<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Korban Jiwa</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/korban-jiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Dec 2025 07:26:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Korban Jiwa</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bencana Terbaru di Sumatra: Panggilan untuk Reformasi Tata Kelola &#038; Kesadaran Kolektif</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/17/bencana-terbaru-di-sumatra-panggilan-untuk-reformasi-tata-kelola-kesadaran-kolektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 07:22:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Jiwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9270</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS-NEWS-Dalam kurun beberapa hari terakhir, pulau Sumatra kembali dirundung duka yang dalam. Gelombang banjir bandang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN|PERS-NEWS-Dalam kurun beberapa hari terakhir, pulau Sumatra kembali dirundung duka yang dalam. Gelombang banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menelan ratusan korban jiwa, merenggut rumah, dan memaksa ratusan ribu jiwa mengungsi.</p>
<p>Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 3 Desember 2025 korban tewas telah mencapai 753 jiwa, 650 orang hilang, dan ribuan lainnya luka-luka. Puluhan ribu rumah rusak, infrastruktur publik porak-poranda, jalan strategis terputus, dan fasilitas dasar seperti sekolah, tempat ibadah, serta fasilitas kesehatan ikut terdampak.</p>
<p>Lebih dari sekadar angka: ini adalah tragedi kemanusiaan dan krisis kolektif. Ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal, anak-anak kehilangan sekolah, masyarakat kehilangan akses dasar, harapan terguncang dan trauma mendalam bagi mereka yang selamat.</p>
<p>Kenapa Bencana Terjadi Secara Masif Dan Apa yang Salah</p>
<p>Situasi ini bukan semata efek cuaca ekstrem atau nasib buruk. Ada penyebab-penyebab struktural dan sistemik yang memperparah dampak bencana:</p>
<p>Kerusakan lingkungan &amp; deforestasi: Penebangan hutan, alih fungsi lahan, aktivitas industri ekstraktif — semuanya merusak daya dukung lingkungan. Ketika hutan kehilangan perannya sebagai penyerap air dan penahan erosi, sungai meluap, tanah longsor jadi lebih mudah terjadi, dan banjir bandang menjadi jauh lebih dahsyat.</p>
<p>Ketidaksiapan infrastruktur dan mitigasi: Banyak daerah yang belum memiliki sistem peringatan dini memadai, saluran drainase rusak atau tidak ada, serta pengawasan tata ruang yang lemah. Sehingga ketika hujan lebat atau aliran sungai meningkat — dampaknya langsung fatal.</p>
<p>Penanganan reaktif, bukan preventif: Kebijakan dan respon biasanya muncul setelah kerusakan terjadi. Padahal mitigasi bencana, rehabilitasi lingkungan, pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai), dan edukasi masyarakat harus menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang — bukan sekadar tindakan darurat ketika sudah terjadi bencana.</p>
<p>Nama: Romlah Mutiara Ayugustin Sitorus<br />
NIM: 0693242107<br />
Mata Kuliah: Dasar Dasar Broadcasting<br />
Dosen Pengampu: Dr. Hotmatua Paralihan Harahap, MA</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumatera Meningkat</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/30/korban-jiwa-banjir-dan-longsor-di-sumatera-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 23:02:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggap Darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8888</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA&#124;PERS.NEWS-Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal di Sumatera Utara mencapai 217...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="286" data-end="554"><strong>JAKARTA|PERS.NEWS-</strong>Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal di Sumatera Utara mencapai 217 orang, sementara 209 warga lainnya dilaporkan masih hilang. Dalam proses pencarian dan evakuasi hari ini, banyak korban ditemukan di wilayah Tapanuli Selatan.</p>
<p data-start="556" data-end="821">Untuk wilayah Aceh, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 96 orang dan 75 lainnya belum ditemukan. Korban tersebar di 11 kabupaten atau kota yang mengalami dampak korban jiwa, sedangkan daerah terdampak secara keseluruhan mencapai 18 kabupaten atau kota.</p>
<p data-start="823" data-end="1061">Sementara itu, kondisi di Sumatera Barat dilaporkan sudah lebih terkendali dibandingkan Aceh dan Sumut. Jumlah korban meninggal di Sumbar kini menjadi 129 orang, dengan 118 orang masih dalam pencarian dan 16 lainnya mengalami luka-luka.</p>
<hr data-start="1063" data-end="1066" />
<p data-start="1068" data-end="1144"><strong data-start="1068" data-end="1142">Arahan Presiden Prabowo, Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional</strong></p>
<p data-start="1146" data-end="1373">Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh unsur nasional untuk mempercepat penanganan darurat bencana di tiga provinsi terdampak tersebut yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.</p>
<p data-start="1375" data-end="1600">Percepatan evakuasi, pendistribusian logistik, perlindungan pengungsi, penyediaan layanan kesehatan, hingga pemulihan akses transportasi dan komunikasi terus dilakukan oleh pemerintah bersama TNI, Polri, serta unsur daerah.</p>
<p data-start="1602" data-end="1873">Pratikno menambahkan bahwa pemerintah juga menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sambil tetap memaksimalkan fase tanggap darurat. Penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak menjadi prioritas yang tengah dipercepat pelaksanaannya.</p>
<p data-start="1875" data-end="2023">Ia memberikan apresiasi kepada seluruh aparat dan relawan yang bekerja langsung di lokasi terdampak demi mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.(*)</p>
<p data-start="1875" data-end="2023">Sumber :DTK/Kepala BNPB Letjen TNI Bapak Suharyanto</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
