Gerakan Pemuda Energi Soroti Dugaan Proyek Bermasalah di Tengah Rakernas METI

BANDUNG|PERS.NEWS-31 Januari 2026Gerakan Pemuda Energi menggelar aksi unjuk rasa di Swiss-Belresort Heritage Dago, Bandung, bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap sejumlah proyek energi yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik sosial, kerusakan lingkungan, serta persoalan tata kelola.

Dalam pernyataannya, Gerakan Pemuda Energi menyoroti beberapa proyek energi yang disebut mengalami permasalahan di lapangan. Di antaranya proyek biomassa dan hutan tanaman energi yang berada di bawah pengawasan Endi Novaris Syamsudin, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung serta PLTA/PLTM yang berada di bawah pengawasan Wiluyo Kusdwiharto, serta proyek PT Ketaun Hidro Energi yang dipimpin oleh Zulfan Zahar.

Koordinator Lapangan Gerakan Pemuda Energi, Ronald Panjaitan, menegaskan bahwa transisi energi seharusnya tidak hanya berorientasi pada target kapasitas dan nilai investasi, tetapi juga memperhatikan keadilan sosial serta keselamatan lingkungan.

“Jika konflik sosial, penggusuran warga, dan dugaan pelanggaran hukum terus dibiarkan, maka narasi energi bersih berisiko hanya menjadi slogan tanpa makna,” ujar Ronald dalam orasinya.

Gerakan Pemuda Energi mendesak dilakukannya audit menyeluruh serta penegakan hukum terhadap proyek-proyek energi yang diduga bermasalah. Mereka juga meminta METI membuka ruang evaluasi secara transparan dan melibatkan publik untuk menilai dampak sosial dan ekologis dari proyek-proyek tersebut.

Selain itu, mereka mendorong pemerintah agar meningkatkan transparansi dalam pengelolaan sektor energi serta memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat yang adil dari pembangunan proyek energi.

“Transisi energi harus menjadi proses yang inklusif dan berkelanjutan, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak,” tambah Ronald.

Gerakan Pemuda Energi menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan advokasi demi terwujudnya keadilan sosial serta perlindungan lingkungan dalam pengembangan proyek energi di Indonesia.(Arif)

Penanggung Jawab Aksi: Ronald Panjaitan