Forum Komunikasi Dosen Sumatera Utara dan HDGI Gelar Seminar Nasional SINERGI

LABUHANBATU | PERS.NEWS – Forum Komunikasi Dosen (FKD) DPW Sumatera Utara bersama Himpunan Dosen Gemilang Indonesia (HDGI) sukses menggelar Seminar Nasional “SINERGI: Seminar Inovasi dan Riset Multidisiplin Menuju Indonesia Emas 2045” pada Sabtu (17/1/2026).

Keterangan : Seminar Inovasi dan Riset Multidisiplin Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Aula Ibay Komputer Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, serta daring melalui platform online. Seminar diikuti oleh 435 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri.

Seminar nasional ini bertujuan memperkuat peran inovasi dan riset multidisiplin sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis bagi dosen, peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan untuk berbagi gagasan serta memperluas jejaring kolaborasi.

Acara dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Iwan Purnama, S.Kom., M.Kom, Ketua FKD DPW Sumatera Utara sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Labuhanbatu. Turut hadir Ketua HDGI, Abdul Karim, S.Kom., MTI, yang menegaskan pentingnya kolaborasi dosen secara nasional dalam pengembangan riset dan inovasi.

Seminar ini menghadirkan empat keynote speaker nasional, yaitu:

  • Prof. Ir. Zainal A. Hasibuan, Ph.D

  • Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D

  • Prof. Dr. Novilda Elizabeth Mustamu

  • Prof. Dr. A. Rohendi, S.H., M.M., M.H

Dalam pemaparannya, Prof. Zainal A. Hasibuan menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin dan kebijakan kampus yang mendorong lahirnya produk inovatif bernilai guna dan ekonomi. Ia berharap hasil riset dan tugas akhir mahasiswa tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat.

Rektor Universitas Labuhanbatu yang berhalangan hadir diwakili oleh Assoc. Prof. Dr. Marlina Siregar, M.Pd, yang menyoroti pentingnya penguatan riset pendidikan, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa di era digital dan society 5.0.

Sementara itu, Prof. Novilda Elizabeth Mustamu menegaskan pentingnya integrasi riset multidisiplin untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang pangan, sumber daya hayati, dan ketahanan nasional. Prof. A. Rohendi menambahkan bahwa Indonesia harus bertransformasi menjadi bangsa produsen melalui penguatan riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan.

Pelaksanaan Seminar Nasional SINERGI didukung oleh berbagai institusi sebagai co-host, antara lain Universitas Labuhanbatu, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Dharmawangsa Medan, Forum Kerjasama Perguruan Tinggi, ADA Research, Penerbit Buku Gemilang, dan sejumlah mitra lainnya.

Melalui seminar ini diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antar perguruan tinggi, meningkatnya kualitas riset multidisiplin, serta lahirnya inovasi strategis untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Arif)