<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kompas</title>
	<atom:link href="https://pers.news/topic/kompas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pers.news</link>
	<description>pers.news - Informasi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Sep 2025 12:20:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.3</generator>

<image>
	<url>https://pers.news/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-press-news-ANYARRRRRRRRR-100x100.jpeg</url>
	<title>Kompas</title>
	<link>https://pers.news</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Produknya Dihujat Warganet, Sentimen Negatif BBM Pertamina 88,6 Persen</title>
		<link>https://pers.news/2025/09/20/produknya-dihujat-warganet-sentimen-negatif-bbm-pertamina-886-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 12:20:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pers.news/?p=7264</guid>

					<description><![CDATA[PERS.NEWS &#8211; Polemik kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta ramai dibahas warganet di media sosial....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<hr />
<p>PERS.NEWS &#8211; Polemik kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta ramai dibahas warganet di media sosial.</p>
<p>Fenomena ini terjadi merata di seluruh wilayah penjualan Shell, Vivo, dan BP.</p>
<p>Kelangkaan stok BBM SPBU swasta terjadi karena adanya lonjakan permintaan, sementara kuota impor minyak yang diberikan Kementerian ESDM jauh dari mencukupi.</p>
<p>Litbang Kompas melalui Kompas Monitoring melakukan pemantauan percakapan di media sosial pada 15–17 September 2025.</p>
<p>Hasil survei menunjukkan, mayoritas warganet memberikan respons bernada negatif terkait isu kelangkaan BBM di SPBU swasta.</p>
<p>Pemantauan dilakukan terhadap konten di lima platform, yakni TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, dan X. Pemantauan dilakukan selama kurun waktu tiga hari.</p>
<p>Kelangkaan yang sudah mulai terjadi pada akhir Agustus lalu menuai 66,2 persen percakapan dengan nada negatif.</p>
<p>Keluhan warganet ini berkaitan dengan topik bahasan yang bersinggungan dengan mutu produk BBM yang dijual SPBU Pertamina dibandingkan SPBU swasta.</p>
<p>Warganet memberikan sentimen negatif sebesar 88,6 persen terhadap BBM produk PT Pertamina.</p>
<p>Ada sejumlah keluhan diungkapkan dalam bentuk unggahan konten maupun ujaran di kolom komentar terkait kualitas BBM Pertamina.</p>
<p>Ada yang mengeluh bahwa BBM Pertamina lebih cepat habis atau lebih boros meski memiliki angka oktan atau research octane number (RON) yang sama dengan produk dari BBM swasta.</p>
<p>Ada pula warganet yang mengeluhkan performa mesin kendaraannya menurun dan tidak bekerja secara optimal karena mengonsumsi BBM Pertamina.</p>
<p>Selain itu, ada pula yang memberikan pernyataan terkait pengalamannya mendapatkan BBM bercampur air di SPBU pelat merah itu.</p>
<p>Sederet rapor merah yang selama ini dialami oleh warganet ramai diungkit dan diungkap di media sosial berkenaan dengan alasan mereka enggan membeli produk dari PT Pertamina.</p>
<p>Hal lainnya lagi yang turut memberikan sentimen negatif bagi PT Pertamina adalah pernyataan Menteri Bahlil yang mengatakan bahwa SPBU swasta yang kehabisan stok diminta untuk membeli dari PT Pertamina.</p>
<p>Ujaran ini memicu pernyataan tidak setuju sebesar 73,5 persen yang bernada negatif. Resistensi sebagian warganet ini berkaitan erat dengan ketidakpercayaan konsumen terhadap kualitas BBM yang dihasilkan PT Pertamina.</p>
<p>Citra negatif Bahlil di medsos Selain Pertamina yang mendapatkan sentimen buruk, citra Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM menjadi yang paling dominan bernuansa negatif.</p>
<p>Sebanyak 82,9 persen percakapan warganet menilai Bahlil terkesan menganakemaskan PT Pertamina sebagai perusahaan pelat merah pengelola dan distributor BBM di Indonesia.</p>
<p>Pandangan negatif dari warganet terhadap Bahlil disulut oleh pernyataan terkait tidak akan membuka keran impor tambahan bagi perusahaan SPBU swasta di Indonesia.</p>
<p>Ditambah lagi ujarannya bahwa SPBU swasta diminta untuk membeli BBM dari PT Pertamina untuk dijual kembali ke konsumen. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
