<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petani Tulang Punggung &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/petani-tulang-punggung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2026 13:47:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.6</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Petani Tulang Punggung &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petani Tulang Punggung Keluarga Terjerat Narkoba, Istri Memohon Agar Direhabilitasi</title>
		<link>https://pers.news/2026/10/03/petani-tulang-punggung-keluarga-terjerat-narkoba-istri-memohon-agar-direhabilitasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2026 13:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Istri Memohon Agar Direhabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Terjerat Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Tulang Punggung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=14383</guid>

					<description><![CDATA[TOLI-TOLI &#124; PERS.NEWS — Di tengah hamparan kebun yang menjadi sumber penghidupan warga Desa Bilo,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TOLI-TOLI | PERS.NEWS —</strong> Di tengah hamparan kebun yang menjadi sumber penghidupan warga Desa Bilo, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Toli-Toli, tersimpan kisah pilu sebuah keluarga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syamsudin, seorang pekebun sekaligus kepala keluarga, kini harus menjalani proses hukum setelah ditahan di Polres Toli-Toli terkait perkara penyalahgunaan narkoba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi keluarganya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut proses hukum yang sedang dijalani Syamsudin, tetapi juga menyisakan persoalan lain: siapa yang akan menjadi tulang punggung keluarga ketika dirinya tidak lagi dapat bekerja di kebun?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari istri, anak, dan sejumlah tetangga, ketergantungan Syamsudin terhadap narkoba disebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia disebut merasa tidak mampu bekerja di kebun tanpa terlebih dahulu mengonsumsi narkoba karena tubuhnya terasa lemas dan tidak nyaman ketika belum menggunakannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Selama ini memang dia pakai, katanya supaya kuat dan tahan lama kerja di kebun. Sudah bertahun-tahun begitu,” ungkap salah seorang warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syamsudin selama ini menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga. Kebutuhan sehari-hari, makanan, hingga biaya pendidikan anak yang baru memasuki perguruan tinggi, bergantung pada penghasilannya sebagai pekebun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini, ketika Syamsudin harus menjalani proses hukum, keluarga mulai menghadapi ketidakpastian ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau Bapak tidak bekerja, kami makan apa? Anak baru masuk kuliah, biaya dan kebutuhan harian dari mana?” ujar istrinya dengan suara bergetar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sang istri menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud membenarkan perbuatan suaminya. Namun, ia berharap kondisi ketergantungan yang dialami Syamsudin dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penanganan perkara tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, suaminya bukanlah pengedar, melainkan pengguna yang telah mengalami ketergantungan dalam waktu lama dan dinilai membutuhkan penanganan untuk memulihkan kondisinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, keluarga memohon agar aparat penegak hukum dan pihak terkait mempertimbangkan kemungkinan rehabilitasi bagi Syamsudin sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami memohon pertimbangan. Berikan kesempatan dia direhabilitasi. Dia butuh bantuan, bukan sekadar dihukum. Kalau dia sehat dan sembuh, dia bisa kembali bekerja dan tidak lagi memakai barang haram itu,” harap istrinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga kini, proses hukum terhadap Syamsudin masih berlangsung di Polres Toli-Toli. Keluarga berharap proses tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan hukum, sembari mempertimbangkan aspek pemulihan terhadap dugaan ketergantungan yang dialaminya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi keluarga, rehabilitasi bukan dimaksudkan untuk menghapus proses hukum, melainkan menjadi harapan agar Syamsudin dapat memperoleh penanganan yang tepat, pulih dari ketergantungan, dan suatu saat kembali menjalankan perannya sebagai suami serta ayah bagi keluarganya.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
