<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ruang Baca Bambu</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/ruang-baca-bambu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2026 22:37:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Ruang Baca Bambu</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Viral! Kondisi Warga Pasca Banjir Tukka Mengundang Aksi Cepat Dermawan</title>
		<link>https://pers.news/2026/03/19/viral-kondisi-warga-pasca-banjir-tukka-mengundang-aksi-cepat-dermawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 22:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Artajaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Baca Bambu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10833</guid>

					<description><![CDATA[TAPTENG &#124;PERS.NEWS- Pasca bencana banjir yang terjadi pada Februari hingga Maret 2026, masyarakat di Kelurahan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TAPTENG |PERS.NEWS- Pasca bencana banjir yang terjadi pada Februari hingga Maret 2026, masyarakat di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah masih menghadapi kondisi yang memprihatinkan akibat dampak banjir susulan, 19 /03/26.</p>
<p>‎Puing-puing kayu yang terbawa arus kembali memasuki rumah warga, meskipun sebelumnya telah dibersihkan. Selain itu, kebutuhan dasar masyarakat masih belum sepenuhnya terpenuhi.</p>
<p>‎Menanggapi kondisi tersebut, relawan Ruang Baca Bambu bersama dermawan dari Artajaya bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak.</p>
<p>‎Penyaluran bantuan dilakukan menjelang momentum Idul Fitri sebagai bentuk kepedulian agar masyarakat tetap dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.</p>
<p>‎Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu warga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan dan berharap para dermawan senantiasa diberikan kesehatan serta keberkahan.</p>
<p>‎Relawan di lapangan, termasuk Kyai Yusuf Hidayat, turut memberikan dukungan moril kepada masyarakat agar tetap semangat dan tabah menghadapi cobaan.</p>
<p>‎Koordinator kegiatan, Soeandi Malik Pratama, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.</p>
<p style="padding-left: 40px;"><em>‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada para dermawan, khususnya Artajaya, atas kepercayaan yang diberikan. Kami juga membuka ruang kolaborasi bagi NGO dan pihak lainnya untuk bersama membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>‎Lebih lanjut, pihaknya juga menyoroti kebutuhan jangka panjang masyarakat, terutama menjelang Idul Adha. Banyak warga yang masih membutuhkan bantuan lanjutan, termasuk program kurban ke depan.</p>
<p>‎Ruang Baca Bambu menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penghubung antara dermawan dan masyarakat, serta memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.</p>
<p>‎</p>
<p>‎Kontak:</p>
<p>‎Ruang Baca Bambu</p>
<p>Instagram: @ruangbaca.bambu</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMK Negeri 1 Badiri Terendam Lumpur, Relawan Pendidikan Ajak Publik Turun Tangan</title>
		<link>https://pers.news/2026/01/09/smk-negeri-1-badiri-terendam-lumpur-relawan-pendidikan-ajak-publik-turun-tangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 15:02:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Aktifkan Gerakan Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[banjir Tapanuli Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Baca Bambu]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Negeri 1 Badiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9602</guid>

					<description><![CDATA[TAPTENG&#124;PERS.NEWS&#8211;Bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah pada 25 November 2025...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TAPTENG|<span style="color: #ff0000;">PERS.NEWS</span></strong><span style="color: #ff0000;">&#8211;</span>Bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu meninggalkan dampak serius di berbagai wilayah.</p>
<p>Tidak hanya merusak rumah warga dan fasilitas umum, bencana tersebut juga melumpuhkan aktivitas pendidikan, salah satunya di SMK Negeri 1 Badiri.</p>
<p>Ketua Ruang Baca Bambu, Soeandi Malik, mengatakan kondisi sekolah tersebut sangat memperihatinkan. Saat meninjau langsung ke lokasi, ia melihat lingkungan sekolah masih dipenuhi gelondongan kayu besar dan kecil serta lumpur tebal sisa banjir bandang yang hingga kini belum sepenuhnya dibersihkan.</p>
<figure id="attachment_9609" aria-describedby="caption-attachment-9609" style="width: 654px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9609" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/01/Screenshot_20260109-215508_2.jpg" alt="" width="654" height="359" /><figcaption id="caption-attachment-9609" class="wp-caption-text">Foto gelondongan kayu besar-kecil di lingkungan sekolah SMK Negeri 1 Badiri</figcaption></figure>
<p style="padding-left: 40px;"><em>“Lumpur masih mengendap di hampir seluruh area sekolah, bahkan ketebalannya mencapai mata kaki hingga sepinggang orang dewasa,” ujar Soeandi, Jum&#8217;at 09/01/26.</em></p>
<p>Lebih memperihatinkan lagi, aktivitas belajar mengajar belum dapat berjalan normal. Soeandi menyaksikan langsung para siswa SMK Negeri 1 Badiri membersihkan ruang kelas secara mandiri yang langsung di dampingi oleh gurunya. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha membersihkan lumpur agar sekolah bisa segera digunakan kembali.</p>
<figure id="attachment_9610" aria-describedby="caption-attachment-9610" style="width: 654px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9610" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/01/Screenshot_20260109-181739_1.jpg" alt="" width="654" height="330" /><figcaption id="caption-attachment-9610" class="wp-caption-text">Foto adek-adek siswa/i melakukan pembersihan ruangan kelas dikarenakan lumpur masih ada di ruangan</figcaption></figure>
<p style="padding-left: 40px;"><em>“Melihat semangat anak-anak yang ingin tetap belajar, saya tidak kuasa menahan haru. Di tengah keterbatasan, mereka tetap berjuang demi masa depan,” katanya.</em></p>
<p>Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan parah. Buku-buku pelajaran terendam lumpur, sementara ruang laboratorium komputer turut terdampak banjir. Padahal, dalam waktu dekat siswa kelas XII dijadwalkan menghadapi ujian praktik.</p>
<p>Sementara itu, salah satu guru SMK Negeri 1 Badiri, bapak Doharman Marbun, menyampaikan pihak sekolah sangat membutuhkan bantuan. Mulai dari perlengkapan sekolah, alat belajar mengajar, hingga tambahan tenaga relawan untuk membersihkan lumpur yang masih menumpuk di lingkungan sekolah.</p>
<p>Atas kondisi tersebut, Soeandi Malik mengajak relawan pendidikan, komunitas sosial, serta masyarakat luas untuk bersama-sama membantu pemulihan sekolah-sekolah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya SMK Negeri 1 Badiri.</p>
<p>Ia juga menyatakan kesiapan Ruang Baca Bambu untuk memfasilitasi relawan dari luar daerah baik kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional yang ingin terlibat langsung dalam proses pemulihan sekaligus berdiskusi mencari solusi jangka panjang terkait penanganan dan pencegahan bencana.</p>
<p style="padding-left: 40px;"><em>“Pendidikan tidak boleh berhenti karena bencana. Anak-anak ini butuh dukungan kita semua agar bisa kembali belajar dan meraih masa depan,” tutupnya</em>.</p>
<p>(PRTA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
