<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lingkungan Hidup &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/lingkungan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Jun 2026 14:19:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Lingkungan Hidup &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ekonomi vs Ekologi: Menakar Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Ancaman Deforestasi</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/12/ekonomi-vs-ekologi-menakar-janji-19-juta-lapangan-kerja-dan-ancaman-deforestasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 14:19:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AMDAL]]></category>
		<category><![CDATA[Deforestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[HMi]]></category>
		<category><![CDATA[HMI Komisariat FISIP Universitas Malikussaleh]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Khoiruddin Harahap]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Berkelanjutan.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12182</guid>

					<description><![CDATA[Catatan Kritis Kader HMI Komisariat FISIP Universitas Malikussaleh Oleh: Khoiruddin Harahap ACEH&#124;PERS.NEWS-Janji penciptaan 19 juta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan Kritis Kader HMI Komisariat FISIP Universitas Malikussaleh</p>
<p>Oleh: Khoiruddin Harahap</p>
<p><strong>ACEH|PERS.NEWS-</strong>Janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang disampaikan pemerintah menjadi salah satu narasi besar dalam agenda pembangunan nasional. Di tengah tingginya angka pengangguran dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan yang layak, target tersebut tentu menghadirkan harapan. Bagi generasi muda, terutama mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja, peluang kerja merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.</p>
<p>Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat pertanyaan mendasar yang perlu dikritisi: sejauh mana ambisi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dapat berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan?</p>
<p>Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius berupa laju deforestasi, degradasi lingkungan, serta meningkatnya risiko bencana ekologis. Berbagai proyek investasi yang berorientasi pada ekspansi industri, pertambangan, dan pembukaan lahan sering kali menimbulkan konsekuensi terhadap kawasan hutan dan ekosistem yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, janji jutaan lapangan kerja tidak boleh hanya dipahami sebagai keberhasilan ekonomi semata. Pembangunan harus dilihat secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan dampak sosial dan ekologis yang ditimbulkannya. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang dicapai melalui eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan pada akhirnya akan menciptakan biaya lingkungan yang jauh lebih besar daripada manfaat ekonomi yang diperoleh.</p>
<p>Kita tidak dapat menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat kerusakan lingkungan. Banjir, longsor, krisis air bersih, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga meningkatnya suhu global merupakan dampak nyata dari kebijakan pembangunan yang mengabaikan aspek keberlanjutan. Ironisnya, kelompok masyarakat kecil sering kali menjadi pihak yang paling terdampak dari berbagai krisis ekologis tersebut.</p>
<p>Sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), saya memandang bahwa pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Keduanya bukanlah dua pilihan yang harus dipertentangkan, melainkan dua tujuan yang harus dicapai secara bersamaan. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.</p>
<p>Oleh karena itu, transparansi dalam pemberian izin usaha, penguatan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan, serta pengembangan ekonomi hijau harus menjadi prioritas dalam setiap agenda pembangunan. Penciptaan lapangan kerja memang penting, tetapi kualitas pembangunan jauh lebih penting untuk memastikan bahwa kesejahteraan yang dibangun hari ini tidak berubah menjadi krisis di masa depan.</p>
<p>Bangsa ini membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus berkelanjutan. Angka 19 juta lapangan kerja akan menjadi capaian yang membanggakan apabila tidak dibayar dengan hilangnya jutaan hektare hutan, rusaknya ekosistem, dan meningkatnya kerentanan lingkungan. Sebaliknya, pembangunan yang mengabaikan aspek ekologis hanya akan mewariskan masalah bagi generasi berikutnya.</p>
<p>Karena itu, pertanyaan yang harus terus diajukan bukan hanya berapa banyak lapangan kerja yang berhasil diciptakan, tetapi juga lingkungan seperti apa yang akan diwariskan kepada anak cucu bangsa. Di titik inilah ekonomi dan ekologi harus dipertemukan dalam satu visi pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada masa depan Indonesia.(Red)</p>
<p>Khoiruddin Harahap<br />
Kader HMI Komisariat FISIP Universitas Malikussaleh.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PW IPA Sumut Demo di Polda Sumut, Desak Usut Dugaan Penutupan Sungai di Batu Bara</title>
		<link>https://pers.news/2026/04/24/pw-ipa-sumut-demo-di-polda-sumut-desak-usut-dugaan-penutupan-sungai-di-batu-bara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 14:29:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Batubara]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[PW IPA Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Badak Mati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11314</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Puluhan massa yang tergabung dalam Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong> Puluhan massa yang tergabung dalam Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumut, Jumat (24/04/2026). Mereka menuntut aparat penegak hukum mengusut dugaan penutupan aliran Sungai Badak Mati di Kabupaten Batu Bara.</p>
<p dir="ltr">Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan alih fungsi sungai yang dinilai berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.</p>
<p dir="ltr">Ketua PW IPA Sumut, Ahmad Irham Tajhi, menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur sungai, tetapi juga menyangkut hak masyarakat dan kelestarian lingkungan.</p>
<p dir="ltr">“Ini bukan hanya soal sungai, tetapi menyangkut masa depan masyarakat yang terdampak,” ujarnya dalam orasi.</p>
<p dir="ltr">Ia juga meminta Polda Sumut untuk menindaklanjuti laporan atau dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait, termasuk unsur pemerintah daerah dan perusahaan yang disebut-sebut dalam persoalan tersebut.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, dugaan penutupan atau perubahan aliran sungai itu telah menimbulkan dampak lingkungan seperti banjir dan gangguan ekosistem di wilayah sekitar. Namun, ia menilai persoalan tersebut belum mendapat penanganan yang maksimal.</p>
<p dir="ltr">Dalam orasinya, PW IPA Sumut juga meminta aparat kepolisian untuk memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam proses tersebut, termasuk pihak perusahaan PT MNA serta pejabat daerah terkait. Namun, seluruh dugaan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi.</p>
<p dir="ltr">Massa aksi menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan dan keadilan sosial di Kabupaten Batu Bara. Mereka juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons.</p>
<p dir="ltr">Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Situasi sempat memanas, namun kembali kondusif hingga kegiatan selesai.</p>
<p dir="ltr">Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Batu Bara maupun PT MNA terkait tudingan yang disampaikan dalam aksi tersebut.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua PW IPA Sumut Ajak Masyarakat Batu Bara Bersatu, Desak Bupati Bertanggung Jawab atas Dugaan Penutupan Sungai</title>
		<link>https://pers.news/2026/04/22/ketua-pw-ipa-sumut-ajak-masyarakat-batu-bara-bersatu-desak-bupati-bertanggung-jawab-atas-dugaan-penutupan-sungai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 14:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Irham Tajhi]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Bara]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan penutupan sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua PW IPA Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[PT MNA]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Badak Mati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11279</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS— Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara, Ahmad Irham Tajhi,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-(--header-height)" dir="auto" data-turn-id="f915ec15-271f-4e9d-9df5-e641a70938b4" data-testid="conversation-turn-1" data-scroll-anchor="false" data-turn="user">
<div class="text-base my-auto mx-auto pt-3 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="user" data-message-id="f915ec15-271f-4e9d-9df5-e641a70938b4">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden items-end rtl:items-start">
<div class="user-message-bubble-color corner-superellipse/0.98 relative min-w-0 rounded-[22px] px-4 py-2.5 leading-6 max-w-(--user-chat-width,70%)">
<div class="[overflow-wrap:anywhere] whitespace-pre-wrap"><strong>MEDAN|PERS.NEWS—</strong> Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara, Ahmad Irham Tajhi, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Batu Bara untuk bersatu dalam menyuarakan aspirasi terkait dugaan penutupan Sungai Badak Mati oleh PT MNA.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:5e97b0ec-b28d-47dd-999e-2fa674c4950d-0" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="2b05fc96-7fa5-4227-844a-164e58345f4c" data-message-model-slug="gpt-5-3" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="467" data-end="638">Menurut Irham Tajhi, persoalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, khususnya di dua desa di Kecamatan Sei Suka.</p>
<p data-start="640" data-end="804">“Kami mengajak seluruh masyarakat Batu Bara untuk bersama-sama peduli dan menyuarakan kebenaran. Ini menyangkut hak hidup dan lingkungan kita bersama,” tegas Irham.</p>
<p data-start="806" data-end="1032">Ia menjelaskan bahwa dugaan alih fungsi sungai untuk kepentingan perusahaan telah menyebabkan berbagai kerugian, mulai dari banjir, pencemaran lingkungan, hingga rusaknya ekosistem sungai yang menjadi sumber penghidupan warga.</p>
<p data-start="1034" data-end="1168">“Banyak nelayan kehilangan mata pencaharian akibat matinya ekosistem sungai. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.</p>
<p data-start="1170" data-end="1307">Irham juga mendesak Bupati Batu Bara agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.</p>
<p data-start="1309" data-end="1450">“Kami menegaskan bahwa Bupati Batu Bara harus bertanggung jawab. Jangan ada pembiaran terhadap persoalan yang merugikan masyarakat,” katanya.</p>
<p data-start="1452" data-end="1602">Sebagai bentuk kepedulian dan langkah nyata, PW IPA Sumut turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa yang akan digelar pada:</p>
<ul data-start="1604" data-end="1691">
<li data-start="1604" data-end="1646">
<p data-start="1606" data-end="1646"><strong data-start="1606" data-end="1623">Hari/Tanggal:</strong> Jumat, 24 April 2026</p>
</li>
<li data-start="1647" data-end="1691">
<p data-start="1649" data-end="1691"><strong data-start="1649" data-end="1660">Lokasi:</strong> Depan Mapolda Sumatera Utara</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1693" data-end="1847">Aksi tersebut diharapkan menjadi sarana penyampaian aspirasi secara damai, sekaligus mendorong penegakan hukum dan perlindungan terhadap lingkungan hidup.</p>
<p data-start="1849" data-end="1988">Hingga berita ini diturunkan, pihak PT MNA maupun Pemerintah Kabupaten Batu Bara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.</p>
<p data-start="1990" data-end="2084">Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai dengan Undang-Undang Pers yang berlaku.(Red)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Pembukaan Hutan terhadap Kehidupan</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/23/dampak-pembukaan-hutan-terhadap-kehidupan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 23:08:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Deforestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[keseimbangan ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pembukaan hutan]]></category>
		<category><![CDATA[perambahan hutan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9377</guid>

					<description><![CDATA[DELI SERDANG&#124;PERS.NEWS — Pembukaan hutan, baik untuk pertambangan maupun kepentingan lainnya, membawa dampak serius bagi keberlangsungan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="053ae544-e2a6-491a-b7e7-28ad2baf1590" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="48119f5a-bac7-448e-a330-f0dee55847f4" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="253" data-end="587"><strong data-start="253" data-end="289">DELI SERDANG|PERS.NEWS</strong> — Pembukaan hutan, baik untuk pertambangan maupun kepentingan lainnya, membawa dampak serius bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Aktivitas perambahan hutan, baik yang dilakukan secara legal maupun ilegal, terbukti memberikan konsekuensi negatif terhadap lingkungan hidup dan kehidupan manusia.</p>
<p data-start="589" data-end="923">Hutan merupakan sebuah ekosistem yang saling terhubung dan saling mempengaruhi. Kawasan hutan adalah habitat bagi beragam makhluk hidup serta pusat keanekaragaman hayati. Ketika satu komponen dalam ekosistem ini terganggu, maka komponen lainnya akan ikut terdampak. Inilah yang secara sederhana disebut sebagai keseimbangan ekosistem.</p>
<p data-start="925" data-end="1352">Dalam upaya mengejar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan negara, hutan kerap dijadikan objek eksploitasi. Pembukaan lahan untuk pertambangan, perkebunan, kawasan industri, maupun kepentingan lainnya sering kali dilakukan tanpa memperhatikan kelestarian hutan itu sendiri. Padahal, dampak dari pengabaian tersebut justru memunculkan biaya pemulihan lingkungan (<em data-start="1296" data-end="1311">recovery cost</em>) yang jauh lebih besar di kemudian hari.</p>
<p data-start="1354" data-end="1708">Ironisnya, pemberian izin konsesi hutan sering tidak mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Tidak jarang pula izin yang diberikan disalahgunakan, sehingga praktik penebangan dilakukan secara masif tanpa prinsip tebang pilih dan kaidah ekologis. Akibatnya, hutan dibabat habis dan kehilangan fungsinya sebagai penjaga keseimbangan alam.</p>
<p data-start="1710" data-end="2099">Pada dasarnya, pembukaan hutan secara masif akan mengganggu kehidupan makhluk hidup yang menjadikan hutan sebagai rumah. Ketika habitat yang aman dan nyaman itu dirusak, kehidupan mereka terancam, bahkan berujung pada kepunahan. Gangguan terhadap satu spesies akan berdampak pada spesies lain karena seluruh makhluk hidup berada dalam satu kesatuan rantai kehidupan yang saling bergantung.</p>
<p data-start="2101" data-end="2400">Dampak kerusakan hutan tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga global. Hutan memiliki peran vital dalam menyediakan oksigen (O₂) bagi kehidupan. Diperkirakan satu pohon mampu menyediakan oksigen bagi dua orang. Semakin luas hutan ditebang, semakin besar pula pengurangan oksigen di atmosfer.</p>
<p data-start="2402" data-end="2651">Selain itu, hutan berfungsi menyerap karbon dioksida (CO₂) yang berasal dari asap kendaraan bermotor dan aktivitas industri. Hilangnya hutan berarti meningkatnya emisi karbon di udara yang berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.</p>
<p data-start="2653" data-end="2939">Pembukaan hutan juga berdampak langsung terhadap peningkatan suhu bumi. Panas matahari yang seharusnya diserap oleh pepohonan menjadi terperangkap di atmosfer, menyebabkan suhu daratan, lautan, dan udara semakin meningkat. Keberadaan hutan sejatinya menjadi penyeimbang alami suhu bumi.</p>
<p data-start="2941" data-end="3273">Lebih jauh, hutan berperan penting dalam menjaga keseimbangan tata air. Akar pohon menyerap air hujan dan menyimpannya untuk dilepaskan secara perlahan saat musim kemarau. Ketika hutan ditebang, tanah kehilangan kemampuan menyerap air, sehingga air hujan langsung mengalir di permukaan tanah dan memicu banjir, erosi, serta longsor.</p>
<p data-start="3275" data-end="3563">Berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh menjadi bukti nyata dampak buruk perambahan hutan. Tragedi tersebut seharusnya membuka mata kita semua bahwa kerusakan alam akan berimplikasi langsung terhadap keselamatan dan kehidupan manusia.</p>
<p data-start="3565" data-end="3682">Semoga bencana-bencana tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan itu sendiri.</p>
<p data-start="3684" data-end="3810"><strong data-start="3684" data-end="3696">Penulis:</strong><br data-start="3696" data-end="3699" /><em data-start="3699" data-end="3722">Marwan Ashari Harahap</em><br data-start="3722" data-end="3725" />Direktur Eksekutif Yayasan Hayati Indonesia<br data-start="3768" data-end="3771" />Ketua Umum Lembaga Konservasi Indonesia</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PW IPA Sumut Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Tutup PT TPL, Dinilai Berpihak pada Rakyat dan Lingkungan</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/19/pw-ipa-sumut-apresiasi-gubernur-bobby-nasution-tutup-pt-tpl-dinilai-berpihak-pada-rakyat-dan-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 15:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivis Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Pelajar Al Washliyah]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Penutupan PT TPL]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toba Pulp Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[PT TPL]]></category>
		<category><![CDATA[PW IPA Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9350</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS— Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute top-0" aria-hidden="true" data-edge="true"><strong data-start="254" data-end="263">MEDAN|PERS.NEWS</strong>— Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap langkah tegas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menutup aktivitas PT Toba Pulp Lestari (PT TPL).</div>
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="67bded32-32f4-4a63-b517-3bb9568cd1f3" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="b271a1c0-f809-40c7-a425-0900ccaea6a6" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="502" data-end="835">Ketua PW IPA Sumut, <strong data-start="522" data-end="557">Ahmad Irham Tajhi, S.H., S.Sos.</strong>, menilai kebijakan tersebut merupakan keputusan berani dan progresif yang mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap kepentingan rakyat serta perlindungan lingkungan hidup di Sumatera Utara, khususnya di wilayah yang selama ini terdampak aktivitas operasional PT TPL.</p>
<p data-start="837" data-end="1149">“Kami dari PW IPA Sumut mengapresiasi dan mendukung penuh langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam penutupan PT TPL. Ini adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat, lingkungan, dan masa depan generasi muda Sumatera Utara,” ujar Ahmad Irham Tajhi dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).</p>
<p data-start="1151" data-end="1480">Ia menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, keberadaan PT TPL diduga telah memicu berbagai persoalan serius, mulai dari kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga meningkatnya keresahan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan tersebut. Karena itu, keputusan penutupan dinilai sebagai langkah strategis dan visioner.</p>
<p data-start="1482" data-end="1719">PW IPA Sumut juga berharap kebijakan tersebut tidak berhenti pada penutupan semata, tetapi dilanjutkan dengan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan, upaya pemulihan lingkungan, serta perlindungan hak-hak masyarakat lokal yang terdampak.</p>
<p data-start="1721" data-end="1965">Dukungan terhadap penutupan PT TPL turut disuarakan oleh masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan. Salah seorang warga menyampaikan rasa lega atas keputusan tersebut setelah lama merasakan dampak negatif aktivitas industri tersebut.</p>
<p data-start="1967" data-end="2201">“Kami sudah lama merasakan dampaknya, mulai dari rusaknya hutan hingga berkurangnya sumber air. Dengan ditutupnya PT TPL, kami berharap lingkungan bisa pulih dan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ungkap seorang warga setempat.</p>
<p data-start="2203" data-end="2456">Ahmad Irham Tajhi menegaskan PW IPA Sumut akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat, menjunjung nilai keadilan sosial, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di Sumatera Utara.(SPT)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMKRI Sumut Desak Pemerintah Cabut Izin PT Agincourt Resources, Dinilai Perusak Hutan dan Pemicu Bencana Ekologis di Tapanuli</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/17/pmkri-sumut-desak-pemerintah-cabut-izin-pt-agincourt-resources-dinilai-perusak-hutan-dan-pemicu-bencana-ekologis-di-tapanuli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 10:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Audit Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Tapanuli]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Toru]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[Cabut Izin Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Ecocide]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Tapanuli]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[PT Agincourt Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Martabe]]></category>
		<category><![CDATA[WALHI Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9278</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS- Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumatera Utara, Sintong Sinaga, menyampaikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="c5c010cd-f528-4bc9-9981-95ade0afd177" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="231da456-a17e-4a8a-8f22-7a29069b3fb8" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="278" data-end="690"><strong data-start="278" data-end="305">MEDAN|PERS.NEWS- </strong>Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumatera Utara, <strong data-start="407" data-end="425">Sintong Sinaga</strong>, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan publik atas bencana banjir dan longsor yang terus berulang di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara. Bencana tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, baik secara sosial, ekonomi, maupun ekologis.(17/12/25)</p>
<p data-start="692" data-end="1106">PMKRI Sumatera Utara menegaskan bahwa rangkaian bencana ekologis yang melanda Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan wilayah sekitarnya tidak dapat semata-mata dipandang sebagai bencana alam akibat curah hujan tinggi. Kerusakan hutan serta degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru akibat aktivitas industri ekstraktif dinilai menjadi faktor utama yang memperparah dampak banjir dan longsor.</p>
<p data-start="1108" data-end="1573">Berdasarkan data dan temuan <strong data-start="1136" data-end="1160">WALHI Sumatera Utara</strong>, sedikitnya tujuh perusahaan diduga kuat berkontribusi terhadap kerusakan ekosistem Batang Toru. Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan serius adalah <strong data-start="1315" data-end="1341">PT Agincourt Resources</strong>, pengelola Tambang Emas Martabe. Aktivitas operasional perusahaan tersebut dinilai telah mengakibatkan berkurangnya tutupan hutan, terganggunya fungsi hidrologis tanah, serta meningkatnya risiko banjir dan longsor di wilayah hilir.</p>
<p data-start="1575" data-end="1610">PMKRI Sumatera Utara menilai bahwa:</p>
<ol data-start="1612" data-end="2205">
<li data-start="1612" data-end="1874">
<p data-start="1615" data-end="1874">Aktivitas eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan PT Agincourt Resources tidak mencerminkan prinsip keadilan ekologis dan mengabaikan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diamanatkan dalam <strong data-start="1840" data-end="1871">Pasal 28H ayat (1) UUD 1945</strong>.</p>
</li>
<li data-start="1875" data-end="2041">
<p data-start="1878" data-end="2041">Ekosistem Batang Toru merupakan kawasan strategis dan sangat sensitif yang seharusnya dilindungi, bukan dieksploitasi secara masif atas nama kepentingan ekonomi.</p>
</li>
<li data-start="2042" data-end="2205">
<p data-start="2045" data-end="2205">Bencana yang terjadi merupakan bentuk <strong data-start="2083" data-end="2115">kejahatan ekologis (ecocide)</strong> akibat pembiaran negara terhadap aktivitas korporasi yang terbukti merusak hutan dan DAS.</p>
</li>
</ol>
<p data-start="2207" data-end="2290">Sehubungan dengan hal tersebut, PMKRI Sumatera Utara dengan tegas menyatakan sikap:</p>
<ol data-start="2292" data-end="3002">
<li data-start="2292" data-end="2440">
<p data-start="2295" data-end="2440">Mendesak <strong data-start="2304" data-end="2363">Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara</strong> untuk segera mencabut izin operasi PT Agincourt Resources secara permanen.</p>
</li>
<li data-start="2441" data-end="2619">
<p data-start="2444" data-end="2619">Menuntut dilakukannya <strong data-start="2466" data-end="2530">audit lingkungan yang menyeluruh, independen, dan transparan</strong> terhadap seluruh aktivitas pertambangan PT Agincourt Resources di kawasan Batang Toru.</p>
</li>
<li data-start="2620" data-end="2758">
<p data-start="2623" data-end="2758">Mendorong <strong data-start="2633" data-end="2663">penegakan hukum yang tegas</strong> terhadap korporasi yang terbukti melakukan perusakan hutan dan memperparah bencana ekologis.</p>
</li>
<li data-start="2759" data-end="2896">
<p data-start="2762" data-end="2896">Menuntut <strong data-start="2771" data-end="2816">pemulihan ekologis (restorasi lingkungan)</strong> di wilayah hulu dan hilir DAS Batang Toru dengan melibatkan masyarakat lokal.</p>
</li>
<li data-start="2897" data-end="3002">
<p data-start="2900" data-end="3002">Menolak model pembangunan eksploitatif yang mengorbankan keselamatan rakyat demi keuntungan korporasi.</p>
</li>
</ol>
<p data-start="3004" data-end="3292">PMKRI Sumatera Utara menegaskan bahwa pembangunan sejati harus berpihak pada kelestarian ciptaan dan keselamatan manusia, bukan pada akumulasi modal segelintir pihak. Negara tidak boleh tunduk pada kepentingan korporasi yang terbukti merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat.</p>
<blockquote data-start="3294" data-end="3474">
<p data-start="3296" data-end="3474">“Ketika hutan dihancurkan dan rakyat menjadi korban, maka negara wajib berpihak pada rakyat, bukan pada perusak lingkungan,” tegas <strong data-start="3427" data-end="3445">Sintong Sinaga</strong>, Ketua PMKRI Sumatera Utara.(Arif)</p>
</blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PROF SUTAN NASOMAL: KEBOCORAN SDA INDONESIA RUGIKAN NEGARA RIBUAN TRILIUN, TAMBANG DAN ALAM DIJARAH</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/17/9274/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 10:06:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Deforestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Emas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Fishing]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Logging]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Mining]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia Darurat SDA]]></category>
		<category><![CDATA[Kebocoran Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Kerugian Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi SDA]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Sutan Nasomal]]></category>
		<category><![CDATA[SDA Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sutan Nasomal]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Timah Bangka Belitung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9274</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA&#124;PERS.NEWS — Kegiatan pertambangan di Indonesia dinilai perlu dikaji secara menyeluruh dan mendalam oleh pemerintah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="275" data-end="602"><strong>JAKARTA|PERS.NEWS —</strong> Kegiatan pertambangan di Indonesia dinilai perlu dikaji secara menyeluruh dan mendalam oleh pemerintah pusat dan daerah. Presiden RI diminta memerintahkan seluruh aparat berwenang untuk melakukan pengawasan ketat terhadap sektor pertambangan yang selama ini identik dengan perusakan lingkungan dan ekosistem alam.</p>
<p data-start="604" data-end="773">Hal tersebut disampaikan <strong data-start="629" data-end="671">Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, S.H., M.H.</strong>, yang menyatakan keprihatinannya atas maraknya eksploitasi sumber daya alam tanpa pengawasan memadai.</p>
<p data-start="775" data-end="1155">“Lihat saja pertambangan pasir laut, sungai dan kali yang dikeruk, pertambangan emas dan nikel yang digali, serta hutan yang dibabat habis. Ini jelas pengrusakan lingkungan. Jika dibiarkan tanpa pengawasan melekat, negeri ini akan menjadi gersang, gundul, tanpa resapan air. Dampaknya sudah kita rasakan: banjir dan kebakaran alam terjadi di mana-mana,” tegas Prof. Sutan Nasomal.</p>
<h3 data-start="1157" data-end="1200">SDA Indonesia Dikuras, Negara Dirugikan</h3>
<p data-start="1202" data-end="1449">Dalam catatan khusus selama 10 tahun terakhir, Prof. Sutan Nasomal menyebut terjadi pengurasan kekayaan sumber daya alam Indonesia, baik di darat maupun laut, yang diduga dilakukan secara sistematis dan melibatkan oknum yang tidak tersentuh hukum.</p>
<p data-start="1451" data-end="1544">Ia meminta Presiden RI memperketat pengawasan serta menindak tegas semua pihak yang terlibat.</p>
<p data-start="1546" data-end="1737">“Jika WNA bisa mengeruk kekayaan SDA Indonesia, mustahil tanpa keterlibatan oknum pejabat pusat maupun daerah. Ini menjadi perhatian serius rakyat Indonesia dan dunia internasional,” ujarnya.</p>
<h3 data-start="1739" data-end="1771">Contoh Kasus Kerugian Negara</h3>
<p data-start="1773" data-end="1860">Prof. Sutan Nasomal mengungkap sejumlah aduan masyarakat yang diterimanya, antara lain:</p>
<ul data-start="1862" data-end="2334">
<li data-start="1862" data-end="1937">
<p data-start="1864" data-end="1937"><strong data-start="1864" data-end="1898">Pertambangan Tanpa Izin (PETI)</strong> oleh WNA di Kabupaten Keerom, Papua.</p>
</li>
<li data-start="1938" data-end="2091">
<p data-start="1940" data-end="2091"><strong data-start="1940" data-end="1976">Dugaan ekspor ilegal bijih nikel</strong> ke China sebanyak 5,3 juta ton periode 2020–2022, yang merugikan negara karena tidak membayar pajak dan royalti.</p>
</li>
<li data-start="2092" data-end="2334">
<p data-start="2094" data-end="2334"><strong data-start="2094" data-end="2121">Penambangan emas ilegal</strong> oleh WNA Tiongkok di Kalimantan Barat (Ketapang) dan Kalimantan Tengah (Kotawaringin Barat), dengan kerugian negara diperkirakan mencapai triliunan rupiah, termasuk potensi kerugian Rp1.020 triliun di Ketapang.</p>
</li>
</ul>
<h3 data-start="2336" data-end="2369">Skandal Timah Bangka Belitung</h3>
<p data-start="2371" data-end="2606">Ia juga menyoroti praktik penyelundupan timah di Bangka Belitung. Sekitar 80 persen hasil timah diduga diselundupkan ke luar negeri. Sebanyak 12.000 ton timah dikirim secara ilegal, menyebabkan kerugian negara hingga <strong data-start="2588" data-end="2605">Rp300 triliun</strong>.</p>
<p data-start="2608" data-end="2728">“Jika terbukti ada pejabat pusat atau daerah yang memfasilitasi, tangkap dan hukum berat, bahkan dimiskinkan,” tegasnya.</p>
<h3 data-start="2730" data-end="2763">Misinvoicing dan Impor Ilegal</h3>
<p data-start="2765" data-end="3014">Kerugian negara juga terjadi melalui praktik <strong data-start="2810" data-end="2839">misinvoicing ekspor-impor</strong>, yang diperkirakan mencapai <strong data-start="2868" data-end="2897">Rp1.000 triliun per tahun</strong>. Manipulasi nilai faktur ini menyebabkan penggelapan pajak dan bea masuk serta merusak daya saing industri nasional.</p>
<p data-start="3016" data-end="3160">“Presiden harus tegas. Bila perlu, lembaga pengawasan yang gagal menjalankan fungsi harus dievaluasi atau dibubarkan,” kata Prof. Sutan Nasomal.</p>
<h3 data-start="3162" data-end="3197">Deforestasi dan Illegal Logging</h3>
<p data-start="3199" data-end="3464">Negara juga dirugikan oleh maraknya <strong data-start="3235" data-end="3254">illegal logging</strong> dan alih fungsi hutan yang tak terkendali. Berdasarkan data FAO, luas hutan Indonesia menyusut dari 118,5 juta hektare pada 1990 menjadi 92,1 juta hektare pada 2020—setidaknya <strong data-start="3431" data-end="3463">18 juta hektare hutan hilang</strong>.</p>
<p data-start="3466" data-end="3698">Para pemerhati lingkungan mencatat, setiap tahun Indonesia kehilangan hingga 10 juta hektare hutan. “Ini bukan angka kecil. Negara harus memanggil dan memeriksa oknum pejabat masa lalu yang terlibat dalam perusakan hutan,” tegasnya.</p>
<h3 data-start="3700" data-end="3750">Pencurian Ikan Rugikan Rp300 Triliun per Tahun</h3>
<p data-start="3752" data-end="3894">Kerugian akibat <strong data-start="3768" data-end="3787">illegal fishing</strong> mencapai <strong data-start="3797" data-end="3824">Rp300 triliun per tahun</strong>, dan dalam 10 tahun terakhir total kerugian menembus Rp3.000 triliun.</p>
<p data-start="3896" data-end="4121">“Angka itu cukup untuk membayar utang Indonesia ke seluruh dunia,” ujar Prof. Sutan Nasomal, seraya meminta Presiden RI Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto menindak tegas pihak-pihak yang merusak dan merugikan laut Indonesia.</p>
<h3 data-start="4123" data-end="4150">Kekayaan Emas Indonesia</h3>
<p data-start="4152" data-end="4534">Ia juga mempertanyakan pengawasan negara terhadap kekayaan emas Indonesia yang sangat besar dan diperkirakan tidak akan habis hingga 300 tahun jika dikelola dengan benar. Indonesia memiliki sedikitnya 12 wilayah tambang emas utama, antara lain Mimika, DMLZ Papua, Pongkor, Banyuwangi, Batu Hijau, Dompu, Gosowong, Martabe, Aceh Tengah, Pohuwato, Kalimantan Tengah, dan Toka Tindung.</p>
<h3 data-start="4536" data-end="4560">Pernyataan Mahfud MD</h3>
<p data-start="4562" data-end="4806">Prof. Sutan Nasomal mengutip pernyataan <strong data-start="4602" data-end="4621">Prof. Mahfud MD</strong> yang pernah menyampaikan informasi dari PPATK bahwa jika celah korupsi di sektor pertambangan ditutup, setiap warga Indonesia berpotensi menerima <strong data-start="4768" data-end="4791">Rp20 juta per bulan</strong> tanpa bekerja.</p>
<p data-start="4808" data-end="4857">Namun faktanya, kemiskinan justru semakin meluas.</p>
<h3 data-start="4859" data-end="4870">Penutup</h3>
<p data-start="4872" data-end="5233">Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, S.H., M.H., <strong data-start="4944" data-end="4993">Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional</strong>, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, sekaligus Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Jakarta, kepada pimpinan redaksi media cetak dan online nasional maupun internasional, Selasa (16/12/2025), melalui sambungan telepon dari Jakarta.(PSN)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Horas Bangso Batak Tolak Rencana Audit PT TPL: “Alam Sudah Mengadili, Rakyat Terus Menanggung Derita”</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/16/horas-bangso-batak-tolak-rencana-audit-pt-tpl-alam-sudah-mengadili-rakyat-terus-menanggung-derita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 10:56:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Audit PT TPL]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>
		<category><![CDATA[HBB]]></category>
		<category><![CDATA[Horas Bangso Batak]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Korporasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lamsiang Sitompul]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Penolakan Audit]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toba Pulp Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Tapanuli]]></category>
		<category><![CDATA[TAPANULI TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[TPL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9235</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS — Organisasi Horas Bangso Batak (HBB) secara tegas menolak rencana Presiden RI Prabowo Subianto...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="251" data-end="596"><strong>MEDAN|PERS.NEWS —</strong> Organisasi Horas Bangso Batak (HBB) secara tegas menolak rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan audit terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL). Penolakan ini disampaikan langsung Ketua Umum HBB, <strong data-start="467" data-end="499">Lamsiang Sitompul, S.H., M.H</strong>, menyusul rangkaian bencana ekologis yang terus melanda wilayah Tapanuli dan kawasan Danau Toba.</p>
<p data-start="598" data-end="877">Dalam keterangannya kepada awak media di Medan, Selasa (16/12/2025), Lamsiang menilai bahwa penderitaan masyarakat Tapanuli akibat banjir, longsor, dan kerusakan lingkungan merupakan fakta yang tidak terbantahkan dan tidak lagi membutuhkan pembuktian administratif melalui audit.</p>
<blockquote data-start="879" data-end="1043">
<p data-start="881" data-end="1043">“Kerusakan lingkungan di Tapanuli bukan asumsi. Alam sudah berbicara melalui bencana yang berulang. Itu audit paling jujur dan tidak bisa dimanipulasi,” tegasnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="1045" data-end="1337">Menurut Lamsiang, audit yang dilakukan manusia berpotensi membuka ruang rekayasa data dan justru memperpanjang penderitaan rakyat. Ia menilai rencana tersebut berisiko menjadi manuver penundaan penyelesaian masalah, sementara masyarakat terus menanggung dampak ekologis dan kerugian material.</p>
<figure id="attachment_9238" aria-describedby="caption-attachment-9238" style="width: 738px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9238" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0257.jpg" alt="" width="738" height="709" /><figcaption id="caption-attachment-9238" class="wp-caption-text"><strong>Keterangan Pers Kepada Wartawan PERS.NEWS di Kantor DPP HBB(Horas Bangso Batak)Jl. Saudara No.31, Sudirejo II, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara</strong></figcaption></figure>
<p data-start="1339" data-end="1680">HBB juga menyinggung data <strong data-start="1365" data-end="1413">Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)</strong> yang mencatat tingginya intensitas bencana di wilayah Tapanuli Tengah dan kawasan sekitar Danau Toba. Data tersebut, kata Lamsiang, sudah cukup menjadi dasar kuat bahwa terjadi degradasi lingkungan serius yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas industri kehutanan.</p>
<blockquote data-start="1682" data-end="1836">
<p data-start="1684" data-end="1836">“Data BNPB sudah jelas. Kerusakan itu nyata, bukan narasi. Jadi jangan lagi persoalan ini dikaburkan dengan istilah audit yang berlarut-larut,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<figure id="attachment_9236" aria-describedby="caption-attachment-9236" style="width: 1920px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9236" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-scaled.jpg" alt="" width="1920" height="2560" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-scaled.jpg 1920w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-768x1024.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-1152x1536.jpg 1152w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-1536x2048.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-9236" class="wp-caption-text"><strong>Data Menurut DPP Horas Bangso Batak HBB Yang Bersumber Dari Satgas Khusus Tanggap Bencana (BNPB)</strong></figcaption></figure>
<p data-start="1838" data-end="2045">Atas dasar itu, HBB menegaskan tuntutan <strong data-start="1878" data-end="1917">penutupan total dan permanen PT TPL</strong> tanpa kompromi. Opsi penutupan sementara dinilai hanya akan menunda masalah dan memperpanjang penderitaan masyarakat terdampak.</p>
<blockquote data-start="2047" data-end="2162">
<p data-start="2049" data-end="2162">“Tutup TPL itu harga mati. Tidak ada istilah tutup sementara. Negara jangan ragu mengambil sikap tegas,” katanya.</p>
</blockquote>
<p data-start="2164" data-end="2419">Selain penutupan, HBB juga mendesak penegakan hukum secara pidana dan perdata terhadap PT TPL. Lamsiang menekankan agar penanggung jawab perusahaan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan perusakan lingkungan, bukan hanya pelaku-pelaku kecil di lapangan.</p>
<blockquote data-start="2421" data-end="2556">
<p data-start="2423" data-end="2556">“Hukum jangan tumpul ke korporasi besar dan tajam ke rakyat kecil. Penanggung jawab PT TPL harus lebih dulu diproses hukum,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="2558" data-end="2716">HBB juga menuntut pertanggungjawaban penuh PT TPL atas seluruh kerugian material yang dialami masyarakat Tapanuli Tengah akibat dampak operasional perusahaan.</p>
<p data-start="2718" data-end="3047">Di sisi lain, pemerintah pusat sebelumnya menyampaikan bahwa rencana audit bertujuan untuk memastikan penilaian objektif dan berbasis data terhadap aktivitas PT TPL, sebagai dasar pengambilan kebijakan yang adil dan sesuai hukum. Namun HBB menilai langkah tersebut harus dibarengi keberpihakan nyata kepada korban dan lingkungan.</p>
<p data-start="3049" data-end="3217">Menutup pernyataannya, Lamsiang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk berdiri tegas di pihak rakyat dan tidak membiarkan masyarakat terus berada dalam ketidakpastian.</p>
<blockquote data-start="3219" data-end="3345">
<p data-start="3221" data-end="3345">“Rakyat sudah terlalu lama menderita. Saatnya negara hadir, tegas, dan berpihak pada lingkungan serta keadilan,” pungkasnya.(Red)</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhir 2025, GMNI Tebing Tinggi Ingatkan OPD Soal Integritas: “Bangkai yang Disimpan Akan Tercium Baunya” di Tengah Deretan Kasus Korupsi</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/12/akhir-2025-gmni-tebing-tinggi-ingatkan-opd-soal-integritas-bangkai-yang-disimpan-akan-tercium-baunya-di-tengah-deretan-kasus-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 09:28:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI tebing tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9149</guid>

					<description><![CDATA[TEBING TINGGI&#124;PERS.NEWS-Menjelang penghujung tahun 2025, kepercayaan publik terhadap birokrasi Kota Tebing Tinggi kembali diuji. Tiga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="446" data-end="782"><strong>TEBING TINGGI|PERS.NEWS-</strong>Menjelang penghujung tahun 2025, kepercayaan publik terhadap birokrasi Kota Tebing Tinggi kembali diuji. Tiga kasus dugaan korupsi yang menyeret pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang bersih.(11/12/25)</p>
<p data-start="784" data-end="1124">DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tebing Tinggi menilai rangkaian kasus tersebut menjadi indikator serius bahwa integritas dan sistem pengawasan internal pemerintah daerah perlu diperkuat. Organisasi mahasiswa nasionalis itu memberikan peringatan keras agar seluruh pejabat OPD bekerja secara jujur, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="1126" data-end="1325">“<strong data-start="1127" data-end="1173">Bangkai yang disimpan pasti tercium baunya</strong>,” tegas <strong data-start="1182" data-end="1235">Ketua DPC GMNI Tebing Tinggi, Rio Samuel Manurung</strong>.<br data-start="1236" data-end="1239" />Ia menambahkan bahwa setiap bentuk penyimpangan anggaran pada akhirnya akan terungkap.</p>
<hr data-start="1327" data-end="1330" />
<h2 data-start="1332" data-end="1384"><strong data-start="1335" data-end="1384">Tiga Kasus yang Mencuat: Sorotan Tajam Publik</strong></h2>
<p data-start="1386" data-end="1524">Berikut rangkuman kasus dugaan korupsi yang ramai diberitakan oleh berbagai media dan saat ini tengah ditangani oleh aparat penegak hukum.</p>
<hr data-start="1526" data-end="1529" />
<h3 data-start="1531" data-end="1608"><strong data-start="1535" data-end="1608">1. Pengadaan Smartboard Rp 13 Miliar: Mantan Kadis Pendidikan Ditahan</strong></h3>
<p data-start="1610" data-end="1714">Kasus pertama menyangkut dugaan penyimpangan pengadaan <strong data-start="1665" data-end="1687">93 unit smartboard</strong> untuk sekolah tingkat SMP.</p>
<ul data-start="1716" data-end="1886">
<li data-start="1716" data-end="1750">
<p data-start="1718" data-end="1750">Nilai proyek: <strong data-start="1732" data-end="1748">Rp 13 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="1751" data-end="1802">
<p data-start="1753" data-end="1802">Dugaan kerugian negara: <strong data-start="1777" data-end="1800">sekitar Rp 6 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="1803" data-end="1886">
<p data-start="1805" data-end="1886">Status hukum: Mantan Kadis Pendidikan, <strong data-start="1844" data-end="1850">IK</strong>, telah ditetapkan sebagai tersangka</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1888" data-end="2077">Penyidik menduga adanya mark-up dan rekayasa harga satuan barang. Publik mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan bisa gagal mendeteksi penyimpangan pada proyek pendidikan bernilai besar.</p>
<hr data-start="2079" data-end="2082" />
<h3 data-start="2084" data-end="2142"><strong data-start="2088" data-end="2142">2. BPBD dan Dokumen Perencanaan Fiktif Rp 611 Juta</strong></h3>
<p data-start="2144" data-end="2211">Kasus kedua muncul dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).</p>
<ul data-start="2213" data-end="2460">
<li data-start="2213" data-end="2267">
<p data-start="2215" data-end="2267">Objek kasus: Penyusunan <strong data-start="2239" data-end="2265">13 dokumen perencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="2268" data-end="2311">
<p data-start="2270" data-end="2311">Dugaan kerugian negara: <strong data-start="2294" data-end="2309">Rp 611 juta</strong></p>
</li>
<li data-start="2312" data-end="2378">
<p data-start="2314" data-end="2378">Temuan: Hasil dokumen dinilai tidak memiliki output yang jelas</p>
</li>
<li data-start="2379" data-end="2460">
<p data-start="2381" data-end="2460">Status hukum: Mantan Kepala BPBD dan seorang Kabid ditetapkan sebagai tersangka</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2462" data-end="2560">Ironinya, anggaran kebencanaan yang seharusnya melindungi masyarakat justru diduga disalahgunakan.</p>
<hr data-start="2562" data-end="2565" />
<h3 data-start="2567" data-end="2631"><strong data-start="2571" data-end="2631">3. Penyelewengan BBM Subsidi di DLH: Selisih Rp 300 Juta</strong></h3>
<p data-start="2633" data-end="2764">Kasus ketiga melibatkan pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait penggunaan BBM subsidi dan pemeliharaan kendaraan operasional.</p>
<ul data-start="2766" data-end="2979">
<li data-start="2766" data-end="2804">
<p data-start="2768" data-end="2804">Total anggaran: <strong data-start="2784" data-end="2802">Rp 1,42 miliar</strong></p>
</li>
<li data-start="2805" data-end="2869">
<p data-start="2807" data-end="2869">Dugaan selisih/ketidaksesuaian data: <strong data-start="2844" data-end="2867">sekitar Rp 300 juta</strong></p>
</li>
<li data-start="2870" data-end="2979">
<p data-start="2872" data-end="2979">Temuan penyidik: Perbedaan signifikan antara data pembelian BBM berbasis barcode dengan SPJ yang dilaporkan</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2981" data-end="3075">Kasus ini memperlihatkan bahwa penyimpangan bisa terjadi bahkan pada level operasional harian.</p>
<hr data-start="3077" data-end="3080" />
<h2 data-start="3082" data-end="3152"><strong data-start="3085" data-end="3152">GMNI: Tiga Kasus Ini Adalah Alarm Besar Integritas Pemerintahan</strong></h2>
<p data-start="3154" data-end="3272">DPC GMNI menilai bahwa tiga perkara tersebut menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola anggaran, mulai dari:</p>
<ul data-start="3274" data-end="3357">
<li data-start="3274" data-end="3293">
<p data-start="3276" data-end="3293"><strong data-start="3276" data-end="3291">Perencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="3294" data-end="3323">
<p data-start="3296" data-end="3323"><strong data-start="3296" data-end="3321">Pengadaan barang/jasa</strong></p>
</li>
<li data-start="3324" data-end="3357">
<p data-start="3326" data-end="3357"><strong data-start="3326" data-end="3357">Pertanggungjawaban anggaran</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="3359" data-end="3517">“<strong data-start="3360" data-end="3506">Anggaran publik harus digunakan untuk rakyat, bukan untuk memperkaya individu atau kelompok. Ini persoalan moral, bukan hanya persoalan hukum,</strong>” ujar Rio.</p>
<p data-start="3519" data-end="3649">Ia menegaskan bahwa korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.</p>
<hr data-start="3651" data-end="3654" />
<h2 data-start="3656" data-end="3701"><strong data-start="3659" data-end="3701">Desakan: Penindakan Tanpa Tebang Pilih</strong></h2>
<p data-start="3703" data-end="3757">GMNI Tebing Tinggi meminta aparat penegak hukum untuk:</p>
<ul data-start="3759" data-end="3872">
<li data-start="3759" data-end="3785">
<p data-start="3761" data-end="3785">Menelusuri aliran dana</p>
</li>
<li data-start="3786" data-end="3822">
<p data-start="3788" data-end="3822">Mengungkap jaringan keterlibatan</p>
</li>
<li data-start="3823" data-end="3872">
<p data-start="3825" data-end="3872">Memeriksa pihak lain yang berpotensi terlibat</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3874" data-end="3942">“<strong data-start="3875" data-end="3930">Penegakan hukum harus komprehensif, bukan simbolis,</strong>” tegas Rio.</p>
<p data-start="3944" data-end="4081">Menurutnya, proses hukum yang transparan dan tuntas akan menjadi peringatan bagi OPD lain agar tidak bermain-main dengan anggaran publik.</p>
<hr data-start="4083" data-end="4086" />
<h2 data-start="4088" data-end="4141"><strong data-start="4091" data-end="4141">Ajakan untuk Publik: Perkuat Pengawasan Sosial</strong></h2>
<p data-start="4143" data-end="4263">GMNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengawasi penggunaan anggaran daerah, khususnya pada sektor strategis:</p>
<ul data-start="4265" data-end="4326">
<li data-start="4265" data-end="4283">
<p data-start="4267" data-end="4283"><strong data-start="4267" data-end="4281">Pendidikan</strong></p>
</li>
<li data-start="4284" data-end="4303">
<p data-start="4286" data-end="4303"><strong data-start="4286" data-end="4301">Kebencanaan</strong></p>
</li>
<li data-start="4304" data-end="4326">
<p data-start="4306" data-end="4326"><strong data-start="4306" data-end="4326">Lingkungan hidup</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="4328" data-end="4445">Ketiga sektor ini berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga sehingga penyimpangan anggaran akan berdampak luas.</p>
<p data-start="4447" data-end="4533">“Jika publik aktif mengawasi, ruang penyimpangan semakin kecil,” tutup Rio.<br data-start="4522" data-end="4525" /><em data-start="4525" data-end="4533">(Arif)</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LMND Peringati Hari HAM Sedunia: Soroti Korupsi SDA dan Desak Pemerintah Wujudkan Keadilan Lingkungan</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/10/lmnd-peringati-hari-ham-sedunia-soroti-korupsi-sda-dan-desak-pemerintah-wujudkan-keadilan-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 12:31:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Hari HAM Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi SDA]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminalisasi Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[LMND]]></category>
		<category><![CDATA[Mafia Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Migas]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 33 UUD 1945]]></category>
		<category><![CDATA[Penggusuran]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[Reforma Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Perampasan Aset]]></category>
		<category><![CDATA[RUU PPRT]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Kelola Sumber Daya Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9101</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA&#124;PERS.NEWS-Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>JAKARTA|PERS.NEWS-</strong>Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu 10 Desember 2025.</p>
<p data-pm-slice="1 1 []">Aksi ini menjadi momentum bagi LMND untuk menyoroti berbagai persoalan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang mereka nilai belum dikelola secara adil dan berkelanjutan. Dalam pandangan mereka, praktik korupsi dan penyimpangan tata kelola SDA berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan, konflik agraria, dan menurunnya kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koordinator lapangan LMND, Marven Desto, menyampaikan bahwa masalah korupsi SDA tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga berdampak langsung pada pemenuhan HAM masyarakat. Ia menilai bahwa eksploitasi SDA yang tidak transparan serta lemahnya pengawasan negara berpotensi membuka ruang bagi praktik rente dan penyalahgunaan kekuasaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam orasinya, Marven menegaskan bahwa krisis lingkungan yang terjadi di banyak daerah tidak dapat dipisahkan dari pola tata kelola SDA yang memberi keuntungan besar kepada kelompok tertentu, sementara masyarakat sekitar kerap menanggung dampak buruknya. Ia mencontohkan banjir bandang, pencemaran air, hilangnya ruang hidup, hingga konflik tanah yang terus berulang sebagai bagian dari konsekuensi buruk tata kelola yang tidak berpihak kepada rakyat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>LMND juga menyinggung sejumlah kasus dugaan korupsi dan penyimpangan yang mencuat di sektor pertambangan, migas, dan perkebunan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menilai bahwa besarnya potensi kebocoran anggaran dari sektor ini dapat berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran untuk layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itulah, LMND mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan, menindak tegas pelaku korupsi, serta memastikan bahwa keuntungan dari SDA kembali sepenuhnya untuk rakyat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam aksinya, LMND mengusung slogan: “Bangun Persatuan Nasional, Menangkan Pancasila, Lawan Serakahnomics.” Slogan tersebut, menurut mereka, merupakan seruan untuk membangun tata kelola SDA yang lebih transparan, demokratis, dan sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menyampaikan kritik, LMND juga membawa 10 tuntutan yang dianggap relevan dengan kondisi sosial dan politik saat ini. Tuntutan tersebut mencakup berbagai isu strategis, mulai dari kebijakan agraria, perlindungan masyarakat sipil, penanganan konflik lingkungan, hingga penguatan payung hukum bagi kelompok rentan. LMND menilai bahwa pemenuhan tuntutan-tuntutan ini penting untuk memastikan keadilan sosial serta perlindungan HAM bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Adapun sepuluh tuntutan tersebut meliputi:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1.Pengesahan RUU PPRT dan optimalisasi pelaksanaan UU TPKS</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2.Percepatan pembentukan Badan Nasional Reforma Agraria</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3.Penghentian kriminalisasi terhadap masyarakat sipil</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4.Pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis bagi rakyat miskin</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5.Pengesahan RUU Perampasan Aset</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>6.Pelaksanaan P5 HAM bagi korban penggusuran</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>7.Penghentian perampasan tanah serta implementasi Pasal 33 UUD 1945</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>8.Pengungkapan dan penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di Sumatera dan Aceh</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>9.Penindakan terhadap mafia tanah dan tambang ilegal</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>10.Pengesahan RUU Masyarakat Adat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut berjalan secara damai dan tertib. Massa akhirnya membubarkan diri setelah seluruh tuntutan disampaikan kepada perwakilan dari Kementerian ESDM.</p>
<p>LMND berharap pemerintah menindaklanjuti aspirasi mereka dan membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat, terutama komunitas yang terdampak langsung oleh persoalan SDA.(MSE)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
