<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TPL</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/tpl/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Dec 2025 14:03:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>TPL</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Horas Bangso Batak Tolak Rencana Audit PT TPL: “Alam Sudah Mengadili, Rakyat Terus Menanggung Derita”</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/16/horas-bangso-batak-tolak-rencana-audit-pt-tpl-alam-sudah-mengadili-rakyat-terus-menanggung-derita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 10:56:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Audit PT TPL]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Ekologis]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>
		<category><![CDATA[HBB]]></category>
		<category><![CDATA[Horas Bangso Batak]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Korporasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lamsiang Sitompul]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Penolakan Audit]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toba Pulp Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[Tapanuli]]></category>
		<category><![CDATA[TAPANULI TENGAH]]></category>
		<category><![CDATA[TPL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9235</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS — Organisasi Horas Bangso Batak (HBB) secara tegas menolak rencana Presiden RI Prabowo Subianto...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="251" data-end="596"><strong>MEDAN|PERS.NEWS —</strong> Organisasi Horas Bangso Batak (HBB) secara tegas menolak rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan audit terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL). Penolakan ini disampaikan langsung Ketua Umum HBB, <strong data-start="467" data-end="499">Lamsiang Sitompul, S.H., M.H</strong>, menyusul rangkaian bencana ekologis yang terus melanda wilayah Tapanuli dan kawasan Danau Toba.</p>
<p data-start="598" data-end="877">Dalam keterangannya kepada awak media di Medan, Selasa (16/12/2025), Lamsiang menilai bahwa penderitaan masyarakat Tapanuli akibat banjir, longsor, dan kerusakan lingkungan merupakan fakta yang tidak terbantahkan dan tidak lagi membutuhkan pembuktian administratif melalui audit.</p>
<blockquote data-start="879" data-end="1043">
<p data-start="881" data-end="1043">“Kerusakan lingkungan di Tapanuli bukan asumsi. Alam sudah berbicara melalui bencana yang berulang. Itu audit paling jujur dan tidak bisa dimanipulasi,” tegasnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="1045" data-end="1337">Menurut Lamsiang, audit yang dilakukan manusia berpotensi membuka ruang rekayasa data dan justru memperpanjang penderitaan rakyat. Ia menilai rencana tersebut berisiko menjadi manuver penundaan penyelesaian masalah, sementara masyarakat terus menanggung dampak ekologis dan kerugian material.</p>
<figure id="attachment_9238" aria-describedby="caption-attachment-9238" style="width: 738px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9238" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0257.jpg" alt="" width="738" height="709" /><figcaption id="caption-attachment-9238" class="wp-caption-text"><strong>Keterangan Pers Kepada Wartawan PERS.NEWS di Kantor DPP HBB(Horas Bangso Batak)Jl. Saudara No.31, Sudirejo II, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara</strong></figcaption></figure>
<p data-start="1339" data-end="1680">HBB juga menyinggung data <strong data-start="1365" data-end="1413">Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)</strong> yang mencatat tingginya intensitas bencana di wilayah Tapanuli Tengah dan kawasan sekitar Danau Toba. Data tersebut, kata Lamsiang, sudah cukup menjadi dasar kuat bahwa terjadi degradasi lingkungan serius yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas industri kehutanan.</p>
<blockquote data-start="1682" data-end="1836">
<p data-start="1684" data-end="1836">“Data BNPB sudah jelas. Kerusakan itu nyata, bukan narasi. Jadi jangan lagi persoalan ini dikaburkan dengan istilah audit yang berlarut-larut,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<figure id="attachment_9236" aria-describedby="caption-attachment-9236" style="width: 1920px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9236" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-scaled.jpg" alt="" width="1920" height="2560" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-scaled.jpg 1920w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-768x1024.jpg 768w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-1152x1536.jpg 1152w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251216-WA0235-1536x2048.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-9236" class="wp-caption-text"><strong>Data Menurut DPP Horas Bangso Batak HBB Yang Bersumber Dari Satgas Khusus Tanggap Bencana (BNPB)</strong></figcaption></figure>
<p data-start="1838" data-end="2045">Atas dasar itu, HBB menegaskan tuntutan <strong data-start="1878" data-end="1917">penutupan total dan permanen PT TPL</strong> tanpa kompromi. Opsi penutupan sementara dinilai hanya akan menunda masalah dan memperpanjang penderitaan masyarakat terdampak.</p>
<blockquote data-start="2047" data-end="2162">
<p data-start="2049" data-end="2162">“Tutup TPL itu harga mati. Tidak ada istilah tutup sementara. Negara jangan ragu mengambil sikap tegas,” katanya.</p>
</blockquote>
<p data-start="2164" data-end="2419">Selain penutupan, HBB juga mendesak penegakan hukum secara pidana dan perdata terhadap PT TPL. Lamsiang menekankan agar penanggung jawab perusahaan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan perusakan lingkungan, bukan hanya pelaku-pelaku kecil di lapangan.</p>
<blockquote data-start="2421" data-end="2556">
<p data-start="2423" data-end="2556">“Hukum jangan tumpul ke korporasi besar dan tajam ke rakyat kecil. Penanggung jawab PT TPL harus lebih dulu diproses hukum,” ujarnya.</p>
</blockquote>
<p data-start="2558" data-end="2716">HBB juga menuntut pertanggungjawaban penuh PT TPL atas seluruh kerugian material yang dialami masyarakat Tapanuli Tengah akibat dampak operasional perusahaan.</p>
<p data-start="2718" data-end="3047">Di sisi lain, pemerintah pusat sebelumnya menyampaikan bahwa rencana audit bertujuan untuk memastikan penilaian objektif dan berbasis data terhadap aktivitas PT TPL, sebagai dasar pengambilan kebijakan yang adil dan sesuai hukum. Namun HBB menilai langkah tersebut harus dibarengi keberpihakan nyata kepada korban dan lingkungan.</p>
<p data-start="3049" data-end="3217">Menutup pernyataannya, Lamsiang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk berdiri tegas di pihak rakyat dan tidak membiarkan masyarakat terus berada dalam ketidakpastian.</p>
<blockquote data-start="3219" data-end="3345">
<p data-start="3221" data-end="3345">“Rakyat sudah terlalu lama menderita. Saatnya negara hadir, tegas, dan berpihak pada lingkungan serta keadilan,” pungkasnya.(Red)</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Massa Desak PT Toba Pulp Lestari (TPL) Ditutup, Gubernur Sumut Diduga Lebih Bela Perusahaan</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/10/ribuan-massa-desak-pt-toba-pulp-lestari-tpl-ditutup-gubernur-sumut-diduga-lebih-bela-perusahaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 22:08:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[BobbyNasution]]></category>
		<category><![CDATA[Ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[GAMKI]]></category>
		<category><![CDATA[GerakanOikumenis]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[TanahBatak]]></category>
		<category><![CDATA[TobaPulpLestari]]></category>
		<category><![CDATA[TPL]]></category>
		<category><![CDATA[TutupTPL]]></category>
		<category><![CDATA[UHN]]></category>
		<category><![CDATA[Unjuk Rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8378</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS — Ribuan massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS —</strong> Ribuan massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Dalam aksinya, mereka mendesak agar PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup dan diusir dari Tanah Batak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koordinator Aksi, Rokki Pasaribu, dalam orasinya dari atas mobil komando menyampaikan kekecewaannya terhadap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.</p>
<p>Menurut Rokki, Gubernur dinilai di duga menunjukkan itikad politik yang lebih memihak kepada perusahaan TPL ketimbang kepada masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Melalui MedanBisnis kita membaca berita, Gubernur justru berpihak kepada perusahaan,” ujar Rokki lantang, disambut teriakan ribuan peserta aksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan, Gubernur tidak boleh hanya melihat persoalan ini dari sisi hukum semata. Bobby, kata Rokki, seharusnya juga mempertimbangkan aspek historis bahwa masyarakat sudah secara turun-temurun mendiami wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Oleh karena itu, kawan-kawan, kita ingin meminta komitmen Gubernur Sumut. Apa komitmennya terhadap tuntutan kita, yaitu tutup TPL!” tegas Rokki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rokki menambahkan, aksi ini menjadi momentum untuk menguji keberpihakan Gubernur.</p>
<p>“Apakah beliau berpihak kepada masyarakat atau lebih mementingkan perusahaan? Jika ternyata tidak berpihak kepada rakyat, maka kita akan katakan: Gubernur ini adalah Gubernur TPL! Biarkan saja dia memimpin TPL, tidak usah memimpin kita,” ujarnya disambut sorak massa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rokki juga menyinggung berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan TPL terhadap masyarakat, baik di Tapanuli Utara maupun Tapanuli Selatan.</p>
<p>“Di Sipirok, kawan-kawan kita yang Muslim, pohon-pohon karet mereka ditebang dan diganti dengan pohon eukaliptus,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan, gerakan Tutup TPL bukan semata milik kelompok tertentu, melainkan gerakan kesadaran kolektif masyarakat lintas agama dan suku, yang menjadi korban atas kebijakan perusahaan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi Damai di Depan Kantor Gubernur</p>
<p>Sekitar pukul 10.30 WIB, gelombang massa mulai berdatangan ke depan Kantor Gubernur Sumut.</p>
<p>Gelombang pertama terdiri dari pendeta, rohaniawan Katolik, dan jemaat gereja dari berbagai denominasi yang datang dari arah Gereja HKBP Uskup Agung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gelombang kedua datang dari arah Jalan Cut Meutia. Mereka sebelumnya berkumpul di Lapangan Merdeka, disusul gelombang ketiga yang juga datang dari arah yang sama.</p>
<p>Sementara itu, gelombang keempat diisi oleh ratusan mahasiswa dari Universitas HKBP Nommensen (UHN).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda turut ambil bagian dalam aksi, di antaranya PMKRI, GAMKI, dan GMNI.</p>
<p>Semua massa aksi membaur dan bersama-sama menyerukan tuntutan utama mereka: “Tutup TP(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
