<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ketidakadilan</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/ketidakadilan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 20:06:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Ketidakadilan</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>EW Gurky: “Jangan Bungkus Ketidakadilan dengan Kata ‘Dialog’”</title>
		<link>https://pers.news/2026/04/14/ew-gurky-jangan-bungkus-ketidakadilan-dengan-kata-dialog/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 19:49:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[EW Gurky]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Ketidakadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Penataan PKL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11176</guid>

					<description><![CDATA[BINJAI&#124;PERS.NEWS-Ketua EK LMND BINJAI, EW Gurky, melontarkan kritik tajam terhadap langkah Pemko Binjai dalam penataan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BINJAI|PERS.NEWS-K</strong>etua EK LMND BINJAI, EW Gurky, melontarkan kritik tajam terhadap langkah Pemko Binjai dalam penataan pedagang kaki lima (PKL).</p>
<p>Menurutnya, narasi yang dibangun pemerintah terkesan menutup mata terhadap realitas di lapangan yang masih sarat ketimpangan.</p>
<p>“Jangan bungkus ketidakadilan dengan kata ‘dialog’. Faktanya, penertiban di lapangan masih cenderung menyasar rakyat kecil, sementara pelanggaran lain yang lebih besar justru kerap dibiarkan,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti bahwa yang turun menemui pedagang bukanlah pimpinan tertinggi daerah.</p>
<p>“Seharusnya Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, yang turun langsung menemui pedagang. Jangan hanya diwakilkan. Ini menyangkut hajat hidup rakyat kecil,” ujarnya.</p>
<p>EW Gurky menilai kehadiran Hasanul Jihadi tidak cukup jika tidak diikuti keputusan konkret dan keberpihakan yang jelas.</p>
<p>“Turun ke lapangan itu bukan sekadar formalitas. Kalau hanya diwakilkan tanpa solusi nyata, ini menunjukkan kurangnya keseriusan,” lanjutnya.</p>
<p>Ia kemudian menyoroti adanya dugaan pembiaran terhadap sejumlah tempat usaha yang dinilai melanggar aturan.</p>
<p>“Tempat seperti Tuak Tabo, Mahkota Ponsel yang menggunakan trotoar, hingga Neo Cafe yang diduga berdiri di daerah aliran sungai (DAS), apakah sudah ditertibkan dengan tegas? Atau justru dibiarkan?” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kondisi ini memperlihatkan ketimpangan dalam penegakan aturan.</p>
<p>“Kalau PKL cepat ditindak, tapi pelanggaran lain dibiarkan, ini tebang pilih. Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegasnya.</p>
<p>Ia menegaskan, pemerintah harus mendahulukan solusi sebelum penertiban.</p>
<p>“Relokasi dan solusi harus ada sebelum penertiban, bukan setelah rakyat kecil menangis karena digusur,” ujarnya.</p>
<p>Di akhir pernyataannya, ia menegaskan pembangunan harus berpihak pada rakyat kecil.</p>
<p>“Rakyat tidak butuh pencitraan. Rakyat butuh keadilan yang nyata,” tutupnya.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
