<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Politik Sumut &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/politik-sumut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2026 11:50:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Politik Sumut &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GP Ansor Medan Bela Bobby Nasution: Kehati-hatian Bukan Bentuk Arogansi</title>
		<link>https://pers.news/2026/07/28/gp-ansor-medan-bela-bobby-nasution-kehati-hatian-bukan-bentuk-arogansi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 11:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Bobby Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Due Process of Law]]></category>
		<category><![CDATA[GP ansor]]></category>
		<category><![CDATA[GP Ansor Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[NasDem]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Anthony]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola pemerintahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12763</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS— Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Medan menyayangkan pernyataan politisi NasDem, Ricky Anthony, yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>MEDAN|PERS.NEWS—</strong> Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Medan menyayangkan pernyataan politisi NasDem, Ricky Anthony, yang menilai langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninggalkan ruang rapat paripurna DPRD Sumut sebagai bentuk arogansi.</p>
<p dir="ltr">Ketua GP Ansor Medan, Mhd Husein Tanjung, menilai pernyataan tersebut perlu dilihat secara objektif dan proporsional. Menurutnya, dalam perspektif tata kelola pemerintahan, setiap tindakan pejabat publik tidak semestinya dinilai hanya dari aspek simbolik, melainkan harus dipahami berdasarkan konteks, prosedur, kewenangan, serta konsekuensi hukum yang menyertainya.</p>
<p dir="ltr">Husein mengatakan, kehati-hatian gubernur sebelum menandatangani dokumen resmi justru dapat dipahami sebagai bagian dari prinsip *<b>due process of law</b>* dan akuntabilitas pemerintahan.</p>
<p dir="ltr">&lt;span;&gt;&gt; &#8220;Jangan kemudian sikap kehati-hatian seorang kepala daerah dalam menghadapi persoalan legalitas justru ditafsirkan sebagai arogansi,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">
Ia menegaskan, setiap keputusan politik maupun administratif yang dihasilkan melalui suatu forum harus memiliki legitimasi yang memadai. Menurutnya, legitimasi bukan hanya soal kehadiran fisik dalam ruang rapat, tetapi juga terpenuhinya syarat formal dan prosedural yang menjadi dasar sahnya sebuah keputusan.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, Husein menyayangkan apabila persoalan tersebut diarahkan menjadi serangan personal terhadap Bobby Nasution. Menurutnya, konstruksi argumentasi seperti itu berpotensi menggeser substansi persoalan dari aspek legalitas dan tata kelola pemerintahan menjadi sekadar polemik politik.</p>
<p dir="ltr">&lt;span;&gt;&gt; &#8220;Jangan sampai persoalan yang substansinya menyangkut prosedur justru dipersonalisasi. Dalam ruang demokrasi, kritik tentu merupakan keniscayaan. Namun kritik harus dibangun di atas fakta, argumentasi rasional, dan pemahaman yang komprehensif terhadap persoalan, bukan sekadar asumsi atau kesimpulan prematur,&#8221; tegasnya.</p>
<p dir="ltr">
Husein juga mengajak seluruh pihak mengedepankan nalar publik dalam menyikapi dinamika pemerintahan. Menurutnya, pejabat publik memang harus terbuka terhadap kritik. Namun, kritik yang berkualitas semestinya mampu menguji persoalan secara objektif, membedakan fakta dan opini, serta tidak menyederhanakan peristiwa yang memiliki dimensi hukum dan kelembagaan.</p>
<p dir="ltr">&lt;span;&gt;&gt; &#8220;Kalau boleh kami katakan, jangan asbun. Jangan membangun kesimpulan sebelum memahami keseluruhan konstruksi persoalannya. Politik boleh dinamis, tetapi tata kelola pemerintahan harus tetap berpijak pada hukum, prosedur, dan prinsip akuntabilitas,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">
GP Ansor Medan berharap dinamika antara eksekutif dan legislatif di Sumatera Utara tidak berkembang menjadi konflik retorika yang kontraproduktif. Menurut Husein, perbedaan pandangan merupakan bagian yang inheren dalam demokrasi. Namun, seluruh pihak tetap memiliki tanggung jawab menjaga kualitas deliberasi publik, menghormati kewenangan kelembagaan, serta memastikan setiap keputusan pemerintahan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, politik, dan hukum.</p>
<p dir="ltr">Ia kembali menegaskan bahwa kehati-hatian dalam mengambil keputusan bukanlah bentuk arogansi, melainkan wujud akuntabilitas dan kepatuhan terhadap prosedur hukum.</p>
<p dir="ltr"> &#8220;Yang kita butuhkan hari ini bukan perang narasi, tetapi kedewasaan dalam berdemokrasi. Kritik harus mencerdaskan publik, bukan sekadar memperkeruh keadaan,&#8221; pungkasnya.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cipayung Plus Sumut Minta Relawan Politik Jaga Etika dan Stabilitas Pemerintahan</title>
		<link>https://pers.news/2026/05/20/cipayung-plus-sumut-minta-relawan-politik-jaga-etika-dan-stabilitas-pemerintahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 19:37:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Alexander Sinulingga]]></category>
		<category><![CDATA[AntiKKN]]></category>
		<category><![CDATA[BobbyNasution]]></category>
		<category><![CDATA[Bobylovers]]></category>
		<category><![CDATA[Cipayung plus Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI #l]]></category>
		<category><![CDATA[IMM]]></category>
		<category><![CDATA[KAMMI]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[PMII]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11683</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Cipayung Plus Sumatera Utara yang terdiri dari KAMMI, IMM, GMNI, PMII, dan PMKRI memberikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="" data-turn-id-container="d4760937-f4ed-4806-843d-ca879f323e7a" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-(--header-height)" dir="auto" data-turn-id="d4760937-f4ed-4806-843d-ca879f323e7a" data-turn-id-container="d4760937-f4ed-4806-843d-ca879f323e7a" data-testid="conversation-turn-1" data-scroll-anchor="false" data-turn="user">
<div class="text-base my-auto mx-auto pt-3 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="user" data-message-id="d4760937-f4ed-4806-843d-ca879f323e7a">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden items-end rtl:items-start">
<div class="flex flex-col w-fit max-w-(--user-chat-width,70%) items-start self-end rtl:items-end rtl:self-start">
<div class="user-message-bubble-color corner-superellipse/0.98 relative min-w-0 overflow-hidden rounded-[22px] px-4 py-2.5 leading-6 w-full">
<div class="A_HxFq_root" data-custom-highlighting-behavior="boundary" data-testid="collapsible-user-message-root">
<div id="_r_12_" class="A_HxFq_content" data-testid="collapsible-user-message-content">
<div class="max-w-full min-w-0 [overflow-wrap:anywhere] whitespace-pre-wrap"><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong> Cipayung Plus Sumatera Utara yang terdiri dari KAMMI, IMM, GMNI, PMII, dan PMKRI memberikan tanggapan terkait pernyataan Relawan Bobylovers Sumut mengenai dugaan praktik monopoli proyek pengadaan meubelair di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:675392d2-32b3-4567-8354-2e176935d673-0" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:675392d2-32b3-4567-8354-2e176935d673-0" data-turn-id-container="request-WEB:675392d2-32b3-4567-8354-2e176935d673-0" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" tabindex="0" data-message-author-role="assistant" data-message-id="03c0331b-1470-44c4-8b54-078b71c0e90b" data-message-model-slug="gpt-5-5" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="446" data-end="730">Cipayung Plus Sumut menegaskan dukungannya terhadap upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Sumatera Utara. Menurut mereka, setiap dugaan penyimpangan anggaran maupun penyalahgunaan kewenangan harus diusut secara transparan dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.</p>
<p data-start="732" data-end="976">Namun, mereka mengingatkan agar seluruh pihak, termasuk relawan politik, tidak membangun opini liar maupun stigma negatif yang dapat mencederai jalannya pemerintahan Bobby Nasution tanpa disertai bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-start="978" data-end="1233">“Kami sepakat bahwa setiap tindak pidana KKN harus diusut tuntas. Namun, penyampaian tuduhan di ruang publik harus didukung data dan bukti yang jelas agar tidak menimbulkan fitnah serta kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar perwakilan Cipayung Plus Sumut.</p>
<p data-start="1235" data-end="1520">Cipayung Plus juga mengingatkan seluruh elemen relawan dan kelompok pendukung pemerintah untuk tetap menjaga etika dalam komunikasi publik. Kritik dan pengawasan dinilai sebagai bagian penting dari demokrasi, namun harus disampaikan secara objektif, proporsional, dan tidak tendensius.</p>
<p data-start="1522" data-end="1864">“Kami berharap Relawan Bobylovers Sumut tetap tenang dan bijak dalam menyikapi persoalan ini. Jangan sampai muncul persepsi publik bahwa ada pihak-pihak yang berbicara secara vulgar di media hanya karena kepentingan tertentu tidak terpenuhi. Kami percaya relawan Bobylovers memiliki komitmen menjaga marwah pemerintahan yang baik,” lanjutnya.</p>
<p data-start="1866" data-end="2074">Selain itu, Cipayung Plus Sumut menilai kinerja Alexander Sinulingga dalam memimpin Dinas Pendidikan Sumatera Utara sejauh ini cukup baik dan menunjukkan adanya berbagai upaya pembenahan di sektor pendidikan.</p>
<p data-start="2076" data-end="2376">Menurut mereka, sejumlah program dan langkah pembenahan tata kelola pendidikan yang dilakukan saat ini perlu diapresiasi secara objektif. Karena itu, kritik terhadap Dinas Pendidikan Sumut diharapkan tidak diarahkan menjadi serangan personal maupun pembentukan opini yang belum terbukti kebenarannya.</p>
<p data-start="2378" data-end="2681">“Kami melihat ada upaya-upaya perbaikan di tubuh Dinas Pendidikan Sumut di bawah kepemimpinan Alexander Sinulingga. Tentu jika ada dugaan pelanggaran harus diproses secara hukum, tetapi jangan sampai terjadi pembunuhan karakter ataupun framing negatif yang belum tentu benar,” tegas Cipayung Plus Sumut.(Red)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
