<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TikTok</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/tiktok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2025 20:53:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>TikTok</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Eko Novian Dani: Mengangkat Kreativitas Medan ke Panggung Digital Lewat Konten Positif dan Menghibur</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/30/eko-novian-dani-mengangkat-kreativitas-medan-ke-panggung-digital-lewat-konten-positif-dan-menghibur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 20:53:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Arif Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Eko Kemarok]]></category>
		<category><![CDATA[Eko Novian Dani]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan Online]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kreator]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Kreator Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Positif]]></category>
		<category><![CDATA[Kreativitas Anak Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kreator Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Mak Beti]]></category>
		<category><![CDATA[Master Limbad]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[Tren Video Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube Shorts]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8879</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Perkembangan dunia digital semakin tak terbendung. Sejak 2020, masyarakat berbondong-bondong menikmati hiburan singkat yang cepat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:7a1d3969-328f-4e68-814c-cffa42f27498-3" data-testid="conversation-turn-8" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] thread-sm:[--thread-content-margin:--spacing(6)] thread-lg:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] thread-lg:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="338338ec-276e-403e-ae20-00a519e5cf42" data-message-model-slug="gpt-5-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="244" data-end="348"><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Perkembangan dunia digital semakin tak terbendung. Sejak 2020, masyarakat berbondong-bondong menikmati hiburan singkat yang cepat viral di media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts.</p>
<p data-start="244" data-end="348">
<p data-start="244" data-end="348">Format video pendek menjadi primadona karena praktis, mudah dibagikan, dan mampu menyampaikan pesan dalam waktu singkat. Fenomena ini tidak hanya menghadirkan hiburan baru, tetapi juga melahirkan generasi kreator yang penuh ide.</p>
<p data-start="244" data-end="348">
<p data-start="824" data-end="1204">Melihat antusias masyarakat terhadap video pendek, YouTube pun memperkenalkan fitur <strong data-start="908" data-end="926">YouTube Shorts</strong>. Kehadiran fitur ini langsung mendapatkan respon positif dari kreator Indonesia. Berbagai video lucu, edukatif, hingga inspiratif terus bermunculan setiap harinya, menjadi tren yang bisa diikuti oleh siapa saja, termasuk anak muda yang ingin menuangkan kreativitas tanpa batas.</p>
<p data-start="824" data-end="1204">
<p data-start="1206" data-end="1590">Di tengah ramainya dunia kreator digital, muncul sosok kreator asal Medan yang kini mulai dikenal publik, yaitu <strong data-start="1318" data-end="1337">Eko Novian Dani</strong>, atau akrab dijuluki <strong data-start="1359" data-end="1374">Eko Kemarok</strong>. Ketika ditemui awak media pada (30/11/25), Eko tampil sederhana, ramah, dan penuh canda khas anak muda milenial. Kepribadiannya yang terbuka membuat suasana obrolan terasa seperti berbincang dengan sahabat sendiri.</p>
<p data-start="1206" data-end="1590">
<p data-start="1592" data-end="1853">Eko bercerita bagaimana ia memulai langkah sebagai konten kreator. Semua bermula dari hobi membuat video dan membagikannya hanya untuk bersenang-senang. Namun, respon positif dari penonton mendorongnya untuk lebih serius mengembangkan bakatnya di dunia digital.</p>
<p data-start="1592" data-end="1853">
<blockquote data-start="1855" data-end="2037">
<p data-start="1857" data-end="2037">“Kalau nggak dimulai sekarang, kapan lagi? Kita harus berani mencoba dan tetap konsisten. Yang penting, kontennya bisa membawa hal baik untuk orang lain,” ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p data-start="1857" data-end="2037">
</blockquote>
<h3 data-start="2039" data-end="2085"><strong data-start="2043" data-end="2085">Aktif dan Produktif di Banyak Platform</strong></h3>
<p data-start="2087" data-end="2175">Kini, Eko terus eksis menyuarakan kreativitasnya melalui beberapa platform media sosial:</p>
<ul data-start="2177" data-end="2270">
<li data-start="2177" data-end="2207">
<p data-start="2179" data-end="2207"><strong data-start="2179" data-end="2191">YouTube:</strong> <em data-start="2192" data-end="2205">Eko Kemarok</em></p>
</li>
<li data-start="2208" data-end="2237">
<p data-start="2210" data-end="2237"><strong data-start="2210" data-end="2221">TikTok:</strong> <em data-start="2222" data-end="2235">@ekokemarok</em></p>
</li>
<li data-start="2238" data-end="2270">
<p data-start="2240" data-end="2270"><strong data-start="2240" data-end="2254">Instagram:</strong> <em data-start="2255" data-end="2268">@ekokemarok</em></p>
</li>
<li data-start="2238" data-end="2270"></li>
</ul>
<p data-start="2272" data-end="2499">Melalui platform tersebut, ia rutin membagikan hiburan ringan yang dapat dinikmati seluruh kalangan. Konten yang ia buat tak hanya sekadar lucu, tetapi juga mengajak penonton berpikir positif dan tetap semangat menghadapi hari.</p>
<p data-start="2272" data-end="2499">
<h3 data-start="2501" data-end="2550"><strong data-start="2505" data-end="2550">Perjalanan yang Membuka Banyak Kesempatan</strong></h3>
<p data-start="2552" data-end="2902">Dalam perjalanan karier konten kreatornya, Eko mendapatkan banyak pengalaman berharga. Ia pernah bertemu langsung dengan pesulap fenomenal <strong data-start="2691" data-end="2708">Master Limbad</strong> dan menjalin hubungan baik dengannya. Tidak hanya itu, ia juga berkesempatan berkolaborasi dengan sosok kreator besar Indonesia <strong data-start="2837" data-end="2854">Arif Muhammad</strong>, yang dikenal luas lewat karakter <strong data-start="2889" data-end="2901">Mak Beti</strong>.</p>
<p data-start="2552" data-end="2902">
<p data-start="2904" data-end="3128">Kolaborasi dan pertemuan itu tentu menjadi langkah penting yang semakin memantapkan posisi Eko di dunia hiburan digital. Ia percaya bahwa setiap interaksi dengan sesama kreator adalah proses belajar dan membuka peluang baru.</p>
<p data-start="2904" data-end="3128">
<blockquote data-start="3130" data-end="3282">
<p data-start="3132" data-end="3282">“Kita harus selalu menghargai proses. Semua dimulai dari langkah kecil. Yang penting terus belajar dan nggak mudah menyerah,” tambahnya penuh optimis.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="3284" data-end="3331"><strong data-start="3288" data-end="3331">Pesan untuk Generasi Milenial dan Gen Z</strong></h3>
<p data-start="3333" data-end="3557">Sebagai bagian dari anak muda kreatif Indonesia, Eko ingin memberikan dampak positif bagi para pengguna media sosial. Ia berharap platform digital dapat menjadi ruang pengembangan diri, bukan sumber masalah atau negatifitas.</p>
<p data-start="3333" data-end="3557">
<blockquote data-start="3559" data-end="3744">
<p data-start="3561" data-end="3744">“Media sosial itu wadah untuk mengekspresikan diri. Jadi gunakanlah dengan bijak, berikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain melalui konten yang positif,” pesannya penuh makna.</p>
<p data-start="3561" data-end="3744">
</blockquote>
<p data-start="3751" data-end="4023">Semangat, konsistensi, dan sikap rendah hati menjadikan <strong data-start="3807" data-end="3826">Eko Novian Dani</strong> sosok yang patut diapresiasi dalam dunia konten kreator. Dari Medan, ia terus berkarya tanpa batas, membuktikan bahwa kreativitas dapat membawa seseorang menembus panggung digital yang lebih luas.</p>
</div>
<p data-start="3751" data-end="4023">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="4025" data-end="4319">Dengan dukungan penonton dan perkembangan platform video pendek yang terus meningkat, langkah Eko Kemarok masih panjang. Ia siap melangkah lebih besar, membawa nama daerah dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk terus berkarya dan menebar hal baik lewat konten yang mereka ciptakan.(IHB)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meski Status TDPSE Dibekukan, Komdigi Ungkap TikTok Masih Bisa Diakses </title>
		<link>https://pers.news/2025/10/04/meski-status-tdpse-dibekukan-komdigi-ungkap-tiktok-masih-bisa-diakses/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 14:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Komdigi]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=7630</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan masyarakat masih bisa menggunakan TikTok meski status...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan masyarakat masih bisa menggunakan TikTok meski status Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) TikTok saat ini ditangguhkan.</p>
<p>Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan pembekuan TDPSE TikTok ini merupakan langkah administratif dalam pengawasan, dan berbeda dengan pemutusan akses aplikasi.</p>
<p>&#8220;Selama pembekuan, layanan TikTok masih dapat digunakan masyarakat, meski secara hukum statusnya non-aktif sebagai PSE terdaftar,&#8221; dikutip Sabtu, 4 Oktober 2025.</p>
<p>Disampaikan Alexander bahwa TikTok telah telah melakukan komunikasi dan koordinasi untuk memberikan solusi konstruktif atas pemenuhan kewajiban.</p>
<p>&#8220;Jika kewajiban ini dipenuhi, status pembekuan dapat segera dipulihkan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya, TikTok mengungkapkan bahwa pihaknya hormati hukum dan regulasi di negara di mana mereka beroperasi, termasuk Indonesia.</p>
<p>TikTok menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Komdigi untuk menyelesaikan isu ini secara konstruktif.</p>
<p>TikTok juga berkomitmen untuk terus melindungi privasi pengguna sekaligus memastikan platformnya aman dan bertanggung jawab bagi penggunanya di Indonesia.</p>
<p>Adapun, berdasarkan pantauan pada hari ini, aplikasi TikTok masih dapat diakses. Begitu juga penayangan konten di aplikasi tersebut berjalan tanpa hambatan, dan fitur siaran langsung yang tetap bisa digunakan secara normal.</p>
<p>Kementerian Komdigi melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital membekukan sementara TDPSE terhadap TikTok Pte. Ltd. atas ketidakpatuhan TikTok dalam memenuhi kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan.</p>
<p>&#8220;Langkah ini merupakan bentuk ketegasan Pemerintah setelah TikTok hanya memberikan data secara parsial atas aktivitas TikTok Live selama periode unjuk rasa 25-30 Agustus 2025,&#8221; kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar dikutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat kemarin.</p>
<p>Alexander mengatakan, atas dugaan monetisasi aktivitas live dari akun yang terindikasi aktivitas perjudian online, Komdigi telah mengajukan permintaan data yang mencakup informasi traffic, aktivitas siaran langsung (live streaming), serta data monetisasi, termasuk jumlah dan nilai pemberian gift.</p>
<p>&#8220;Kami telah memanggil TikTok untuk memberikan klarifikasi secara langsung pada tanggal 16 September 2025, dan TikTok diberikan waktu hingga 23 September 2025 untuk menyampaikan data yang diminta secara lengkap,&#8221; kata Alexander menjelaskan.</p>
<p>Namun, melalui surat resmi dari TikTok bernomor ID/PP/04/IX/2025 tertanggal 23 September 2025, disampaikan bahwa TikTok memiliki kebijakan dan prosedur internal yang mengatur cara menangani dan menanggapi permintaan data, sehingga TikTok menyatakan tidak dapat memberikan data yang diminta.</p>
<p>Alexander menyebutkan, permintaan data merujuk pada Pasal 21 ayat (1) Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang menyatakan kewajiban PSE Lingkup Privat untuk memberikan akses terhadap Sistem Elektronik dan/atau Data Elektronik kepada Kementerian atau Lembaga dalam rangka pengawasan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>&#8220;Sehingga, Komdigi menilai TikTok telah melanggar kewajiban sebagai PSE Privat, dan kami mengambil langkah pembekuan sementara TDPSE sebagai bentuk tindak lanjut pengawasan,&#8221; tegas Alexander. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
