<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Generasi Muda</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/generasi-muda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 19:02:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Generasi Muda</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ilham hazfi batubara  S.Psi Kader Banser Kota Medan Apresiasi Respon Cepat Kapolrestabes Medan dalam 100 Hari Kerja</title>
		<link>https://pers.news/2026/01/31/ilham-hazfi-batubara-s-psi-kader-banser-kota-medan-apresiasi-respon-cepat-kapolrestabes-medan-dalam-100-hari-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 18:57:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[100 Hari Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Banser]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kader Banser]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolrestabes Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Aman]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberantasan Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Melawan Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi Aparat dan Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9956</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Kinerja 100 hari Kapolrestabes Medan terus menuai apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Respon cepat serta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Kinerja 100 hari Kapolrestabes Medan terus menuai apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Respon cepat serta langkah tegas dalam memberantas peredaran narkoba, termasuk menyasar kawasan-kawasan rawan yang selama ini sulit disentuh hukum, dinilai sebagai terobosan penting dalam menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apresiasi tersebut disampaikan oleh Ilham Hari Batubara, S.Psi, Kader Banser, yang menilai kepemimpinan Kapolrestabes Medan menunjukkan komitmen kuat dalam penegakan hukum yang berani, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Ilham, dalam kurun waktu 100 hari kerja sudah terlihat perubahan nyata di lapangan. Penindakan yang dilakukan aparat kepolisian tidak bersifat simbolis, melainkan langsung menyasar titik-titik rawan peredaran narkoba yang selama ini meresahkan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dalam 100 hari kerja, kita bisa melihat adanya respon cepat dan nyata dari Kapolrestabes Medan. Penindakan yang dilakukan benar-benar menyentuh wilayah rawan narkoba yang selama ini menjadi keresahan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, keberanian aparat kepolisian untuk masuk ke wilayah-wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai zona rawan narkoba merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat tanpa pandang bulu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Langkah ini menunjukkan bahwa hukum benar-benar ditegakkan. Tidak ada lagi ruang aman bagi peredaran narkoba. Ini memberikan rasa aman sekaligus harapan baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” tegas Ilham.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut, Ilham menilai upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan secara cepat dan konsisten merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Setiap tindakan tegas aparat penegak hukum hari ini, menurutnya, adalah langkah penting untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari ancaman kehancuran akibat narkoba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini bukan semata-mata soal penegakan hukum, tetapi juga tentang masa depan generasi bangsa,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ilham juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia menilai, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak akan maksimal jika hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Polisi sudah menunjukkan langkah nyata. Sekarang dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Pemerintah harus memperkuat upaya pencegahan dan rehabilitasi, sementara masyarakat harus berani melapor dan tidak takut,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap kinerja dan respon cepat Kapolrestabes Medan ini dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh penegakan hukum yang tegas, profesional, serta tetap menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah ancaman narkoba yang masih mengintai generasi muda, Ilham kembali menegaskan pesan penting kepada seluruh elemen bangsa (IHB)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Lawan narkoba, selamatkan generasi bangsa.”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda Muslimin Desak Penutupan THM Terindikasi Narkotika di Kota Medan</title>
		<link>https://pers.news/2026/01/19/pemuda-muslimin-desak-penutupan-thm-terindikasi-narkotika-di-kota-medan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 11:36:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Medan]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Muslimin Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[penutupan THM]]></category>
		<category><![CDATA[peredaran narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[THM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9700</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-18 Januari 2026 – Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara menyampaikan desakan kepada Pemerintah Kota Medan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>18 Januari 2026 – Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara menyampaikan desakan kepada Pemerintah Kota Medan dan aparat penegak hukum agar mengambil langkah tegas terhadap Tempat Hiburan Malam (THM) yang terbukti maupun terindikasi menjadi lokasi peredaran serta penyalahgunaan narkotika.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekretaris Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara, Chaerul Umam Sinaga, S.Sos.I, menilai praktik peredaran narkotika di sejumlah THM merupakan persoalan serius yang dapat berdampak buruk terhadap generasi muda dan keamanan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum. THM yang terbukti menjadi tempat peredaran narkoba seharusnya diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Chaerul Umam Sinaga dalam keterangan tertulisnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan menyusul operasi yang dilakukan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) di beberapa lokasi hiburan malam. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 16 orang pengunjung dilaporkan positif mengonsumsi narkotika.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menanggapi temuan tersebut, Chaerul menilai diperlukan langkah lebih lanjut agar peredaran narkotika di tempat hiburan dapat ditekan secara maksimal. “Kami berharap Kota Medan dapat menjadi kota yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkoba,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Pengurus Bidang Hukum Pemuda Muslimin Indonesia, Muhammad Suzali, S.H, menyatakan bahwa secara hukum pengelola THM yang terbukti terlibat atau membiarkan penyalahgunaan narkotika di tempat usahanya dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aparat penegak hukum memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan, mulai dari pemberian sanksi administratif hingga penutupan usaha apabila ditemukan pelanggaran serius. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur,” kata Muhammad Suzali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Medan maupun pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kemungkinan langkah lanjutan terhadap THM yang terindikasi bermasalah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara menyatakan akan terus mengawal proses penegakan hukum terkait peredaran narkotika. Organisasi ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan narkoba demi melindungi generasi muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat segera memberikan tanggapan resmi agar persoalan ini memperoleh kejelasan serta solusi yang komprehensif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(TIM)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rektor ULB Ade Parlaungan Nasution Bagikan Rahasia Sukses Menjadi Pemimpin Muda Tangguh</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/27/rektor-ulb-ade-parlaungan-nasution-bagikan-rahasia-sukses-menjadi-pemimpin-muda-tangguh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 20:50:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Parlaungan Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Labuhanbatu Rumah Pemimpin Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Muda Leadership Youth Leadership Camp]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor ULB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9416</guid>

					<description><![CDATA[LABUHANBATU&#124;PERS.NEWS— Rektor Universitas Labuhanbatu (ULB), Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D, membagikan inspirasi dan tips...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="161" data-end="521"><strong>LABUHANBATU|PERS.NEWS—</strong> Rektor Universitas Labuhanbatu (ULB), Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D, membagikan inspirasi dan tips menjadi pemimpin muda yang sukses kepada para pelajar Labuhanbatu. Materi tersebut disampaikan di Rumah Pemimpin Muda Labuhanbatu (RPM) dalam rangka Youth Leadership Camp ke-8 yang digelar di Aula BKD Rantauprapat, Sabtu (27/12/2025).</p>
<p data-start="523" data-end="920">Pria yang akrab disapa Pak Ade ini merupakan tokoh akademisi Indonesia yang kini menjabat sebagai Rektor ULB periode 2023–2028. Ia dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan, lingkungan, seni, dan budaya. Berbagai penghargaan pernah diraihnya, di antaranya Anugerah Batam Madani sebagai Tokoh Pendidikan Kota Batam tahun 2016 dan Tokoh Penggerak Seni dan Budaya Labuhanbatu tahun 2023.</p>
<p data-start="922" data-end="1267">Dalam penyampaiannya, Pak Ade menegaskan bahwa pemimpin muda yang bertahan adalah mereka yang mampu menyeimbangkan ambisi, karya nyata, serta membangun hubungan yang sehat dengan sesama. Ia juga mendorong para peserta untuk berani merancang mimpi sejak dini dan memahami bahwa kepemimpinan adalah proses yang harus dijalani dengan kesungguhan.</p>
<p data-start="1269" data-end="1484">Youth Leadership Camp ke-8 ini diikuti oleh siswa SMA, SMK, dan MA se-Labuhanbatu dengan tujuan memperkuat kolaborasi, membuka ruang berbagi ide, serta mengembangkan potensi kepemimpinan generasi muda daerah. (Arif)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STAI Hikmatul Fadhilah Wisuda 50 Sarjana Pendidikan Agama, Tekankan Adaptasi Teknologi Digital</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/26/stai-hikmatul-fadhilah-wisuda-50-sarjana-pendidikan-agama-tekankan-adaptasi-teknologi-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 02:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[ABPPTS Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Adaptasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Agama Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kota Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Berbasis Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi Swasta]]></category>
		<category><![CDATA[PGMI]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[STAI Hikmatul Fadhilah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda STAI Hikmatul Fadhilah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9412</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hikmatul Fadhilah kembali menorehkan prestasi akademik dengan melaksanakan wisuda terhadap...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="278" data-end="726"><strong data-start="278" data-end="288">MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hikmatul Fadhilah kembali menorehkan prestasi akademik dengan melaksanakan wisuda terhadap sekitar 50 Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Selasa, (23/12/25).</p>
<p data-start="278" data-end="726">
<p data-start="278" data-end="726">Prosesi sakral tersebut digelar penuh khidmat di Ballroom Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Medan Timur, dan menjadi momentum bersejarah bagi para lulusan beserta keluarga yang hadir mendampingi.</p>
<p data-start="728" data-end="1443">Acara wisuda turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Kapolrestabes Medan yang diwakili Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Butar-butar, Dandim 0201/Medan yang diwakili Danramil 02/MT, Kapten Inf Sugino, serta Wali Kota Medan yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Mujiono. Turut hadir pula Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kota Medan, Firdansyah Manaek Hasibuan, S.Ag, MH, Ketua Badan Penyelenggara PTS, Prof Dr Bahdin Nur Tanjung, SE, MM, Ketua Forum Pengajian Sumatera Utara, Hj Khalijah Erde, perwakilan MUI Medan, serta para orang tua wisudawan yang dengan bangga menyaksikan momen bahagia buah hati mereka.</p>
<p data-start="728" data-end="1443"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9413" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251226-WA0104.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251226-WA0104.jpg 1600w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251226-WA0104-400x225.jpg 400w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251226-WA0104-768x432.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251226-WA0104-1536x864.jpg 1536w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251226-WA0104-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p data-start="1445" data-end="1842"><strong>KETERANGAN: Sesi Fhoto Wisuda Bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hikmatul Fadhilah</strong></p>
<p data-start="1445" data-end="1842">Dalam sambutannya, Ketua STAI Hikmatul Fadhilah, Hj Hikmatul Fadhilah, menegaskan bahwa wisuda bukan hanya seremoni kelulusan, melainkan tonggak awal perjalanan panjang para sarjana dalam mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menempuh pendidikan tinggi merupakan hasil dari perjuangan yang tidak ringan, melibatkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, serta biaya yang tidak sedikit.</p>
<p data-start="1844" data-end="2170">“Wisuda merupakan titik momentum dari sebuah proses panjang pendidikan yang telah dilalui dengan segala pengorbanan. Namun hari ini bukanlah akhir, melainkan awal langkah baru. Kita berharap seluruh wisudawan STAI Hikmatul Fadhilah mampu berada di barisan terdepan dalam menjawab perubahan sosial yang begitu cepat,” tegasnya.</p>
<p data-start="2172" data-end="2497">Sebagai tokoh perempuan pendidikan di Sumatera Utara, Hj Hikmatul Fadhilah menekankan pentingnya penguasaan teknologi di era digital saat ini. Menurutnya, sarjana masa kini tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.</p>
<p data-start="2499" data-end="2792">“Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis digital menuntut para wisudawan untuk terus menggali potensi diri, tidak cepat puas, dan selalu terbuka terhadap perubahan. Dunia bergerak cepat, dan hanya mereka yang siap beradaptasi yang akan mampu bertahan dan unggul,” ujarnya menambahkan.</p>
<p data-start="2794" data-end="3117">Selain itu, beliau juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga integritas moral, menjunjung tinggi martabat diri, menghormati orang tua, serta menjaga nama baik almamater. Menurutnya, keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari akhlak, kepribadian, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.</p>
<p data-start="3119" data-end="3504">Sementara itu, orasi ilmiah disampaikan Ketua ABPPTS Sumatera Utara, Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung, SE, MM. Ia mengingatkan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang memiliki pendidikan berkualitas. Dalam pandangannya, lulusan pendidikan guru agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan.</p>
<p data-start="3506" data-end="3787">“Guru agama Islam sangat dibutuhkan di semua jenjang pendidikan. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing moral dan pembentuk karakter siswa. Karena itu, lulusan STAI Hikmatul Fadhilah harus percaya diri, mampu bersaing, dan terus meningkatkan kompetensi diri,” ujarnya.</p>
<p data-start="3789" data-end="4084">Wali Kota Medan melalui Mujiono menyampaikan apresiasi kepada STAI Hikmatul Fadhilah atas kontribusinya dalam melahirkan tenaga pendidik berkualitas. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan mendukung penuh keberadaan institusi pendidikan yang berkomitmen meningkatkan mutu sumber daya manusia.</p>
<p data-start="4086" data-end="4346">“Wisuda bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab untuk mengaplikasikan ilmu di tengah masyarakat. Kehadiran lulusan STAI Hikmatul Fadhilah sangat dibutuhkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Medan yang maju, berdaya saing, dan berperadaban,” ujarnya.</p>
<p data-start="4348" data-end="4661">Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Medan, Firdansyah Manaek Hasibuan, juga menegaskan bahwa lulusan lembaga pendidikan Islam saat ini memiliki kemampuan bersaing yang kuat. Hal ini tidak terlepas dari komitmen STAI Hikmatul Fadhilah dalam mengelola pendidikan berbasis kualitas dan teknologi.</p>
<p data-start="4663" data-end="4999">Dukungan juga disampaikan pihak kepolisian dan TNI. Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Butar-butar, serta Danramil 02/MT, Kapten Inf Sugino, berharap para lulusan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Mereka mengingatkan agar ilmu yang diperoleh digunakan untuk kemaslahatan banyak orang, bukan untuk kesombongan.</p>
<p data-start="5001" data-end="5341" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Acara wisuda berlangsung dengan khidmat dan penuh kebahagiaan. Tangis haru dan senyum kebanggaan tampak menyelimuti para wisudawan dan keluarga. Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pelantikan lulusan serta sesi foto bersama sebagai penanda lahirnya generasi baru sarjana pendidikan Islam yang siap mengabdi dan berkontribusi bagi negeri.(nrd/Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Deli Serdang Sehat, PD IPA Deli Serdang Silaturahmi dengan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/16/9248/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 11:34:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Al Washliyah]]></category>
		<category><![CDATA[Deli Serdang Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[dr Hanip Fahri]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Pelajar Al Washliyah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[PD IPA Deli Serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Deli Serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Staf Ahli SDM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9248</guid>

					<description><![CDATA[DELI SERDANG&#124;PERS.NEWS— Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PD IPA) Deli Serdang menggelar silaturahmi dengan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="280" data-end="527"><strong>DELI SERDANG|PERS.NEWS—</strong> Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PD IPA) Deli Serdang menggelar silaturahmi dengan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), <strong data-start="452" data-end="487">dr. Hanip Fahri, MM, M.Ked (KJ)</strong>, di ruang kerjanya, Kamis (11/12/2025).</p>
<p data-start="529" data-end="895">Dalam pertemuan tersebut, Ketua PD IPA Deli Serdang <strong data-start="581" data-end="599">Syahrul Khairi</strong>, yang didampingi jajaran pengurus, menyampaikan bahwa dr. Hanip Fahri bukanlah sosok asing di lingkungan keluarga besar Al Washliyah, khususnya Ikatan Pelajar Al Washliyah. Ia dikenal sebagai kader dan pengurus yang memiliki kedekatan historis serta emosional dengan organisasi pelajar tersebut.</p>
<p data-start="897" data-end="1270">Diketahui, sebelumnya dr. Hanip Fahri mengemban amanah sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drs. H. Amri Tambunan. Ia kemudian dilantik dan dipercaya mengemban tugas baru sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam pelantikan yang berlangsung di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (28/11) lalu.</p>
<p data-start="1272" data-end="1600">“Kami mengucapkan selamat atas amanah yang diemban. Kehadiran kami hari ini bertujuan untuk memperkenalkan kepengurusan PD IPA Deli Serdang yang baru sekaligus menyatukan persepsi dalam mewujudkan <em data-start="1469" data-end="1489">Deli Serdang Sehat</em> sebagaimana harapan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo,” ujar Syahrul.</p>
<p data-start="1602" data-end="1870">Lebih lanjut, PD IPA Deli Serdang berharap silaturahmi tersebut dapat menjadi awal kolaborasi strategis, khususnya dalam pengembangan UMKM serta penguatan unit kewirausahaan yang diinisiasi oleh PD IPA Deli Serdang sebagai upaya pemberdayaan pelajar dan generasi muda.</p>
<p data-start="1872" data-end="2268">Selain itu, PD IPA Deli Serdang juga berkomitmen untuk menjalin komunikasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur Forkopimda, dalam mengawal generasi muda agar menjaga kesehatan fisik dan mental, sekaligus menjadikan IPA sebagai lokomotif pembinaan pelajar agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminal jalanan.</p>
<p data-start="2270" data-end="2569">Tak hanya itu, PD IPA Deli Serdang menyatakan kesiapan untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam memantau dan mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam memastikan penyajian makanan yang halal, sehat, higienis, aman, serta memenuhi standar gizi seimbang.(SPT)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Dark Academia: Krisis Sunyi di Balik Megahnya Dunia Kampus</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/07/the-dark-academia-krisis-sunyi-di-balik-megahnya-dunia-kampus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 22:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Dark Academia]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Empati]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Humanis]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[Konseling Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasmaul Hamdani]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Pers.news]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Tekanan Akademik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8359</guid>

					<description><![CDATA[Oleh:Nasmaul Hamdani &#160; MEDAN&#124; PERS.NEWS —Kampus selama ini dipuja sebagai benteng intelektual, tempat lahirnya para...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh:Nasmaul Hamdani</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MEDAN| PERS.NEWS —</strong>Kampus selama ini dipuja sebagai benteng intelektual, tempat lahirnya para pemimpin masa depan. Namun, di balik wajah gemilang akademia, tersembunyi sisi gelap yang kian nyata—namun berulang kali diabaikan. Fenomena ini dikenal sebagai Dark Academia; sebuah realitas di mana tekanan akademik, persaingan sosial, dan perjuangan mental menjadi bagian dari kurikulum tak tertulis yang harus ditempuh setiap mahasiswa.(8/9/25)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prestasi: Ketika Harapan Berubah Menjadi Jerat</p>
<p>Mahasiswa terjebak dalam standar tinggi yang dipatok oleh keluarga, dosen, dan institusi pendidikan. Mereka tidak hanya belajar demi ilmu, tetapi juga demi mempertahankan reputasi. Gagal bukan sekadar nilai buruk—melainkan dianggap kegagalan eksistensial.</p>
<p>“Di sudut-sudut ruang kampus, semangat belajar kini bertransformasi menjadi upaya bertahan hidup.”</p>
<p>Dengan begitu banyak target yang harus dipenuhi, pendewasaan intelektual yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi perjalanan yang menegangkan. Prestasi kini lebih menyerupai tuntutan ketimbang pencapaian.Apakah manusia harus sempurna untuk diakui nilai dirinya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesunyian dalam Keramaian: Masalah yang Terus Membesar</p>
<p>Meskipun kampus dipadati ribuan mahasiswa, rasa kesepian justru menjadi isu yang tumbuh diam-diam. Banyak mahasiswa memilih menyimpan derita sendiri—takut dianggap lemah, takut dicap tidak sekuat yang terlihat.</p>
<p>Kesepian ini dipupuk oleh budaya digital yang sarat pencitraan, pertemanan yang bersifat transaksional, dan minimnya ruang aman untuk benar-benar bercerita.</p>
<p>“Banyak mahasiswa merasa ditemani oleh orang-orang yang hanya hadir secara fisik, namun tak mampu memahami isi kepalanya.”</p>
<p>Kesunyian itu bagaikan kabut yang merayap perlahan—tidak tampak, tapi mampu menutup semua arah pulang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Organisasi Kampus: Arena Ambisi yang Mengikis Empati</p>
<p>Dunia organisasi sering dipuja sebagai tempat menempa jiwa kepemimpinan. Namun, faktanya, tidak sedikit organisasi justru menjadi ladang tekanan sosial yang memperparah kecemasan.</p>
<p>Budaya senioritas, perebutan jabatan, dan politik internal sering kali menjadi racun yang mempersempit ruang aman bagi mahasiswa yang ingin berkembang tanpa harus berpura-pura kuat.</p>
<p>“Banyak jiwa yang tumbang bukan karena konflik ide, tetapi karena ditusuk ambisi atas nama dedikasi.”</p>
<p>Organisasi seharusnya menjadi ruang kolaborasi, bukan arena dominasi. Tempat menumbuhkan empati, bukan mencetak hierarki sosial baru yang kaku dan eksklusif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesehatan Mental: Luka Sosial yang Tak Boleh Terus Disembunyikan</p>
<p>Krisis kesehatan mental di kampus adalah fakta yang tak bisa dihindari. Namun, layanan konseling sering diperlakukan hanya sebagai pelengkap—bukan kebutuhan mendesak.</p>
<p>Mahasiswa yang membutuhkan bantuan justru terjebak di antara rasa takut dicap lemah dan minimnya akses terhadap layanan psikologi yang layak.Stigma menjadi tembok tinggi yang membuat banyak mahasiswa memilih diam.</p>
<p>“Luka itu tidak terlihat, tidak berbekas, namun menggerogoti perlahan.Seperti api di dalam sekam—membakar dari dalam tanpa disadari siapa pun.”</p>
<p>Kampus mungkin bangga mencetak ribuan lulusan unggul.Namun, berapa banyak dari mereka yang pulang dengan hati yang masih utuh?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saatnya Kampus Memanusiakan Manusia</p>
<p>Pendidikan tinggi harus kembali pada hakikatnya: menempa manusia agar menjadi pribadi yang berdaya dan berpengetahuan—bukan sekadar robot yang siap bekerja.</p>
<p>Rekomendasi kebijakan bukan lagi formalitas, melainkan keharusan moral:</p>
<p>Akses konseling yang mudah dan profesional;</p>
<p>Reformasi sistem evaluasi akademik yang menghargai proses, bukan hanya hasil;</p>
<p>Pembentukan budaya organisasi berbasis empati, bukan dominasi;</p>
<p>Pelatihan bagi dosen dan tenaga pendidik agar peka terhadap kesehatan mental mahasiswa.</p>
<p>Kesadaran ini tidak boleh lagi ditunda.</p>
<p>“Keberhasilan suatu kampus tidak diukur dari jumlah lulusan terbaik,tetapi dari seberapa banyak jiwa muda yang terselamatkan dari tekanan yang tidak manusiawi.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendiri</p>
<p>Fenomena Dark Academia adalah potret keheningan yang menyakitkan. Banyak mahasiswa berperang dalam gelap, memikul beban yang tak pernah mereka minta. Mereka tertawa dalam kerapuhan, menyembunyikan luka demi terlihat kuat di mata dunia.</p>
<p>Namun, keberanian bukan selalu soal berdiri paling depan. Terkadang, itu justru kemampuan untuk mengakui bahwa kita tidak baik-baik saja.</p>
<p>“Pendidikan sejati bukan hanya melahirkan kecerdasan, tetapi juga menjaga keberlangsungan jiwa manusia.”</p>
<p>Apa arti sebuah gelar kebanggaan, toga yang membanggakan, dan lambang intelektualitas yang diagungkan—jika proses meraihnya justru mematahkan mereka yang memperjuangkannya?</p>
<p>Saatnya kampus tidak hanya mencetak para pemikir besar,tetapi juga memastikan bahwa tak satu pun dari mereka hilang di tengah jalan.(NH)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa dan Judi Online: Intelektualitas yang Dipertaruhkan di Meja Maya</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/02/mahasiswa-dan-judi-online-intelektualitas-yang-dipertaruhkan-di-meja-maya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 20:28:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Addiction]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Judi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Judi Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8303</guid>

					<description><![CDATA[              Oleh: Nasmaul Hamdani &#160; &#8220;Ketika Nalar Intelektual dirusak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>              Oleh: Nasmaul Hamdani</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>&#8220;Ketika Nalar Intelektual dirusak oleh Ilusi Digital&#8221;</strong></p>
<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Judi online kini menjelma menjadi wabah sunyi yang merayap di ruang-ruang kampus. Ia hadir tanpa suara, tanpa dentuman, namun perlahan menghancurkan sendi moral dan mental generasi terdidik. Mahasiswa — yang seharusnya menjadi wajah rasionalitas dan pencerahan bangsa — justru banyak terjerat dalam lingkaran candu digital ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fenomena ini tidak lahir dari ruang hampa. Tekanan ekonomi, gaya hidup konsumtif, serta dorongan eksistensi di dunia maya menjadi pintu masuk yang nyata. Banyak mahasiswa yang awalnya sekadar mencoba “iseng” akhirnya kehilangan uang kuliah, fokus belajar, bahkan kepercayaan diri. Judi online bukan lagi permainan, melainkan jebakan psikologis yang menguras nalar dan martabat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam dunia digital, algoritma bekerja seperti candu: semakin sering seseorang bermain, semakin dalam ia diseret ke dalam ilusi kemenangan palsu. Di situlah tragedi intelektual dimulai — ketika akal sehat tunduk pada hasrat instan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dampak yang Lebih Dalam dari Sekadar Kehilangan Uang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dampak judi online pada mahasiswa jauh melampaui sekadar kerugian finansial. Ini bukan hanya soal uang, tetapi juga krisis karakter dan pergeseran nilai. Ketika kemenangan ditentukan oleh keberuntungan, bukan oleh kerja keras, maka semangat belajar pun kehilangan makna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mahasiswa yang dulu dikenal sebagai agen perubahan kini terjebak menjadi korban sistem digital yang kejam. Mereka kehilangan fokus akademik, prestasi menurun, dan relasi sosial memburuk. Tak jarang, rasa malu dan depresi datang menghantui, menimbulkan isolasi sosial yang berbahaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih dari itu, judi online menciptakan generasi apatis — generasi yang tak lagi percaya pada proses panjang karena terbiasa mengejar hasil instan. Ini bukan sekadar dekadensi moral, melainkan kemunduran cara berpikir. Bila mahasiswa mulai percaya bahwa keberuntungan lebih penting dari pengetahuan, maka masa depan bangsa sedang digadaikan di meja virtual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kampus Harus Menjadi Tembok Pertahanan Moral</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kampus tidak boleh tinggal diam. Judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman bagi ekosistem pendidikan. Institusi akademik harus aktif melakukan pencegahan melalui literasi digital, konseling psikologis, dan sistem pengawasan perilaku daring mahasiswa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dosen, organisasi mahasiswa, serta lembaga kemahasiswaan perlu menjadi barisan depan dalam gerakan “Stop Judi Online di Kampus”  bukan dengan hukuman semata, melainkan dengan pendekatan edukatif dan empatik. Mahasiswa yang terjerat perlu diselamatkan, bukan dihakimi. Mereka adalah korban dari sistem yang gagal menanamkan kecerdasan emosional dan pengendalian diri di era digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seruan Moral: Saatnya Menghentikan Ilusi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah saatnya mahasiswa membuka mata: tidak ada kemenangan di balik layar judi online. Yang ada hanyalah kehilangan waktu, tenaga, harga diri, dan masa depan. Setiap klik taruhan adalah langkah menjauh dari cita-cita; setiap kemenangan palsu adalah hutang moral pada diri sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bangsa ini membutuhkan mahasiswa yang kuat akalnya, jernih pikirannya, dan tangguh moralnya — bukan generasi yang ditipu oleh algoritma dan keserakahan digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka, hentikan sekarang juga.</p>
<p>Cabut diri dari jaringan ilusi itu.</p>
<p>Kembalilah ke ruang nyata — ruang kelas, ruang baca, dan ruang sosial — tempat perjuangan sejati tumbuh. Karena masa depan tidak akan dibentuk oleh tangan yang menekan tombol taruhan, melainkan oleh pikiran yang berani menolak kejatuhan.(NH)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda: Menyalakan Kembali Api Persatuan di Tengah Krisis Identitas Mahasiswa</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/30/sumpah-pemuda-menyalakan-kembali-api-persatuan-di-tengah-krisis-identitas-mahasiswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 15:07:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Identitas Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Maju]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8254</guid>

					<description><![CDATA[                 Oleh:Alfi Armansyah &#160; MEDAN&#124;PERS.NEWS-Setiap tanggal 28 Oktober,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>                 Oleh:Alfi Armansyah</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa ini kembali mengenang momen bersejarah: Sumpah Pemuda 1928, saat para pemuda dari berbagai daerah menyatakan diri satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa—Indonesia. Namun, di tengah gegap gempita peringatan dan upacara seremonial, muncul satu pertanyaan yang perlu direnungkan oleh kita, para mahasiswa: apakah semangat Sumpah Pemuda masih hidup di dada generasi kampus hari ini?</p>
<p>Sebagai mahasiswa—yang sering disebut sebagai agent of change—kita sejatinya merupakan pewaris langsung semangat para pemuda 1928. Mereka berjuang bukan dengan senjata, melainkan dengan gagasan dan tekad untuk menyatukan bangsa yang tercerai oleh perbedaan suku, bahasa, dan kepentingan kolonial. Kini, perjuangan itu berubah bentuk. Lawan kita bukan lagi penjajahan fisik, melainkan penjajahan mental—dari arus globalisasi, disinformasi, dan krisis kepedulian sosial.(30/10/25)</p>
<p>Ironisnya, banyak mahasiswa hari ini justru terjebak dalam individualisme dan pragmatisme akademik. Kampus seolah hanya menjadi tempat mengejar ijazah, bukan ruang membangun kesadaran kebangsaan. Padahal, semangat Sumpah Pemuda adalah tentang kesatuan visi dan tanggung jawab bersama untuk menciptakan perubahan.</p>
<p>Mahasiswa masa kini harus berani menghidupkan kembali idealisme itu—dengan cara yang relevan untuk zaman ini. Bukan sekadar turun ke jalan tanpa arah, tetapi dengan memperkuat literasi, menegakkan integritas, dan mengawal kebijakan publik lewat kritik ilmiah dan inovasi sosial. Di era digital, “sumpah” kita bisa dimaknai sebagai komitmen untuk melawan hoaks, intoleransi, dan apatisme terhadap persoalan bangsa.</p>
<p>Sumpah Pemuda 1928 lahir dari kesadaran bahwa perbedaan bukan alasan untuk berpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Mahasiswa masa kini harus menyalakan kembali api itu—menjadikannya energi untuk merajut solidaritas lintas kampus, lintas daerah, dan lintas ideologi demi Indonesia yang lebih adil, cerdas, dan berdaya.</p>
<p>Pada akhirnya, memperingati Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi meneguhkan janji di masa kini: bahwa di tangan pemuda—terutama mahasiswa—harapan Indonesia tidak akan pernah padam.(AA)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber :Alfi Armansyah Mahasiswa Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi Sumpah Pemuda: Mendongkrak Semangat Pemuda di Era Milenial</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/29/refleksi-sumpah-pemuda-mendongkrak-semangat-pemuda-di-era-milenial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 13:11:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Pers.news]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8231</guid>

					<description><![CDATA[Oleh :M. Sabda Erlangga &#160; MEDAN &#124;PERS.NEWS-Sumpah Pemuda yang dikumandangkan pada 28 Oktober 1928 merupakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh :M. Sabda Erlangga</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MEDAN |PERS.NEWS-</strong>Sumpah Pemuda yang dikumandangkan pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Momentum bersejarah ini bukan sekadar simbol persatuan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di era milenial yang serba digital dan dinamis, refleksi terhadap makna Sumpah Pemuda menjadi sangat relevan untuk menyalakan kembali semangat perjuangan di kalangan pemuda masa kini.(29/10/25)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemuda sebagai Agen Perubahan</p>
<p>Pemuda adalah tulang punggung bangsa — sosok yang memiliki energi, semangat, dan idealisme tinggi untuk menciptakan perubahan. Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, pemuda milenial diharapkan menjadi agen perubahan yang kreatif, inovatif, dan berintegritas.</p>
<p>Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi dan informasi untuk kemajuan bangsa, menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap nilai-nilai kebangsaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tantangan di Era Milenial</p>
<p>Era digital membawa berbagai tantangan baru bagi generasi muda: kesenjangan digital, pengaruh budaya asing, hingga tekanan sosial media yang kerap menggeser nilai-nilai kebangsaan. Namun, di balik tantangan itu tersimpan peluang besar bagi pemuda untuk berkembang dan berkontribusi.</p>
<p>Dengan semangat Sumpah Pemuda, generasi milenial dapat menjawab tantangan tersebut dengan membangun kreativitas, memperkuat karakter, dan menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menyalakan Kembali Api Sumpah Pemuda</p>
<p>Untuk membangkitkan semangat Sumpah Pemuda di kalangan generasi milenial, diperlukan langkah konkret:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengintegrasikan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan dalam sistem pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendorong kreativitas dan inovasi pemuda melalui kegiatan positif dan produktif di berbagai bidang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meningkatkan partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan sosial, politik, dan ekonomi demi kemajuan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memberdayakan teknologi digital sebagai alat untuk memperluas akses pendidikan, memperkuat ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semangat yang Tak Lekang oleh Waktu</p>
<p>Sumpah Pemuda bukan hanya catatan sejarah, tetapi api semangat yang harus terus menyala dalam setiap diri pemuda Indonesia. Dengan menumbuhkan kembali nilai persatuan, semangat juang, dan rasa cinta tanah air, generasi milenial dapat menjadi garda terdepan perubahan — membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berdaya saing global.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mari kobarkan semangat Sumpah Pemuda.Karena masa depan Indonesia ada di tangan kita, pemuda yang bersatu</p>
<p>dan beraksi untuk negeri.(MSE)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda dalam Perspektif Dalihan Natolu: Menyulut Semangat Persatuan Pemuda Tabagsel</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/29/sumpah-pemuda-dalam-perspektif-dalihan-natolu-menyulut-semangat-persatuan-pemuda-tabagsel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 07:18:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Adat batak]]></category>
		<category><![CDATA[Dalihan natolu]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Tabagsel]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Persaudaraan sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpinan pusat pemuda tabagsel]]></category>
		<category><![CDATA[Samsudin Harahap S.Kep]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Tabagsel]]></category>
		<category><![CDATA[Tapanuli bagian selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8210</guid>

					<description><![CDATA[      Oleh: Samsuddin Harahap  S.Kep &#160; MEDANPERS.NEWS-Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia mengenang sebuah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>      Oleh: Samsuddin Harahap  S.Kep</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MEDANPERS.NEWS-</strong>Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia mengenang sebuah peristiwa monumental yang menjadi tonggak lahirnya semangat persatuan dan kebangsaan: Sumpah Pemuda 1928. Tiga ikrar sakral — Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa — bukan sekadar simbol perjuangan, melainkan kompas moral yang menuntun generasi muda untuk terus menjaga keutuhan bangsa.(28/10/25)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda memiliki makna yang sejalan dengan falsafah adat Dalihan Natolu — Somba Marhulahula, Elek Marboru, dan Manat Mardongan Tubu. Falsafah ini bukan hanya dasar hubungan sosial, tetapi juga sistem nilai yang mengajarkan persatuan, saling menghargai, dan tanggung jawab kolektif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalihan Natolu sebagai Cermin Persatuan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika Sumpah Pemuda menyatukan berbagai suku dan bahasa ke dalam satu identitas kebangsaan, maka Dalihan Natolu menyatukan masyarakat Tabagsel dalam satu tatanan sosial yang harmonis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prinsip Somba Marhulahula mengajarkan hormat kepada leluhur dan tokoh bijak sebagai bentuk penghargaan pada akar sejarah bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Elek Marboru menumbuhkan kasih sayang dan empati, seperti halnya semangat gotong royong antar pemuda lintas daerah. Sementara Manat Mardongan Tubu menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menjaga persaudaraan agar tidak terpecah oleh perbedaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketiga nilai ini sejalan dengan ruh Sumpah Pemuda — bahwa persatuan tidak mungkin terwujud tanpa saling menghormati, mengasihi, dan menjaga keseimbangan dalam hubungan sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemuda Tabagsel sebagai Pelaku Persatuan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemuda Tabagsel hari ini dihadapkan pada tantangan baru: derasnya arus digitalisasi, politik identitas, dan pergeseran nilai budaya. Dalam situasi ini, semangat Sumpah Pemuda dan Dalihan Natolu harus menjadi pegangan moral dan etika sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemuda Tabagsel harus mampu menjadi perekat antar komunitas, penjaga nilai adat, sekaligus agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045. Kita tidak boleh terjebak dalam ego sektoral, tetapi harus bersatu dalam kerja nyata — memperkuat pendidikan, memberantas narkoba, menumbuhkan ekonomi kreatif, dan menjaga lingkungan Tabagsel.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menatap Indonesia Emas 2045</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika Sumpah Pemuda 1928 menyatukan pemuda Nusantara untuk melawan penjajahan, maka generasi muda Tabagsel hari ini harus bersatu untuk melawan kemiskinan, kebodohan, dan perpecahan. Dalam semangat Dalihan Natolu, setiap pemuda punya tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan antara adat, agama, dan kebangsaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagaimana Sumpah Pemuda menjadi fondasi bangsa, maka Dalihan Natolu adalah fondasi moral yang mengakar kuat di hati masyarakat Tabagsel. Bila keduanya berpadu, maka akan lahir generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap mengisi Indonesia Emas dengan semangat persaudaraan sejati.(Red)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SUMBER OPINI : Samsuddin Harahap S.Kep Ketua Umum Pemuda Tabagsel</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
