<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sarwani siagian &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/sarwani-siagian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Aug 2026 11:23:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Sarwani siagian &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PW IPNU Sumut Desak Kasus Penyerangan Loket Tugu Diungkap, Kanit Pidum Polres Binjai Beri Jawaban</title>
		<link>https://pers.news/2026/08/24/pw-ipnu-sumut-desak-kasus-penyerangan-loket-tugu-diungkap-kanit-pidum-polres-binjai-beri-jawaban/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 11:01:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[IPNU Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Penyerangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Loket Simpati Star]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidum Polres Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[Sarwani siagian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=13398</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS — Kasus dugaan penyerangan yang terjadi di kawasan Loket Simpati Star, Jalan Tengku Amir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS —</strong> Kasus dugaan penyerangan yang terjadi di kawasan Loket Simpati Star, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, mendapat perhatian dari Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Sumatera Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua PW IPNU Sumut,Sarwani Siagian, S.Sos, meminta Polres Binjai segera mengungkap perkara tersebut dan memberikan kepastian mengenai proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sarwani menyampaikan hal tersebut kepada awak media pada Senin, 24 Agustus 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa Dilaporkan Terjadi 19 Agustus</p>
<p>Dugaan penyerangan tersebut disebut terjadi pada 19 Agustus 2026di sekitar kawasan Loket Simpati Star.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam keterangannya, seorang warga bernama Rido (25)mengaku mengalami luka pada bagian punggung akibat kejadian tersebut. Luka tersebut disebut cukup serius hingga korban harus mendapatkan 19 jahitan.</p>
<p>Selain Rido, seorang rekannya juga disebut mengalami luka pada bagian tangan kanan.</p>
<p>Sarwani menilai kasus tersebut perlu segera ditangani dan diungkap secara profesional agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.</p>
<p>“Kami meminta Kapolres Binjai dan jajaran agar bergerak cepat mengungkap kasus ini serta menangkap pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Sarwani.</p>
<p>Menurut Sarwani, proses hukum tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah serta berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan kepolisian.</p>
<p>Sarwani Siagian S.Sos Konfirmasi Langsung ke Kanit Pidum</p>
<p>Untuk mengetahui perkembangan penanganan perkara, Sarwani kemudian melakukan konfirmasi kepada Kanit Pidum Satreskrim Polres Binjai, Ipda Jun Fredy Sembiring , melalui pesan WhatsApp pada Senin, 24 Agustus 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam konfirmasi tersebut, Sarwani menanyakan perkembangan penanganan laporan dugaan penyerangan yang terjadi di kawasan Loket Tugu.</p>
<p>Ipda Jun Fredy Sembiring kemudian memberikan jawaban bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.</p>
<p>“Siap bg, masih tahap penyelidikan ya bg. Kami masih mengumpulkan informasi-informasi tambahan terkait permasalahan ini bg,” demikian jawaban Ipda Jun Fredy Sembiring.</p>
<p>Keterangan tersebut menunjukkan bahwa kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. Informasi tambahan masih dikumpulkan untuk mengetahui secara lebih jelas rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang diduga terlibat.</p>
<p>Korban Mengaku Diserang Sekelompok Orang</p>
<p>Sebelumnya, Rido menceritakan kronologi versi dirinya kepada awak media.</p>
<p>Ia mengaku saat itu sedang berada di sekitar loket bersama sejumlah rekannya. Menurut pengakuannya, tiba-tiba datang sekelompok orang yang menggunakan satu unit mobil Toyota Calya berwarna putih serta sejumlah sepeda motor.</p>
<p>Rido mengaku kelompok tersebut membawa batu dan senjata tajam serta sebagian menggunakan penutup wajah.</p>
<p>Menurut keterangannya, kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan terhadap dirinya bersama sejumlah rekannya.</p>
<p>“Kami lagi duduk-duduk di loket, Bang. Tiba-tiba datang orang tak dikenal mengendarai mobil putih Calya dan lima sepeda motor dengan membawa batu serta senjata tajam,” kata Rido.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, Rido mengaku mengalami luka pada bagian punggung dan harus mendapatkan 19 jahitan. Sementara salah seorang rekannya disebut mengalami luka pada tangan kanan.</p>
<p>Namun, hingga saat ini, motif dan identitas kelompok yang diduga melakukan penyerangan belum diketahui secara pasti.</p>
<p>Laporan Polisi Telah Dibuat</p>
<p>Rido juga mengaku bersama rekannya telah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Binjai.</p>
<p>Laporan tersebut tercatat dengan Nomor:</p>
<p>STTLP/B/453/VIII/2026/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA.</p>
<p>Pasca kejadian, personel Unit I Pidum Satreskrim Polres Binjai disebut telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan informasi terkait kejadian.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang sebenarnya.</p>
<p>IPNU Sumut Minta Penyidikan Dilakukan Profesional</p>
<p>Sarwani berharap proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.</p>
<p>Ia juga meminta agar saksi-saksi yang mengetahui kejadian diperiksa serta bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut ditelusuri.</p>
<p>Menurutnya, pengungkapan perkara bukan hanya penting bagi korban, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.</p>
<p>“Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepolisian. Masyarakat tentu berharap perkara ini dapat segera menemukan titik terang dan ditangani secara profesional,” katanya.</p>
<p>Sarwani menegaskan pihaknya tidak ingin mendahului proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap kepolisian dapat mengungkap fakta berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh selama penyelidikan.</p>
<p>Polisi Masih Kumpulkan Informasi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan,motif kejadian serta identitas pihak yang diduga terlibat belum diketahui secara pasti.</p>
<p>Polres Binjai melalui Kanit Pidum Satreskrim menyatakan perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan dan pihaknya masih mengumpulkan informasi tambahan.</p>
<p>Dengan demikian, seluruh informasi mengenai pihak yang diduga melakukan penyerangan masih menunggu hasil penyelidikan dan pembuktian dari kepolisian.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Geruduk Kantor Kemenag Sumut, Desak Copot Kepala MAN 4 Medan dan Usut Dugaan Jual Beli Jabatan</title>
		<link>https://pers.news/2026/08/05/ikatan-pelajar-nahdlatul-ulama-geruduk-kantor-kemenag-sumut-desak-copot-kepala-man-4-medan-dan-usut-dugaan-jual-beli-jabatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 13:05:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Unjuk Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pungli]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil Kemenag Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala MAN 4 Medan]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[MAN 4 Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB MAN 4 Medan]]></category>
		<category><![CDATA[pungli PPDB]]></category>
		<category><![CDATA[Pungutan Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Sarwani siagian]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12952</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN &#124; PERS.NEWS – Aliansi pemuda, pelajar, dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN | PERS.NEWS</strong> – Aliansi pemuda, pelajar, dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara pada Senin (27/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan dua tuntutan utama, yakni meminta Kepala MAN 4 Medan dicopot atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serta mendesak aparat berwenang mengusut dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Kemenag Sumatera Utara.</p>
<p>Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa membawa sejumlah spanduk yang berisi tuntutan agar dugaan penyimpangan di sektor pendidikan dan tata kelola birokrasi Kementerian Agama ditindak secara transparan sesuai ketentuan hukum.</p>
<p>Koordinator aksi, Zainuddin Rambe, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan pungli dalam proses PPDB di MAN 4 Medan. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, praktik itu telah merugikan masyarakat sekaligus mencederai integritas dunia pendidikan.</p>
<p>&#8220;Kami mendesak Kepala Kanwil Kemenag Sumut segera mengevaluasi dan mencopot Kepala MAN 4 Medan apabila terbukti melakukan pungli. Dunia pendidikan harus bersih dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat,&#8221; ujar Zainuddin dalam orasinya.</p>
<p>Selain itu, massa juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan praktik jual beli jabatan yang disebut-sebut melibatkan sejumlah oknum di lingkungan Kementerian Agama. Dalam orasi, mereka turut menyinggung dugaan keterlibatan pejabat pusat, termasuk Wakil Menteri dan Staf Khusus Kementerian Agama.</p>
<p>Massa menilai setiap dugaan tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) harus diproses secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kami ingin Sumatera Utara bersih dari praktik KKN. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus diproses tanpa pandang bulu,&#8221; kata salah seorang orator.</p>
<p>Aksi berlangsung tertib hingga selesai. Massa menyatakan akan terus mengawal perkembangan penanganan laporan tersebut dan membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pihak terkait.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, MAN 4 Medan, maupun pihak-pihak yang disebut dalam tuntutan aksi belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang disampaikan massa. PERS.NEWS akan memperbarui pemberitaan ini setelah memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan dan praduga tak bersalah.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
