<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tri Dharma Perguruan Tinggi &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/tri-dharma-perguruan-tinggi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jul 2026 11:12:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Tri Dharma Perguruan Tinggi &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nommensen Festival 2026: Antara Hiburan dan Tanggung Jawab Akademik</title>
		<link>https://pers.news/2026/07/25/nommensen-festival-2026-antara-hiburan-dan-tanggung-jawab-akademik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 11:12:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[BEM]]></category>
		<category><![CDATA[HMJ]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Nommensen Festival 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Kelola Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Dharma Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas HKBP Nommensen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12714</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN &#124;PERS.NEWS &#8211;Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan fondasi utama eksistensi setiap perguruan tinggi di Indonesia....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN |PERS.NEWS &#8211;</strong>Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan fondasi utama eksistensi setiap perguruan tinggi di Indonesia. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, setiap perguruan tinggi memiliki tiga kewajiban utama, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga pilar tersebut menjadi tolok ukur apakah sebuah kampus benar-benar menjalankan fungsinya sebagai institusi pendidikan yang bermartabat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, rencana penyelenggaraan Nommensen Festival 2026 menghadirkan pertanyaan yang patut didiskusikan. Di tengah upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma, hiburan dan konser musik justru tampak menjadi wajah utama kegiatan tersebut. Kampus yang semestinya menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan daya kritis mahasiswa, berpotensi lebih dikenal melalui kemeriahan panggung hiburan. Padahal, festival kampus idealnya menjadi ruang aktualisasi karya, inovasi, dan prestasi mahasiswa, bukan semata-mata pesta hiburan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal lain yang patut menjadi perhatian adalah waktu pelaksanaan festival yang direncanakan berlangsung ketika sebagian besar mahasiswa sedang menjalani masa libur. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana keterlibatan mahasiswa sebagai subjek utama kegiatan. Festival yang disebut sebagai kebanggaan kampus seharusnya mampu melibatkan seluruh sivitas akademika secara luas, bukan hanya sebagian kecil peserta yang memiliki kesempatan untuk hadir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Persoalan berikutnya berkaitan dengan biaya partisipasi. Menghadirkan musisi ternama dan menyelenggarakan acara berskala besar tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, transparansi mengenai sumber pendanaan menjadi hal yang penting. Apabila sebagian besar biaya penyelenggaraan dibebankan kepada mahasiswa melalui tiket yang relatif mahal, maka hal tersebut layak menjadi bahan evaluasi. Mahasiswa yang telah menanggung biaya pendidikan dan kebutuhan akademik seharusnya tidak kembali dibebani hanya untuk mengikuti perayaan dies natalis kampusnya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, biaya partisipasi yang tinggi berpotensi menciptakan kesenjangan di antara mahasiswa. Tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Oleh sebab itu, apabila festival benar-benar dimaksudkan sebagai perayaan bersama, sudah selayaknya kampus mempertimbangkan akses yang lebih inklusif, baik melalui subsidi maupun mekanisme lain yang memungkinkan seluruh mahasiswa dapat berpartisipasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sisi lain, persoalan tata kelola pendanaan kegiatan kemahasiswaan juga perlu menjadi perhatian. Selama ini, tidak sedikit organisasi mahasiswa menghadapi keterlambatan pencairan dana sehingga berbagai program kerja harus berjalan secara terbatas, bahkan ada yang tertunda. Padahal, organisasi mahasiswa seperti BEM, HMJ, maupun UKM merupakan wadah penting dalam mengembangkan kepemimpinan, kemampuan organisasi, serta soft skills mahasiswa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang wajar ketika di saat bersamaan kampus mampu merancang penyelenggaraan festival berskala besar. Mengapa pendanaan kegiatan seremonial dapat dipersiapkan dengan cepat, sementara pendanaan bagi organisasi mahasiswa kerap menghadapi hambatan? Pertanyaan ini penting dijawab melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan persepsi bahwa kegiatan yang bersifat pencitraan memperoleh prioritas lebih tinggi dibandingkan pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kritik lainnya berkaitan dengan relevansi festival terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Konser musik tentu memiliki nilai hiburan dan dapat menjadi sarana promosi institusi. Namun, apabila menjadi agenda utama tanpa diimbangi kegiatan akademik yang memadai, maka keterkaitannya dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi kurang terlihat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Festival kampus sesungguhnya dapat dirancang lebih komprehensif. Seminar ilmiah, konferensi mahasiswa, pameran hasil penelitian, kompetisi akademik, pengabdian kepada masyarakat, hingga pameran inovasi mahasiswa dapat menjadi bagian utama kegiatan. Hiburan tetap dapat dihadirkan sebagai pelengkap, bukan sebagai fokus utama penyelenggaraan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa festival berskala besar mampu meningkatkan citra universitas dan menarik minat calon mahasiswa. Akan tetapi, promosi institusi seyogianya juga dibangun melalui prestasi akademik, kualitas penelitian, keberhasilan alumni, serta kontribusi nyata kepada masyarakat. Identitas sebuah universitas tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acaranya, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan Tri Dharma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, evaluasi terhadap penyelenggaraan Nommensen Festival 2026 menjadi penting. Transparansi anggaran, prioritas pendanaan, keterlibatan mahasiswa, serta relevansi kegiatan terhadap Tri Dharma perlu menjadi perhatian bersama. Kampus perlu memastikan bahwa kebutuhan akademik, pengembangan organisasi mahasiswa, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama sebelum mengalokasikan sumber daya untuk kegiatan yang bersifat seremonial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kritik secara konstruktif sebagai bagian dari budaya akademik. Forum dialog antara mahasiswa, pimpinan universitas, dan yayasan perlu terus dibangun agar setiap kebijakan lahir melalui komunikasi yang terbuka dan partisipatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada akhirnya, Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan sekadar slogan, melainkan landasan moral penyelenggaraan pendidikan tinggi. Universitas yang bermartabat adalah universitas yang mampu menempatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas utama. Festival dapat menjadi bagian dari kehidupan kampus, tetapi jangan sampai kemeriahan panggung mengaburkan jati diri perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter bangsa.(Red)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samuel Marganda Tua Lumban Gaol</p>
<p>&#8220;Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi, Dua Dosen Terima SK Lektor Kepala</title>
		<link>https://pers.news/2026/02/04/universitas-labuhanbatu-kembali-raih-prestasi-dua-dosen-terima-sk-lektor-kepala/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 14:43:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Lektor Kepala]]></category>
		<category><![CDATA[LLDIKTI Wilayah I]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[SDM Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Dharma Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Labuhanbatu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=10011</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN &#124;PERS.NEWS-Universitas Labuhanbatu kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengembangan sumber daya manusia dosen. Dua dosen...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="190" data-end="274"><strong>MEDAN |PERS.NEWS-</strong>Universitas Labuhanbatu kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengembangan sumber daya manusia dosen. Dua dosen terbaik, <strong data-start="414" data-end="441">Pristiyono, S.E., M.Si.</strong> dan <strong data-start="446" data-end="470">Ika Chastanti, M.Pd.</strong>, secara resmi menerima <strong data-start="494" data-end="551">Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional Lektor Kepala</strong> dari <strong data-start="557" data-end="629">Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara</strong>, Selasa (3/2/2026).</p>
<p data-start="651" data-end="1005">Penyerahan SK Lektor Kepala dilakukan langsung oleh <strong data-start="703" data-end="730">Ketua LLDIKTI Wilayah I</strong>, <strong data-start="732" data-end="782">Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D.</strong>, dan diterima oleh <strong data-start="802" data-end="840">Angga Putra Juledi, S.Kom., M.Kom.</strong>, selaku <strong data-start="849" data-end="910">Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Universitas Labuhanbatu</strong>, yang mewakili <strong data-start="926" data-end="1005">Rektor Universitas Labuhanbatu, Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D.</strong></p>
<p data-start="1007" data-end="1363">Selanjutnya, Angga Putra Juledi menyerahkan SK Lektor Kepala tersebut kepada <strong data-start="1084" data-end="1111">Pristiyono, S.E., M.Si.</strong> dan <strong data-start="1116" data-end="1140">Ika Chastanti, M.Pd.</strong> sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, konsistensi, serta kontribusi akademik yang telah mereka berikan dalam pelaksanaan <strong data-start="1264" data-end="1295">Tri Dharma Perguruan Tinggi</strong>, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p data-start="1365" data-end="1648">“Selamat kepada Pristiyono dan Ika Chastanti atas pencapaian ini. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi dan dunia pendidikan tinggi,” ujar Angga Putra Juledi.(Arif)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPC GMNI Lombok Timur Selenggarakan Sharing Session Strategi Penyusunan Makalah, Proposal, dan Skripsi</title>
		<link>https://pers.news/2025/12/08/dpc-gmni-lombok-timur-selenggarakan-sharing-session-strategi-penyusunan-makalah-proposal-dan-skripsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 14:28:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Lombok Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kader GMNI]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Kritis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Akademik Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Penyusunan Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Penyusunan Proposal]]></category>
		<category><![CDATA[Penyusunan Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Progresif]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Session]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Dharma Perguruan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9060</guid>

					<description><![CDATA[LOMBOK TIMUR&#124;PERS.NEWS-Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Lombok Timur mengadakan Sharing Session...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="225" data-end="638"><strong data-start="225" data-end="268">LOMBOK TIMUR|PERS.NEWS-</strong>Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Lombok Timur mengadakan Sharing Session bertajuk <em data-start="390" data-end="444">“Strategi Penyusunan Makalah, Proposal, dan Skripsi”</em> di Café Cocoday Pringgasela, pukul 09.00–12.00 WITA.(MINGGU),(7/12/25)</p>
<p data-start="225" data-end="638">
<p data-start="225" data-end="638">Kegiatan ini diikuti oleh kader dari berbagai komisariat se-Lombok Timur serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut.</p>
<p data-start="225" data-end="638">
<p data-start="225" data-end="638"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-9061" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0110.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0110.jpg 1280w, https://pers.news/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251208-WA0110-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p data-start="640" data-end="1024">Program ini merupakan bagian dari komitmen DPC GMNI Lombok Timur dalam meningkatkan kemampuan akademik dan kualitas intelektual kader, sejalan dengan asas organisasi: Sosio-Nasionalis, Sosio-Demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Melalui kegiatan ini, GMNI menegaskan perannya dalam membentuk mahasiswa yang kritis, berintegritas, serta mampu memahami persoalan sosial secara ilmiah.</p>
<p data-start="1026" data-end="1349">Materi yang disampaikan mencakup teknik penyusunan makalah, perumusan masalah, struktur proposal penelitian, hingga langkah sistematis dalam penyelesaian skripsi. Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif; peserta berdiskusi, bertanya, dan mempraktikkan penyusunan dokumen akademik menggunakan laptop masing-masing.</p>
<p data-start="1351" data-end="1513">Sekretaris DPC GMNI Lombok Timur, <strong data-start="1385" data-end="1411">LL. Herwandi Wiladarma</strong>, menekankan pentingnya literasi kritis bagi kader di tengah derasnya arus informasi. Ia menyampaikan:</p>
<blockquote data-start="1515" data-end="1914">
<p data-start="1517" data-end="1914">“Program ini penting terutama bagi kader untuk analisa mendalam sampai ke akar permasalahan di tengah-tengah gempuran berita, isu, dan permasalahan publik yang disebar oleh media secara masif. Banyak pemuda menelan mentah-mentah informasi tanpa penyaringan terlebih dahulu. Melalui kegiatan ini, kita ingin membentuk kader yang mampu membaca realitas dengan jernih, kritis, dan bertanggung jawab.”</p>
</blockquote>
<p data-start="1916" data-end="2185">Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan penelitian. GMNI Lombok Timur berupaya memastikan setiap kader memiliki fondasi akademik yang kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p data-start="2187" data-end="2456">DPC GMNI Lombok Timur berharap kegiatan pembinaan akademik seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, guna memperkuat kualitas kader serta meneguhkan peran organisasi dalam mencetak mahasiswa progresif, berkarakter, dan berpihak pada kepentingan rakyat.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
