<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan nasional</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/pendidikan-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Feb 2026 15:35:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Pendidikan nasional</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>LMND Nilai Tragedi Anak di NTT Tak Boleh Dipolitisasi, Dorong Solusi Konkret Pendidikan</title>
		<link>https://pers.news/2026/02/06/lmnd-nilai-tragedi-anak-di-ntt-tak-boleh-dipolitisasi-dorong-solusi-konkret-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 15:35:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[APBN 2026]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[gotong royong]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[LMND]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi NTT]]></category>
		<category><![CDATA[UNICEF]]></category>
		<category><![CDATA[Wilayah 3T]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10092</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA&#124;PERS.NEWS— Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) menanggapi surat terbuka Badan Eksekutif...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute top-0" aria-hidden="true" data-edge="true"><b>JAKARTA|PERS.NEWS</b>— Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) menanggapi surat terbuka Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) kepada UNICEF terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).</div>
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="4b5f0006-2f24-4ff5-ac93-59db2cfe3386" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="634039b8-f3c1-459c-8a3e-ac33902e05d3" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="524" data-end="709">LMND menilai tragedi tersebut tidak boleh dipolitisasi dengan narasi yang menyimpulkan seolah-olah kebijakan pendidikan nasional gagal total dan negara abai terhadap pemenuhan hak anak.</p>
<p data-start="711" data-end="993">Sekretaris Jenderal LMND, Julfikar Hasan, menegaskan bahwa pihaknya memiliki sikap yang sama dalam mengecam tragedi kemanusiaan tersebut. Namun, menurutnya, menyalahkan kebijakan nasional secara langsung tanpa melihat data dan konteks yang utuh justru berpotensi menyesatkan publik.</p>
<blockquote data-start="995" data-end="1227">
<p data-start="997" data-end="1227">“Ini tragedi kemanusiaan yang tidak boleh terulang. Namun, jangan menjadikan penderitaan anak sebagai alat politik dengan narasi bahwa negara tidak peduli pendidikan. Itu tidak sesuai dengan data,” ujar Julfikar, Jumat (7/2/2026).</p>
</blockquote>
<p data-start="1229" data-end="1438">Julfikar memaparkan bahwa berdasarkan APBN 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 757,8 triliun atau sekitar 20 persen dari total belanja negara, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.</p>
<p data-start="1440" data-end="1767">Anggaran tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah dan dialokasikan untuk berbagai program strategis, seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru, serta dukungan pendidikan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).</p>
<blockquote data-start="1769" data-end="2037">
<p data-start="1771" data-end="2037">“Jika melihat angka APBN, jelas pendidikan ditempatkan sebagai investasi masa depan bangsa. Yang perlu dikritisi secara serius adalah persoalan implementasi dan pengawasan di daerah, bukan dengan menyederhanakan masalah dan menyalahkan kebijakan nasional,” jelasnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="2039" data-end="2345">Lebih lanjut, LMND menilai tragedi di NTT harus dijawab dengan solusi konkret agar tidak terulang di masa depan. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah penguatan konsep <strong data-start="2219" data-end="2237">Sekolah Rakyat</strong> sebagai sistem pendidikan yang benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan wilayah terpencil.</p>
<p data-start="2347" data-end="2638">Konsep Sekolah Rakyat dinilai perlu mencakup pendidikan gratis dan inklusif, penyediaan perlengkapan sekolah oleh negara, pengembangan sekolah berbasis komunitas dan asrama di wilayah ekstrem, serta integrasi pendidikan dengan perlindungan sosial, pemenuhan gizi, dan layanan kesehatan anak.</p>
<blockquote data-start="2640" data-end="2817">
<p data-start="2642" data-end="2817">“Sekolah Rakyat adalah bentuk kehadiran negara secara nyata. Tidak boleh ada lagi anak kehilangan masa depan hanya karena kemiskinan dan keterbatasan wilayah,” tegas Julfikar.</p>
</blockquote>
<p data-start="2819" data-end="3022">LMND juga mendorong UNICEF untuk berperan secara konstruktif, khususnya dalam mendampingi implementasi kebijakan pendidikan di wilayah 3T serta mengawasi distribusi bantuan pendidikan agar tepat sasaran.</p>
<p data-start="3024" data-end="3169">Menurut LMND, tragedi kemanusiaan harus dijadikan momentum evaluasi bersama, bukan ajang saling menyalahkan yang justru mengaburkan jalan keluar.</p>
<blockquote data-start="3171" data-end="3315">
<p data-start="3173" data-end="3315">“Kritik harus berbasis data dan solusi. Negara sedang berbenah, dan proses ini perlu dikawal secara kritis dan bertanggung jawab,” pungkasnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="3317" data-end="3581">Ia menambahkan, berbagai langkah yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini patut diapresiasi dan didukung bersama. Tantangan utama justru terletak pada implementasi kebijakan di lapangan yang harus terus diawasi oleh seluruh elemen masyarakat.</p>
<blockquote data-start="3583" data-end="3785">
<p data-start="3585" data-end="3785">“Indonesia adalah negara gotong royong. Keberhasilan kebijakan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga perlu dikawal bersama agar benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tutupnya(Red)</p>
</blockquote>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PB SEMMI Ajak Refleksi Bersama atas Tragedi NTT dan Dorong Dialog Langsung dengan Presiden</title>
		<link>https://pers.news/2026/02/05/pb-semmi-ajak-refleksi-bersama-atas-tragedi-ntt-dan-dorong-dialog-langsung-dengan-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 16:17:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[PB SEMMI]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pengentasan Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10057</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA&#124;PERS.NEWS— Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa meninggalnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute top-0" aria-hidden="true" data-edge="true"><strong>JAKARTA|PERS.NEWS—</strong> Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa meninggalnya seorang siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT). PB SEMMI memandang kejadian ini sebagai momentum refleksi bersama atas berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi dalam pemenuhan hak pendidikan dan perlindungan anak, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses.</div>
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="e8e3bf33-1a16-48b3-b940-b7f8f0391cb5" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="424d0351-40c7-464b-a6b7-c713f7ac1b58" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="677" data-end="1057">Sekretaris Jenderal PB SEMMI, Marzuki Toekan, menyampaikan bahwa dalam konteks sosial tertentu, tekanan ekonomi keluarga serta keterbatasan layanan pendidikan dapat berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis anak. Oleh karena itu, penguatan kebijakan pendidikan dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan kebijakan perlindungan sosial.</p>
<p data-start="1059" data-end="1339">“Peristiwa ini mengingatkan kita semua bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Karena itu, kebijakan pendidikan perlu senantiasa disertai dengan perlindungan sosial yang memadai,” ujar Marzuki dalam pernyataan tertulis, Selasa (4/2/2025).</p>
<p data-start="1341" data-end="1688">PB SEMMI menilai pemerintah telah menunjukkan komitmen positif melalui berbagai kebijakan progresif di sektor pendidikan, termasuk Program Sekolah Rakyat yang bertujuan memperluas akses pendidikan serta mengurangi beban masyarakat rentan. Program tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat kehadiran negara di sektor pendidikan.</p>
<p data-start="1690" data-end="1944">“SEMMI mengapresiasi upaya pemerintah dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif. Ke depan, penguatan dan penyempurnaan kebijakan tetap diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.</p>
<p data-start="1946" data-end="2272">PB SEMMI berpandangan bahwa perlindungan anak dan peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara negara, keluarga, satuan pendidikan, serta lingkungan sosial. Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar kebijakan publik dapat berjalan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.</p>
<p data-start="2274" data-end="2676">Dalam semangat tersebut, PB SEMMI mendorong pembukaan <strong data-start="2328" data-end="2356">Forum Dialog Merah Putih</strong> sebagai ruang dialog langsung antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan organisasi-organisasi mahasiswa. Forum ini diharapkan menjadi wadah komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan konstruktif untuk membahas isu pendidikan, pengentasan kemiskinan, serta penguatan kebijakan sosial secara komprehensif.</p>
<p data-start="2678" data-end="2889">“Forum Dialog Merah Putih dapat menjadi ruang saling mendengar dan bertukar pandangan, sehingga kebijakan yang lahir semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta masa depan generasi muda,” kata Marzuki.</p>
<p data-start="2891" data-end="3112">PB SEMMI menegaskan bahwa pendidikan harus terus diperkuat sebagai ruang yang aman, inklusif, dan memberdayakan bagi anak-anak bangsa, tanpa menambah beban sosial maupun tekanan psikologis akibat kondisi ekonomi keluarga.</p>
<p data-start="3114" data-end="3345">Sebagai organisasi mahasiswa, PB SEMMI menyatakan komitmennya untuk terus berperan secara konstruktif dalam mendukung dan mengawal kebijakan pendidikan nasional demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan yang berkelanjutan.(MSE)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencuat, PLT Kepsek di Labuhanbatu   SDN 05 Panai diduga menjadi Praktik  “Sekolah Dasar Keluarga</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/03/mencuat-plt-kepsek-di-labuhanbatu-sdn-05-panai-diduga-menjadi-praktik-sekolah-dasar-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 15:43:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Dapodik]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Praktik sekolah dasar keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Investigasi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Waktu]]></category>
		<category><![CDATA[Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[Nepotisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[PLT Kepala Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SDN05 Panai Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Dasar Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8326</guid>

					<description><![CDATA[LABUHANABATU &#124;PERS.NEWS-Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 di Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUHANABATU |PERS.NEWS-</strong>Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 di Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, berubah drastis dan kini dijuluki masyarakat sebagai Sekolah Dasar Keluarga (SDK).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perubahan tersebut terjadi sejak kepemimpinan M, selaku Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah. Sejumlah tenaga pendidik dan komite sekolah disebut berasal dari kalangan keluarganya sendiri. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.(3/11/25)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum menjabat sebagai PLT Kepala Sekolah, M diketahui merupakan guru kelas di SDN 05 di bawah kepemimpinan S.A, yang saat itu menjabat sebagai kepala sekolah definitif. Setelah S.A mengundurkan diri pada November 2023, posisi kepala sekolah sementara diberikan kepada M.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, sejak awal menjabat, M disebut langsung melakukan praktik nepotisme dengan mengangkat S.R, keponakannya sendiri, menjadi guru honorer meski tidak memenuhi syarat administratif. S.R bahkan sudah aktif mengajar di depan kelas sejak akhir 2023 hingga kini (November 2025).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak berhenti di situ, pada tahun 2025, M yang berstatus ASN PPPK juga memasukkan J.S, abang kandungnya, sebagai guru honorer Pendidikan Agama Islam, serta menunjuk Z sebagai Ketua Komite tanpa melalui proses pemilihan sebagaimana mestinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan salinan SK PLT Kepala Satuan Pendidikan SDN 05 Panai Tengah Nomor 400.3.10.1/10/VI/SDN2025, nama S.R tercatat sebagai operator sekolah. Namun dalam praktiknya, S.R justru berperan aktif sebagai guru kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam SK yang sama, J.S (NIP 1994) tercatat sebagai guru Pendidikan Agama Islam dengan beban 24 jam pelajaran per minggu untuk kelas II hingga VI. Namun hasil penelusuran menunjukkan bahwa J.S hanya hadir satu kali seminggu, setiap hari Selasa, dengan durasi 1 jam 30 menit saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dugaan pelanggaran juga mencakup manipulasi data dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Berdasarkan temuan, nama J.S dan S.R telah masuk dalam sistem Dapodik sejak 23 Juni 2025 pukul 14.32 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain dugaan nepotisme, M juga diduga melakukan manipulasi data dan penyalahgunaan wewenang bersama J.S, yang berpotensi mengarah pada tindakan korupsi waktu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Korwil Pendidikan Kecamatan Panai Tengah (B.S., S.Pd) dan Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu (A.J.P) saat dikonfirmasi awak media memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLT Kepala Sekolah belum memberikan tanggapan atas konfirmasi awak media yang dikirimkan sejak 2 November 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Daftar Keluarga PLT yang Diduga Terlibat di SDN 05 Panai Tengah:</p>
<p>M, PLT Kepala Sekolah SDN 05 (2023–2025),J.S, Guru Honorer Agama Islam (abang kandung M),S.A, Guru Kelas (adik kandung M),A, Guru Kelas (keponakan M),S.R, Guru Honorer/Operator (keponakan M(AGB)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Arif dan Rekan Rekan Awak Media</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
