<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penanggulangan Bencana (BNPB)</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/penanggulangan-bencana-bnpb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Dec 2025 19:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Penanggulangan Bencana (BNPB)</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lamsiang Sitompul SH MH Desak Presiden Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/13/lamsiang-sitompul-sh-mh-desak-presiden-tetapkan-bencana-sumatera-sebagai-bencana-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 17:54:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Rizal (Ketua LSM Penjara Indonesia)]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Desak Presiden Tetapkan Status Siaga Bencana Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Desakan presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Fajri Akbar]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Merdeka (Ketua Umum Satu Betor)]]></category>
		<category><![CDATA[Lamsiang Sitompul SH MH]]></category>
		<category><![CDATA[Pdt. Berkat Kurniawan Laoly]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggulangan Bencana (BNPB)]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntutan Ditandatangani]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntutan keras]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Martono dari FKIB]]></category>
		<category><![CDATA[Wage Nainggolan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9196</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS- Jumat 12 Desember 2025 — Hujan deras yang mengguyur Kota Medan tidak menyurutkan langkah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="106" data-end="484"><strong data-start="106" data-end="139">MEDAN|PERS.NEWS- Jumat 12 Desember 2025</strong> — Hujan deras yang mengguyur Kota Medan tidak menyurutkan langkah ratusan warga yang tergabung dalam aksi kemanusiaan <strong data-start="258" data-end="280">Horas Bangso Batak</strong>. Sekitar <strong data-start="290" data-end="309">500 orang massa</strong> turun ke jalan pada Jumat (12/12/2025) sore, menyuarakan satu tuntutan utama: <strong data-start="388" data-end="483">pemerintah pusat harus menetapkan bencana banjir besar di Sumatera sebagai Bencana Nasional</strong>.</p>
<p data-start="486" data-end="819">Aksi yang dimulai sekitar pukul <strong data-start="518" data-end="531">15.00 WIB</strong> itu dipimpin langsung oleh <strong data-start="559" data-end="617">Ketua Umum Horas Bangso Batak, Lamsiang Sitompul SH MH</strong>. Dengan suara lantang di hadapan massa, Lamsiang menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan yang melanda berbagai wilayah di Sumatera—khususnya Sumatera Utara—tidak bisa lagi dipandang sebagai bencana biasa.</p>
<figure id="attachment_9197" aria-describedby="caption-attachment-9197" style="width: 1069px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9197" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA0035.jpg" alt="" width="1069" height="1284" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA0035.jpg 1069w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA0035-768x922.jpg 768w" sizes="(max-width: 1069px) 100vw, 1069px" /><figcaption id="caption-attachment-9197" class="wp-caption-text"><strong>FHOTO : Lamsiang Sitompul SH MH Desak Presiden Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional, Bersama (Ratusan Masa Horas Bangso Batak Kepung Kantor DPRD SUMUT) </strong></figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p data-start="821" data-end="1109">“Ini bukan sekadar banjir musiman. Ini bencana besar yang merenggut nyawa, menghancurkan rumah rakyat, memutus jalan dan jembatan, serta meluluhlantakkan sawah dan ladang. Jika negara tidak hadir secara serius, maka negara telah gagal melindungi rakyatnya,” tegas Lamsiang dalam orasinya.</p>
<p data-start="1111" data-end="1505">Dalam aksi tersebut, Lamsiang didampingi sejumlah tokoh dan elemen masyarakat, di antaranya <strong data-start="1203" data-end="1220">Johan Merdeka</strong> (Ketua Umum Satu Betor), <strong data-start="1246" data-end="1261">Ahmad Rizal</strong> (Ketua LSM Penjara Indonesia), <strong data-start="1293" data-end="1311">Ustadz Martono</strong> dari FKIB, serta <strong data-start="1329" data-end="1348">Wage Nainggolan</strong>, mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan luasnya dukungan publik terhadap tuntutan penetapan Bencana Nasional.</p>
<h3 data-start="1507" data-end="1558">Kerugian Triliunan, Daerah Tak Mampu Menanggung</h3>
<p data-start="1560" data-end="1807">Lamsiang menguraikan secara rinci alasan mengapa penetapan Bencana Nasional menjadi keharusan. Ia mengutip <strong data-start="1667" data-end="1721">rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)</strong> yang menyebutkan total kerugian akibat bencana di Sumatera mencapai <strong data-start="1790" data-end="1806">Rp51 triliun</strong>.</p>
<p data-start="1809" data-end="1972">“Kalau kita bagi secara kasar, Sumatera Utara saja menanggung sekitar <strong data-start="1879" data-end="1895">Rp17 triliun</strong>. Pertanyaannya, dari mana uang sebesar itu bisa ditanggung daerah?” ujarnya.</p>
<p data-start="1974" data-end="2339">Ia kemudian membandingkan angka kerugian tersebut dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Menurut Lamsiang, <strong data-start="2087" data-end="2169">Dana Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Utara hanya sekitar Rp100 miliar</strong>, sementara kabupaten dan kota terdampak seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga rata-rata hanya memiliki anggaran sekitar <strong data-start="2323" data-end="2338">Rp10 miliar</strong>.</p>
<p data-start="2341" data-end="2584">“Kalau semuanya dikumpulkan, paling juga sekitar Rp150 miliar. Ditambah kemungkinan bantuan lain, andaikan menjadi Rp500 miliar, itu tetap tidak sebanding dengan kebutuhan puluhan triliun. Ini fakta, bukan opini,” katanya disambut sorak massa.</p>
<h3 data-start="2586" data-end="2628">Tuntutan Keras BRR dan Usut Perusak Lingkungan</h3>
<p data-start="2630" data-end="3020">Atas dasar itu, Horas Bangso Batak menyampaikan <strong data-start="2678" data-end="2701">tiga tuntutan utama</strong> kepada pemerintah pusat. Pertama, mendesak <strong data-start="2745" data-end="2774">Presiden Prabowo Subianto</strong> segera menetapkan bencana banjir di Sumatera sebagai <strong data-start="2828" data-end="2848">Bencana Nasional</strong>. Kedua, meminta pembentukan <strong data-start="2877" data-end="2922">Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR)</strong> seperti pada masa pasca-tsunami Aceh dan Nias, dengan alokasi anggaran sekitar <strong data-start="3002" data-end="3019">Rp100 triliun</strong>.</p>
<p data-start="3022" data-end="3206">“BRR adalah solusi yang pernah berhasil. Aceh dan Nias bisa bangkit karena ada BRR. Sumatera hari ini membutuhkan langkah luar biasa, bukan kebijakan setengah-setengah,” ujar Lamsiang.</p>
<p data-start="3208" data-end="3452">Tuntutan ketiga adalah <strong data-start="3231" data-end="3300">penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan perusak lingkungan</strong>. Lamsiang menegaskan bahwa bencana yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari praktik perusakan hutan dan lingkungan yang dibiarkan selama bertahun-tahun.</p>
<p data-start="3454" data-end="3638">“Kami minta perusahaan perusak lingkungan ditangkap, diadili, dan dihukum. Mereka juga harus mengganti kerugian rakyat dan negara. Jangan rakyat kecil terus yang jadi korban,” katanya.</p>
<h3 data-start="3640" data-end="3675">Kritik Keras Pernyataan Pejabat</h3>
<p data-start="3677" data-end="3909">Dalam orasinya, Lamsiang juga melontarkan kritik keras terhadap sejumlah pernyataan pejabat yang dinilai tidak mencerminkan kondisi di lapangan. Ia menyesalkan adanya anggapan bahwa bencana di Sumatera hanya “ramai di media sosial”.</p>
<p data-start="3911" data-end="4157">“Faktanya, ribuan rumah hanyut dan hancur. Sawah dan ladang rusak. Jalan dan jembatan putus. Bahkan ribuan orang meninggal, tertimbun, hanyut, dan sampai hari ini belum ditemukan. Ini bukan cerita media sosial, ini tragedi kemanusiaan,” tegasnya.</p>
<h3 data-start="4159" data-end="4191">DPRD Sumut Nyatakan Dukungan</h3>
<p data-start="4193" data-end="4416">Di hadapan ratusan massa aksi, <strong data-start="4224" data-end="4303">Anggota DPRD Sumatera Utara dari Partai NasDem, Pdt. Berkat Kurniawan Laoly</strong>, didampingi <strong data-start="4316" data-end="4331">Fajri Akbar</strong> dari Partai Demokrat, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban bencana.</p>
<p data-start="4418" data-end="4688">Pdt. Berkat menyatakan sepakat bahwa pemerintah pusat harus menetapkan bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional dan mendukung pembentukan BRR untuk mempercepat pemulihan. Pernyataan politik yang disampaikannya di hadapan massa pun menjadi perhatian serius peserta aksi.</p>
<figure id="attachment_9198" aria-describedby="caption-attachment-9198" style="width: 906px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9198" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA0036.jpg" alt="" width="906" height="577" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA0036.jpg 906w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251214-WA0036-768x489.jpg 768w" sizes="(max-width: 906px) 100vw, 906px" /><figcaption id="caption-attachment-9198" class="wp-caption-text"><strong>FHOTO : Anggota DPRD Sumatera Utara dari Partai NasDem, Pdt. Berkat Kurniawan Laoly, didampingi Fajri Akbar dari Partai Demokrat Menerima Tuntutan Aksi</strong></figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<h3 data-start="4690" data-end="4729">Aksi Damai, Tuntutan Ditandatangani</h3>
<p data-start="4731" data-end="5048">Meski diguyur hujan, aksi berjalan <strong data-start="4766" data-end="4786">tertib dan damai</strong> dengan pengawalan aparat kepolisian. Di akhir kegiatan, perwakilan massa aksi dan anggota DPRD Sumut menandatangani <strong data-start="4903" data-end="4931">dokumen tuntutan bersama</strong> yang berisi desakan penetapan Bencana Nasional, pembentukan BRR, serta penindakan tegas terhadap perusak lingkungan.</p>
<p data-start="5050" data-end="5320" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Setelah kesepakatan tersebut, ratusan massa Horas Bangso Batak dan elemen masyarakat lainnya membubarkan diri dengan tertib. Namun, satu pesan ditegaskan sebelum aksi berakhir: <strong data-start="5227" data-end="5319">rakyat Sumatera akan terus bersuara hingga negara benar-benar hadir untuk korban bencana</strong>.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
