<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LP2M UINSU &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/lp2m-uinsu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2026 17:57:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>LP2M UINSU &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BICARA #11 LP2M UINSU Dorong Penguatan Peran Tokoh Adat dalam Pengembangan Pariwisata Halal di Danau Toba</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/13/bicara-11-lp2m-uinsu-dorong-penguatan-peran-tokoh-adat-dalam-pengembangan-pariwisata-halal-di-danau-toba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 17:56:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[BICARA #11]]></category>
		<category><![CDATA[Bincang Capaian Akademik dan Riset Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>
		<category><![CDATA[LP2M UINSU]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Halal]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Sumatera Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12189</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN &#124; PERS.NEWS — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sumatera Utara (UINSU)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN | PERS.NEWS —</strong> Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menggelar forum akademik BICARA #11 (Bincang Capaian Akademik dan Riset Ilmiah), Kamis (11/6/2026), di Hall Kopi Pahit KKPRI UINSU. Forum tersebut mengangkat tema &#8220;Penguatan Pemahaman Tokoh Adat dalam Pengembangan Pariwisata Halal Berbasis Moderasi Beragama di Kawasan Kaldera Danau Toba&#8221;.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk membahas sinergi antara nilai-nilai kearifan lokal, moderasi beragama, dan pengembangan pariwisata halal sebagai salah satu instrumen pembangunan berkelanjutan di kawasan Danau Toba. Forum tersebut sekaligus mempertegas komitmen UINSU dalam menghadirkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.</p>
<p>Dalam arahannya, Ketua LP2M UINSU, Prof. Dr. Nisful Khoiri, M.Ag., menegaskan bahwa pengembangan pariwisata halal tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat lokal, khususnya tokoh adat, sebagai penjaga nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Pariwisata halal dan moderasi beragama bukanlah dua hal yang saling bertentangan dengan kearifan lokal. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan untuk menciptakan ruang sosial yang harmonis, inklusif, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,&#8221; ujar Prof. Nisful Khoiri.</p>
<p>Sebagai narasumber utama, Dr. Maraimbang Daulay, M.A., memaparkan hasil penelitian mengenai pentingnya peningkatan pemahaman tokoh adat dalam mendukung pengembangan pariwisata halal di kawasan Kaldera Danau Toba. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan sosial dan budaya masyarakat.</p>
<p>&#8220;Tokoh adat memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial. Keterlibatan mereka dalam memahami konsep moderasi beragama dan pariwisata halal akan memperkuat penerimaan masyarakat, sekaligus menjaga harmoni budaya yang menjadi daya tarik utama Danau Toba,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Maslathif Dwi Purnomo, Ph.D., selaku pembahas, memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pengembangan destinasi wisata yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Pengembangan pariwisata masa depan memerlukan integrasi antara hasil riset, kebijakan publik, dan partisipasi masyarakat. Dalam konteks Danau Toba, penguatan kapasitas tokoh adat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan pariwisata berjalan secara berkelanjutan tanpa menghilangkan identitas budaya lokal,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan berbagai pandangan konstruktif terkait peluang dan tantangan pengembangan pariwisata halal berbasis moderasi beragama di kawasan Danau Toba. Para peserta yang terdiri atas akademisi, mahasiswa, peneliti, dan praktisi turut memberikan tanggapan yang memperkaya jalannya forum.</p>
<p>Melalui penyelenggaraan BICARA #11, LP2M UINSU kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang dialog akademik yang produktif dan berdampak. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi ilmiah yang mendukung penguatan peran tokoh adat, pengembangan pariwisata halal, serta pengarusutamaan moderasi beragama sebagai fondasi pembangunan sosial yang harmonis dan berkelanjutan di kawasan Danau Toba.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LP2M UINSU Gelar BICARA #10, Dorong Kampus Inklusif dan Moderat bagi Semua Mahasiswa</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/04/lp2m-uinsu-gelar-bicara-10-dorong-kampus-inklusif-dan-moderat-bagi-semua-mahasiswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 13:32:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[BICARA #10]]></category>
		<category><![CDATA[inklusivitas kampus]]></category>
		<category><![CDATA[LP2M UINSU]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[UINSU Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11937</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menggelar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>MEDAN|PERS.NEWS</b>– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menggelar forum akademik <strong>BICARA #10 (Dialog Intelektual, Solusi Aktual)</strong> pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kopi Pahit UINSU ini mengangkat tema <em>“Inklusivitas dan Moderasi Beragama terhadap Mahasiswa Minoritas di Perguruan Tinggi Keagamaan: Pendidikan Setara untuk Semua (Kampus Nyaman dan Sehat)”</em>.</p>
<figure id="attachment_11938" aria-describedby="caption-attachment-11938" style="width: 900px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11938" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260604-WA0011.jpg" alt="" width="900" height="750" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260604-WA0011.jpg 900w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260604-WA0011-768x640.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption id="caption-attachment-11938" class="wp-caption-text">Keterangan: Peserta dan narasumber berfoto bersama usai kegiatan BICARA #10 LP2M UINSU yang membahas inklusivitas dan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, Kamis (4/6/2026).</figcaption></figure>
<p>Forum tersebut menjadi ruang dialog ilmiah yang menegaskan pentingnya penguatan nilai inklusivitas, moderasi beragama, serta terciptanya ekosistem kampus yang aman, nyaman, sehat, dan setara bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakangnya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dr. Nisful Khoiri, M.Ag menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan harus menjadi pelopor dalam menghadirkan ruang akademik yang adil dan inklusif.</p>
<p>“Kampus harus menjadi ruang tumbuh yang menjamin kesetaraan, menghadirkan rasa aman akademik, serta memastikan tidak ada mahasiswa yang terpinggirkan oleh latar belakang apa pun. Inklusivitas adalah bagian dari tanggung jawab moral dan ilmiah perguruan tinggi,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai narasumber BOPTN, Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, M.A., menekankan bahwa moderasi beragama perlu diinternalisasikan dalam budaya akademik kampus.</p>
<p>“Moderasi beragama tidak boleh berhenti pada konsep, tetapi harus hadir dalam praktik keseharian kampus, dalam relasi sosial, dan dalam kebijakan akademik yang berpihak pada harmoni,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Dr. Muhammad Jailani, M.A. selaku pembahas menyoroti pentingnya desain pendidikan yang mampu menjamin kesetaraan akses dan pengalaman belajar bagi seluruh mahasiswa.</p>
<p>“Perguruan tinggi keagamaan harus memastikan bahwa setiap mahasiswa, tanpa kecuali, mendapatkan ruang belajar yang setara, adil, dan bebas dari diskriminasi dalam bentuk apa pun,” jelasnya.</p>
<p>Kegiatan ini juga menghadirkan Maslathif Dwi Purnomo, Ph.D yang memberikan pandangan akademik terkait pentingnya penguatan ekosistem riset dan kolaborasi ilmiah dalam isu pendidikan serta moderasi beragama.</p>
<p>“Penguatan kajian akademik tentang inklusivitas harus terus didorong melalui riset kolaboratif lintas disiplin agar kampus tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga pusat produksi gagasan yang relevan dengan realitas sosial,” ungkapnya.</p>
<p>Diskusi berlangsung dinamis dan produktif di bawah arahan moderator Yummy Jumiati Marsa, M.Pd. Dengan kepiawaiannya memandu forum, setiap gagasan dan pandangan yang muncul dapat tersampaikan secara utuh dalam suasana akademik yang konstruktif.</p>
<p>Melalui pelaksanaan BICARA #10 ini, LP2M UINSU kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan riset, dialog akademik, dan pengabdian kepada masyarakat yang konsisten menghadirkan gagasan-gagasan transformatif demi terwujudnya kampus yang inklusif, moderat, dan berdaya saing global(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LP2M UINSU Gelar BICARA #9, Dorong Penguatan Kualitas Guru dalam Pembelajaran Inklusif di Kota Medan</title>
		<link>https://pers.news/2026/05/21/lp2m-uinsu-gelar-bicara-9-dorong-penguatan-kualitas-guru-dalam-pembelajaran-inklusif-di-kota-medan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 13:45:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[BICARA #9]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Inklusif]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Medan]]></category>
		<category><![CDATA[LP2M UINSU]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Inklusif]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Inklusif]]></category>
		<category><![CDATA[UINSU Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11698</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS— Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sumatera Utara Medan kembali menggelar forum...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS—</strong> Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sumatera Utara Medan kembali menggelar forum akademik bertajuk BICARA #9 (Bincang Capaian Akademik dan Riset Ilmiah), Kamis (21/5/2026), di Hall Kopi Pahit KKPRI UINSU. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Kualitas Guru dalam Pembelajaran Inklusif pada Raudhatul Athfal Inklusif di Kota Medan.”</p>
<p>Forum ilmiah tersebut menjadi ruang strategis dalam memperkuat diskursus pendidikan inklusif, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini berbasis keislaman. Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan peneliti yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan mutu pendidikan inklusif di Indonesia.</p>
<p>Ketua LP2M UINSU, Prof. Dr. Nisful Khoiri, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kualitas guru merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan inklusif yang humanis, adaptif, dan berkeadilan.</p>
<p>Menurutnya, pendidikan inklusif tidak hanya berbicara tentang akses pendidikan, tetapi juga kualitas layanan pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik secara profesional dan berkelanjutan.</p>
<p>“Guru menjadi elemen paling penting dalam memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak belajar yang setara dan berkualitas,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan ini turut menghadirkan Prof. Dr. Khadijah, M.Ag sebagai pembahas utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif dan ramah terhadap seluruh peserta didik.</p>
<p>“Guru memiliki peran sentral dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, humanis, dan mampu mengembangkan potensi setiap anak tanpa diskriminasi,” ungkap Prof. Khadijah.</p>
<p>Sementara itu, Peneliti BOPTN UINSU, Dr. Ahmad Syukri Sitorus, M.A, memaparkan hasil riset mengenai implementasi pembelajaran inklusif pada Raudhatul Athfal di Kota Medan. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pedagogik guru, penguatan pendekatan pembelajaran diferensiatif, serta dukungan kelembagaan dalam membangun sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan.</p>
<p>“Pendidikan inklusif membutuhkan kolaborasi kuat antara guru, lembaga pendidikan, orang tua, dan lingkungan sosial agar proses pembelajaran benar-benar mampu menjangkau kebutuhan seluruh anak,” jelasnya.</p>
<p>Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen LP2M UINSU dalam membangun budaya akademik dan penguatan riset yang progresif. Kehadiran akademisi muda seperti Maslathif Dwi Purnomo, Ph.D menjadi simbol penguatan jejaring intelektual dan kolaborasi ilmiah yang berorientasi pada inovasi pendidikan serta peningkatan mutu akademik di lingkungan perguruan tinggi.</p>
<p>Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu moderator Willy Rahim Marpaung, M.Pd. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta menciptakan suasana akademik yang hidup sekaligus memperkaya perspektif mengenai tantangan dan masa depan pendidikan inklusif di Indonesia.</p>
<p>Melalui penyelenggaraan BICARA #9, LP2M UINSU kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang konsisten menghadirkan forum-forum akademik berkualitas guna mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, unggul, dan berdaya saing.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
