<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dugaan pengeroyokan &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/dugaan-pengeroyokan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2026 13:51:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>dugaan pengeroyokan &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Diduga Berawal dari Transaksi Mobil, Warga Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polda Sumut</title>
		<link>https://pers.news/2026/07/27/diduga-berawal-dari-transaksi-mobil-warga-laporkan-dugaan-pengeroyokan-ke-polda-sumut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 13:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Dwi Kora]]></category>
		<category><![CDATA[Honda WR-V]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Asrama]]></category>
		<category><![CDATA[Komplek Bumi Asri]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[laporan polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Marwandi]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Helvetia]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[SPKT Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[STPL]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi jual beli mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12751</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN &#124;PERS.NEWS– Dugaan tindak pidana pengeroyokan yang diduga dipicu transaksi jual beli mobil kini memasuki...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN |PERS.NEWS–</strong> Dugaan tindak pidana pengeroyokan yang diduga dipicu transaksi jual beli mobil kini memasuki proses hukum. Seorang warga bernama Marwandi resmi melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Utara.</p>
<figure id="attachment_12752" aria-describedby="caption-attachment-12752" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-12752" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260727-WA0033.jpg" alt="" width="1200" height="1600" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260727-WA0033.jpg 1200w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260727-WA0033-768x1024.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260727-WA0033-1152x1536.jpg 1152w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-12752" class="wp-caption-text">Keterangan : Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dari SPKT Polda Sumatera Utara terkait laporan dugaan pengeroyokan yang dilaporkan oleh Marwandi.</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan tersebut diterima dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STTLP/B/1212/VII/2026/SPKT/Polda Sumatera Utara, tertanggal 27 Juli 2026, terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan isi laporan, peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 19.40 WIB di Jalan Asrama No. 143, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam laporannya, Marwandi mengaku datang ke lokasi untuk memenuhi undangan terkait transaksi jual beli sebuah mobil. Setibanya di lokasi, mobil yang dibawanya disebut sempat diperiksa oleh pihak yang ditemuinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, situasi disebut berubah mencekam. Pelapor mengaku diteriaki sebagai &#8220;maling mobil&#8221; sebelum sejumlah orang diduga melakukan pengeroyokan terhadap dirinya. Akibat kejadian tersebut, pelapor mengaku mengalami luka memar di bagian wajah, hidung, kepala, dan tubuh sebelah kiri serta merasakan sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Merasa menjadi korban tindak pidana, pelapor kemudian mendatangi SPKT Polda Sumatera Utara untuk membuat laporan resmi agar peristiwa tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Sumatera Utara mengenai perkembangan penyelidikan maupun tanggapan dari pihak yang dilaporkan. Informasi dalam berita ini merupakan keterangan sebagaimana tercantum dalam laporan polisi dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya fakta hukum yang berkekuatan tetap.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HEBOH Diduga Transaksi Jual Beli Mobil Berujung Pengeroyokan, Dua Anggota TNI dan Satu Warga Sipil Jadi Korban di Komplek Bumi Asri</title>
		<link>https://pers.news/2026/07/27/heboh-diduga-transaksi-jual-beli-mobil-berujung-pengeroyokan-dua-anggota-tni-dan-satu-warga-sipil-jadi-korban-di-komplek-bumi-asri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 12:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[anggota TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Damai]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Honda WR-V]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Asrama]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Komplek Bumi Asri]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Helvetia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[video viral]]></category>
		<category><![CDATA[warga sipil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12748</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI dan seorang warga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong> Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI dan seorang warga sipil viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Komplek Bumi Asri, Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang beredar, insiden itu diduga bermula dari rencana transaksi jual beli sebuah mobil Honda WR-V. Pihak yang mengaku sebagai calon pembeli disebut mengundang agen penjual untuk bertemu di lokasi.</p>
<p>Namun, situasi diduga berubah menjadi ricuh. Agen penjual yang datang bersama dua anggota TNI disebut diteriaki sebagai &#8220;maling&#8221; sebelum akhirnya diduga menjadi korban pengeroyokan. Selain dua anggota TNI, seorang warga sipil juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Dalam narasi yang beredar di media sosial, sejumlah orang yang berada di lokasi, termasuk seorang perempuan berbaju putih, disebut diduga memiliki peran dalam rangkaian kejadian. Namun, informasi tersebut masih sebatas klaim yang beredar dan belum memperoleh konfirmasi dari aparat penegak hukum.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait kronologi lengkap, identitas para pihak yang terlibat, maupun motif sebenarnya dalam insiden tersebut. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara utuh.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi atau menyimpulkan siapa yang bersalah sebelum adanya hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
