN 17 Bandar Lampung, Jondri Haryadi, M.Pd.I, mengatakan kunjungan tersebut difokuskan untuk membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, khususnya dalam pembinaan karakter siswa.</p>
<p style="text-align: left;">Rombongan sekolah diterima oleh Kepala Urusan Penegakan Hukum Kapten Laut (P) Fernando Simanjuntak yang mewakili Komandan Lanal Lampung Kolonel Laut (P) Krido Satriyo Utomo, S.E., M.Tr.Hanla. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kemungkinan keterlibatan TNI AL dalam kegiatan sekolah.</p>
<p style="text-align: left;">Jondri menjelaskan, pihaknya berharap personel TNI AL dapat berkunjung ke sekolah untuk memberikan pembekalan kepada siswa, seperti wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta motivasi belajar.</p>
<p style="text-align: left;">“Kami ingin ada kontribusi langsung dari TNI AL, misalnya menjadi pembina upacara atau memberikan materi yang bisa memperkuat karakter siswa,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara itu, pihak Lanal Lampung menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Keterlibatan institusi militer dinilai dapat memberikan nilai tambah dalam pembentukan sikap disiplin dan rasa cinta tanah air bagi pelajar.</p>
<p style="text-align: left;">Langkah ini menjadi upaya awal membangun sinergi antara dunia pendidikan dan TNI, dengan harapan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan karakter siswa di sekolah. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TKA SMP Digelar, Kemendikdasmen Apresiasi Kesiapan Sekolah Bandar Lampung</title>
		<link>https://pers.news/2026/04/06/tka-smp-digelar-kemendikdasmen-apresiasi-kesiapan-sekolah-bandar-lampung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 12:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11035</guid>

					<description><![CDATA[Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Eka Afriana, didampingi tim...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Eka Afriana, didampingi tim dari Kemendikdasmen saat meninjau TKA di SMPN 1 Bandar Lampung, Senin, 6 April 2026. DOK DISDIKBUD</p>
<hr />
<p style="text-align: left;">PERS.NEWS | Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandar Lampung resmi digelar serentak mulai 6 – 16 April 2026. Ujian yang menjadi bagian penting dalam pemetaan mutu pendidikan ini langsung mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).</p>
<p style="text-align: left;">Setiap siswa kelas 9 akan mengikuti ujian selama dua hari dengan fokus pada materi Matematika atau Numerasi serta Bahasa Indonesia atau Literasi. Pada hari pertama pelaksanaan, Senin, 6 April 2026, tim Kemendikdasmen turun langsung meninjau ke sejumlah sekolah, termasuk SMPN 1 dan SMPN 4 Bandar Lampung.</p>
<p style="text-align: left;">Peninjauan dipimpin oleh Bandut Satrio Utomo yang hadir bersama Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Eka Afriana, serta perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, serta tim teknis TKA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung.</p>
<p style="text-align: left;">Hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan TKA berjalan tertib dan sesuai standar. “Dari sisi teknis, administrasi, maupun kesiapan peserta didik, seluruh tahapan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Bandut di sela peninjauan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-11036" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/04/FotoGrid_20260406_171434372-768x397-1.jpeg" alt="" width="768" height="397" /></p>
<p>Ia menegaskan, monitoring yang dilakukan tidak hanya untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga untuk mengidentifikasi potensi kendala di lapangan. Namun secara umum, sekolah dinilai telah melakukan persiapan secara matang.</p>
<p>“Pengawasan ini penting untuk memastikan kualitas pelaksanaan tetap terjaga. Sejauh ini, kami melihat kesiapan sekolah sudah sangat baik,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Eka Afriana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Kemendikdasmen yang turun langsung ke lapangan. Menurutnya, kehadiran tim pusat menjadi motivasi bagi daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.</p>
<p>TKA sendiri merupakan instrumen penting pemerintah dalam memetakan kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif. Hasilnya diharapkan menjadi dasar evaluasi sekaligus pijakan dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan.</p>
<p>“Melalui TKA ini, kita berharap mendapatkan gambaran yang akurat tentang capaian akademik siswa, sehingga kualitas pembelajaran di tingkat SMP dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bandar Lampung, Mulyadi Syukri, menambahkan TKA pada jenjang SMP dibagi menjadi empat gelombang. Pertama, pada 6-7 April, kedua pada 8-9 April, ketiga pada 13-14 April, dan keempat pada 15-16 April.</p>
<p>Adapun waktu pelaksanaan TKA pada hari pertama dan kedua masing-masing 10 menit siswa melakukan latihan, 75 menit mengerjakan soal-soal ujian, dan 20 menit survey karakter dan survey lingkungan belajar.</p>
<p>“Sedangkan waktu ujian dalam per harinya dibagi menjadi empat sesi yang dimulai pukul 07.00 – 15.30, dengan masing-masing sesi selama 105 menit,” ujarnya yang didampingi Kepala Seksi Kurikulum Media Eka Suswanti itu. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MBG Prasmanan di SDN 2 Sawah Brebes Tuai Antusias, Siswa Nikmati Menu Lebih Segar</title>
		<link>https://pers.news/2026/03/31/mbg-prasmanan-di-sdn-2-sawah-brebes-tuai-antusias-siswa-nikmati-menu-lebih-segar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 04:12:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10909</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#124; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Bandar Lampung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Bandar Lampung melakukan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan metode prasmanan di SDN 2 Sawah Brebes, Selasa, 31 Maret 2026. Uji coba ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas layanan bagi para penerima manfaat.<br />
Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung Eka Afriana, S.Pd, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jakob Tilukai, S.I.K., M.Si, serta Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kota Bandar Lampung Fera Alfret Tilukay. Kehadiran mereka turut menyemangati para siswa yang tampak antusias mengikuti program tersebut.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-10911" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/03/FotoGrid_20260331_104247313-768x425-1.jpeg" alt="" width="768" height="425" />Kepala Disdikbud, Eka Afriana, mengatakan bahwa metode prasmanan dipilih sebagai inovasi dalam penyajian MBG guna memberikan pengalaman makan yang lebih baik bagi siswa.<br />
“Uji coba MBG dengan metode prasmanan ini merupakan upaya memberikan layanan terbaik kepada penerima manfaat di Bandar Lampung,” ujarnya, di SDN 2 Sawah Brebes, Selasa.<br />
Menurutnya, sistem prasmanan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pola sebelumnya yang menggunakan omprengan atau makanan kemasan. Selain memungkinkan interaksi langsung dengan siswa, metode ini juga memastikan makanan disajikan dalam kondisi lebih segar.<br />
“Selama ini ada keluhan karena makanan dikemas beberapa jam sebelumnya. Dengan prasmanan, makanan lebih fresh saat dikonsumsi,” jelasnya.<br />
Ia berharap, inovasi ini dapat menjadi solusi dalam mengurangi keluhan sekaligus meningkatkan kepuasan penerima manfaat. Antusiasme siswa pun menjadi indikator awal keberhasilan uji coba tersebut.<br />
“Anak-anak terlihat lebih menikmati karena nasi masih hangat dan lauk dalam kondisi segar,” tambahnya yang juga Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Bandar Lampung itu.<br />
Sementara itu, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kota Bandar Lampung, Fera Alfret Tilukay, turut berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia menanyakan pendapat mereka terkait menu yang disajikan.<br />
“Bagaimana anak-anakku rasa makanan yang disajikan dengan cara prasmanan, lebih enak bukan,” tanyanya kepada sejumlah siswa penerima MBG dan dijawab dengan kompak bahwa makanan yang disajikan sangat lezat dan nikmat.<br />
Di sisi lain, Kepala SPPG Polresta Bandar Lampung wilayah Tanjungkarang Timur 3, Leti Kristia Melania, menyebutkan bahwa metode prasmanan memberikan banyak keunggulan dibandingkan pola sebelumnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-10912" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/03/FotoGrid_20260331_104329058-768x394-1.jpeg" alt="" width="768" height="394" />“Di sekolah ini terdapat 568 penerima manfaat MBG, dan Alhamdulillah mereka sangat antusias dengan pola ini,” ujarnya.<br />
Hasil uji coba ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam menentukan sistem penyajian MBG ke depan, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pemenuhan gizi bagi siswa di Kota Bandar Lampung. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lewat Gerakan ASRI, Kepala BGTK Lampung Ajak Warga SMPN 17 Perkuat Budaya Bersih</title>
		<link>https://pers.news/2026/03/30/lewat-gerakan-asri-kepala-bgtk-lampung-ajak-warga-smpn-17-perkuat-budaya-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 12:45:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 17 Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10905</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#124; Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung terus mendorong penguatan budaya bersih...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p style="text-align: left;">PERS.NEWS | Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung terus mendorong penguatan budaya bersih dan sehat di lingkungan sekolah.</p>
<p style="text-align: left;">Upaya ini ditegaskan Kepala BGTK Lampung, Hendra Apriawan, S.T, saat melakukan kunjungan di SMPN 17 Bandar Lampung, Senin, 30 Maret 2026.</p>
<p style="text-align: left;">Menurut dia, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang penting untuk membangun kebiasaan positif, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p style="text-align: left;">“Saya berharap pembiasaan positif seperti kepedulian terhadap lingkungan hidup dapat ditanamkan sejak dini. Hal tersebut juga telah dilaksanakan di sekolah ini,: ujar dia.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam kunjungan itu, Hendra juga mengajak warga sekolah mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah) yang sebelumnya telah diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p style="text-align: left;">“Gerakan itu mampu menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan. Hal ini juga dapat meningkatkan kesadaran, budaya gotong royong, dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” katanya.</p>
<p style="text-align: left;">Kesempatan itu, ia mengapresiasi upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman, meski masih terdapat tantangan dalam menjaga konsistensi perilaku siswa.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai langkah konkret, Hendra mengajak para siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan bersih-bersih di area kelas. Itu menjadi bagian dari edukasi agar siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan secara teori, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align: left;">“Kesadaran menjaga kebersihan tidak bisa dibangun secara instan. Harus dibiasakan dan dicontohkan, baik oleh guru maupun seluruh warga sekolah,” ujar Hendra.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara itu, Kepala SMPN 17 Bandar Lampung, Jondri Haryadi, M.Pd.I, mengapresiasi perhatian diberikan BGTK Lampung. Kehadiran Kepala BGTK bersama 56 pegawai menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.</p>
<p style="text-align: left;">“Terima kasih bapak dan ibu dari BGTK yang telah datang ke sekolah kami ini guna memberikan dukungan dalam rangka membangun kesadaran bersama di kalangan siswa,” kata dia.</p>
<p style="text-align: left;">Menurut dia, kebersihan lingkungan sekolah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda. Selain capaian akademik, nilai kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab tetap menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan.</p>
<p style="text-align: left;">“Dengan dukungan pemerintah dan komitmen kami, Gerakan Indonesia ASRI diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari siswa,” tuturnya. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syawal di Halaman Disdikbud, Ketika Maaf Menjadi Energi Baru Bekerja</title>
		<link>https://pers.news/2026/03/30/syawal-di-halaman-disdikbud-ketika-maaf-menjadi-energi-baru-bekerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 04:21:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Bandar Lampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10895</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#124; Pagi itu, Senin, 30 Maret 2026, suasana di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p style="text-align: left;">PERS.NEWS | Pagi itu, Senin, 30 Maret 2026, suasana di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung terasa berbeda. Tidak ada wajah tegang seperti hari kerja biasa. Senyum lebih mudah terbit, tangan-tangan saling terulur, dan ucapan minal aidin walfaizin mengalir hangat di antara para pegawai.</p>
<p style="text-align: left;">Di momen bulan Syawal 1447 Hijriah itu, Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud, Hj. Eka Afriana, S.Pd, mengajak seluruh jajaran untuk memaknai Idulfitri tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai awal yang baru, baik secara pribadi maupun dalam pekerjaan.</p>
<p style="text-align: left;">Apel pagi yang biasanya berlangsung formal, kali ini terasa lebih cair. Para kepala satuan pendidikan pada jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP, hingga para staf dan pejabat dinas setempat larut dalam suasana saling memaafkan. Tidak ada sekat jabatan, semua berdiri dalam posisi yang sama, manusia yang ingin kembali bersih setelah sebulan berpuasa.</p>
<p style="text-align: left;">Di sela-sela kehangatan itu, terselip harapan sederhana, yakni semangat kebersamaan ini tidak berhenti di hari itu saja.</p>
<p style="text-align: left;">“Setelah Lebaran, mari kita bekerja lebih baik. Mulailah dengan hal-hal yang baik dan positif guna mencapai tujuan kerja yang diharapkan,” pesan Plt Kepala Disdikbud kepada seluruh pegawai, pagi itu.</p>
<p style="text-align: left;">Bagi sebagian pegawai, kesempatan ini juga menjadi titik kembali setelah menjalani pola kerja fleksibel. Kini, rutinitas perlahan kembali seperti semula. Namun, ada sesuatu yang berbeda, suasana batin yang lebih ringan, hubungan kerja yang terasa lebih dekat.</p>
<p style="text-align: left;">Di dunia pendidikan, hal-hal kecil punya arti besar. Lingkungan kerja yang harmonis menjadi fondasi bagi lahirnya kinerja yang baik. Pegawai yang merasa nyaman, akan lebih mudah menyalurkan energi positifnya ke dalam pekerjaan.</p>
<p style="text-align: left;">Pesan kepada para kepala sekolah pun disampaikan dengan cara yang lebih membumi. Bekerja dengan baik bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan dari siswa, orang tua, hingga masyarakat.</p>
<p style="text-align: left;">Begitu pula dengan para PPPK, yang diingatkan untuk tetap menjaga disiplin. Di tengah suasana Lebaran yang penuh kehangatan, profesionalisme tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan.</p>
<p style="text-align: left;">Syawal memang selalu punya cara sendiri untuk menyentuh sisi manusiawi. Tidak hanya membawa tradisi saling memaafkan, tetapi juga memberi ruang untuk memulai dengan hati yang lebih ringan dan niat yang lebih jernih. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
