<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kejahatan Ekologis</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/kejahatan-ekologis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Dec 2025 10:15:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Kejahatan Ekologis</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PMKRI Sumut Desak Pemerintah Cabut Izin PT Agincourt Resources, Dinilai Perusak Hutan dan Pemicu Bencana Ekologis di Tapanuli</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/17/pmkri-sumut-desak-pemerintah-cabut-izin-pt-agincourt-resources-dinilai-perusak-hutan-dan-pemicu-bencana-ekologis-di-tapanuli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 10:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Audit Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Tapanuli]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Toru]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[Cabut Izin Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Ecocide]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Tapanuli]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[PT Agincourt Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Martabe]]></category>
		<category><![CDATA[WALHI Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9278</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS- Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumatera Utara, Sintong Sinaga, menyampaikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="c5c010cd-f528-4bc9-9981-95ade0afd177" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="231da456-a17e-4a8a-8f22-7a29069b3fb8" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="278" data-end="690"><strong data-start="278" data-end="305">MEDAN|PERS.NEWS- </strong>Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumatera Utara, <strong data-start="407" data-end="425">Sintong Sinaga</strong>, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan publik atas bencana banjir dan longsor yang terus berulang di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara. Bencana tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, baik secara sosial, ekonomi, maupun ekologis.(17/12/25)</p>
<p data-start="692" data-end="1106">PMKRI Sumatera Utara menegaskan bahwa rangkaian bencana ekologis yang melanda Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan wilayah sekitarnya tidak dapat semata-mata dipandang sebagai bencana alam akibat curah hujan tinggi. Kerusakan hutan serta degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru akibat aktivitas industri ekstraktif dinilai menjadi faktor utama yang memperparah dampak banjir dan longsor.</p>
<p data-start="1108" data-end="1573">Berdasarkan data dan temuan <strong data-start="1136" data-end="1160">WALHI Sumatera Utara</strong>, sedikitnya tujuh perusahaan diduga kuat berkontribusi terhadap kerusakan ekosistem Batang Toru. Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan serius adalah <strong data-start="1315" data-end="1341">PT Agincourt Resources</strong>, pengelola Tambang Emas Martabe. Aktivitas operasional perusahaan tersebut dinilai telah mengakibatkan berkurangnya tutupan hutan, terganggunya fungsi hidrologis tanah, serta meningkatnya risiko banjir dan longsor di wilayah hilir.</p>
<p data-start="1575" data-end="1610">PMKRI Sumatera Utara menilai bahwa:</p>
<ol data-start="1612" data-end="2205">
<li data-start="1612" data-end="1874">
<p data-start="1615" data-end="1874">Aktivitas eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan PT Agincourt Resources tidak mencerminkan prinsip keadilan ekologis dan mengabaikan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diamanatkan dalam <strong data-start="1840" data-end="1871">Pasal 28H ayat (1) UUD 1945</strong>.</p>
</li>
<li data-start="1875" data-end="2041">
<p data-start="1878" data-end="2041">Ekosistem Batang Toru merupakan kawasan strategis dan sangat sensitif yang seharusnya dilindungi, bukan dieksploitasi secara masif atas nama kepentingan ekonomi.</p>
</li>
<li data-start="2042" data-end="2205">
<p data-start="2045" data-end="2205">Bencana yang terjadi merupakan bentuk <strong data-start="2083" data-end="2115">kejahatan ekologis (ecocide)</strong> akibat pembiaran negara terhadap aktivitas korporasi yang terbukti merusak hutan dan DAS.</p>
</li>
</ol>
<p data-start="2207" data-end="2290">Sehubungan dengan hal tersebut, PMKRI Sumatera Utara dengan tegas menyatakan sikap:</p>
<ol data-start="2292" data-end="3002">
<li data-start="2292" data-end="2440">
<p data-start="2295" data-end="2440">Mendesak <strong data-start="2304" data-end="2363">Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara</strong> untuk segera mencabut izin operasi PT Agincourt Resources secara permanen.</p>
</li>
<li data-start="2441" data-end="2619">
<p data-start="2444" data-end="2619">Menuntut dilakukannya <strong data-start="2466" data-end="2530">audit lingkungan yang menyeluruh, independen, dan transparan</strong> terhadap seluruh aktivitas pertambangan PT Agincourt Resources di kawasan Batang Toru.</p>
</li>
<li data-start="2620" data-end="2758">
<p data-start="2623" data-end="2758">Mendorong <strong data-start="2633" data-end="2663">penegakan hukum yang tegas</strong> terhadap korporasi yang terbukti melakukan perusakan hutan dan memperparah bencana ekologis.</p>
</li>
<li data-start="2759" data-end="2896">
<p data-start="2762" data-end="2896">Menuntut <strong data-start="2771" data-end="2816">pemulihan ekologis (restorasi lingkungan)</strong> di wilayah hulu dan hilir DAS Batang Toru dengan melibatkan masyarakat lokal.</p>
</li>
<li data-start="2897" data-end="3002">
<p data-start="2900" data-end="3002">Menolak model pembangunan eksploitatif yang mengorbankan keselamatan rakyat demi keuntungan korporasi.</p>
</li>
</ol>
<p data-start="3004" data-end="3292">PMKRI Sumatera Utara menegaskan bahwa pembangunan sejati harus berpihak pada kelestarian ciptaan dan keselamatan manusia, bukan pada akumulasi modal segelintir pihak. Negara tidak boleh tunduk pada kepentingan korporasi yang terbukti merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat.</p>
<blockquote data-start="3294" data-end="3474">
<p data-start="3296" data-end="3474">“Ketika hutan dihancurkan dan rakyat menjadi korban, maka negara wajib berpihak pada rakyat, bukan pada perusak lingkungan,” tegas <strong data-start="3427" data-end="3445">Sintong Sinaga</strong>, Ketua PMKRI Sumatera Utara.(Arif)</p>
</blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
