<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tapera</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/tapera/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Sep 2025 12:35:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.3</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-press-news-ANYARRRRRRRRR-100x100.jpeg</url>
	<title>Tapera</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MK Batalkan UU Tapera</title>
		<link>https://pers.news/2025/09/29/mk-batalkan-uu-tapera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 12:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[Tapera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=7478</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Mahkamah Konstitusi (MK) resmi membatalkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Mahkamah Konstitusi (MK) resmi membatalkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) melalui putusan 96/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Senin, 29 September 2025.</p>
<p>Dalam pertimbangannya, Hakim Konstitusi Saldi Isra mengatakan bahwa kata &#8220;wajib&#8221; dalam Pasal 7 Ayat 1 UU Tapera akan menjadi beban bagi pekerja, terutama bagi mereka yang baru terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).</p>
<p>Beban tersebut akan dirasakan oleh para pemberi kerja yang usahanya dibekukan atau dicabut izin usahanya.</p>
<p>&#8220;Sehingga berpotensi mendegradasi kehidupan sosial-ekonomi yang semakin menjauhkan negara dalam upaya mewujudkan amanat Pasal 34 Ayat (1) UUD NRI Tahun 1945, yang berdampak pada kehidupan ekonomi pekerja maupun pemberi kerja,&#8221; kata Saldi dalam sidang.</p>
<p>Karena telah jelas dalam pasal selanjutnya terdapat sanksi administratif bagi pekerja atau pemberi kerja yang tidak mendaftarkan diri sebagai peserta Tapera, seperti pembekuan izin usaha dan pencabutan izin usaha.</p>
<p>&#8220;Hal demikian tentu saja memberatkan pemberi kerja, terlebih ketika berada dalam situasi perekonomian yang tidak kondusif,&#8221; tutur Saldi Isra.</p>
<p>Begitu juga dengan cakupan pekerja yang diwajibkan menjadi peserta Tapera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25/2020.</p>
<p>Aturan ini menyebutkan bahwa peserta wajib dalam UU Tapera mencakup calon PNS, TNI, polisi, pejabat negara, pekerja/buruh BUMN maupun swasta, dan pekerja mandiri.</p>
<p>&#8220;Artinya, siapa pun yang bekerja dan menerima gaji atau upah wajib menjadi peserta Tapera,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Atas dasar ini, MK kemudian mengabulkan permohonan pemohon dan menegaskan bahwa keseluruhan UU Tapera bertentangan dengan UUD 1945.</p>
<p>MK juga memberikan waktu kepada pemerintah untuk menata ulang kepesertaan Tapera yang telah berjalan, dalam hal ini peserta aparatur sipil negara (ASN).</p>
<p>Pemerintah diminta untuk menata kembali dalam waktu dua tahun sejak putusan MK ini diucapkan. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
