<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nasionalisme</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/nasionalisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Dec 2025 20:03:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Nasionalisme</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pasca Dikukuhkan, Pengurus DPP GMNI Laksanakan Ziarah Kebangsaan dan Napak Tilas di Makam Bung Karno</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/18/pasca-dikukuhkan-pengurus-dpp-gmni-laksanakan-ziarah-kebangsaan-dan-napak-tilas-di-makam-bung-karno/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 20:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[DPP GMNI]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI]]></category>
		<category><![CDATA[Ideologi Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Nasionalis]]></category>
		<category><![CDATA[Makam Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Marhaenisme]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Napak Tilas]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[UUD 1945]]></category>
		<category><![CDATA[Ziarah Kebangsaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9323</guid>

					<description><![CDATA[BLITAR&#124;PERS.NEWS — Pasca resmi dikukuhkan, seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="271" data-end="643"><strong>BLITAR|PERS.NEWS —</strong> Pasca resmi dikukuhkan, seluruh jajaran pengurus <strong data-start="333" data-end="423">Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Periode 2025–2028</strong> melaksanakan <strong data-start="437" data-end="474">Ziarah Kebangsaan dan doa bersama</strong> di Makam Proklamator Republik Indonesia, <strong data-start="516" data-end="532">Ir. Soekarno</strong>, yang dilanjutkan dengan <strong data-start="558" data-end="602">napak tilas sejarah di Museum Bung Karno</strong>, Blitar, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025).</p>
<figure id="attachment_9324" aria-describedby="caption-attachment-9324" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9324" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0007-1-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0007-1-scaled.jpg 2560w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0007-1-768x576.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0007-1-1536x1152.jpg 1536w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251219-WA0007-1-2048x1536.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-9324" class="wp-caption-text"><strong data-start="333" data-end="423">Keterangan : DPP GMNI) Periode 2025–2028</strong> melaksanakan <strong data-start="437" data-end="474">Ziarah Kebangsaan dan doa bersama</strong> di Makam Proklamator Republik Indonesia, <strong data-start="516" data-end="532">Ir. Soekarno</strong></figcaption></figure>
<p data-start="645" data-end="939">Kegiatan ini bukan sekadar ritual simbolik, melainkan menjadi momentum ideologis penting bagi DPP GMNI dalam meneguhkan kembali arah perjuangan organisasi agar senantiasa berpijak pada nilai-nilai <strong data-start="842" data-end="857">Marhaenisme</strong> serta pemikiran Bung Karno sebagai fondasi ideologi gerakan mahasiswa nasionalis.</p>
<p data-start="941" data-end="1321">Dengan suasana khidmat dan penuh refleksi sejarah, para pengurus DPP GMNI memanjatkan doa serta merenungi jejak perjuangan Bung Karno dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Ziarah Kebangsaan ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikrar moral untuk melanjutkan perjuangan ideologis Bung Karno di tengah kompleksitas tantangan bangsa hari ini.</p>
<p data-start="1323" data-end="1518">Ketua Umum DPP GMNI, <strong data-start="1344" data-end="1371">Muhammad Risyad Fahlefi</strong>, menyampaikan bahwa Ziarah Kebangsaan dan napak tilas tersebut merupakan <strong data-start="1445" data-end="1482">langkah awal perjuangan ideologis</strong> pengurus DPP GMNI pasca pengukuhan.</p>
<blockquote data-start="1520" data-end="1796">
<p data-start="1522" data-end="1796">“Ziarah dan napak tilas ini adalah ikhtiar ideologis untuk memastikan bahwa GMNI tetap berpijak pada ajaran Bung Karno. Marhaenisme bukan sekadar wacana, melainkan harus terus dihidupkan dan diwujudkan dalam kerja-kerja nyata yang berpihak kepada rakyat kecil,” ujar Risyad.</p>
</blockquote>
<p data-start="1798" data-end="2029">Menurutnya, GMNI sebagai organisasi kader dan organisasi ideologis memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga kemurnian nilai-nilai perjuangan Bung Karno agar tidak tergerus oleh pragmatisme politik dan arus kapitalisme global.</p>
<p data-start="2031" data-end="2337">Lebih lanjut, Risyad menegaskan bahwa pasca pengukuhan, <strong data-start="2087" data-end="2148">DPP GMNI Periode 2025–2028 memikul tanggung jawab sejarah</strong> untuk hadir menjawab berbagai persoalan bangsa, mulai dari <strong data-start="2208" data-end="2230">ketimpangan sosial</strong>, <strong data-start="2232" data-end="2251">krisis ekologis</strong>, <strong data-start="2253" data-end="2286">perampasan ruang hidup rakyat</strong>, hingga <strong data-start="2295" data-end="2336">tantangan kedaulatan ekonomi nasional</strong>.</p>
<blockquote data-start="2339" data-end="2650">
<p data-start="2341" data-end="2650">“Bung Karno mewariskan kepada kita keberanian berpikir, keberanian melawan ketidakadilan, serta keberpihakan yang tegas kepada kaum Marhaen. GMNI ke depan harus hadir sebagai kekuatan intelektual dan moral yang mampu mengawal cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="2652" data-end="2908">Napak tilas di Museum Bung Karno juga menjadi ruang refleksi kolektif bagi para pengurus DPP GMNI untuk memahami lebih dalam perjalanan hidup, gagasan, serta perjuangan Bung Karno dalam membangun kesadaran nasional, anti-imperialisme, dan persatuan bangsa.</p>
<p data-start="2910" data-end="3063">Menutup rangkaian kegiatan, Risyad kembali menegaskan bahwa <strong data-start="2970" data-end="2989">persatuan kader</strong> merupakan syarat mutlak bagi keberlanjutan perjuangan GMNI di masa depan.</p>
<blockquote data-start="3065" data-end="3333">
<p data-start="3067" data-end="3333">“Sebagaimana pesan Bung Karno, ‘kuat karena bersatu dan bersatu karena kuat’. GMNI hanya akan mampu menjalankan peran sejarahnya apabila seluruh kader menempatkan persatuan sebagai fondasi utama perjuangan, melampaui kepentingan pribadi maupun golongan,” pungkasnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="3335" data-end="3644">Ziarah Kebangsaan dan napak tilas ini diharapkan menjadi <strong data-start="3392" data-end="3447">titik tolak konsolidasi ideologis dan organisatoris</strong> DPP GMNI 2025–2028 dalam memperkuat barisan perjuangan mahasiswa nasionalis demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa dan Judi Online: Intelektualitas yang Dipertaruhkan di Meja Maya</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/02/mahasiswa-dan-judi-online-intelektualitas-yang-dipertaruhkan-di-meja-maya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 20:28:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Addiction]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Judi Online]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Judi Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8303</guid>

					<description><![CDATA[              Oleh: Nasmaul Hamdani &#160; &#8220;Ketika Nalar Intelektual dirusak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>              Oleh: Nasmaul Hamdani</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>&#8220;Ketika Nalar Intelektual dirusak oleh Ilusi Digital&#8221;</strong></p>
<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Judi online kini menjelma menjadi wabah sunyi yang merayap di ruang-ruang kampus. Ia hadir tanpa suara, tanpa dentuman, namun perlahan menghancurkan sendi moral dan mental generasi terdidik. Mahasiswa — yang seharusnya menjadi wajah rasionalitas dan pencerahan bangsa — justru banyak terjerat dalam lingkaran candu digital ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fenomena ini tidak lahir dari ruang hampa. Tekanan ekonomi, gaya hidup konsumtif, serta dorongan eksistensi di dunia maya menjadi pintu masuk yang nyata. Banyak mahasiswa yang awalnya sekadar mencoba “iseng” akhirnya kehilangan uang kuliah, fokus belajar, bahkan kepercayaan diri. Judi online bukan lagi permainan, melainkan jebakan psikologis yang menguras nalar dan martabat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam dunia digital, algoritma bekerja seperti candu: semakin sering seseorang bermain, semakin dalam ia diseret ke dalam ilusi kemenangan palsu. Di situlah tragedi intelektual dimulai — ketika akal sehat tunduk pada hasrat instan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dampak yang Lebih Dalam dari Sekadar Kehilangan Uang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dampak judi online pada mahasiswa jauh melampaui sekadar kerugian finansial. Ini bukan hanya soal uang, tetapi juga krisis karakter dan pergeseran nilai. Ketika kemenangan ditentukan oleh keberuntungan, bukan oleh kerja keras, maka semangat belajar pun kehilangan makna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mahasiswa yang dulu dikenal sebagai agen perubahan kini terjebak menjadi korban sistem digital yang kejam. Mereka kehilangan fokus akademik, prestasi menurun, dan relasi sosial memburuk. Tak jarang, rasa malu dan depresi datang menghantui, menimbulkan isolasi sosial yang berbahaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih dari itu, judi online menciptakan generasi apatis — generasi yang tak lagi percaya pada proses panjang karena terbiasa mengejar hasil instan. Ini bukan sekadar dekadensi moral, melainkan kemunduran cara berpikir. Bila mahasiswa mulai percaya bahwa keberuntungan lebih penting dari pengetahuan, maka masa depan bangsa sedang digadaikan di meja virtual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kampus Harus Menjadi Tembok Pertahanan Moral</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kampus tidak boleh tinggal diam. Judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman bagi ekosistem pendidikan. Institusi akademik harus aktif melakukan pencegahan melalui literasi digital, konseling psikologis, dan sistem pengawasan perilaku daring mahasiswa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dosen, organisasi mahasiswa, serta lembaga kemahasiswaan perlu menjadi barisan depan dalam gerakan “Stop Judi Online di Kampus”  bukan dengan hukuman semata, melainkan dengan pendekatan edukatif dan empatik. Mahasiswa yang terjerat perlu diselamatkan, bukan dihakimi. Mereka adalah korban dari sistem yang gagal menanamkan kecerdasan emosional dan pengendalian diri di era digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seruan Moral: Saatnya Menghentikan Ilusi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah saatnya mahasiswa membuka mata: tidak ada kemenangan di balik layar judi online. Yang ada hanyalah kehilangan waktu, tenaga, harga diri, dan masa depan. Setiap klik taruhan adalah langkah menjauh dari cita-cita; setiap kemenangan palsu adalah hutang moral pada diri sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bangsa ini membutuhkan mahasiswa yang kuat akalnya, jernih pikirannya, dan tangguh moralnya — bukan generasi yang ditipu oleh algoritma dan keserakahan digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka, hentikan sekarang juga.</p>
<p>Cabut diri dari jaringan ilusi itu.</p>
<p>Kembalilah ke ruang nyata — ruang kelas, ruang baca, dan ruang sosial — tempat perjuangan sejati tumbuh. Karena masa depan tidak akan dibentuk oleh tangan yang menekan tombol taruhan, melainkan oleh pikiran yang berani menolak kejatuhan.(NH)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda: Menyalakan Kembali Api Persatuan di Tengah Krisis Identitas Mahasiswa</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/30/sumpah-pemuda-menyalakan-kembali-api-persatuan-di-tengah-krisis-identitas-mahasiswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 15:07:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Identitas Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Maju]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8254</guid>

					<description><![CDATA[                 Oleh:Alfi Armansyah &#160; MEDAN&#124;PERS.NEWS-Setiap tanggal 28 Oktober,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>                 Oleh:Alfi Armansyah</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa ini kembali mengenang momen bersejarah: Sumpah Pemuda 1928, saat para pemuda dari berbagai daerah menyatakan diri satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa—Indonesia. Namun, di tengah gegap gempita peringatan dan upacara seremonial, muncul satu pertanyaan yang perlu direnungkan oleh kita, para mahasiswa: apakah semangat Sumpah Pemuda masih hidup di dada generasi kampus hari ini?</p>
<p>Sebagai mahasiswa—yang sering disebut sebagai agent of change—kita sejatinya merupakan pewaris langsung semangat para pemuda 1928. Mereka berjuang bukan dengan senjata, melainkan dengan gagasan dan tekad untuk menyatukan bangsa yang tercerai oleh perbedaan suku, bahasa, dan kepentingan kolonial. Kini, perjuangan itu berubah bentuk. Lawan kita bukan lagi penjajahan fisik, melainkan penjajahan mental—dari arus globalisasi, disinformasi, dan krisis kepedulian sosial.(30/10/25)</p>
<p>Ironisnya, banyak mahasiswa hari ini justru terjebak dalam individualisme dan pragmatisme akademik. Kampus seolah hanya menjadi tempat mengejar ijazah, bukan ruang membangun kesadaran kebangsaan. Padahal, semangat Sumpah Pemuda adalah tentang kesatuan visi dan tanggung jawab bersama untuk menciptakan perubahan.</p>
<p>Mahasiswa masa kini harus berani menghidupkan kembali idealisme itu—dengan cara yang relevan untuk zaman ini. Bukan sekadar turun ke jalan tanpa arah, tetapi dengan memperkuat literasi, menegakkan integritas, dan mengawal kebijakan publik lewat kritik ilmiah dan inovasi sosial. Di era digital, “sumpah” kita bisa dimaknai sebagai komitmen untuk melawan hoaks, intoleransi, dan apatisme terhadap persoalan bangsa.</p>
<p>Sumpah Pemuda 1928 lahir dari kesadaran bahwa perbedaan bukan alasan untuk berpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Mahasiswa masa kini harus menyalakan kembali api itu—menjadikannya energi untuk merajut solidaritas lintas kampus, lintas daerah, dan lintas ideologi demi Indonesia yang lebih adil, cerdas, dan berdaya.</p>
<p>Pada akhirnya, memperingati Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi meneguhkan janji di masa kini: bahwa di tangan pemuda—terutama mahasiswa—harapan Indonesia tidak akan pernah padam.(AA)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber :Alfi Armansyah Mahasiswa Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi Sumpah Pemuda: Mendongkrak Semangat Pemuda di Era Milenial</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/29/refleksi-sumpah-pemuda-mendongkrak-semangat-pemuda-di-era-milenial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 13:11:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Pers.news]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8231</guid>

					<description><![CDATA[Oleh :M. Sabda Erlangga &#160; MEDAN &#124;PERS.NEWS-Sumpah Pemuda yang dikumandangkan pada 28 Oktober 1928 merupakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh :M. Sabda Erlangga</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MEDAN |PERS.NEWS-</strong>Sumpah Pemuda yang dikumandangkan pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Momentum bersejarah ini bukan sekadar simbol persatuan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di era milenial yang serba digital dan dinamis, refleksi terhadap makna Sumpah Pemuda menjadi sangat relevan untuk menyalakan kembali semangat perjuangan di kalangan pemuda masa kini.(29/10/25)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemuda sebagai Agen Perubahan</p>
<p>Pemuda adalah tulang punggung bangsa — sosok yang memiliki energi, semangat, dan idealisme tinggi untuk menciptakan perubahan. Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, pemuda milenial diharapkan menjadi agen perubahan yang kreatif, inovatif, dan berintegritas.</p>
<p>Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi dan informasi untuk kemajuan bangsa, menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap nilai-nilai kebangsaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tantangan di Era Milenial</p>
<p>Era digital membawa berbagai tantangan baru bagi generasi muda: kesenjangan digital, pengaruh budaya asing, hingga tekanan sosial media yang kerap menggeser nilai-nilai kebangsaan. Namun, di balik tantangan itu tersimpan peluang besar bagi pemuda untuk berkembang dan berkontribusi.</p>
<p>Dengan semangat Sumpah Pemuda, generasi milenial dapat menjawab tantangan tersebut dengan membangun kreativitas, memperkuat karakter, dan menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menyalakan Kembali Api Sumpah Pemuda</p>
<p>Untuk membangkitkan semangat Sumpah Pemuda di kalangan generasi milenial, diperlukan langkah konkret:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengintegrasikan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan dalam sistem pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendorong kreativitas dan inovasi pemuda melalui kegiatan positif dan produktif di berbagai bidang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meningkatkan partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan sosial, politik, dan ekonomi demi kemajuan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memberdayakan teknologi digital sebagai alat untuk memperluas akses pendidikan, memperkuat ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semangat yang Tak Lekang oleh Waktu</p>
<p>Sumpah Pemuda bukan hanya catatan sejarah, tetapi api semangat yang harus terus menyala dalam setiap diri pemuda Indonesia. Dengan menumbuhkan kembali nilai persatuan, semangat juang, dan rasa cinta tanah air, generasi milenial dapat menjadi garda terdepan perubahan — membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berdaya saing global.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mari kobarkan semangat Sumpah Pemuda.Karena masa depan Indonesia ada di tangan kita, pemuda yang bersatu</p>
<p>dan beraksi untuk negeri.(MSE)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Madina Resmikan Musda DPD IKANAS Sumut 2025: Pererat Silaturahmi Keluarga Nasution</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/25/bupati-madina-resmikan-musda-dpd-ikanas-sumut-2025-pererat-silaturahmi-keluarga-nasution/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 07:06:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bhinneka Tunggal Ika;]]></category>
		<category><![CDATA[IKANAS]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Besar Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Musyawarah Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[NKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Persaudaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Saipullah Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Sibaroar]]></category>
		<category><![CDATA[Simalungun]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sutan Diaru]]></category>
		<category><![CDATA[UUD 1945]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8127</guid>

					<description><![CDATA[Simalungun&#124;PERS.NEWS- Bupati Mandailing Natal (Madina) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Nasution dohot...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Simalungun|PERS.NEWS- Bupati Mandailing Natal (Madina) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna (IKANAS), H. Saipullah Nasution, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD IKANAS Sumatera Utara Tahun 2025 di Mess Pora-Pora Tengku Rizal Nurdin, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat (24/10/2025).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Agenda yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2025, ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Nasution untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2025–2030. Selain itu, Musda juga diharapkan melahirkan rumusan strategis dalam memperkuat peran IKANAS di bidang sosial, budaya, dan ekonomi di Sumatera Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Saipullah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan berharap Musda dapat menghasilkan keputusan terbaik untuk kemajuan organisasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya ucapkan selamat bermusyawarah. Semoga pengurus yang terpilih nantinya mampu membawa marwah dan kejayaan Nasution dohot anak boruna di Sumatera Utara,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Musda bukan sekadar forum pemilihan, melainkan ajang memperkokoh persaudaraan antaranggota IKANAS.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Musda ini harus menjadi wadah mempererat silaturahmi, bukan memecah belah. Siapa pun yang terpilih adalah pilihan terbaik bagi keluarga besar kita,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saipullah juga mengingatkan bahwa semangat kekeluargaan dalam IKANAS sudah terjalin secara alami karena berasal dari satu rumpun keturunan besar, yakni Sibaroar, Sutan Diaru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Organisasi ini hadir untuk mempermudah komunikasi dan memperkuat ikatan yang sudah ada. Hakikatnya, kita disatukan oleh darah dan nilai kebersamaan,” tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia turut mengapresiasi antusiasme para peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara. Menurutnya, semangat tersebut menjadi bukti bahwa IKANAS tetap solid dan memiliki peran penting di tengah masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Antusiasme saudara-saudara sekalian membuktikan bahwa semangat kekeluargaan di IKANAS masih menyala. Ini modal utama untuk terus berbuat bagi kemajuan bersama,” kata Saipullah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak peserta Musda untuk menjadikan forum tersebut sebagai sarana refleksi atas perjalanan organisasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Musda ini mari kita jadikan ruang evaluasi untuk memperbaiki hal-hal yang belum sempurna,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepada generasi muda IKANAS, Saipullah berpesan agar terus menjaga nilai-nilai persaudaraan dan nasionalisme dengan berpegang pada empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat semangat persatuan serta menumbuhkan kemandirian di berbagai bidang kehidupan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan terlaksananya Musda DPD IKANAS Sumut 2025, diharapkan lahir pengurus yang tangguh, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur keluarga besar Nasution.(NH)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
