Melihat kondisi tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan obat-obatan bagi para korban. Ketua KOPRI PMII FSH (Fakultas Syari’ah dan Hukum UINSU), Hazizah Hasibuan, didampingi Bendahara Umum PMII FUSI (Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UINSU) , Ilham Arifin, menyerahkan satu kotak bantuan obat-obatan yang dipersiapkan khusus untuk masyarakat Aceh Tamiang.
Penyaluran bantuan dilakukan pada hari Selasa di kediaman Ketua Koordinator Penyaluran Bantuan Bencana Alam, Ilham Hazfi Batubara, S.Psi, yang diwakili oleh Sekretaris Koordinator Penyaluran Bantuan Bencana Alam, Riswanuddin Pasaribu, S.Pd, selaku Ketua Dema STAI Al-Hikmah Medan, bersama Al-Ustadz Muhammad Azmi Fadli, di Jalan Bubu No. 105, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Kegiatan berlangsung penuh haru dengan suasana solidaritas yang kuat dari kader PMII yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Hazizah menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh Tamiang dan sejumlah wilayah lain di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata solidaritas kemanusiaan.
“Kami datang bukan hanya membawa obat-obatan, tetapi juga doa dan kepedulian. Kami turut merasakan kesedihan saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu pemulihan kesehatan masyarakat,” ujarnya dengan haru.
Hazizah menambahkan bahwa bencana ini tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka emosional. Karena itu, dukungan moral dan kepedulian sangat dibutuhkan agar para korban tidak merasa sendiri.
Sementara itu, Ilham Arifin menegaskan bahwa PMII akan terus hadir dalam setiap persoalan kemanusiaan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya bertanggung jawab pada dunia akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
“Sekecil apa pun bantuan, jika diberikan dengan ketulusan, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Ini bukti bahwa mahasiswa peduli terhadap persoalan masyarakat,” ujarnya.
Bencana banjir dan longsor tersebut telah menyebabkan kerugian besar, mengganggu akses kesehatan, serta menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan obat-obatan yang disalurkan diharapkan dapat membantu penanganan masalah kesehatan pascabencana, terutama penyakit kulit, infeksi, dan gangguan kesehatan lainnya yang kerap muncul setelah banjir.
Di akhir penyampaiannya, Hazizah berharap Aceh Tamiang segera pulih.
“Semoga Aceh Tamiang bangkit kembali. Semoga masyarakat diberi kekuatan, dan kita semua terus bersatu dalam rasa kemanusiaan,” tutupnya.
Dengan adanya kepedulian ini, PMII berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu, karena bencana bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang bagaimana manusia saling menguatkan di tengah cobaan berat.(Red)













