<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GERMANAS</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/germanas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2026 18:46:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>GERMANAS</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GERMANAS Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pimpinan STAI Syekh Abdul Fattah Natal Masa Bakti 2026–2030</title>
		<link>https://pers.news/2026/02/12/germanas-sampaikan-ucapan-selamat-atas-pelantikan-pimpinan-stai-syekh-abdul-fattah-natal-masa-bakti-2026-2030/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 18:46:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[GERMANAS]]></category>
		<category><![CDATA[Mandailing Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Bakti 2026–2030]]></category>
		<category><![CDATA[STAI Syekh Abdul Fattah Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Selamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10260</guid>

					<description><![CDATA[NATAL&#124;PERS.NEWS– Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS (GERMANAS) Periode 2024–2026 menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Ketua,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute top-0" aria-hidden="true" data-edge="true"><strong>NATAL|PERS.NEWS–</strong> Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS (GERMANAS) Periode 2024–2026 menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Ketua, Wakil Ketua, serta Pejabat Struktural Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdul Fattah Natal untuk masa bakti 2026–2030.</div>
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="6c9845fc-89a1-4e6d-8998-c68efe8dc65a" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="f1f59c1b-a22f-4373-b9bb-18b412a24095" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="566" data-end="908">Pelantikan ini menjadi momentum strategis dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan serta memperkuat tata kelola kelembagaan di lingkungan STAI Syekh Abdul Fattah Natal. Hadirnya jajaran pimpinan baru diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, meningkatkan mutu akademik, serta memperluas kontribusi pendidikan tinggi Islam bagi masyarakat.</p>
<p data-start="910" data-end="1294">“Regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan menjadi fondasi penting bagi kemajuan institusi. Kami berharap kepemimpinan yang baru dilantik dapat menghadirkan semangat perubahan, memperkuat sistem manajemen kampus, serta meneguhkan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujar perwakilan GERMANAS.</p>
<p data-start="1296" data-end="1509">GERMANAS juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap langkah progresif yang dilakukan oleh pimpinan STAI Syekh Abdul Fattah Natal demi terwujudnya kampus yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.(NA)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Solidaritas Tanpa Batas: Germanas dan Volunteer Medan Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Desa Aras Sembilan, Aceh Tamiang</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/28/solidaritas-tanpa-batas-germanas-dan-volunteer-medan-salurkan-bantuan-kemanusiaan-ke-desa-aras-sembilan-aceh-tamiang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 17:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Tamiang]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Aras Sembilan]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[GERMANAS]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli Sesama]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[Volunteer Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9442</guid>

					<description><![CDATA[ACEH TAMIANG&#124;PERS.NEWS — Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS (GERMANAS) bersama Tim Volunteer Medan menunjukkan kepedulian nyata dengan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="250" data-end="683"><strong data-start="250" data-end="266">ACEH TAMIANG|PERS.NEWS</strong> — Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS (GERMANAS) bersama Tim Volunteer Medan menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Desa Aras Sembilan, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (25/12/25)</p>
<p data-start="250" data-end="683">Aksi ini menjadi bukti hadirnya mahasiswa dan relawan di tengah masyarakat yang masih berjuang menghadapi dampak sosial, ekonomi, serta psikologis akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah mereka.</p>
<p data-start="685" data-end="976">Bantuan berupa kebutuhan pokok disalurkan langsung kepada warga, memastikan bantuan tersebut sampai tepat sasaran. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat yang selama ini merindukan perhatian nyata dan keberpihakan dari berbagai pihak terhadap kondisi kehidupan mereka.</p>
<p data-start="978" data-end="1114">Perwakilan Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran moral mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.</p>
<blockquote data-start="1116" data-end="1393">
<p data-start="1118" data-end="1393">“Mahasiswa tidak boleh hanya lantang di ruang diskusi, tetapi juga harus hadir di ruang penderitaan. Apa yang kami lakukan hari ini mungkin sederhana, namun kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa masih berpihak, masih peduli, dan masih mau berjalan bersama rakyat,” tegasnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="1395" data-end="1574">Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang GERMANAS untuk terus menumbuhkan kepekaan sosial di kalangan mahasiswa.</p>
<blockquote data-start="1576" data-end="1837">
<p data-start="1578" data-end="1837">“Bantuan ini memang tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi setidaknya menjadi penanda bahwa jeritan masyarakat tidak kami abaikan. Ini adalah panggilan kemanusiaan yang harus terus dijawab dengan aksi nyata,” ujar <strong data-start="1799" data-end="1810">Nasmaul</strong>, Sekretaris Umum GERMANAS.</p>
</blockquote>
<p data-start="1839" data-end="1998">Sementara itu, perwakilan Tim Volunteer Medan menilai kolaborasi lintas elemen menjadi kunci untuk menjangkau wilayah yang sering terpinggirkan dari perhatian.</p>
<blockquote data-start="2000" data-end="2270">
<p data-start="2002" data-end="2270">“Kami datang bukan sebagai penyelamat, tetapi sebagai saudara. Kami ingin masyarakat Desa Aras Sembilan tahu bahwa mereka tidak sendiri. Solidaritas adalah kekuatan utama, dan kolaborasi dengan mahasiswa semakin memperkuat langkah kami,” ungkap <strong data-start="2247" data-end="2269">Mayang M.C. Bahari</strong>.</p>
</blockquote>
<p data-start="2272" data-end="2399">Menurutnya, gerakan relawan lahir dari empati dan keberanian untuk hadir di tempat-tempat yang kerap luput dari sorotan publik.</p>
<blockquote data-start="2401" data-end="2575">
<p data-start="2403" data-end="2575">“Selama masih ada ketimpangan dan keterasingan sosial, relawan dan mahasiswa harus terus bergerak. Ini bukan akhir, tetapi awal dari kepedulian yang lebih luas,” tambahnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="2577" data-end="2861">Melalui kegiatan ini, GERMANAS dan Volunteer Medan berharap dapat membangkitkan kepedulian bersama serta mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat pesisir dan daerah yang masih tertinggal dari arus pembangunan.(NH)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gerakan Mahasiswa Ikappenas (Germanas) Serahkan Bantuan Makanan Pokok kepada SAPMA PP UINSU</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/15/gerakan-mahasiswa-ikappenas-germanas-serahkan-bantuan-makanan-pokok-kepada-sapma-pp-uinsu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 14:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Mahasiswa Ikappenas]]></category>
		<category><![CDATA[GERMANAS]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Perantauan]]></category>
		<category><![CDATA[Mandailing Natal]]></category>
		<category><![CDATA[SAPMA PP UIN SU]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Tapanuli Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9232</guid>

					<description><![CDATA[Solidaritas Mahasiswa untuk Korban Bencana di Tapanuli Raya dan Mandailing Natal MEDAN&#124;PERS.NEWS- 11 Desember 2025...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="219" data-end="400"><br data-start="315" data-end="318" /><strong><em data-start="318" data-end="400">Solidaritas Mahasiswa untuk Korban Bencana di Tapanuli Raya dan Mandailing Natal</em></strong></p>
<p data-start="402" data-end="748"><strong data-start="402" data-end="429">MEDAN|PERS.NEWS- 11 Desember 2025</strong> — Di tengah situasi darurat akibat banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Raya, Mandailing Natal, serta sejumlah wilayah Pantai Barat, Gerakan Mahasiswa Ikappenas (Germanas) menunjukkan kepedulian nyata dengan menyerahkan bantuan makanan pokok kepada SAPMA Pemuda Pancasila UIN Sumatera Utara.</p>
<p data-start="750" data-end="968">Bantuan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa perantauan yang keluarganya terdampak langsung oleh bencana dan kini menghadapi tekanan psikologis serta kesulitan ekonomi di tengah kewajiban akademik yang tetap berjalan.</p>
<p data-start="970" data-end="1444">Penyerahan bantuan berlangsung di Kampus IV UIN Sumatera Utara, Tuntungan, dan disaksikan oleh jajaran pengurus kedua organisasi. Dalam suasana sederhana namun sarat makna, paket sembako diserahkan secara simbolis untuk kemudian dikelola melalui dapur umum SAPMA PP UIN SU. Dapur umum ini menjadi pusat penyaluran bantuan dan dukungan bagi mahasiswa perantauan yang harus bertahan di kota studi, sementara keluarga mereka di kampung halaman tengah menghadapi dampak bencana.</p>
<p data-start="1446" data-end="1803">Ketua Umum Germanas menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh bersikap pasif ketika bencana melanda.<br data-start="1551" data-end="1554" />“Kami tidak bisa menutup mata. Kawan-kawan mahasiswa perantauan sedang memikul beban ganda—beban perkuliahan dan beban memikirkan keluarga yang tertimpa musibah. Bantuan ini bukan sekadar sembako, tetapi pesan bahwa mereka tidak sendirian,” ujarnya.</p>
<p data-start="1805" data-end="1943">Ia menambahkan bahwa kepekaan sosial harus menjadi identitas utama gerakan mahasiswa, bukan sekadar wacana yang berhenti di ruang diskusi.</p>
<p data-start="1945" data-end="2301">Senada dengan itu, Sekretaris Umum Germanas menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang berkelanjutan.<br data-start="2051" data-end="2054" />“Solidaritas tidak boleh bersifat musiman. Saat bencana datang, kita bergerak. Saat kondisi normal, kita tetap membangun jejaring dan kesiapsiagaan. Kami berharap aksi hari ini menjadi pemantik bagi gerakan kemanusiaan yang lebih luas,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2303" data-end="2796">Sementara itu, Ketua SAPMA PP UIN SU menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai penyalur bantuan.<br data-start="2436" data-end="2439" />“Kami mengucapkan terima kasih kepada Germanas. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab agar bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Di tengah situasi bencana, mahasiswa perantauan membutuhkan dukungan moral selain bantuan materi. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kampus masih memiliki empati dan semangat perjuangan,” katanya.</p>
<p data-start="2798" data-end="3119">Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga menegaskan peran organisasi mahasiswa sebagai pilar solidaritas di tengah bangsa yang kerap diuji oleh bencana. Diharapkan, kolaborasi lintas organisasi seperti ini terus tumbuh dan memperkuat budaya gotong royong di kalangan mahasiswa. <em data-start="3113" data-end="3119">(NH)</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Krisis Literasi di Era Digital: Tantangan bagi Mahasiswa dan Pendidikan&#8221;</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/19/krisis-literasi-di-era-digital-tantangan-bagi-mahasiswa-dan-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 18:53:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Eksistensi]]></category>
		<category><![CDATA[Era Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Esensi]]></category>
		<category><![CDATA[GERMANAS]]></category>
		<category><![CDATA[Ikappenas]]></category>
		<category><![CDATA[Intelektualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasmaul Hamdani]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=7962</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Nasmaul Hamdani &#160; Medan &#124;PERS.NEWS-Predikat “mahasiswa” dahulu disematkan dengan penuh kebanggaan: kaum terpelajar, pembawa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left: 40px;">Oleh: Nasmaul Hamdani</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Medan |PERS.NEWS-Predikat “mahasiswa” dahulu disematkan dengan penuh kebanggaan: kaum terpelajar, pembawa obor perubahan, penjaga nurani rakyat, dan pewaris tradisi intelektual. Namun, kini makna itu kian kabur. Di tengah derasnya arus digital, generasi kampus justru kerap terjebak dalam pusaran eksistensi — ingin terlihat aktif, tapi kehilangan kedalaman berpikir. Mahasiswa kini begitu sibuk berbicara, berdebat, dan berpose — namun makin sedikit yang membaca, meneliti, dan menulis.(19/20/25)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kampus yang seharusnya menjadi ruang kontemplasi dan pengembangan nalar berubah menjadi panggung eksistensi dan dokumentasi. Media sosial telah menggeser prioritas: dari pencarian makna menjadi pencarian perhatian. Dari menggali ide menjadi mengedit caption. Dari memperjuangkan gagasan menjadi mengejar like dan view.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Krisis Literasi di Tengah Era Serba Instan. Data UNESCO beberapa tahun lalu sempat menggemparkan: minat baca masyarakat Indonesia hanya sekitar 0,001%, artinya hanya 1 dari 1.000 orang yang benar-benar memiliki kebiasaan membaca serius. Ironisnya, di kelompok yang seharusnya paling sadar akan pentingnya ilmu — yakni mahasiswa — gejala itu juga tampak nyata. Perpustakaan kampus menjadi ruang sunyi, buku-buku berdebu, dan rak referensi jarang tersentuh. Sebaliknya, kafe dan ruang swafoto justru penuh. Diskusi-diskusi ilmiah beralih fungsi menjadi ajang pamer kegiatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Banyak mahasiswa sibuk membuat konten, tapi malas membaca konteks,” ujar seorang dosen muda dengan nada getir. “Kita sedang kehilangan generasi pembaca dan sedang melahirkan generasi pencari perhatian.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Budaya Show-Up, Matinya Nalar. Kehadiran mahasiswa di seminar kini sering hanya sebatas absen dan foto bersama. Materi diskusi jarang diikuti dengan refleksi. Makalah hanya disalin, bukan ditulis dengan pemahaman. Budaya “show-up” menenggelamkan budaya “think-deep”. Banyak mahasiswa pandai berbicara, tapi dangkal dalam argumen; lihai berorasi, tapi miskin data. Intelektualitas akhirnya berhenti pada permukaan — tampil, bukan berpikir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal, inti dari menjadi mahasiswa bukan sekadar eksis di ruang publik, melainkan eksis dalam ide dan gagasan. Ketika kemampuan menalar mati, yang tersisa hanyalah gelar “mahasiswa” tanpa makna intelektual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kampus: Dari Ruang Ilmu ke Ruang Dokumentasi. Sistem pendidikan tinggi pun turut memperparah situasi. Kampus terlalu sibuk dengan formalitas: akreditasi, nilai, laporan kegiatan — tapi minim ruang refleksi dan pembelajaran mendalam. Mahasiswa menulis bukan karena haus ilmu, tapi karena takut nilai jelek. Dosen mengajar bukan untuk membangun nalar, tapi sekadar menunaikan kewajiban administratif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ruang-ruang diskusi yang dulu menjadi jantung intelektual kampus kini berganti dengan layar ponsel. Kamera lebih sibuk dari pikiran, dan unggahan lebih cepat muncul dari kesimpulan. “Intelektualitas mahasiswa kini berhenti di layar gawai,” ujar seorang pengamat pendidikan. “Padahal kampus seharusnya jadi laboratorium gagasan, bukan panggung pencitraan.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aktivisme Tanpa Bacaan: Gerakan yang Kehilangan Arah. Krisis literasi juga merembes ke dunia aktivisme mahasiswa. Banyak yang turun ke jalan, tetapi tak benar-benar memahami persoalan yang diperjuangkan. Aksi menjadi seremonial, orasi menjadi slogan, dan perjuangan kehilangan arah. Bagaimana mungkin menuntut perubahan tanpa memahami akar masalah? Bagaimana memperjuangkan rakyat tanpa membaca data dan sejarahnya? Gerakan tanpa bacaan hanya menghasilkan kebisingan — keras di suara, lemah di isi. Aktivisme kehilangan ideologi ketika bacaan tak lagi jadi bahan bakarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Membangun Kembali Esensi Literasi. Rendahnya literasi bukan sekadar kesalahan mahasiswa, tapi juga kegagalan sistem pendidikan dalam menanamkan budaya berpikir kritis. Maka, kebangkitan literasi harus dimulai dengan kesadaran bersama:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8211; Revitalisasi perpustakaan sebagai ruang hidup, bukan sekadar simbol.</p>
<p>&#8211; Kurikulum yang menantang nalar, bukan sekadar mengejar angka.</p>
<p>&#8211; Gerakan mahasiswa berbasis bacaan dan riset, bukan sekadar mobilisasi massa.</p>
<p>&#8211; Kebiasaan menulis dan berdiskusi yang dilatih sejak dini, bukan hanya saat seminar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami dunia dan menulis gagasan untuk mengubahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saatnya Kembali Menjadi Kaum Intelektual Sejati. Eksistensi memang penting di era digital, tapi tanpa esensi, eksistensi hanya menjadi kebisingan tanpa isi. Mahasiswa harus memilih: ingin dikenal karena tampilan, atau dihormati karena pemikiran. Sebab, bangsa besar tidak dibangun oleh mereka yang sibuk eksis, melainkan oleh mereka yang serius mencari esensi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Revolusi sejati tidak lahir dari teriakan, tapi dari pikiran yang tenang dan bacaan yang dalam.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini saatnya mahasiswa kembali membaca, menulis, dan berpikir — bukan sekadar tampil. Karena di tengah dunia yang riuh oleh eksistensi, esensi adalah bentuk perlawanan paling cerdas.(IHB)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : Nasmaul Hamdani Sekum Germanas (Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Germanas Dukung Masyarakat Ranah Nata: Suara Keadilan Tak Boleh Dibungkam</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/15/germanas-dukung-masyarakat-ranah-nata-suara-keadilan-tak-boleh-dibungkam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 23:51:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[GERMANAS]]></category>
		<category><![CDATA[Ikappenas]]></category>
		<category><![CDATA[Kapoldasu]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolri]]></category>
		<category><![CDATA[LABRN]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat natal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasmaul Hamdani]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Mandailing Natal]]></category>
		<category><![CDATA[Plasma]]></category>
		<category><![CDATA[PT. GLP gruti lestari pratama]]></category>
		<category><![CDATA[Ranah nata]]></category>
		<category><![CDATA[Sutan firmansyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=7870</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Nasmaul Hamdani Sekretaris Umum Germanas MANDAILING NATAL&#124;PERS.NEWS &#8211; Info telah beredar dari kalangan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh :</p>
<h4 style="text-align: center;">Nasmaul Hamdani</h4>
<p style="text-align: center;">Sekretaris Umum Germanas</p>
<hr />
<p><strong>MANDAILING NATAL|PERS.NEWS </strong>&#8211; Info telah beredar dari kalangan masyarakat Kec natal Pemkab Mandailing Natal, Ketua dan Sekretaris Lembaga Adat dan Budaya Ranah Nata (LABRN) hari ini memenuhi panggilan penyidik Jatanras Polda Sumatera Utara. Pemanggilan itu terkait laporan salah satu pimpinan perusahaan perkebunan sawit, PT. GLP (gruti lestari pratama), atas pemasangan spanduk tuntutan plasma yang dianggap sebagai bentuk hasutan.</p>
<p>Padahal, belum pernah terjadi aksi demonstrasi ataupun tindakan yang bersifat anarkis. Spanduk tersebut hanyalah ungkapan hati masyarakat yang telah lama berjuang menuntut haknya — hak atas kebun plasma sebagaimana diamanatkan dalam Permentan No. 98 Tahun 2013, yaitu kewajiban perusahaan membangun kebun plasma masyarakat sebesar 20 persen dari luas lahan yang dikelolanya.</p>
<p>Perjuangan itu lahir bukan karena kebencian, melainkan karena rasa kehilangan. Tanah yang dulunya menjadi ladang dan sawah orang tua mereka kini berubah menjadi perkebunan yang hasilnya tak lagi dinikmati oleh warga sekitar.</p>
<p>Pengurus Germanas: Kami Berdiri Bersama Rakyat Ranah Nata</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Gerakan Mahasiswa Ikappenas (Germanas) menyampaikan dukungan moril dan solidaritas kemanusiaan kepada masyarakat Ranah Nata dan LABRN.</p>
<p>“Kami memahami betapa berat perjuangan ayahanda serta para abang kami di kecamatan Natal. Mereka bukan sedang melawan, tapi sedang memperjuangkan hak yang sudah dijamin oleh aturan negara,hal itu menyentuh hati nurani kami untuk bergerak bersama” ujar Sutan firmansyah Ketua Germanas.</p>
<p>Bagi Germanas, perjuangan LABRN dan Tim Nata Bersatu bukanlah tindakan melanggar hukum, melainkan bentuk partisipasi rakyat dalam menegakkan keadilan sosial. Suara mereka seharusnya didengar, bukan diintimidasi.</p>
<p>Menyerukan Ketegasan Pemerintah dan Keadilan Sosial</p>
<p>Germanas juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menengahi persoalan ini. Sesuai Pasal 51 ayat (1) dan (3) Permentan No. 98 Tahun 2013, pemerintah daerah berwenang memberikan peringatan tertulis hingga tiga kali, dan mencabut izin usaha bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban plasma.</p>
<p>“Kami percaya, Bupati Mandailing Natal memiliki keberanian moral untuk menegakkan aturan ini dengan adil. Pengawasan dan ketegasan adalah bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat,” lanjut Sekretaris Umum Germanas.</p>
<p>Germanas menegaskan bahwa perjuangan masyarakat Ranah Nata harus ditempatkan dalam kerangka besar keadilan agraria — sebuah cita-cita luhur bangsa yang memastikan tanah dan hasilnya memberi manfaat bagi banyak orang, bukan segelintir pihak.</p>
<p>Dukungan Tanpa Kekerasan, Solidaritas Tanpa Batas</p>
<p>Germanas menolak segala bentuk kekerasan dan mengajak semua pihak untuk tetap menempuh jalur damai dan dialogis. Perjuangan yang dilakukan masyarakat Ranah Nata, menurut mereka, adalah bentuk keberanian moral yang harus dihormati.</p>
<p>“Kami mahasiswa hadir bukan untuk memperkeruh keadaan, tetapi untuk memperkuat semangat damai dan keberanian rakyat kecil yang mencari keadilan. Kami percaya, suara mereka akan sampai — karena kebenaran tak bisa dibungkam,” tutur salah satu pengurus Germanas.</p>
<p>Harapan di Tengah Perjuangan</p>
<p>Germanas mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, organisasi mahasiswa, dan pemerintah untuk membuka ruang dialog yang jujur dan adil. Dukungan moral ini adalah wujud kepedulian agar perjuangan Ranah Nata tetap berada di jalur yang damai, bermartabat, dan konstitusional.<br />
“Kami percaya, dari Ranah Nata akan lahir pelajaran berharga: bahwa keadilan harus diperjuangkan, tetapi dengan hati yang tenang dan niat yang tulus,” tutup sekretaris umum Germanas. (RED)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
