<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Unila &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/unila/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 08:55:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Unila &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Unila Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Antar Kampus</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/23/unila-perkuat-kolaborasi-riset-dan-inovasi-antar-kampus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 08:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12349</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Penguatan riset dan inovasi dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Penguatan riset dan inovasi dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing daerah di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>) mengambil peran aktif dalam membangun kolaborasi antarperguruan tinggi melalui Konsorsium Inovasi Semesta yang diinisiasi LLDikti Wilayah II.</p>
<p>Komitmen itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, saat mengikuti Rapat Kerja Konsorsium Inovasi Semesta di Bandar Lampung, Selasa, 23 Juni 2026.</p>
<p>Prof. Ayi mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memastikan hasil riset dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.</p>
<p>Menurutnya, masih banyak inovasi yang lahir di lingkungan kampus namun belum terhubung secara optimal dengan kebutuhan masyarakat maupun dunia industri. Karena itu, diperlukan wadah kolaboratif yang mampu mempertemukan berbagai potensi yang dimiliki perguruan tinggi.</p>
<p>“Kolaborasi menjadi kebutuhan. Melalui konsorsium ini, berbagai kekuatan yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi dapat disinergikan sehingga menghasilkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, keikutsertaan Unila dalam konsorsium tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang lebih terbuka dan produktif. Selain memperkuat jejaring akademik, konsorsium juga diharapkan mampu mempercepat proses hilirisasi riset agar hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata.</p>
<p>Tak hanya itu, berbagai program kolaboratif seperti riset bersama, pertukaran mahasiswa, pengabdian masyarakat, hingga forum berbagi inovasi juga menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan seluruh anggota konsorsium.</p>
<p>Bagi Unila, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas perguruan tinggi melalui penguatan kerja sama lintas institusi. Dengan semakin banyaknya kolaborasi yang terbangun, peluang lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat juga akan semakin besar.</p>
<p>Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Unila meyakini bahwa masa depan pendidikan tinggi tidak lagi ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan membangun jejaring dan menciptakan kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata.</p>
<p>Melalui Konsorsium Inovasi Semesta, Unila berharap dapat menjadi salah satu motor penggerak lahirnya inovasi-inovasi baru yang tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unila Perkuat Posisi Pencetak Insinyur Profesional, PSPPI Jalani Asesmen Akreditasi</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/22/unila-perkuat-posisi-pencetak-insinyur-profesional-psppi-jalani-asesmen-akreditasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 07:58:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12324</guid>

					<description><![CDATA[TARING.ID &#8211; Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat kualitas pendidikan profesi dengan menjalani asesmen lapangan akreditasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>TARING.ID &#8211; Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat kualitas pendidikan profesi dengan menjalani asesmen lapangan akreditasi untuk Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik. Penilaian yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik) tersebut berlangsung di Gedung Dekanat Fakultas Teknik Unila, Senin, 22 Juni 2026.</p>
<p>Asesmen lapangan menjadi salah satu tahapan penting untuk menilai kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi insinyur, mulai dari tata kelola program, sistem pembelajaran, hingga kontribusi lulusan dalam dunia kerja dan pembangunan.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A, mengatakan kebutuhan tenaga insinyur profesional terus meningkat seiring pesatnya pembangunan nasional dan perkembangan industri di berbagai daerah.</p>
<p>Menurutnya, Program Profesi Insinyur memiliki peran strategis dalam memastikan lulusan teknik tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memenuhi standar profesi yang dibutuhkan dunia kerja.</p>
<p>“Keberadaan program ini sangat penting untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor. Insinyur yang kompeten akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan daerah maupun nasional,” kata Ayi.</p>
<p>Tim asesor yang ditugaskan LAM Teknik terdiri dari Dr. Ida Bagus Putu Adnyana dari Universitas Udayana dan Soeharto dari unsur industri. Keduanya melakukan serangkaian verifikasi terhadap dokumen akademik, sistem penjaminan mutu, capaian program studi, serta berbagai aspek pendukung lainnya.</p>
<p>Ketua tim asesor, Dr. Ida Bagus Putu Adnyana, menyampaikan bahwa asesmen lapangan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program studi berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.</p>
<p>Ia juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Unila dalam mengembangkan pendidikan profesi insinyur. Menurutnya, Unila termasuk perguruan tinggi yang memiliki peran awal dalam pengembangan program profesi insinyur di Indonesia.</p>
<p>“Program ini memiliki sejarah yang cukup kuat di Unila dan menunjukkan keseriusan perguruan tinggi dalam mendukung penguatan profesi keinsinyuran,” ujarnya.</p>
<p>Selain penilaian akademik, asesmen juga membuka peluang penguatan kerja sama dengan dunia industri. Keterlibatan asesor dari kalangan industri diharapkan dapat mempererat hubungan antara kampus dan sektor usaha, terutama dalam penyediaan program magang serta pengalaman kerja profesional bagi peserta program.</p>
<p>Selama dua hari pelaksanaan, tim asesor dijadwalkan melakukan wawancara dengan pengelola program studi, dosen, alumni, pengguna lulusan, hingga tim penjaminan mutu guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kualitas PSPPI Fakultas Teknik Unila.</p>
<p>Melalui proses akreditasi ini, Unila berharap Program Profesi Insinyur semakin mampu menghasilkan lulusan yang profesional, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Aljabar Linear ke Computational Thinking, Trisnawati Sabet Gelar Doktor di Unila</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/10/dari-aljabar-linear-ke-computational-thinking-trisnawati-sabet-gelar-doktor-di-unila/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 15:21:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12087</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan era digital mengantarkan Trisnawati meraih gelar doktor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan era digital mengantarkan Trisnawati meraih gelar doktor pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>). Dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar di Aula K FKIP Unila, Rabu, 10 Juni 2026, ia memperkenalkan model pembelajaran digital ARICT Learning yang terbukti meningkatkan kemampuan <em>Computational Thinking</em> mahasiswa.</p>
<p>Trisnawati sukses mempertahankan disertasi berjudul <em>“ARICT Learning: Model Pembelajaran Digital Berbasis Integrasi APOS dan Konsep Matematis RME untuk Meningkatkan Computational Thinking Mahasiswa”</em> di hadapan tim penguji.</p>
<p>Sidang promosi doktor dibuka oleh Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T, sebagai perwakilan ketua tim penguji. Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. Sugeng Sutiarso, M.Pd, dan ko-promotor Dr. Rangga Firdaus, M.Kom.</p>
<p>Tim penguji juga terdiri atas Prof. Hasan Hariri, S.Pd., M.B.A., Ph.D, sebagai penguji eksternal, Prof. Dr. Bambang Sri Anggoro, M.Pd, sebagai penguji internal, serta Dr. Riswandi, M.Pd., dan Dr. Tina Yunarti, M.Si.</p>
<p>Dalam penelitiannya, Trisnawati menyoroti pentingnya kemampuan <em>Computational Thinking</em> sebagai salah satu kompetensi utama abad ke-21. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir logis, sistematis, dan terstruktur dalam menyelesaikan persoalan.</p>
<p>Berangkat dari kondisi tersebut, ia mengembangkan model ARICT Learning dengan mengintegrasikan teori APOS (<em>Action, Process, Object, Schema</em>) dan pendekatan <em>Realistic Mathematics Education</em> (RME) ke dalam pembelajaran berbasis digital. Model ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami materi matematika abstrak, khususnya pada mata kuliah Aljabar Linear yang selama ini kerap dianggap sulit.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan model ARICT Learning memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penerapannya mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, menyusun strategi penyelesaian, mengenali pola, melakukan abstraksi, hingga mengevaluasi solusi yang dihasilkan.</p>
<p>Dukungan platform <em>Learning Management System</em> (LMS) dan aplikasi GeoGebra juga menjadi faktor penting yang memperkuat proses pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, konsep-konsep matematika yang kompleks dapat dipahami secara lebih mudah dan kontekstual.</p>
<p>Temuan ini dinilai memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi. Selain memperkaya kajian teori pendidikan matematika, model ARICT Learning berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung lahirnya lulusan dengan kemampuan berpikir komputasional yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan dunia modern. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Kampus ke Pelosok Sekolah, Unila Dorong Perpustakaan Jadi Motor Peningkatan Minat Baca Siswa</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/04/dari-kampus-ke-pelosok-sekolah-unila-dorong-perpustakaan-jadi-motor-peningkatan-minat-baca-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 12:21:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11924</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku. Melalui program Literasi Bergerak 2026,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku. Melalui program <em>Literasi Bergerak</em> 2026, Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>) membawa semangat literasi langsung ke lingkungan sekolah dasar guna menumbuhkan budaya membaca sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran.</p>
<p>Program yang digelar Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Unila tersebut berlangsung di SD Negeri Tanjung Gading, Lampung Selatan. Kegiatan melibatkan mahasiswa dan pustakawan yang berinteraksi langsung dengan siswa maupun pengelola perpustakaan sekolah.</p>
<p>Tidak hanya mengajak siswa lebih dekat dengan buku, tim Perpustakaan Unila juga memberikan pendampingan kepada pihak sekolah terkait pengelolaan perpustakaan agar lebih aktif dan mampu menarik minat baca peserta didik.</p>
<p>Tahun ini menjadi momentum berbeda bagi program Literasi Bergerak. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak dijalankan oleh mahasiswa pegiat literasi, kini pustakawan Unila turut mengambil peran langsung di lapangan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>Pustakawan senior Unila, Anita Ekarini, mengatakan keterlibatan pustakawan merupakan bentuk komitmen untuk memperluas manfaat perpustakaan hingga ke lingkungan sekolah.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan kualitas perpustakaan sekolah akan berpengaruh terhadap tumbuhnya kebiasaan membaca dan kemampuan literasi siswa.</p>
<p>&#8220;Kami ingin kehadiran pustakawan tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada sekolah. Harapannya, perpustakaan sekolah semakin berkembang dan mampu mendorong minat baca siswa,&#8221; katanya, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Mengangkat tema <em>“Dari Kampus ke Sekolah: Perpustakaan Unila Bentuk Generasi Cerdas Literasi”</em>, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah berbagi pengetahuan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.</p>
<p>Kepala UPA Perpustakaan Unila, Bayzoni, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, penguatan literasi harus dimulai sejak jenjang pendidikan dasar karena menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan daya saing di masa depan.</p>
<p>Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara Unila dan sekolah, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan literasi.</p>
<p>Melalui Literasi Bergerak, Unila berupaya menghadirkan dampak langsung bagi dunia pendidikan dengan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih literat, sekaligus memperkuat keberadaan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana penting dalam mencetak generasi pembelajar. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unila Dorong Mahasiswa Lebih Aktif Berprestasi, Capaian Nasional hingga Pengabdian Masyarakat Akan Diakui Kampus</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/04/unila-dorong-mahasiswa-lebih-aktif-berprestasi-capaian-nasional-hingga-pengabdian-masyarakat-akan-diakui-kampus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 05:16:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11933</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Universitas Lampung (Unila) berupaya menciptakan sistem yang lebih adil dan terukur dalam memberikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>) berupaya menciptakan sistem yang lebih adil dan terukur dalam memberikan penghargaan terhadap berbagai prestasi mahasiswa. Melalui sosialisasi Buku Rubrik Pengakuan Prestasi Mahasiswa Tahun 2026, kampus ingin memastikan setiap pencapaian mahasiswa memiliki nilai dan pengakuan akademik yang jelas.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Rektorat Unila, Rabu, 3 Juni 2026, dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekan, kepala program studi, pengelola kemahasiswaan, serta tim pengelola prestasi mahasiswa dari berbagai fakultas.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Unila memperkuat ekosistem kampus yang mendukung lahirnya mahasiswa berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan kemahasiswaan, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>Pelaksana Harian Rektor Unila, Prof. Suripto Dwi Yuwono, menjelaskan bahwa prestasi mahasiswa merupakan aset penting yang perlu mendapat apresiasi dan pengakuan secara resmi melalui sistem yang terstandar.</p>
<p>Menurutnya, berbagai pencapaian mahasiswa yang relevan dengan capaian pembelajaran dapat direkognisi dan menjadi bagian dari proses akademik. Dengan demikian, mahasiswa memiliki motivasi lebih besar untuk mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unila, Hero Satrian Arif, mengatakan penyusunan buku rubrik dilakukan untuk menciptakan kesamaan persepsi dalam proses penilaian prestasi mahasiswa di seluruh lingkungan universitas.</p>
<p>Ia menilai selama ini banyak aktivitas dan prestasi mahasiswa yang memiliki dampak besar terhadap pengembangan kompetensi, namun belum memiliki acuan penilaian yang seragam.</p>
<p>Melalui buku rubrik tersebut, fakultas dan program studi memiliki pedoman yang jelas dalam melakukan identifikasi, verifikasi, hingga pengakuan terhadap berbagai capaian mahasiswa.</p>
<p>Materi sosialisasi juga menjelaskan bahwa prestasi yang dapat diakui tidak terbatas pada raihan juara kompetisi. Aktivitas kewirausahaan, keorganisasian, kepesertaan dalam program pengembangan diri, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian dari kategori yang dapat memperoleh rekognisi.</p>
<p>Unila berharap kebijakan ini mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan pengembangan diri serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p>Dengan sistem pengakuan yang lebih terintegrasi, kampus optimistis prestasi mahasiswa akan terdokumentasi lebih baik sekaligus menjadi salah satu indikator keberhasilan pendidikan tinggi dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toni Wijaya Resmi Sandang Gelar Doktor, Teliti Persaingan Narasi Pariwisata Lampung di Media Sosial</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/03/toni-wijaya-resmi-sandang-gelar-doktor-teliti-persaingan-narasi-pariwisata-lampung-di-media-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 12:40:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11889</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Di era digital, promosi pariwisata tidak lagi hanya dilakukan melalui brosur, iklan, atau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Di era digital, promosi pariwisata tidak lagi hanya dilakukan melalui brosur, iklan, atau kegiatan pameran. Media sosial kini menjadi ruang utama yang menentukan bagaimana sebuah destinasi dikenal, dipersepsikan, dan diminati oleh masyarakat. Fenomena tersebut menjadi perhatian dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>), Toni Wijaya, dalam penelitian doktoralnya.</p>
<p>Toni Wijaya resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul <em>“Dinamika Kontestasi Realitas: Analisis Konten Digital dalam Narasi Pariwisata Lampung di Instagram”</em> dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila, Rabu, 3 Juni 2026.</p>
<p>Penelitian tersebut mengangkat bagaimana narasi tentang pariwisata Lampung dibentuk dan diproduksi melalui media sosial Instagram. Melalui analisis terhadap 60 unggahan dari akun @lampuung dan @potraitlampung, Toni berupaya memetakan realitas pariwisata yang ditampilkan kepada publik melalui ruang digital.</p>
<p>Menurutnya, media sosial saat ini tidak sekadar menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga berfungsi sebagai arena yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu daerah.</p>
<p>&#8220;Konten digital memiliki kemampuan untuk membangun persepsi publik. Apa yang ditampilkan secara berulang akan membentuk pemahaman masyarakat mengenai identitas pariwisata suatu daerah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam penelitiannya, Toni menemukan bahwa narasi pariwisata Lampung di Instagram berkembang secara dinamis karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari jenis konten yang dipublikasikan, strategi penyampaian pesan, hingga respons dan interaksi pengguna media sosial.</p>
<p>Ia juga menemukan bahwa wisata alam dan bahari masih menjadi wajah utama pariwisata Lampung di dunia digital. Berbagai unggahan mengenai pantai, pulau, dan panorama alam mendominasi promosi yang dilakukan kedua akun tersebut.</p>
<p>Temuan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan visual menjadi faktor penting dalam membangun daya tarik destinasi wisata di media sosial. Konten yang mampu menghadirkan gambar menarik cenderung lebih mudah mendapatkan perhatian dan keterlibatan pengguna.</p>
<p>Selain memotret fenomena tersebut, penelitian Toni juga menawarkan rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor pariwisata agar lebih optimal dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi daerah.</p>
<p>Menurutnya, strategi branding pariwisata di era digital perlu disusun secara terencana agar mampu menghadirkan citra daerah yang kuat sekaligus mencerminkan keragaman potensi wisata yang dimiliki Lampung.</p>
<p>Ujian promosi doktor tersebut dipimpin Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. Habibullah Jimad, mewakili Rektor Unila. Sementara Dekan FISIP Unila Prof. Anna Gustina Zainal bertindak sebagai sekretaris penguji, dengan promotor Prof. Hartoyo dan co-promotor Prof. Andy Corry Wardhani.</p>
<p>Setelah melalui rangkaian ujian akademik, Toni Wijaya dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83 dan predikat sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai doktor ke-16 yang diluluskan Program Studi Doktor Studi Pembangunan FISIP Unila.</p>
<p>Keberhasilan tersebut tidak hanya menambah jumlah doktor di lingkungan Unila, tetapi juga memperkaya kajian akademik mengenai hubungan antara media digital, komunikasi, dan pembangunan daerah. Hasil penelitian itu diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi promosi pariwisata Lampung yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bank Lampung Dukung Unila, Kampus Perkuat Gerakan Kelola Sampah Plastik</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/02/bank-lampung-dukung-unila-kampus-perkuat-gerakan-kelola-sampah-plastik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 07:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11883</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Komitmen Universitas Lampung (Unila) dalam membangun lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Komitmen Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>) dalam membangun lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan mendapat dukungan dari Bank Lampung. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), bank daerah tersebut menyalurkan bantuan yang akan digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah terpadu dan pengembangan pengolahan sampah plastik di lingkungan kampus.</p>
<p>Bantuan itu diserahkan di pelataran Rektorat Unila, Selasa (2/6/2026), sebagai bagian dari kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan dalam mendorong pembangunan berwawasan lingkungan.</p>
<p>Pelaksana Harian Rektor Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu program prioritas yang terus diperkuat kampus. Tidak hanya mengurangi limbah, Unila juga berupaya mengubah sampah plastik menjadi bahan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.</p>
<p>Menurutnya, transformasi pengelolaan sampah diperlukan untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus menciptakan sistem yang lebih produktif di lingkungan perguruan tinggi.</p>
<p>“Plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kampus yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.</p>
<p>Suripto menilai dukungan yang diberikan Bank Lampung menjadi modal penting bagi Unila dalam mempercepat berbagai program pengelolaan lingkungan yang sedang dikembangkan.</p>
<p>Selain mendukung aspek lingkungan, kerja sama antara kedua pihak juga diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Sementara itu, Sub-Branch Manager Bank Lampung Unit Teuku Umar, Mario Setiawan, mengatakan dukungan CSR tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kemajuan pendidikan di Lampung.</p>
<p>Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran besar dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.</p>
<p>“Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan sekaligus mendukung lahirnya program-program yang berdampak positif bagi masyarakat dan daerah,” kata Mario.</p>
<p>Dengan dukungan tersebut, Unila semakin optimistis mewujudkan kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi pelopor pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Provinsi Lampung. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi Unila Buktikan AI Bisa Jadi Teman Belajar, Raih Juara 3 Kompetisi Internasional</title>
		<link>https://pers.news/2026/05/29/mahasiswi-unila-buktikan-ai-bisa-jadi-teman-belajar-raih-juara-3-kompetisi-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 10:48:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11808</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Siti Sa’diyah, menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah berhasil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Mahasiswi Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>), Siti Sa’diyah, menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah berhasil meraih Juara 3 dalam lomba video kreatif bertema pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran bahasa asing.</p>
<p>Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis angkatan 2024 itu mengangkat konsep penggunaan artificial intelligence (AI) sebagai teman belajar di era digital. Melalui video yang dibuatnya, Siti menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu mahasiswa mempelajari bahasa asing dengan lebih mudah dan fleksibel.</p>
<p>Video tersebut menampilkan pemanfaatan AI untuk melatih pengucapan, memperkaya kosakata, hingga mendukung proses belajar mandiri kapan saja. Tema itu dipilih karena dinilai sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini.</p>
<p>“Teknologi sekarang sudah menjadi bagian dari proses belajar. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya secara positif,” kata Siti, Jumat, 29 Mei 2026.</p>
<p>Meski mengangkat kecanggihan teknologi, Siti menegaskan bahwa AI tidak akan pernah menggantikan peran guru maupun dosen dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pengajar tetap memiliki fungsi penting dalam membimbing dan memberikan motivasi kepada siswa.</p>
<p>Di balik capaian tersebut, proses produksi video ternyata dilakukan dengan peralatan sederhana. Siti menyelesaikan seluruh pengerjaan hanya dalam waktu sekitar dua hari, mulai dari penyusunan konsep hingga tahap editing.</p>
<p>Keterbatasan kapasitas memori ponsel dan pencahayaan seadanya sempat menjadi tantangan selama proses produksi. Namun, kondisi itu justru memotivasinya untuk lebih kreatif memanfaatkan fasilitas yang ada.</p>
<p>Berkat kerja keras dan dukungan teman-temannya, video tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri hingga mengantarkannya menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi internasional tersebut.</p>
<p>Siti mengaku pencapaian itu menjadi pengalaman berharga yang menambah rasa percaya diri untuk terus berkarya dan mengikuti kompetisi lain di masa mendatang.</p>
<p>Ia juga mengajak mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba berbagai kesempatan meskipun memiliki keterbatasan fasilitas.</p>
<p>“Jangan takut mencoba. Prestasi tidak selalu lahir dari alat yang sempurna, tetapi dari kemauan untuk belajar dan terus berkembang,” ujarnya.</p>
<p>Prestasi yang diraih Siti menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa Unila mampu bersaing di panggung internasional sekaligus menunjukkan pemanfaatan teknologi dapat menjadi peluang positif di dunia pendidikan. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unila Jadi Incaran Puluhan Ribu Peserta, Hanya 5.407 Lolos SNBT 2026</title>
		<link>https://pers.news/2026/05/25/unila-jadi-incaran-puluhan-ribu-peserta-hanya-5-407-lolos-snbt-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 11:24:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11756</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Universitas Lampung (Unila) tahun 2026 kembali diwarnai persaingan ketat....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>) tahun 2026 kembali diwarnai persaingan ketat. Dari total 40.721 peserta yang mendaftar, hanya 5.407 calon mahasiswa baru yang berhasil lolos seleksi.</p>
<p>Jumlah tersebut diumumkan langsung Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dalam press release hasil SNBT Unila di Gedung Rektorat Unila, Senin, 25 Mei 2026.</p>
<p>Menurut Prof. Suripto, meningkatnya jumlah peminat menunjukkan Unila masih menjadi salah satu perguruan tinggi favorit di Pulau Sumatera. Tahun ini jumlah pendaftar mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>“Kuota SNBT Unila sebanyak 5.580 kursi, sedangkan yang diterima sebanyak 5.407 peserta,” kata dia.</p>
<p>Di balik tingginya jumlah pendaftar, terdapat persaingan sengit pada sejumlah program studi unggulan. Pada kelompok Sains dan Teknologi (Saintek), Program Studi Gizi menjadi jurusan paling kompetitif dengan rasio keketatan mencapai 1:37.</p>
<p>Artinya, satu kursi di prodi tersebut diperebutkan oleh 37 peserta. Persaingan tinggi juga terjadi pada Farmasi dan Pendidikan Kedokteran yang sama-sama memiliki rasio 1:20.</p>
<p>Sementara pada kelompok Sosial dan Humaniora (Soshum), Program Studi Manajemen menjadi yang paling ketat dengan rasio 1:15, disusul Ilmu Komunikasi 1:12, dan Akuntansi 1:11.</p>
<p>Meski demikian, Program Studi Pendidikan Kedokteran masih menjadi jurusan dengan jumlah peminat terbanyak di kelompok saintek. Sebanyak 1.941 peserta memilih prodi tersebut, jauh melampaui daya tampung yang hanya 100 kursi.</p>
<p>Farmasi berada di posisi kedua (1.200), Gizi (738), Teknik Informatika (707), serta Teknik Sipil (648).</p>
<p>Di kelompok soshum, Program Studi Hukum kembali menjadi primadona dengan total 2.486 peminat. Selanjutnya Manajemen (1.582), Akuntansi (1.171), Ilmu Komunikasi (1.111), dan PGSD (1.049).</p>
<p>Salah satu hal yang mencuri perhatian tahun ini adalah tingginya minat terhadap Program Studi Bisnis Digital. Meski tergolong program studi baru, jurusan tersebut berhasil menarik 729 peminat dan masuk dalam daftar prodi favorit di Unila.</p>
<p>“Ada hal menarik di sini, pada Bisnis Digital ini merupakan prodi baru, namun mampu melampaui yang lain,” ujar Prof. Suripto.</p>
<p>Selain persaingan program studi, Unila juga mencatat tingginya partisipasi peserta penerima bantuan pendidikan. Dari total peserta yang lolos, sebanyak 2.209 mahasiswa atau sekitar 40,85 persen merupakan calon penerima KIP Kuliah.</p>
<p>Data SNBT 2026 juga memperlihatkan dominasi peserta asal Lampung. Sebanyak 78 persen peminat berasal dari Provinsi Lampung, sedangkan sisanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Banten.</p>
<p>Kota Bandar Lampung tercatat menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak di Provinsi Lampung. &#8220;Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat lulusan SMA sederajat di ibu kota provinsi untuk melanjutkan pendidikan di Unila,&#8221; kata dia. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ahmad Handoko Resmi Sandang Doktor FH Unila, Angkat Isu Justice Collaborator dalam Penanganan Korupsi</title>
		<link>https://pers.news/2026/05/21/ahmad-handoko-resmi-sandang-doktor-fh-unila-angkat-isu-justice-collaborator-dalam-penanganan-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 10:46:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Unila]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=11686</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Sidang promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) kembali melahirkan doktor baru....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Sidang promosi doktor di Fakultas Hukum Universitas Lampung (<a href="https://www.unila.ac.id/">Unila</a>) kembali melahirkan doktor baru. Ahmad Handoko berhasil meraih gelar doktor Ilmu Hukum usai mempertahankan disertasinya yang menyoroti penguatan <em>justice collaborator</em> dalam sistem penegakan hukum korupsi di Indonesia.</p>
<p>Dalam sidang terbuka yang berlangsung di Gedung B lantai dua Fakultas Hukum Unila, Kamis (21/3/2026), Ahmad Handoko memaparkan disertasi berjudul “Konstruksi Justice Collaborator dalam Sistem Penegakan Hukum Korupsi di Indonesia”.</p>
<p>Penelitian tersebut menekankan pentingnya kepastian hukum terhadap <em>justice collaborator</em> sebagai bagian penting dalam pengungkapan kasus korupsi yang bersifat terorganisasi dan kompleks.</p>
<p>Menurut Ahmad Handoko, penerapan <em>justice collaborator</em> hingga kini masih menghadapi banyak kendala, mulai dari belum sinkronnya aturan hukum, minimnya perlindungan hukum, hingga adanya perbedaan penafsiran di kalangan aparat penegak hukum.</p>
<p>“Kondisi ini membuat penerapan justice collaborator belum berjalan maksimal dalam mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujarnya saat menyampaikan disertasi.</p>
<p>Ia menilai, Indonesia membutuhkan konstruksi hukum yang lebih jelas agar keberadaan <em>justice collaborator</em> memiliki legitimasi kuat dalam proses penegakan hukum.</p>
<p>Melalui disertasinya, Ahmad Handoko menawarkan konsep penguatan status hukum <em>justice collaborator</em> agar para pihak yang membantu aparat penegak hukum mendapatkan kepastian perlindungan dan penghargaan hukum yang memadai.</p>
<p>Penelitian itu juga diharapkan menjadi masukan akademik dalam pembentukan regulasi yang lebih komprehensif untuk memperkuat sistem pemberantasan korupsi di Indonesia.</p>
<p>Sidang promosi doktor tersebut dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Suripto Dwi Yuwono, selaku ketua penguji.</p>
<p>Sementara promotor dalam sidang tersebut yakni Erna Dewi.</p>
<p>Hadir pula Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, sebagai penguji eksternal bersama penguji internal Maroni, FX. Sumarja, dan Heni Siswanto.</p>
<p>Sidang berlangsung khidmat hingga akhir acara dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada Ahmad Handoko atas keberhasilannya meraih gelar doktor Ilmu Hukum ke-52 di Fakultas Hukum Unila. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
