<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>video viral &#8211; Pers News</title>
	<atom:link href="https://pers.news/tag/video-viral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2026 12:56:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/10/cropped-1001363792-removebg-preview-100x100.png</url>
	<title>video viral &#8211; Pers News</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>HEBOH Diduga Transaksi Jual Beli Mobil Berujung Pengeroyokan, Dua Anggota TNI dan Satu Warga Sipil Jadi Korban di Komplek Bumi Asri</title>
		<link>https://pers.news/2026/07/27/heboh-diduga-transaksi-jual-beli-mobil-berujung-pengeroyokan-dua-anggota-tni-dan-satu-warga-sipil-jadi-korban-di-komplek-bumi-asri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 12:56:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[anggota TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Damai]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Honda WR-V]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Asrama]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Komplek Bumi Asri]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Helvetia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[video viral]]></category>
		<category><![CDATA[warga sipil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12748</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS– Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI dan seorang warga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS–</strong> Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap dua anggota TNI dan seorang warga sipil viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Komplek Bumi Asri, Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang beredar, insiden itu diduga bermula dari rencana transaksi jual beli sebuah mobil Honda WR-V. Pihak yang mengaku sebagai calon pembeli disebut mengundang agen penjual untuk bertemu di lokasi.</p>
<p>Namun, situasi diduga berubah menjadi ricuh. Agen penjual yang datang bersama dua anggota TNI disebut diteriaki sebagai &#8220;maling&#8221; sebelum akhirnya diduga menjadi korban pengeroyokan. Selain dua anggota TNI, seorang warga sipil juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Dalam narasi yang beredar di media sosial, sejumlah orang yang berada di lokasi, termasuk seorang perempuan berbaju putih, disebut diduga memiliki peran dalam rangkaian kejadian. Namun, informasi tersebut masih sebatas klaim yang beredar dan belum memperoleh konfirmasi dari aparat penegak hukum.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait kronologi lengkap, identitas para pihak yang terlibat, maupun motif sebenarnya dalam insiden tersebut. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara utuh.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi atau menyimpulkan siapa yang bersalah sebelum adanya hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral, Pria Sebut Ibunya Ditahan Polisi Usai Cabut Pohon Pisang di Tanah Milik Keluarga</title>
		<link>https://pers.news/2026/06/15/viral-pria-sebut-ibunya-ditahan-polisi-usai-cabut-pohon-pisang-di-tanah-milik-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 22:45:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar Klippa]]></category>
		<category><![CDATA[Hotman Tambunan]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Perusakan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Nurbekka Siburian]]></category>
		<category><![CDATA[Penahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Percut Sei Tuan]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon Pisang]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Medan Tembung]]></category>
		<category><![CDATA[Sengketa Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[Usten Saragih]]></category>
		<category><![CDATA[video viral]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=12241</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Sebuah video yang menampilkan seorang pria bernama Hotman Tambunan viral di media sosial. Dalam video...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Sebuah video yang menampilkan seorang pria bernama Hotman Tambunan viral di media sosial. Dalam video tersebut, Hotman mengaku bahwa ibunya, Nurbekka Siburian (52), ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian setelah mencabut pohon pisang yang disebut berada di atas tanah milik keluarganya sendiri.</p>
<figure id="attachment_12243" aria-describedby="caption-attachment-12243" style="width: 900px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-12243" src="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260616-WA0017-1.jpg" alt="" width="900" height="675" srcset="https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260616-WA0017-1.jpg 900w, https://pers.news/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260616-WA0017-1-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption id="caption-attachment-12243" class="wp-caption-text">Foto: Pria bernama Hotman Tambunan mengaku ibunya ditangkap polisi karena memcabut pisang di tanah mereka. (dok. Media sosial)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam video yang beredar, Hotman terlihat berada di lokasi bekas rumah yang telah dirobohkan. Ia memperkenalkan diri sebagai anak dari pasangan Nurbekka Siburian dan almarhum Usman Ferdinan Tambunan.</p>
<p>Hotman menjelaskan bahwa ibunya ditahan oleh Polsek Medan Tembung terkait dugaan pencabutan pohon pisang milik Usten Saragih (68). Menurutnya, pohon pisang tersebut ditanam di atas tanah yang merupakan milik keluarganya, yang dibeli oleh almarhum ayahnya.</p>
<p>&#8220;Ibu saya seorang janda yang kini telah ditangkap dan ditahan karena mencabut pohon pisang milik Usten Saragih yang berada di tanah keluarga kami. Mediasi sudah pernah dilakukan dan pihak Usten Saragih tidak mampu memberikan surat bukti yang sah seperti yang dilakukan ibu saya,&#8221; ujar Hotman dalam video tersebut.</p>
<p>Menanggapi video yang viral itu, pihak kepolisian memberikan klarifikasi. Kasi Humas Polsek Medan Tembung, Aiptu Sir Jhon Milala, menyatakan bahwa Nurbekka ditahan bukan semata karena mencabut satu atau dua pohon pisang, melainkan terkait dugaan perusakan terhadap 80 batang pohon pisang milik Usten Saragih.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sibang, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Senin, 13 Januari 2025. Menurut polisi, Nurbekka bersama anaknya yang berinisial BAT mencabuti tanaman pisang tersebut hingga rusak dan mati.</p>
<p>&#8220;Sebanyak 80 pohon pisang yang dirusak berada di atas tanah yang tercatat sebagai milik Usten Saragih selaku pelapor, sesuai surat keterangan dari camat. Akibatnya, tanaman pisang pelapor rusak dan mati,&#8221; kata Sir Jhon.</p>
<p>Polisi mengakui bahwa pihak Nurbekka juga mengklaim kepemilikan atas tanah tersebut. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, pihak Nurbekka tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang dinilai sah.</p>
<p>Menurut Sir Jhon, dokumen yang ditunjukkan hanya berupa surat keterangan desa atas nama Elfiadi Surya. Sementara itu, Elfiadi Surya menyatakan tidak pernah menjual tanah tersebut kepada Nurbekka dan bahkan telah melaporkan dugaan pemalsuan surat terkait perkara itu ke Polrestabes Medan.</p>
<p>Sir Jhon menegaskan bahwa proses hukum dilakukan sesuai prosedur. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pelapor dan Elfiadi Surya, sebelum akhirnya menetapkan Nurbekka dan BAT sebagai tersangka melalui gelar perkara.</p>
<p>Penyidik juga telah dua kali melayangkan surat panggilan kepada para tersangka untuk diperiksa, masing-masing pada 28 Februari dan 11 Maret 2026. Namun, keduanya disebut tidak memenuhi panggilan tanpa alasan yang jelas.</p>
<p>Pada 20 Mei 2026, penyidik kemudian membawa Nurbekka untuk diperiksa sebagai tersangka. Setelah pemeriksaan dilakukan, penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan.</p>
<p>&#8220;Penyidik melakukan penahanan dengan pertimbangan tersangka tidak kooperatif saat dilakukan pemanggilan sebagai tersangka, sehingga hal ini diperlukan untuk memudahkan proses penyidikan,&#8221; pungkas Sir Jhon.</p>
<p>Narasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan versi antara pihak keluarga Nurbekka dan kepolisian terkait status kepemilikan tanah yang menjadi objek sengketa. Kebenaran atas klaim masing-masing pihak nantinya akan diuji melalui proses hukum yang berjalan.(Red)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Video Dugaan Pengeroyokan Satu Keluarga di Medan Barat, Kasus Dilaporkan ke Polisi</title>
		<link>https://pers.news/2026/01/18/viral-video-dugaan-pengeroyokan-satu-keluarga-di-medan-barat-kasus-dilaporkan-ke-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 21:11:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Denpom]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan oknum polisi]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan oknum TNI]]></category>
		<category><![CDATA[konflik keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[laporan polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Medan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Polrestabes Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Propam]]></category>
		<category><![CDATA[video viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=9691</guid>

					<description><![CDATA[MEDAN&#124;PERS.NEWS-Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap satu keluarga di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute top-0" aria-hidden="true" data-edge="true"><strong>MEDAN|PERS.NEWS-</strong>Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap satu keluarga di Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kamis (8/1/2026) malam.</div>
<div aria-hidden="true" data-edge="true"></div>
<div class="pointer-events-none h-px w-px absolute top-0" aria-hidden="true" data-edge="true">Dalam unggahan tersebut, disebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Polri dan oknum anggota TNI. Informasi tersebut masih berdasarkan keterangan yang beredar di media sosial dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.</div>
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))]">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:41c47f67-fb53-47bf-994e-77de51563291-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="d73c2d24-3362-4eca-91fb-0c0069349f07" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark markdown-new-styling">
<p data-start="734" data-end="1078">Video tersebut diunggah oleh akun media sosial @dianacantika. Dalam keterangannya, pemilik akun menuturkan bahwa peristiwa bermula saat keluarga iparnya datang ke rumah orang tuanya dengan jumlah sekitar belasan orang. Kedatangan tersebut, menurut narasi yang disampaikan, dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan keluarga secara kekeluargaan.</p>
<p data-start="1080" data-end="1309">Namun, berdasarkan keterangan pemilik akun, situasi kemudian berubah menjadi tegang karena terjadi perdebatan. Ia menyebut kedatangan keluarga iparnya berlangsung dalam kondisi emosi dan disertai ucapan yang dinilai tidak pantas.</p>
<p data-start="1311" data-end="1637">Saat perdebatan berlangsung, pemilik akun mengaku sedang merekam kejadian sambil menggendong anaknya. Dalam unggahan tersebut, ia mengklaim mengalami kekerasan fisik yang kemudian memicu keributan lebih besar. Akibat kejadian itu, sejumlah anggota keluarga yang berada di dalam rumah dilaporkan mengalami luka-luka dan trauma.</p>
<p data-start="1639" data-end="1939">Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, di dalam rumah terdapat delapan orang, terdiri dari dua perempuan dewasa, dua balita, tiga pria dewasa, dan seorang lansia perempuan. Pemilik akun mengklaim seluruhnya menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan, serta dua balita mengalami trauma psikologis.</p>
<p data-start="1941" data-end="2383">Pemilik akun juga menyebutkan adanya seorang pria yang diduga oknum anggota Polri berada di lokasi kejadian dan mengenakan pakaian dinas. Berdasarkan klaim tersebut, yang bersangkutan disebut tidak menghentikan keributan yang terjadi.</p>
<p data-start="1941" data-end="2383">Selain itu, disebutkan pula adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI yang diduga melakukan pemukulan terhadap salah satu anggota keluarganya. Klaim tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait.</p>
<p data-start="2385" data-end="2660">Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan dengan nomor LP/B/124/I/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara. Selain itu, laporan juga telah disampaikan ke Propam Polda Sumatera Utara dan Detasemen Polisi Militer (Denpom).</p>
<p data-start="2662" data-end="2860">Hingga saat ini, pihak keluarga berharap adanya penanganan hukum yang adil dan transparan terhadap laporan tersebut. Mereka meminta agar kasus ini dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p data-start="2862" data-end="3178">Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="2862" data-end="3178">Pihak kepolisian juga belum menyampaikan penjelasan mengenai kronologi kejadian maupun dugaan keterlibatan oknum aparat sebagaimana yang beredar di media sosial.(Red)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
