<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Politik</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Oct 2025 06:12:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Politik</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hadiah Berkedok Lowongan: Tamparan untuk Politik yang Lupa Malu</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/28/hadiah-berkedok-lowongan-tamparan-untuk-politik-yang-lupa-malu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 06:06:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Eriza Hudori]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8179</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Di tengah gegap gempita peringatan Sumpah Pemuda, saat anak-anak muda bicara tentang cita-cita dan masa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Di tengah gegap gempita peringatan Sumpah Pemuda, saat anak-anak muda bicara tentang cita-cita dan masa depan bangsa, Sumatera Utara justru diguncang kabar yang membuat banyak orang mengernyit: Gubernur disebut-sebut memberikan lowongan kerja kepada Serikat Islam sebagai bentuk “hadiah.”</p>
<p>Sebuah langkah yang di atas kertas tampak manis, namun di hati rakyat terasa getir. Pertanyaannya sederhana: sejak kapan pekerjaan berubah menjadi bingkisan politik?</p>
<p>Di antara riuh perayaan dan jargon kebangsaan, muncul sosok Eriza Hudori, Ketua DPW PETANESIA (Pecinta Tanah Air Indonesia) Sumatera Utara. Ia tidak berbicara dari podium kekuasaan, tetapi dari ruang refleksi — tempat di mana idealisme masih berani menatap kekuasaan tanpa rasa takut.</p>
<p>“Pekerjaan bukan hadiah. Itu hak rakyat. Kalau ingin memberi, berilah sistem yang adil — bukan posisi yang diselipkan rasa terima kasih,”<br />
ujar Eriza dalam pernyataan reflektifnya di momentum Sumpah Pemuda.</p>
<p>Kata-kata itu terdengar keras, tapi sesungguhnya jernih. Di negeri yang sering menukar kedekatan dengan kesempatan, kejujuran memang kerap terdengar brutal.</p>
<p>Eriza menegaskan, kebaikan seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa banyak ia memberi jabatan, tetapi dari seberapa tulus ia menegakkan keadilan.</p>
<p>“Kalau hadiah itu terbuka untuk semua, itu kebijakan. Tapi kalau hanya untuk yang dekat, itu penistaan terhadap keadilan,” katanya tegas.</p>
<p>Ia mengingatkan, bangsa ini akan terus melemah jika rakyat terus diajari untuk berterima kasih atas sesuatu yang seharusnya menjadi hak.</p>
<p>“Bangsa yang terlalu sering diberi, lambat laun lupa cara berdiri,” ucapnya menohok.</p>
<p>Bagi Eriza, refleksi Sumpah Pemuda bukan sekadar mengulang sejarah, melainkan menantang generasi hari ini untuk berani jujur.</p>
<p>“Cinta tanah air tidak lahir dari jabatan, tapi dari keberanian berkata benar,” lanjutnya.</p>
<p>Pernyataannya menyalakan api di kalangan muda. Banyak yang menilai, suara seperti Eriza adalah oase di tengah gurun politik yang kian pragmatis. Ia bukan sekadar tokoh organisasi, tetapi simbol bahwa idealisme belum mati — hanya butuh keberanian untuk bangkit.</p>
<p>Dan di tengah pesta seremonial yang sering meninabobokan, kalimat Eriza menggema seperti peringatan keras:</p>
<p>“Hadiah terbaik bagi rakyat bukan pekerjaan yang diberikan, tapi kesempatan yang diciptakan.”</p>
<p>Kata-katanya menjadi tamparan lembut bagi para pemimpin yang lupa malu — mereka yang masih menganggap kekuasaan sebagai alat berbagi hadiah, bukan menegakkan keadilan.</p>
<p>Sumpah Pemuda tahun ini mengajarkan satu hal:<br />
Bangsa yang besar tidak dibangun dari pemberian, tetapi dari keberanian generasinya untuk menolak menjadi pengemis politik.</p>
<p>Dan di tengah suara yang gemetar oleh kepentingan, Eriza Hudori memilih tetap lantang.</p>
<p>Sebab keadilan — meski terdengar brutal — tetap lebih mulia daripada basa-basi kekuasaan.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;MAPEL Indonesia Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo Subianto:Membangun Indonesia Yang lebih Baik&#8221;</title>
		<link>https://pers.news/2025/10/20/mapel-indonesia-apresiasi-satu-tahun-kepemimpinan-prabowo-subiantomembangun-indonesia-yang-lebih-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 18:01:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Yayasan Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[M. Yusuf Hanafi Sinaga]]></category>
		<category><![CDATA[M.Sos.]]></category>
		<category><![CDATA[MAPELIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Nanang Ardiansyah Lubis SH]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[S.Sos.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=7984</guid>

					<description><![CDATA[OLEH: Nanang Ardiansyah Lubis SH &#160; Medan&#124;PERS.NEWS- Kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dilantik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>OLEH: Nanang Ardiansyah Lubis SH</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Medan|PERS.NEWS-</strong> Kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dilantik pada 20 Oktober 2024, telah genap berjalan satu tahun pada 20 Oktober 2025. M. Yusuf Hanafi Sinaga, S.Sos., M.Sos., Ketua Umum Yayasan Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Indonesia, mengapresiasi atas beberapa pencapaian dan kebijakan yang menonjol selama setahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pencapaian ini mencerminkan fokus pemerintah pada isu-isu domestik seperti pangan, kesejahteraan sosial, ekonomi, serta penguatan pertahanan dan reformasi birokrasi di awal masa jabatan,&#8221; ucap Yusuf yang ditemui awak media di bilangan Jakarta (20/10/2025).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Yayasan Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Indonesia akan terus mendukung kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang telah menunjukkan keseriusan dalam melakukan tata kelola pemerintahan sangat baik di awal masa jabatannya,&#8221; lanjut Yusuf.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Melalui momentum ini, MAPEL juga ingin mengulas kembali tentang isu lingkungan, yang mana pada awal bulan November akhir tahun lalu Presiden Prabowo mengumpulkan semua pejabat daerah mulai dari Bupati, Walikota, Gubernur, Dandim, Kapolres, semua pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seluruh Indonesia untuk membahas isu lingkungan di Sentul, Bogor. Sebab, _basic concern focus issues_ MAPEL itu soal lingkungan, pendidikan, dan kesehatan serta adat istiadat/kebudayaan Indonesia yang harus terus dijaga,&#8221; tutup Yusuf.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di lain sisi, beberapa survei mencatat tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi terhadap kinerja setahun pemerintahan Prabowo, dengan angka mencapai sekitar 78% hingga 83,5% (berdasarkan data survei Poltracking dan Index Politica).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data dari berbagai sumber dan laporan yang tersedia, beberapa pencapaian dan kebijakan yang menonjol selama setahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto meliputi:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat&#8221;</p>
<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah program unggulan yang mulai diimplementasikan dan menjadi fokus utama pemerintah, melibatkan berbagai lembaga termasuk TNI-POLRI dalam penyediaannya, serta bertujuan untuk mengatasi kekurangan gizi pada anak-anak sekolah.</p>
<p>&#8221; Penghapusan Kredit Macet UMKM&#8221;</p>
<p>Pemerintah meluncurkan program penghapusan utang kredit macet bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang pada tahap awal dilaporkan mencapai nilai triliunan rupiah dan menyasar puluhan ribu pelaku UMKM agar mereka kembali &#8220;bankable&#8221;. Prabowo juga hapus tunggakan BPJS Kesehatan senilai Rp 7,69 triliun.</p>
<p>&#8220;Swasembada Pangan dan Pertanian&#8221;</p>
<p>Dilaporkan terjadi peningkatan produksi beras dan jagung nasional, yang disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, menghasilkan surplus. Upaya ini didukung dengan pengadaan puluhan ribu pompa air untuk irigasi.</p>
<p>&#8220;Paket Stimulus Ekonomi&#8221;</p>
<p>Peluncuran berbagai paket stimulus ekonomi yang mencakup insentif PPh, diskon transportasi (seperti diskon tiket pesawat dan transportasi laut), bantuan pangan, dan perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja untuk sektor padat karya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bidang Pertahanan dan Keamanan&#8221;</p>
<p>Modernisasi Alutsista: Sektor pertahanan mendapatkan perhatian khusus dengan peningkatan anggaran untuk mengakselerasi program _Minimum Essential Force_ (MEF), termasuk penguatan armada udara dan laut (misalnya pengadaan Rafale dan kapal selam Scorpène).</p>
<p>&#8220;Keterlibatan TNI dalam Program Rakyat&#8221;</p>
<p>TNI terlibat aktif dalam program MBG dengan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan juga berperan dalam penguatan ketahanan pangan dengan mengelola lahan pertanian.</p>
<p>&#8220;Perubahan Seragam TNI&#8221;</p>
<p>Perubahan seragam dinas lapangan (PDL) TNI dari corak lama ke sage green untuk tujuan kamuflase yang lebih baik di medan operasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bidang Hukum dan Birokrasi&#8221;</p>
<p>Pembentukan BPPIK: Pembentukan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK) yang bertugas memonitor dan mengawasi semua program dan proyek yang diluncurkan pemerintah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Arah Kebijakan Hukuman Mati&#8221;</p>
<p>Meskipun Indonesia masih memberlakukan hukuman mati, terdapat interpretasi terhadap kebijakan transfer narapidana WNA dan pernyataan Presiden yang mengindikasikan adanya pandangan yang selaras dengan prinsip HAM internasional dan KUHP baru yang menetapkan hukuman mati sebagai pidana alternatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pengembalian Kerugian Negara&#8221;</p>
<p>Pemerintah mencatat pengembalian uang pengganti kerugian negara dari kasus-kasus korupsi dalam jumlah triliunan rupiah.(IHB)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
