<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kebencanaan</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/kebencanaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2025 09:29:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Kebencanaan</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akhir 2025, GMNI Tebing Tinggi Ingatkan OPD Soal Integritas: “Bangkai yang Disimpan Akan Tercium Baunya” di Tengah Deretan Kasus Korupsi</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/12/akhir-2025-gmni-tebing-tinggi-ingatkan-opd-soal-integritas-bangkai-yang-disimpan-akan-tercium-baunya-di-tengah-deretan-kasus-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 09:28:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI tebing tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9149</guid>

					<description><![CDATA[TEBING TINGGI&#124;PERS.NEWS-Menjelang penghujung tahun 2025, kepercayaan publik terhadap birokrasi Kota Tebing Tinggi kembali diuji. Tiga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="446" data-end="782"><strong>TEBING TINGGI|PERS.NEWS-</strong>Menjelang penghujung tahun 2025, kepercayaan publik terhadap birokrasi Kota Tebing Tinggi kembali diuji. Tiga kasus dugaan korupsi yang menyeret pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang bersih.(11/12/25)</p>
<p data-start="784" data-end="1124">DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tebing Tinggi menilai rangkaian kasus tersebut menjadi indikator serius bahwa integritas dan sistem pengawasan internal pemerintah daerah perlu diperkuat. Organisasi mahasiswa nasionalis itu memberikan peringatan keras agar seluruh pejabat OPD bekerja secara jujur, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="1126" data-end="1325">“<strong data-start="1127" data-end="1173">Bangkai yang disimpan pasti tercium baunya</strong>,” tegas <strong data-start="1182" data-end="1235">Ketua DPC GMNI Tebing Tinggi, Rio Samuel Manurung</strong>.<br data-start="1236" data-end="1239" />Ia menambahkan bahwa setiap bentuk penyimpangan anggaran pada akhirnya akan terungkap.</p>
<hr data-start="1327" data-end="1330" />
<h2 data-start="1332" data-end="1384"><strong data-start="1335" data-end="1384">Tiga Kasus yang Mencuat: Sorotan Tajam Publik</strong></h2>
<p data-start="1386" data-end="1524">Berikut rangkuman kasus dugaan korupsi yang ramai diberitakan oleh berbagai media dan saat ini tengah ditangani oleh aparat penegak hukum.</p>
<hr data-start="1526" data-end="1529" />
<h3 data-start="1531" data-end="1608"><strong data-start="1535" data-end="1608">1. Pengadaan Smartboard Rp 13 Miliar: Mantan Kadis Pendidikan Ditahan</strong></h3>
<p data-start="1610" data-end="1714">Kasus pertama menyangkut dugaan penyimpangan pengadaan <strong data-start="1665" data-end="1687">93 unit smartboard</strong> untuk sekolah tingkat SMP.</p>
<ul data-start="1716" data-end="1886">
<li data-start="1716" data-end="1750">
<p data-start="1718" data-end="1750">Nilai proyek: <strong data-start="1732" data-end="1748">Rp 13 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="1751" data-end="1802">
<p data-start="1753" data-end="1802">Dugaan kerugian negara: <strong data-start="1777" data-end="1800">sekitar Rp 6 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="1803" data-end="1886">
<p data-start="1805" data-end="1886">Status hukum: Mantan Kadis Pendidikan, <strong data-start="1844" data-end="1850">IK</strong>, telah ditetapkan sebagai tersangka</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1888" data-end="2077">Penyidik menduga adanya mark-up dan rekayasa harga satuan barang. Publik mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan bisa gagal mendeteksi penyimpangan pada proyek pendidikan bernilai besar.</p>
<hr data-start="2079" data-end="2082" />
<h3 data-start="2084" data-end="2142"><strong data-start="2088" data-end="2142">2. BPBD dan Dokumen Perencanaan Fiktif Rp 611 Juta</strong></h3>
<p data-start="2144" data-end="2211">Kasus kedua muncul dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).</p>
<ul data-start="2213" data-end="2460">
<li data-start="2213" data-end="2267">
<p data-start="2215" data-end="2267">Objek kasus: Penyusunan <strong data-start="2239" data-end="2265">13 dokumen perencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="2268" data-end="2311">
<p data-start="2270" data-end="2311">Dugaan kerugian negara: <strong data-start="2294" data-end="2309">Rp 611 juta</strong></p>
</li>
<li data-start="2312" data-end="2378">
<p data-start="2314" data-end="2378">Temuan: Hasil dokumen dinilai tidak memiliki output yang jelas</p>
</li>
<li data-start="2379" data-end="2460">
<p data-start="2381" data-end="2460">Status hukum: Mantan Kepala BPBD dan seorang Kabid ditetapkan sebagai tersangka</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2462" data-end="2560">Ironinya, anggaran kebencanaan yang seharusnya melindungi masyarakat justru diduga disalahgunakan.</p>
<hr data-start="2562" data-end="2565" />
<h3 data-start="2567" data-end="2631"><strong data-start="2571" data-end="2631">3. Penyelewengan BBM Subsidi di DLH: Selisih Rp 300 Juta</strong></h3>
<p data-start="2633" data-end="2764">Kasus ketiga melibatkan pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait penggunaan BBM subsidi dan pemeliharaan kendaraan operasional.</p>
<ul data-start="2766" data-end="2979">
<li data-start="2766" data-end="2804">
<p data-start="2768" data-end="2804">Total anggaran: <strong data-start="2784" data-end="2802">Rp 1,42 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="2805" data-end="2869">
<p data-start="2807" data-end="2869">Dugaan selisih/ketidaksesuaian data: <strong data-start="2844" data-end="2867">sekitar Rp 300 juta</strong></p>
</li>
<li data-start="2870" data-end="2979">
<p data-start="2872" data-end="2979">Temuan penyidik: Perbedaan signifikan antara data pembelian BBM berbasis barcode dengan SPJ yang dilaporkan</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2981" data-end="3075">Kasus ini memperlihatkan bahwa penyimpangan bisa terjadi bahkan pada level operasional harian.</p>
<hr data-start="3077" data-end="3080" />
<h2 data-start="3082" data-end="3152"><strong data-start="3085" data-end="3152">GMNI: Tiga Kasus Ini Adalah Alarm Besar Integritas Pemerintahan</strong></h2>
<p data-start="3154" data-end="3272">DPC GMNI menilai bahwa tiga perkara tersebut menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola anggaran, mulai dari:</p>
<ul data-start="3274" data-end="3357">
<li data-start="3274" data-end="3293">
<p data-start="3276" data-end="3293"><strong data-start="3276" data-end="3291">Perencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="3294" data-end="3323">
<p data-start="3296" data-end="3323"><strong data-start="3296" data-end="3321">Pengadaan barang/jasa</strong></p>
</li>
<li data-start="3324" data-end="3357">
<p data-start="3326" data-end="3357"><strong data-start="3326" data-end="3357">Pertanggungjawaban anggaran</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="3359" data-end="3517">“<strong data-start="3360" data-end="3506">Anggaran publik harus digunakan untuk rakyat, bukan untuk memperkaya individu atau kelompok. Ini persoalan moral, bukan hanya persoalan hukum,</strong>” ujar Rio.</p>
<p data-start="3519" data-end="3649">Ia menegaskan bahwa korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.</p>
<hr data-start="3651" data-end="3654" />
<h2 data-start="3656" data-end="3701"><strong data-start="3659" data-end="3701">Desakan: Penindakan Tanpa Tebang Pilih</strong></h2>
<p data-start="3703" data-end="3757">GMNI Tebing Tinggi meminta aparat penegak hukum untuk:</p>
<ul data-start="3759" data-end="3872">
<li data-start="3759" data-end="3785">
<p data-start="3761" data-end="3785">Menelusuri aliran dana</p>
</li>
<li data-start="3786" data-end="3822">
<p data-start="3788" data-end="3822">Mengungkap jaringan keterlibatan</p>
</li>
<li data-start="3823" data-end="3872">
<p data-start="3825" data-end="3872">Memeriksa pihak lain yang berpotensi terlibat</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3874" data-end="3942">“<strong data-start="3875" data-end="3930">Penegakan hukum harus komprehensif, bukan simbolis,</strong>” tegas Rio.</p>
<p data-start="3944" data-end="4081">Menurutnya, proses hukum yang transparan dan tuntas akan menjadi peringatan bagi OPD lain agar tidak bermain-main dengan anggaran publik.</p>
<hr data-start="4083" data-end="4086" />
<h2 data-start="4088" data-end="4141"><strong data-start="4091" data-end="4141">Ajakan untuk Publik: Perkuat Pengawasan Sosial</strong></h2>
<p data-start="4143" data-end="4263">GMNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawasi penggunaan anggaran daerah, khususnya pada sektor strategis:</p>
<ul data-start="4265" data-end="4326">
<li data-start="4265" data-end="4283">
<p data-start="4267" data-end="4283"><strong data-start="4267" data-end="4281">Pendidikan</strong></p>
</li>
<li data-start="4284" data-end="4303">
<p data-start="4286" data-end="4303"><strong data-start="4286" data-end="4301">Kebencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="4304" data-end="4326">
<p data-start="4306" data-end="4326"><strong data-start="4306" data-end="4326">Lingkungan hidup</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="4328" data-end="4445">Ketiga sektor ini berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga sehingga penyimpangan anggaran akan berdampak luas.</p>
<p data-start="4447" data-end="4533">“Jika publik aktif mengawasi, ruang penyimpangan semakin kecil,” tutup Rio.<br data-start="4522" data-end="4525" /><em data-start="4525" data-end="4533">(Arif)</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
