<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Unjuk Rasa &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/unjuk-rasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 13:24:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.5</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>Unjuk Rasa &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peserta Aksi Tolak Kenaikan Setoran Parkir di Binjai Diduga Dianiaya OTK, Polisi Diminta Usut Tuntas</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/11/peserta-aksi-tolak-kenaikan-setoran-parkir-di-binjai-diduga-dianiaya-otk-polisi-diminta-usut-tuntas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 13:24:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perhubungan Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[juru parkir]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan setoran parkir]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Binjai]]></category>
		<category><![CDATA[tukang parkir]]></category>
		<category><![CDATA[Unjuk Rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12104</guid>

					<description><![CDATA[BINJAI&#124;PERS.NEWS– Aliansi Mahasiswa dan Tukang Parkir Kota Binjai menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak kenaikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BINJAI|PERS.NEWS</strong>– Aliansi Mahasiswa dan Tukang Parkir Kota Binjai menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak kenaikan setoran parkir yang disebut mencapai 50 persen. Massa aksi menilai kebijakan tersebut memberatkan para juru parkir dan mempertanyakan dasar hukum serta legalitas penerapannya.<span id="more-12104"></span></p>
<p>Menjelang aksi berlangsung, salah seorang peserta aksi bernama Dedy diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK). Dugaan adanya pihak tertentu yang berada di balik peristiwa tersebut mencuat dari sejumlah pernyataan peserta aksi. Namun, hingga saat ini belum ada bukti maupun keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menguatkan dugaan tersebut.</p>
<p>Ketua EK LMND Binjai, Ew Gurky, meminta Polres Binjai segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan tersebut.</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami meminta aparat bertindak cepat dan profesional agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika terdapat pihak yang menyuruh atau terlibat dalam aksi kekerasan ini, maka harus diungkap secara transparan,&#8221; ujarnya.</p></blockquote>
<p>Ketua Umum PB IMBISU, Aldo Tarigan, juga mengecam dugaan kekerasan terhadap peserta aksi. Ia mendesak kepolisian untuk menyelidiki seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan kasus tersebut berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami mengecam segala bentuk kekerasan terhadap massa aksi. Kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini, termasuk jika ada pihak tertentu yang diduga berada di balik tindakan penganiayaan tersebut,&#8221; kata Aldo.</p></blockquote>
<p>Kasus dugaan penganiayaan terhadap Dedy disebut telah dilaporkan ke Polres Binjai. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan, termasuk identitas pelaku dan motif kejadian. Dinas Perhubungan Kota Binjai maupun Pemerintah Kota Binjai juga belum memberikan tanggapan atas dugaan yang berkembang di tengah massa aksi.</p>
<p>Aliansi Mahasiswa dan Tukang Parkir Kota Binjai menyatakan akan terus mengawal proses hukum atas kasus tersebut, serta tetap menuntut kejelasan mengenai kebijakan kenaikan setoran parkir yang dinilai merugikan para juru parkir.(EGS)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ribuan Massa Desak PT Toba Pulp Lestari (TPL) Ditutup, Gubernur Sumut Diduga Lebih Bela Perusahaan</title>
		<link>https://pers.news/2025/11/10/ribuan-massa-desak-pt-toba-pulp-lestari-tpl-ditutup-gubernur-sumut-diduga-lebih-bela-perusahaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 22:08:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[BobbyNasution]]></category>
		<category><![CDATA[Ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[GAMKI]]></category>
		<category><![CDATA[GerakanOikumenis]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[TanahBatak]]></category>
		<category><![CDATA[TobaPulpLestari]]></category>
		<category><![CDATA[TPL]]></category>
		<category><![CDATA[TutupTPL]]></category>
		<category><![CDATA[UHN]]></category>
		<category><![CDATA[Unjuk Rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=8378</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS — Ribuan massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS —</strong> Ribuan massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Dalam aksinya, mereka mendesak agar PT Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup dan diusir dari Tanah Batak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Koordinator Aksi, Rokki Pasaribu, dalam orasinya dari atas mobil komando menyampaikan kekecewaannya terhadap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.</p>
<p>Menurut Rokki, Gubernur dinilai di duga menunjukkan itikad politik yang lebih memihak kepada perusahaan TPL ketimbang kepada masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Melalui MedanBisnis kita membaca berita, Gubernur justru berpihak kepada perusahaan,” ujar Rokki lantang, disambut teriakan ribuan peserta aksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan, Gubernur tidak boleh hanya melihat persoalan ini dari sisi hukum semata. Bobby, kata Rokki, seharusnya juga mempertimbangkan aspek historis bahwa masyarakat sudah secara turun-temurun mendiami wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Oleh karena itu, kawan-kawan, kita ingin meminta komitmen Gubernur Sumut. Apa komitmennya terhadap tuntutan kita, yaitu tutup TPL!” tegas Rokki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rokki menambahkan, aksi ini menjadi momentum untuk menguji keberpihakan Gubernur.</p>
<p>“Apakah beliau berpihak kepada masyarakat atau lebih mementingkan perusahaan? Jika ternyata tidak berpihak kepada rakyat, maka kita akan katakan: Gubernur ini adalah Gubernur TPL! Biarkan saja dia memimpin TPL, tidak usah memimpin kita,” ujarnya disambut sorak massa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rokki juga menyinggung berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan TPL terhadap masyarakat, baik di Tapanuli Utara maupun Tapanuli Selatan.</p>
<p>“Di Sipirok, kawan-kawan kita yang Muslim, pohon-pohon karet mereka ditebang dan diganti dengan pohon eukaliptus,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan, gerakan Tutup TPL bukan semata milik kelompok tertentu, melainkan gerakan kesadaran kolektif masyarakat lintas agama dan suku, yang menjadi korban atas kebijakan perusahaan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi Damai di Depan Kantor Gubernur</p>
<p>Sekitar pukul 10.30 WIB, gelombang massa mulai berdatangan ke depan Kantor Gubernur Sumut.</p>
<p>Gelombang pertama terdiri dari pendeta, rohaniawan Katolik, dan jemaat gereja dari berbagai denominasi yang datang dari arah Gereja HKBP Uskup Agung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gelombang kedua datang dari arah Jalan Cut Meutia. Mereka sebelumnya berkumpul di Lapangan Merdeka, disusul gelombang ketiga yang juga datang dari arah yang sama.</p>
<p>Sementara itu, gelombang keempat diisi oleh ratusan mahasiswa dari Universitas HKBP Nommensen (UHN).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda turut ambil bagian dalam aksi, di antaranya PMKRI, GAMKI, dan GMNI.</p>
<p>Semua massa aksi membaur dan bersama-sama menyerukan tuntutan utama mereka: “Tutup TP(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
