<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kriminal &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/kriminal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Aug 2026 09:01:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Kriminal &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Duduk di Loket, Pria di Binjai Diserang OTK Bersenjata Tajam</title>
		<link>https://pers.news/2026/08/21/duduk-di-loket-pria-di-binjai-diserang-otk-bersenjata-tajam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 09:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[InfoBinjai]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=13349</guid>

					<description><![CDATA[BINJAI &#124;PERS.NEWS— Aksi penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam terjadi di Loket...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1 style="padding-left: 40px;"></h1>
<p><strong>BINJAI |PERS.NEWS—</strong> Aksi penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam terjadi di Loket Simpati Star, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Senin (19/8/2026).</p>
<p>Seorang pria bernama Rido (25) menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Rido bersama sejumlah rekannya tengah duduk di sekitar loket.</p>
<p>Menurut Rido, tiba-tiba sekelompok orang datang menggunakan satu unit mobil Toyota Calya berwarna putih dan sekitar lima sepeda motor. Para pelaku diduga membawa batu dan senjata tajam.</p>
<blockquote><p>“Kami lagi duduk-duduk di loket, Bang. Tiba-tiba datang orang tak dikenal mengendarai mobil putih Calya dan lima sepeda motor dengan membawa batu serta senjata tajam,” ujar Rido.</p></blockquote>
<p>Rido mengaku tidak mengetahui motif penyerangan tersebut. Para pelaku yang disebut mengenakan penutup wajah atau sebo kemudian menyerang dirinya dan sejumlah rekannya.</p>
<p>Akibat serangan tersebut, Rido mengalami luka bacok cukup serius di bagian punggung hingga mendapat 19 jahitan. Sementara salah seorang rekannya mengalami luka pada tangan kanan.</p>
<blockquote><p>“Sudah enggak aman situasi Binjai ini, Bang. Aku enggak ada masalah, tiba-tiba diginikan,” tegasnya.</p></blockquote>
<p>Usai kejadian, personel Unit I Pidum Satreskrim Polres Binjai mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.</p>
<p>Rido bersama rekannya kemudian membuat laporan resmi ke SPKT Polres Binjai. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor STTLP/B/453/VIII/2026/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA.</p>
<p>Rido berharap pihak kepolisian segera mengungkap identitas dan menangkap para pelaku. Ia juga meminta aparat meningkatkan pengamanan agar situasi keamanan di Kota Binjai tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, motif penyerangan maupun identitas para pelaku belum diketahui secara pasti. Kasus tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak kepolisian.<strong>(Red)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polsek Na IX-X Ungkap Dugaan Transaksi Sabu di Rumah Kosong, Seorang Pria Diamankan</title>
		<link>https://pers.news/2026/08/16/polsek-na-ix-x-ungkap-dugaan-transaksi-sabu-di-rumah-kosong-seorang-pria-diamankan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 10:50:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Labuhanbatu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[penangkapan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek NA IX-X]]></category>
		<category><![CDATA[Sabu-sabu]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=13227</guid>

					<description><![CDATA[LABUHANBATU UTARA&#124;PERS.NEWS— Informasi dari masyarakat kembali membuahkan hasil. Unit Reskrim Polsek Na IX-X, Polres Labuhanbatu,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><span data-prompt-literal-paste=""><strong>LABUHANBATU UTARA|PERS.NEWS—</strong> Informasi dari masyarakat kembali membuahkan hasil. Unit Reskrim Polsek Na IX-X, Polres Labuhanbatu, mengamankan seorang pria berinisial DP alias Den (42) dalam pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu di sebuah rumah kosong, Dusun I, Desa Simpang Merbau, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (16/8/2026).</span></p>
<p>DP yang merupakan warga Dusun II Perkebunan Brunsel, Kecamatan Merbau, Labuhanbatu Utara, diamankan polisi sekitar pukul 10.30 WIB . Berdasarkan laporan kepolisian, pria tersebut disebut bukan residivis.</p>
<p>Pengungkapan bermula ketika personel Unit Reskrim Polsek Na IX-X menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika di sebuah rumah kosong di wilayah tersebut.</p>
<p>Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Na IX-X IPTU Dr. Iskandar Muda Sipayung, S.H., M.H., M.M., bergerak menuju lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.</p>
<p>Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan dan mengamankan DP. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkotika.</p>
<p>Barang bukti yang diamankan berupa dua plastik klip berisi diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat masing-masing 1,70 gram bruto dan 0,43 gram bruto , dengan total keseluruhan mencapai 2,14 gram bruto .</p>
<p>Tidak hanya sabu, polisi juga mengamankan sembilan bungkus plastik klip bening kecil kosong , satu bungkus plastik bening sedang kosong, dua lembar uang pecahan Rp50.000, satu alat hisap atau bong yang terbuat dari botol Lasegar, satu kaca pirek, satu skop yang terbuat dari pipet kecil, dua buah mancis, serta satu lembar daun kering.<img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-13229" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260816-WA0017.jpg" alt="" width="1200" height="1600" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260816-WA0017.jpg 1200w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260816-WA0017-768x1024.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260816-WA0017-1152x1536.jpg 1152w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si.  melalui laporan resmi menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh personel Polsek Na IX-X.</p>
<p>Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkotika kepada pihak kepolisian.</p>
<p>Selanjutnya, DP beserta seluruh barang bukti diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>Polisi masih melakukan proses penyidikan dan pendalaman terkait dugaan tindak pidana narkotika tersebut. (Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Berawal dari Transaksi Mobil, Warga Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polda Sumut</title>
		<link>https://pers.news/2026/07/27/diduga-berawal-dari-transaksi-mobil-warga-laporkan-dugaan-pengeroyokan-ke-polda-sumut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 13:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Dwi Kora]]></category>
		<category><![CDATA[Honda WR-V]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Asrama]]></category>
		<category><![CDATA[Komplek Bumi Asri]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[laporan polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Marwandi]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Helvetia]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[SPKT Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[STPL]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi jual beli mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12751</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN &#124;PERS.NEWS– Dugaan tindak pidana pengeroyokan yang diduga dipicu transaksi jual beli mobil kini memasuki...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN |PERS.NEWS–</strong> Dugaan tindak pidana pengeroyokan yang diduga dipicu transaksi jual beli mobil kini memasuki proses hukum. Seorang warga bernama Marwandi resmi melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Utara.</p>
<figure id="attachment_12752" aria-describedby="caption-attachment-12752" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-12752" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260727-WA0033.jpg" alt="" width="1200" height="1600" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260727-WA0033.jpg 1200w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260727-WA0033-768x1024.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260727-WA0033-1152x1536.jpg 1152w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-12752" class="wp-caption-text">Keterangan : Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dari SPKT Polda Sumatera Utara terkait laporan dugaan pengeroyokan yang dilaporkan oleh Marwandi.</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan tersebut diterima dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STTLP/B/1212/VII/2026/SPKT/Polda Sumatera Utara, tertanggal 27 Juli 2026, terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan isi laporan, peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 19.40 WIB di Jalan Asrama No. 143, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam laporannya, Marwandi mengaku datang ke lokasi untuk memenuhi undangan terkait transaksi jual beli sebuah mobil. Setibanya di lokasi, mobil yang dibawanya disebut sempat diperiksa oleh pihak yang ditemuinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, situasi disebut berubah mencekam. Pelapor mengaku diteriaki sebagai &#8220;maling mobil&#8221; sebelum sejumlah orang diduga melakukan pengeroyokan terhadap dirinya. Akibat kejadian tersebut, pelapor mengaku mengalami luka memar di bagian wajah, hidung, kepala, dan tubuh sebelah kiri serta merasakan sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Merasa menjadi korban tindak pidana, pelapor kemudian mendatangi SPKT Polda Sumatera Utara untuk membuat laporan resmi agar peristiwa tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Sumatera Utara mengenai perkembangan penyelidikan maupun tanggapan dari pihak yang dilaporkan. Informasi dalam berita ini merupakan keterangan sebagaimana tercantum dalam laporan polisi dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya fakta hukum yang berkekuatan tetap.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HEBOH Diduga Transaksi Jual Beli Mobil Berujung Pengeroyokan, Dua Anggota TNI dan Satu Warga Sipil Jadi Korban di Komplek Bumi Asri</title>
		<link>https://pers.news/2026/07/27/heboh-diduga-transaksi-jual-beli-mobil-berujung-pengeroyokan-dua-anggota-tni-dan-satu-warga-sipil-jadi-korban-di-komplek-bumi-asri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 12:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[anggota TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Damai]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Honda WR-V]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Asrama]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Komplek Bumi Asri]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Helvetia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[video viral]]></category>
		<category><![CDATA[warga sipil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12748</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI dan seorang warga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong> Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI dan seorang warga sipil viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Komplek Bumi Asri, Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang beredar, insiden itu diduga bermula dari rencana transaksi jual beli sebuah mobil Honda WR-V. Pihak yang mengaku sebagai calon pembeli disebut mengundang agen penjual untuk bertemu di lokasi.</p>
<p>Namun, situasi diduga berubah menjadi ricuh. Agen penjual yang datang bersama dua anggota TNI disebut diteriaki sebagai &#8220;maling&#8221; sebelum akhirnya diduga menjadi korban pengeroyokan. Selain dua anggota TNI, seorang warga sipil juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Dalam narasi yang beredar di media sosial, sejumlah orang yang berada di lokasi, termasuk seorang perempuan berbaju putih, disebut diduga memiliki peran dalam rangkaian kejadian. Namun, informasi tersebut masih sebatas klaim yang beredar dan belum memperoleh konfirmasi dari aparat penegak hukum.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait kronologi lengkap, identitas para pihak yang terlibat, maupun motif sebenarnya dalam insiden tersebut. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara utuh.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi atau menyimpulkan siapa yang bersalah sebelum adanya hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bom Molotov Bakar Barbershop di SM Raja, Empat Pelaku Dibekuk dalam Waktu Kurang dari 24 Jam</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/13/bom-molotov-bakar-barbershop-di-sm-raja-empat-pelaku-dibekuk-dalam-waktu-kurang-dari-24-jam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 18:06:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Barbershop Pleasure]]></category>
		<category><![CDATA[Bom Molotov]]></category>
		<category><![CDATA[Densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan SM Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Pembakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Rantau Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Rantauprapat]]></category>
		<category><![CDATA[Satreskrim Polres Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu Endrajaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12192</guid>

					<description><![CDATA[LABUHANBATU &#124; PERS.NEWS — Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap kasus pelemparan bom molotov yang mengakibatkan terbakarnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUHANBATU | PERS.NEWS —</strong> Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap kasus pelemparan bom molotov yang mengakibatkan terbakarnya sebuah barbershop di Jalan SM Raja, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. Empat pelaku berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 1&#215;24 jam, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.</p>
<p>Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam kegiatan press release yang dipimpin Wakapolres Labuhanbatu, KOMPOL P.S. Simbolon, S.H., pada Sabtu (13/6/2026).</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP M. Jihad Fajar Balman, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa pembakaran terjadi pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Para pelaku yang berinisial RHZ (24), SDP (21), AF (23), RH (22), dan F (23), diduga secara bersama-sama melakukan pembakaran terhadap Barbershop Pleasure menggunakan empat botol bom molotov yang dilemparkan secara bergantian ke arah bangunan.</p>
<p>Akibat aksi tersebut, bangunan barbershop mengalami kebakaran. Dua korban, yakni Madhan Ali Husein Pohan dan Akdela Amaroz Ananta Pohan, mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, korban juga mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp20 juta.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan, motif pelaku diduga dipicu rasa sakit hati. Pada 2 Juni 2026, tersangka RHZ mendatangi mantan pacarnya, Malahayati Sadiah Ritonga, di Barbershop Pleasure untuk menagih utang. Saat itu terjadi cekcok mulut antara RHZ dengan pemilik barbershop, Madhan Ali Husein Pohan. Merasa tersinggung, RHZ kemudian mengajak empat rekannya untuk melakukan aksi balas dendam dengan membakar barbershop tersebut menggunakan bom molotov yang mereka rakit sendiri.</p>
<p>Kasat Reskrim menjelaskan, pada Senin (8/6/2026) malam para pelaku berkumpul di Rantauprapat. RHZ kemudian membeli empat botol bir yang selanjutnya dirakit menjadi bom molotov sebelum digunakan dalam aksi pembakaran pada dini hari berikutnya.</p>
<p>Berbekal hasil penyelidikan intensif, Satreskrim Polres Labuhanbatu bersama Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Satgas Wilayah Sumut Densus 88 berhasil mengamankan empat tersangka di Kota Medan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. Sementara itu, satu tersangka berinisial F yang diduga berperan sebagai pengemudi kendaraan masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu petugas.</p>
<p>Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pecahan botol bom molotov, lima unit telepon genggam milik para pelaku, satu unit mobil Daihatsu Ayla warna putih, pakaian yang digunakan saat kejadian, serta sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.</p>
<p>Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 308 ayat (2) juncto Pasal 20 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana secara bersama-sama melakukan perbuatan yang mengakibatkan kebakaran, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.</p>
<p>Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan, S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk tindak pidana yang mengancam keselamatan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap informasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,&#8221; tegasnya.(ihb)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantan Calon Wali Kota Medan Dilaporkan ke Polda Sumut atas Dugaan Malapraktik dan Pungutan Rp85 Juta</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/08/mantan-calon-wali-kota-medan-dilaporkan-ke-polda-sumut-atas-dugaan-malapraktik-dan-pungutan-rp85-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 18:18:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[beritamedan]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaSumut]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[DugaanMalapraktik]]></category>
		<category><![CDATA[DuniaMedis]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi.]]></category>
		<category><![CDATA[KasusMedis]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Malapraktik]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[PoldaSumut]]></category>
		<category><![CDATA[RumahSakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12060</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Seorang dokter bedah saraf yang juga dikenal sebagai mantan calon Wali Kota Medan berinisial...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS</strong>– Seorang dokter bedah saraf yang juga dikenal sebagai mantan calon Wali Kota Medan berinisial Prof. RD dilaporkan ke Polda Sumatera Utara atas dugaan malapraktik medis serta dugaan pungutan biaya operasi di luar mekanisme resmi rumah sakit.</p>
<p>Laporan tersebut tercatat dengan nomor <strong>STTLP/B/506/IV/2026/SPKT/Polda Sumut</strong> dan diajukan oleh seorang pasien bernama Nurlita, warga Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.</p>
<h3>Kronologi Versi Pelapor</h3>
<p>Menurut keterangan pelapor, kasus bermula pada April 2025 saat ia mengalami nyeri pada punggung. Hasil pemeriksaan medis termasuk MRI tulang belakang menunjukkan dugaan adanya massa yang mengarah pada tumor jenis meningioma di area torakal T4 yang menekan saraf tulang belakang.</p>
<p>Pasien kemudian berkonsultasi dengan Prof. RD di Rumah Sakit Malahayati Medan. Setelah pemeriksaan lanjutan, ia disarankan menjalani operasi pengangkatan massa tersebut.</p>
<p>Namun sebelum operasi yang dilakukan pada 29 Mei 2025, pihak keluarga pasien diminta membayar uang muka sebesar Rp30 juta yang ditransfer ke rekening pribadi atas nama TP, yang disebut sebagai ajudan atau perantara dokter tersebut.</p>
<h3>Biaya dan Penanganan Pascaoperasi</h3>
<p>Setelah operasi, keluarga pasien menyebut mendapatkan penjelasan bahwa tumor yang terlihat pada hasil MRI sebelumnya tidak ditemukan, melainkan hanya kista yang pecah saat tindakan operasi.</p>
<p>Pasien kemudian menjalani perawatan selama empat hari dan dipulangkan pada 2 Juni 2025. Saat proses administrasi kepulangan, keluarga kembali diminta membayar Rp55 juta, sehingga total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp85 juta. Pembayaran disebut kembali ditransfer ke rekening yang sama.</p>
<p>Pihak keluarga menyatakan hanya menerima kwitansi pribadi yang dibubuhi stempel rumah sakit tanpa rincian tagihan resmi.</p>
<h3>Kondisi Pasien</h3>
<p>Beberapa minggu setelah operasi, kondisi Nurlita dilaporkan tidak membaik. Ia mengaku mengalami pembengkakan pada kaki, rasa panas, dan kesulitan berjalan hingga harus menggunakan tongkat.</p>
<p>Keluhan tersebut disebut telah disampaikan kepada dokter saat kontrol maupun melalui pesan WhatsApp, namun dijelaskan sebagai bagian dari proses pemulihan pascaoperasi.</p>
<p>Namun, kondisi pasien justru disebut semakin memburuk. Pada November 2025, hasil MRI di rumah sakit lain menunjukkan massa masih berada di lokasi yang sama dan tetap menekan saraf tulang belakang.</p>
<p>“Ketika hasil MRI keluar, saya diberitahu bahwa massa tersebut masih ada. Saya bingung mengapa harus dioperasi lagi padahal sebelumnya sudah dilakukan tindakan operasi,” ujar Nurlita dalam keterangannya.</p>
<p>Beberapa hari setelah itu, Prof. RD disebut sempat menyampaikan permintaan maaf melalui pesan WhatsApp dan mengakui kurang agresif dalam tindakan operasi pertama.</p>
<h3>Operasi Kedua</h3>
<p>Merasa tidak puas dengan hasil penanganan sebelumnya, pasien kemudian mencari pendapat medis lain dan menjalani pemeriksaan di rumah sakit swasta di Medan.</p>
<p>Setelah MRI kontras dan evaluasi ulang, pasien menjalani operasi kedua pada 28 November 2025. Dalam tindakan tersebut, tim dokter menemukan tumor yang masih berada sekitar satu sentimeter dari lokasi operasi sebelumnya dan kemudian berhasil diangkat untuk diperiksa di laboratorium patologi anatomi.</p>
<h3>Tanggapan dan Proses Hukum</h3>
<p>Kuasa hukum dan keluarga pasien melaporkan dugaan malapraktik serta dugaan aliran pembayaran biaya tindakan medis ke rekening pribadi kepada Polda Sumatera Utara. Mereka meminta agar kasus ini diusut secara menyeluruh.</p>
<p>Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Prof. RD, T.P, maupun pihak Rumah Sakit Malahayati terkait laporan tersebut.</p>
<p>Pihak media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari semua pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tangis Mulana Pecah di Polrestabes Medan, Kandungan Dipastikan Selamat Usai Ditendang Preman</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/05/tangis-mulana-pecah-di-polrestabes-medan-kandungan-dipastikan-selamat-usai-ditendang-preman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 09:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Deli Serdang]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[korban penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polrestabes Medan]]></category>
		<category><![CDATA[premanisme]]></category>
		<category><![CDATA[Tembung]]></category>
		<category><![CDATA[USG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11964</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Tangis haru Mulana Kartina Nainggolan (30), korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum preman di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong> Tangis haru Mulana Kartina Nainggolan (30), korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum preman di kawasan Terowongan Tembung, pecah saat berada di Polrestabes Medan. Didampingi sang suami, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah bergerak cepat menangani kasus yang menimpa dirinya dan keluarga.</p>
<p>Dalam keterangannya, Mulana mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan beserta jajaran, termasuk Kasatreskrim dan Kanit Resmob, yang dinilainya sigap dalam mengungkap kasus tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya saat ini berangsur membaik setelah menjalani pemeriksaan medis.</p>
<p>“Keadaan saya saat ini puji Tuhan sudah lumayan enak, tadi hasil USG kandungan saya sehat, tidak terjadi apa-apa,” ujarnya dengan haru.</p>
<p>Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Mulana yang tengah dibonceng suaminya melintas di lokasi kejadian ketika tiba-tiba terjadi keributan antara suaminya dan sejumlah pria yang diduga preman.</p>
<p>Dalam video yang beredar, terlihat cekcok hingga aksi kekerasan terjadi di tengah jalan. Suami korban dipukul hingga helm yang dikenakannya terlepas, sementara seorang pria lain yang mengenakan celana loreng tampak menendang bagian perut Mulana yang saat itu sedang hamil. Warga sekitar sempat mencoba melerai, namun situasi sempat memanas hingga pelaku diduga sempat mengancam dengan senjata api sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.</p>
<p>Mulana mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Ia menuturkan bahwa dirinya sempat merasakan sakit di bagian perut, namun saat itu lebih fokus pada kondisi suaminya yang menjadi sasaran pemukulan. Setelah kejadian, rasa sakit masih dirasakannya sehingga ia sempat khawatir terhadap kondisi janinnya, terlebih ia memiliki riwayat keguguran sebelumnya dan telah menantikan kehadiran buah hati selama empat tahun.</p>
<p>“Saya sempat takut ada gangguan di kandungan. Apalagi kami sudah lama menantikan ini,” ungkapnya.</p>
<p>Meski demikian, hasil pemeriksaan USG memberikan kelegaan karena kandungan Mulana dinyatakan dalam kondisi baik. Namun, ia mengaku masih mengalami trauma mendalam akibat insiden tersebut, terutama karena lokasi kejadian yang menurutnya kerap terjadi keributan atau tawuran.</p>
<p>“Saya sudah takut dengan kondisi tawuran di situ, makanya kami berhenti. Kami sebenarnya tidak ada niat merekam atau mencari masalah,” katanya.</p>
<p>Di sisi lain, pihak kepolisian dari Polrestabes Medan bergerak cepat setelah menerima laporan dan informasi terkait kejadian tersebut. Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Bimo Setiadi, mengatakan bahwa tim segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan dua pelaku berinisial Zulpikar (37) dan Zulyarham (46) pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 WIB.</p>
<p>“Keduanya ditangkap di sekitar lokasi dan mengakui perbuatannya,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, kedua pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, masyarakat berharap kasus ini dapat diproses secara tuntas agar memberikan rasa keadilan bagi korban dan menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gerak Cepat Polrestabes Medan, Pelaku Penganiayaan Pasutri Ditangkap Dalam Hitungan Jam</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/03/gerak-cepat-polrestabes-medan-pelaku-penganiayaan-pasutri-ditangkap-dalam-hitungan-jam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 21:42:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Ogah]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polrestabes Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Satreskrim]]></category>
		<category><![CDATA[Soft Gun]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Tembung]]></category>
		<category><![CDATA[Terowongan Tembung]]></category>
		<category><![CDATA[TimJCS]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11895</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS— Dua pria yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap pasangan suami istri di kawasan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS—</strong> Dua pria yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap pasangan suami istri di kawasan Jalan Baru Terowongan Tembung akhirnya berhasil diamankan oleh jajaran Polrestabes Medan. Penangkapan dilakukan hanya beberapa jam setelah peristiwa yang terjadi pada Rabu sore (3/6/2026) tersebut viral di media sosial.</p>
<figure id="attachment_11896" aria-describedby="caption-attachment-11896" style="width: 900px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11896" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260604-WA0006.jpg" alt="" width="900" height="734" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260604-WA0006.jpg 900w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260604-WA0006-768x626.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption id="caption-attachment-11896" class="wp-caption-text">Keterangan : Dua diduga pelaku penganiayaan terhadap pasangan suami istri di kawasan Jalan Baru Terowongan Tembung, Medan, saat diamankan di Polrestabes Medan</figcaption></figure>
<p>Di bawah komando Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., aparat bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Timsus Jaga Cegah Sigap (TimJCS) Satreskrim Polrestabes Medan kemudian berhasil menangkap keduanya pada malam hari di tanggal yang sama.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan awal, kedua pelaku diketahui merupakan sosok yang selama ini dikenal masyarakat sebagai &#8220;Pak Ogah&#8221;. Salah satu pelaku yang dalam video terlihat mengenakan celana loreng diketahui berprofesi sebagai tukang las, sedangkan pelaku lainnya disebut tidak memiliki pekerjaan tetap.</p>
<p>Polisi juga mengungkap fakta bahwa benda yang sempat terlihat seperti senjata api dalam video tersebut ternyata merupakan soft gun.</p>
<p>Penangkapan kedua pelaku dilakukan setelah rekaman aksi penganiayaan itu menyebar luas di media sosial dan mendapat perhatian publik. Video tersebut turut diunggah oleh akun Instagram Medan Headlines sehingga memicu berbagai reaksi dari masyarakat.</p>
<p>Kasus ini sempat menimbulkan keresahan warga karena aksi kekerasan terjadi di ruang publik dan terekam oleh kamera warga. Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kantor LBH HBB Medan Dibobol Dini Hari, Empat AC dan Pipa Tembaga Digondol</title>
		<link>https://pers.news/2026/03/21/kantor-lbh-hbb-medan-dibobol-dini-hari-empat-ac-dan-pipa-tembaga-digondol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 15:36:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[LBH HBB]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[pembobolan]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polrestabes Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10840</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS— Pembobolan Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Horas Bangso Batak (HBB) di Jalan Menteng VII...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute top-0" aria-hidden="true" data-edge="true"><strong>MEDAN|PERS.NEWS—</strong> Pembobolan Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Horas Bangso Batak (HBB) di Jalan Menteng VII pada Jumat dini hari (20/3/2026) menyisakan pola yang tidak biasa. Barang yang diambil hanya yang bernilai tinggi dan mudah diuangkan.</div>
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:cae24eec-d771-4c15-89a9-2bfbdb6bbe89-0" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="cdae4870-fe27-4dbb-b055-0cce179e843d" data-message-model-slug="gpt-5-3">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="324" data-end="419">Empat unit AC dan tujuh batang pipa tembaga raib. Tidak ada barang lain yang dilaporkan hilang.</p>
<p data-start="421" data-end="605">Aksi tersebut diperkirakan berlangsung antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Pelaku diduga masuk dengan merusak bagian bangunan, lalu bergerak cepat tanpa menimbulkan kegaduhan berarti.</p>
<p data-start="607" data-end="697">Dari pola pencurian tersebut muncul dugaan awal bahwa pelaku tidak bekerja secara spontan.</p>
<p data-start="699" data-end="951">Barang yang diambil tergolong spesifik. AC dan pipa tembaga dikenal memiliki nilai jual tinggi di pasar barang bekas serta relatif mudah dipindahkan. Hal ini memunculkan kemungkinan bahwa pelaku sudah mengetahui sejak awal apa yang akan menjadi target.</p>
<p data-start="953" data-end="1119">Ketua LBH HBB, <strong data-start="968" data-end="993">Tomson Marisi Parapat</strong>, memastikan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke <strong data-start="1053" data-end="1074">Polrestabes Medan</strong> dan berharap kasus ini segera diusut tuntas.</p>
<p data-start="1121" data-end="1189">“Kami sudah laporkan. Harapannya ini bisa segera diungkap,” ujarnya.</p>
<p data-start="1191" data-end="1393">Menariknya, saat kejadian kantor disebut berada dalam pengawasan petugas jaga. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa pelaku memanfaatkan momen kelengahan atau sebelumnya telah mempelajari situasi di lokasi.</p>
<p data-start="1395" data-end="1553">Namun hingga saat ini, seluruh dugaan tersebut masih dalam tahap awal. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun motif pelaku.</p>
<p data-start="1555" data-end="1622">Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.</p>
<p data-start="1624" data-end="1817">Kasus ini kembali menunjukkan bahwa kejahatan kini kerap dilakukan dengan perencanaan yang lebih terarah—bukan sekadar mengambil apa yang ada, tetapi memilih barang dengan nilai ekonomi tinggi.</p>
<p data-start="1819" data-end="1941" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dini hari di Medan kembali menyisakan cerita yang sama: aksi cepat, hasil besar, dan jejak yang masih harus diurai aparat.(Red)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Boks Plastik di Medan Denai Ditangkap</title>
		<link>https://pers.news/2026/03/12/10684/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 21:21:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[beritamedan]]></category>
		<category><![CDATA[crime]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi.]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10684</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Kasus penemuan mayat perempuan di dalam boks kontainer plastik yang sempat menggegerkan warga Jalan Menteng...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Kasus penemuan mayat perempuan di dalam boks kontainer plastik yang sempat menggegerkan warga Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya mulai menemui titik terang.</p>
<p>Polisi dilaporkan telah menangkap pelaku pembunuhan yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban.</p>
<p>Sebelumnya, warga di kawasan tersebut dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan muda di dalam boks plastik berwarna putih dengan tutup biru yang diletakkan di bawah pohon pisang di ujung permukiman.</p>
<p>Korban diketahui berinisial RHM (20), seorang perantau asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang baru beberapa waktu menetap di Kota Medan.</p>
<p>Selama tinggal di Medan, RHM bekerja di sebuah toko ponsel dan menetap bersama orang tua sambung serta saudara tirinya.</p>
<p>Korban Tidak Masuk Kerja<br />
Sebelum jasadnya ditemukan, korban diketahui tidak masuk kerja selama dua hari tanpa memberikan kabar.</p>
<p>Pihak tempat kerja mencoba menghubungi korban, namun nomor teleponnya sudah tidak aktif.</p>
<p>Karena khawatir, pemilik toko kemudian menghubungi keluarga korban di kampung halaman.</p>
<p>Kabar tersebut membuat keluarga terkejut, terlebih setelah mengetahui bahwa RHM ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p>“Selama di Medan dia kerja di toko ponsel. Kami baru mendapat kabar sore ini dan sangat syok,” ujar salah satu kerabat korban.</p>
<p>Kronologi Penemuan Jasad<br />
Penemuan jasad bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah boks plastik besar yang mengeluarkan bau tidak sedap.</p>
<p>Boks tersebut berada di bawah pohon pisang di ujung permukiman warga.</p>
<p>Awalnya warga mengira boks itu berisi bangkai hewan.</p>
<p>Namun saat dibuka, warga justru menemukan tubuh manusia yang terbungkus karung dan kain di dalamnya.</p>
<p>Warga kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.</p>
<p>Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Kesaksian Warga<br />
Sejumlah warga mengaku sempat melihat seorang pria mengenakan jaket ojek online datang ke lokasi menggunakan sepeda motor.</p>
<p>Pria tersebut terlihat berhenti sebentar di tempat boks plastik itu ditemukan sebelum kemudian pergi meninggalkan lokasi.</p>
<p>Kesaksian warga ini menjadi salah satu petunjuk penting bagi pihak kepolisian dalam proses penyelidikan.</p>
<p>Proses Hukum<br />
Keluarga korban di Labuhanbatu Utara telah membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.</p>
<p>Saat ini kakak korban berada di Medan untuk mengurus administrasi serta laporan terkait kematian adiknya.</p>
<p>Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap pembunuhan tersebut.(Red)</p>
<p>Kasus ini masih terus dalam penyelidikan lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
