<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPRD Sumut &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/dprd-sumut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2026 17:11:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>DPRD Sumut &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Muhammad Fauzan Nasywa DJambak Dorong 4 Agenda Strategis Pembangunan Sumut</title>
		<link>https://pers.news/2026/09/07/muhammad-fauzan-nasywa-djambak-dorong-4-agenda-strategis-pembangunan-sumut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 17:11:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Gizi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Medan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fauzan Nasywa DJambak]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Fauzan Nasywa DJambak]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Muslim Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=13847</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN &#124;PERS.NEWS— Tokoh muda masyarakat Kota Medan, Muhammad Fauzan Nasywa DJambak, A.MD.T, mendorong pemerintah dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN |PERS.NEWS—</strong> Tokoh muda masyarakat Kota Medan, Muhammad Fauzan Nasywa DJambak, A.MD.T, mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Utara untuk memberikan perhatian serius terhadap empat agenda strategis yang dinilainya penting dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fauzan yang juga dikenal sebagai Tokoh Pemuda Muslim Sumatera Utara serta Pengurus Kader Tunas Indonesia Raya Provinsi Sumatera Utara menyampaikan pandangannya tersebut di Medan, Senin (7/9/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Fauzan, pembangunan Sumatera Utara tidak hanya membutuhkan program yang baik, tetapi juga penguatan peran lembaga legislatif, pemanfaatan ruang digital secara positif, penguatan program pemenuhan gizi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu hal yang menjadi sorotannya adalah peningkatan kapasitas, peran dan fungsi anggota DPRD Kota Medan maupun DPRD Sumatera Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menilai wakil rakyat harus terus meningkatkan kapasitas agar fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran dapat dijalankan secara maksimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;DPRD adalah representasi rakyat. Dengan kapasitas yang kuat, wakil rakyat akan mampu mengawal program pemerintah agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,&#8221; ujar Fauzan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain penguatan lembaga legislatif, Fauzan juga menilai media sosial perlu dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung program pemerintah sekaligus menangkal penyebaran informasi palsu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dengan menyebarkan informasi yang edukatif dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, disinformasi maupun ujaran kebencian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Media sosial harus kita jadikan alat untuk mendukung program pemerintah dan mengedukasi masyarakat. Di saat yang sama kita butuh strategi nyata melawan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian agar tidak memecah persatuan, khususnya di kalangan pemuda muslim Sumut,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fauzan juga mengapresiasi rencana strategis Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat di Sumatera Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menilai aktivasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), validasi penerima manfaat, serta pengawasan dan evaluasi harus menjadi perhatian agar pelaksanaan program makan bergizi gratis dan intervensi gizi lainnya benar-benar tepat sasaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Program pemenuhan gizi harus dikawal bersama agar pelaksanaannya efektif, transparan dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sektor ekonomi, Fauzan mendorong percepatan program Koperasi Merah Putih di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap koperasi tersebut tidak hanya sebatas pembentukan kelembagaan, tetapi mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat melalui akses permodalan, pelatihan, digitalisasi, serta penciptaan lapangan kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Koperasi Merah Putih harus jadi solusi ekonomi kerakyatan. Dengan penguatan permodalan, pelatihan, dan digitalisasi, koperasi bisa menyerap tenaga kerja muda dan menstabilkan harga kebutuhan pokok,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai Pengurus Tunas Indonesia Raya Sumatera Utara, Fauzan menyatakan siap ikut mengawal dan menyosialisasikan empat agenda tersebut bersama pemuda dan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, pemuda dan masyarakat dapat diperkuat sehingga agenda pembangunan Sumatera Utara tidak berhenti pada kebijakan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GP Ansor Medan Bela Bobby Nasution: Kehati-hatian Bukan Bentuk Arogansi</title>
		<link>https://pers.news/2026/07/28/gp-ansor-medan-bela-bobby-nasution-kehati-hatian-bukan-bentuk-arogansi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 11:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Due Process of Law]]></category>
		<category><![CDATA[GP ansor]]></category>
		<category><![CDATA[GP Ansor Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[NasDem]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Anthony]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12763</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS— Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Medan menyayangkan pernyataan politisi NasDem, Ricky Anthony, yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>MEDAN|PERS.NEWS—</strong> Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Medan menyayangkan pernyataan politisi NasDem, Ricky Anthony, yang menilai langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninggalkan ruang rapat paripurna DPRD Sumut sebagai bentuk arogansi.</p>
<p dir="ltr">Ketua GP Ansor Medan, Mhd Husein Tanjung, menilai pernyataan tersebut perlu dilihat secara objektif dan proporsional. Menurutnya, dalam perspektif tata kelola pemerintahan, setiap tindakan pejabat publik tidak semestinya dinilai hanya dari aspek simbolik, melainkan harus dipahami berdasarkan konteks, prosedur, kewenangan, serta konsekuensi hukum yang menyertainya.</p>
<p dir="ltr">Husein mengatakan, kehati-hatian gubernur sebelum menandatangani dokumen resmi justru dapat dipahami sebagai bagian dari prinsip *<b>due process of law</b>* dan akuntabilitas pemerintahan.</p>
<p dir="ltr">&lt;span;&gt;&gt; &#8220;Jangan kemudian sikap kehati-hatian seorang kepala daerah dalam menghadapi persoalan legalitas justru ditafsirkan sebagai arogansi,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">
Ia menegaskan, setiap keputusan politik maupun administratif yang dihasilkan melalui suatu forum harus memiliki legitimasi yang memadai. Menurutnya, legitimasi bukan hanya soal kehadiran fisik dalam ruang rapat, tetapi juga terpenuhinya syarat formal dan prosedural yang menjadi dasar sahnya sebuah keputusan.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, Husein menyayangkan apabila persoalan tersebut diarahkan menjadi serangan personal terhadap Bobby Nasution. Menurutnya, konstruksi argumentasi seperti itu berpotensi menggeser substansi persoalan dari aspek legalitas dan tata kelola pemerintahan menjadi sekadar polemik politik.</p>
<p dir="ltr">&lt;span;&gt;&gt; &#8220;Jangan sampai persoalan yang substansinya menyangkut prosedur justru dipersonalisasi. Dalam ruang demokrasi, kritik tentu merupakan keniscayaan. Namun kritik harus dibangun di atas fakta, argumentasi rasional, dan pemahaman yang komprehensif terhadap persoalan, bukan sekadar asumsi atau kesimpulan prematur,&#8221; tegasnya.</p>
<p dir="ltr">
Husein juga mengajak seluruh pihak mengedepankan nalar publik dalam menyikapi dinamika pemerintahan. Menurutnya, pejabat publik memang harus terbuka terhadap kritik. Namun, kritik yang berkualitas semestinya mampu menguji persoalan secara objektif, membedakan fakta dan opini, serta tidak menyederhanakan peristiwa yang memiliki dimensi hukum dan kelembagaan.</p>
<p dir="ltr">&lt;span;&gt;&gt; &#8220;Kalau boleh kami katakan, jangan asbun. Jangan membangun kesimpulan sebelum memahami keseluruhan konstruksi persoalannya. Politik boleh dinamis, tetapi tata kelola pemerintahan harus tetap berpijak pada hukum, prosedur, dan prinsip akuntabilitas,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">
GP Ansor Medan berharap dinamika antara eksekutif dan legislatif di Sumatera Utara tidak berkembang menjadi konflik retorika yang kontraproduktif. Menurut Husein, perbedaan pandangan merupakan bagian yang inheren dalam demokrasi. Namun, seluruh pihak tetap memiliki tanggung jawab menjaga kualitas deliberasi publik, menghormati kewenangan kelembagaan, serta memastikan setiap keputusan pemerintahan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, politik, dan hukum.</p>
<p dir="ltr">Ia kembali menegaskan bahwa kehati-hatian dalam mengambil keputusan bukanlah bentuk arogansi, melainkan wujud akuntabilitas dan kepatuhan terhadap prosedur hukum.</p>
<p dir="ltr"> &#8220;Yang kita butuhkan hari ini bukan perang narasi, tetapi kedewasaan dalam berdemokrasi. Kritik harus mencerdaskan publik, bukan sekadar memperkeruh keadaan,&#8221; pungkasnya.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua DPRD Sumut Terima Tuntutan Hentikan MBG, GMP Sumut Soroti Dugaan Dapur MBG yang Dikaitkan dengan Keluarga Bupati Labura</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/16/ketua-dprd-sumut-terima-tuntutan-hentikan-mbg-gmp-sumut-soroti-dugaan-dapur-mbg-yang-dikaitkan-dengan-keluarga-bupati-labura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 06:33:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[GMP Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Labura]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12245</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara kembali menjadi sorotan publik. Di satu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong> Aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara kembali menjadi sorotan publik. Di satu sisi, Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, menerima dan menandatangani tuntutan mahasiswa yang meminta evaluasi hingga penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun di sisi lain, beredar informasi mengenai dugaan keterkaitan sejumlah dapur MBG dengan keluarga pejabat daerah, yakni Bupati Labuhanbatu Utara, Hendri Yanto Sitorus.</p>
<p>Situasi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara (GMP Sumut), Muhammad Idris Sarumpaet. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang transparan terkait berbagai dugaan yang berkembang di tengah publik.</p>
<p>&#8220;Ketika DPRD Sumut menerima tuntutan untuk mengevaluasi MBG, publik juga sedang mempertanyakan dugaan pengelolaan sejumlah dapur MBG yang dikaitkan dengan keluarga pejabat. Hal ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi,&#8221; ujar Idris.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang beredar, Yayasan SRL diduga mengoperasikan sejumlah dapur MBG di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dan Kabupaten Padang Lawas. Dugaan tersebut kemudian dikaitkan dengan Hendri Yanto Sitorus. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi maupun hasil pemeriksaan aparat penegak hukum yang membuktikan adanya keterlibatan pihak yang bersangkutan.</p>
<p>Idris menilai polemik tersebut harus dijawab melalui proses hukum dan investigasi yang transparan. Menurutnya, program MBG yang menggunakan anggaran negara wajib terbuka terhadap pengawasan publik.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai muncul kesan bahwa masyarakat diminta mendukung program, tetapi ketika ada dugaan yang berkembang justru tidak ada penjelasan yang terang. Aparat penegak hukum harus hadir memberikan kepastian kepada masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>GMP Sumut juga mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk melakukan penelusuran terhadap dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam pengelolaan dapur MBG. Penelusuran tersebut dinilai penting untuk mengungkap mekanisme penunjukan yayasan, proses pendaftaran titik dapur, hingga kemungkinan adanya aliran manfaat dari pelaksanaan program tersebut.</p>
<p>Idris menegaskan bahwa langkah tersebut diperlukan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG serta memastikan tidak terjadi konflik kepentingan dalam pelaksanaannya.</p>
<p>&#8220;Publik melihat adanya ironi. Ketua DPRD Sumut menerima tuntutan penghentian MBG, sementara pada saat yang sama muncul dugaan sejumlah dapur MBG yang dikaitkan dengan abangnya. Karena itu, semua pihak perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan ini tidak berkembang menjadi bola liar di tengah masyarakat,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, Hendri Yanto Sitorus belum memberikan tanggapan resmi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan pengelolaan sejumlah dapur MBG tersebut. Selain itu, belum terdapat pernyataan maupun hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum yang dapat mengonfirmasi kebenaran dugaan tersebut.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>EW LMND SUMUT Gelar Aksi Hardiknas di DPRD Sumut, Soroti Pungli Pendidikan dan Desak Pencopotan Kepala BGN</title>
		<link>https://pers.news/2026/05/08/ew-lmnd-sumut-gelar-aksi-hardiknas-di-dprd-sumut-soroti-pungli-pendidikan-dan-desak-pencopotan-kepala-bgn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[EW LMND SUMUT]]></category>
		<category><![CDATA[Hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Soroti Pungli Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11542</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), massa aksi yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN|PERS.NEWS-Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), massa aksi yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sumatera Utara pada Kamis (7/5/26).</p>
<p>Aksi tersebut mengangkat berbagai persoalan pendidikan di Sumatera Utara, terutama dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah yang dilakukan dengan dalih sumbangan komite. Massa aksi menilai praktik tersebut memberatkan masyarakat dan mencederai semangat pendidikan yang seharusnya dapat diakses secara adil oleh seluruh rakyat.</p>
<p>Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut , Risky Hasibuan, “dalam orasinya menegaskan bahwa Hardiknas harus menjadi momentum evaluasi terhadap kebijakan pendidikan dan program pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat bukan seremonial semata kami mendesak pemerintah pusat segera mencopot Kepala BGN karena dinilai gagal menjalankan program strategis Presiden. Kami juga meminta KPK dan Kejagung segera mengaudit anggaran BGN demi memastikan transparansi penggunaan anggaran negara”, tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Rahmat Situmorang Koordinator aksi, “mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Pendidikan Sumut segera menuntaskan dugaan pungli di sektor pendidikan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan menegaskan apabila tuntutan kami tidak diakomodir kami akan turun kejalan aksi sampai berjilid-jilid bahkan membawa massa 10 kali lipat dari hari ini”.</p>
<p>Selain persoalan pungli, massa aksi juga menyoroti konflik internal Yayasan Prayatna yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Namun, pihak yang kalah disebut belum menyerahkan sarana dan prasarana kepada pihak pemenang perkara. Massa menilai hal tersebut merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap putusan hukum dan meminta Kadis Pendidikan Sumut agar tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut.</p>
<p>Adapun tuntutan yang disampaikan massa aksi meliputi:</p>
<p>1. Mendesak DPRD Sumut menggelar RDP dengan memanggil Kadis Pendidikan Sumut.</p>
<p>2. Mengusut pungli berkedok sumbangan komite di sekolah-sekolah.</p>
<p>3. ⁠Meminta BPK mengaudit dana BOS dan penggunaannya SLTA negeri.</p>
<p>4. ⁠Menuntut percepatan digitalisasi pendidikan pemerataan di wilayah Sumut.</p>
<p>5. Mendesak pencopotan Kepala BGN.</p>
<p>6. Mendesak KPK dan Kejagung mengaudit anggaran BGN.</p>
<p>7. Mendesak penyelesaian konflik Yayasan Prayatna sesuai putusan hukum yang berlaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah berdinamika dalam prosesi aksi berlangsung, massa aksi kemudian diterima oleh Fajri Akbar anggota komisi E DPRD SUMUT. Dalam dialog bersama massa aksi, Fajri Akbar menyarankan LMND Sumut untuk membuat surat laporan terkait dugaan pungli serta surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada Komisi E DPRD Sumut agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti secara resmi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkait konflik Yayasan Prayatna, Komisi E DPRD Sumut juga menyarankan pihak yang telah dinyatakan menang secara hukum untuk segera melaporkan persoalan tersebut kepada Komisi E DPRD Sumut agar dapat difasilitasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada.</p>
<p>Aksi berlangsung tertib dengan diwarnai orasi, pembentangan spanduk tuntutan, dan seruan solidaritas untuk pendidikan yang bebas pungli dan berpihak kepada rakyat.(PR)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Penolakan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, Pimpinan DPRD Sumut Tidak Hadir Temui Cipayung Plus</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/19/aksi-penolakan-soeharto-sebagai-pahlawan-nasional-pimpinan-dprd-sumut-tidak-hadir-temui-cipayung-plus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 05:51:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Penolakan]]></category>
		<category><![CDATA[Cipayung plus Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Isu HAM Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[PRES.NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Unjuk Rasa Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8637</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS —18 November 2025 — Massa aksi dari Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar demonstrasi di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS —</strong>18 November 2025 — Massa aksi dari Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (18/11/2025), untuk menyampaikan penolakan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2, Soeharto. Namun hingga aksi berakhir, tidak satu pun unsur pimpinan DPRD Sumut hadir menemui pengunjuk rasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi yang diikuti ratusan kader dari HIMMAH, IMM, KAMMI, GMKI, dan PMII tersebut berlangsung sejak siang hari. Massa meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut gelar pahlawan tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan nilai demokrasi dan hak asasi manusia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para peserta aksi menilai rekam jejak Soeharto pada masa Orde Baru masih menyisakan banyak catatan kritis. Tudingan-tudingan tersebut di antaranya:</p>
<p>•Dugaan pelanggaran HAM berat, termasuk penculikan dan penghilangan paksa aktivis prodemokrasi.</p>
<p>•Pembatasan terhadap kebebasan pers dan kebebasan berpendapat.</p>
<p>•Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dinilai sistemik.</p>
<p>•Tudingan keterlibatan negara dalam peristiwa 1965–1966 serta konflik di Aceh, Timor Timur, dan Papua.</p>
<p>•Tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa pada 1998.</p>
<p>Catatan tersebut merupakan pandangan dan tuntutan para peserta aksi, bukan penetapan hukum yang disampaikan oleh lembaga negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketidakhadiran pimpinan DPRD Sumut disayangkan oleh para demonstran. Mereka menilai DPRD seharusnya membuka ruang dialog dengan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.</p>
<p>Pernyataan Para Ketua Organisasi Cipayung Plus</p>
<p>Ketua PW HIMMAH Sumut, Kamaluddin Nazuli Siregar, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum untuk menjaga integritas sejarah.</p>
<p>“Kami hadir bukan untuk membuat kegaduhan, tetapi untuk mengingatkan negara agar berlaku adil terhadap sejarahnya. Kami kecewa pimpinan DPRD Sumut tidak hadir untuk berdialog,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, menyampaikan bahwa menurut mereka, pemberian gelar tersebut bertentangan dengan nilai moral.</p>
<p>“Aspirasi ini adalah panggilan moral. Orde Baru memiliki catatan kelam yang tidak bisa dihapus hanya dengan gelar. DPRD Sumut seharusnya mampu mendengar suara mahasiswa,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menegaskan penolakan mereka.</p>
<p>“Kepahlawanan adalah simbol moral bangsa. KAMMI menolak pemutihan sejarah dan meminta pimpinan DPRD menunjukkan keberanian untuk mendengar,” ujarnya.</p>
<p>Ketua GMKI Sumut, Crisye Sitorus, menilai keputusan pemberian gelar tersebut harus ditinjau kembali.</p>
<p>“Di tengah upaya penguatan demokrasi, langkah ini menurut kami adalah kemunduran. Kepekaan moral diperlukan, termasuk dari DPRD,” katanya.</p>
<p>Ketua PMII Sumut, Agung Prabowo, menambahkan bahwa pihaknya meminta negara menghormati nilai kemanusiaan.</p>
<p>“Kami menolak glorifikasi sejarah yang keliru. Sikap DPRD yang tidak hadir menunjukkan kurangnya keberpihakan kepada aspirasi rakyat,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rencana Aksi Selanjutnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cipayung Plus Sumut menyatakan akan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka belum memperoleh tanggapan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Sumut belum memberikan keterangan terkait ketidakhadiran pimpinan dewan pada aksi tersebut.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
