Melalui staf ahlinya, Martinus Sirait, Dr. Maruli Siahaan menyerahkan sepatu terapi khusus kepada Berkat Tambunan, bocah berusia dua tahun yang sejak lahir mengalami kelainan pada telapak kaki. Bantuan itu diserahkan langsung di kediaman keluarga di kawasan Jalan Air Bersih Ujung, Kota Medan, Kamis (22/1/2026).
Sebelumnya, Berkat telah menjalani operasi di RSUP H. Adam Malik Medan sebagai langkah awal penanganan medis. Namun, proses pemulihan tidak berhenti sampai di ruang operasi. Anak tersebut masih membutuhkan perawatan lanjutan berupa penggunaan sepatu terapi khusus guna membantu pembentukan dan pertumbuhan kaki secara optimal—kebutuhan yang cukup memberatkan bagi keluarga.
Melihat kondisi tersebut, Dr. Maruli Siahaan kembali hadir memberikan solusi nyata. Tidak hanya membantu pada tahap operasi, ia juga memastikan keberlanjutan proses pemulihan agar hasil medis yang telah dicapai dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Penyerahan bantuan turut didampingi Partogi Siahaan, Tim Relawan Palito sekaligus Koordinator Medan Kota. Kehadiran relawan ini menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar simbolis, melainkan hasil dari pemantauan dan kepedulian yang terus berlanjut.
Melalui perwakilannya, Dr. Maruli Siahaan menyampaikan harapan agar bantuan sepatu terapi tersebut dapat meringankan beban keluarga serta membuka peluang bagi Berkat untuk tumbuh sehat, aktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik seperti anak-anak seusianya.
“Kami berharap Berkat dapat menjalani masa pertumbuhan dengan lebih baik dan keluarga tetap kuat mendampingi proses pemulihannya,” ujar perwakilan Dr. Maruli Siahaan dalam kesempatan itu.
Sementara itu, sang ibu, Herlinda Putri Yanty br. Simangunsong, tampak terharu dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan sejak awal pengobatan hingga masa pemulihan anaknya.
Dengan penuh harap, ia juga memanjatkan doa terbaik bagi Dr. Maruli Siahaan dan keluarga, seraya berharap segala kebaikan tersebut dibalas dengan kesehatan, kebahagiaan, serta kelancaran dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat.
Kisah ini menjadi potret nyata bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat bukan hanya soal kebijakan dan regulasi, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga.(Red)













