MEDAN|PERS.NEWS- Di tengah kesibukan perkuliahan, mahasiswa putra daerah Sibolga–Tapanuli Tengah yang berada di Kota Medan tetap menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kampung halaman. Melalui rapat virtual via Google Meet, mereka berhasil menyusun berbagai program kerja sekaligus merancang aksi penggalangan dana yang dinilai kreatif dan berdampak.
Rapat yang digelar pada Kamis (30/4/26) ini menjadi bukti bahwa keterbatasan jarak bukanlah penghalang untuk berkontribusi. Justru, melalui platform digital, ide-ide segar bermunculan dari para mahasiswa yang ingin membantu masyarakat di Tapanuli Tengah dan sekitarnya.
Aksi nyata akan dimulai pada 2 Mei 2026, dengan kegiatan open donasi di persimpangan lampu merah di Kota Medan. Tidak hanya mengandalkan sumbangan, mahasiswa juga menghadirkan konsep unik berupa penjualan gantungan kunci dari plastik daur ulang, hasil karya anak-anak putra daerah. Kegiatan ini menjadi simbol kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Koordinator Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan Sibolga Tapteng (GEMP2STA) Sumatera Utara, Sofyan Maulana Kasturi Hutagalung, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun solidaritas mahasiswa perantauan.
“Kegiatan ini sangat kreatif dan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kampung halaman. Kami berharap seluruh putra-putri daerah bisa ikut terlibat dan bersama-sama membangun daerah dengan ilmu yang kita miliki,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali organisasi daerah yang sempat vakum, sekaligus menjadi wadah kolaborasi dan inovasi bagi generasi muda.
Hasil Rapat: Persiapan Matang dan Terstruktur Dalam rapat virtual tersebut, sejumlah poin penting disepakati, di antaranya:
- Penentuan anggota yang bersedia tinggal di sekretariat.
- Pembentukan struktur kepanitiaan dan pembagian tugas.
- Penyusunan agenda penggalangan dana serta kegiatan pada 6 Juni 2026 bersama DPC PPDI Kota Medan.
- Pembentukan tim lapangan (penerima tamu, konsumsi, MC, keamanan, dan perlengkapan).
- Penguatan konsep penggalangan dana kreatif, termasuk penjualan produk karya Putra daerah.
- Pembentukan grup KSB sebagai pusat koordinasi, organisasi daerah Sibolga-Tapanuli Tengah.
Penutup
Melalui rapat virtual yang produktif dan penuh inovasi ini, mahasiswa Sibolga-Tapteng membuktikan bahwa semangat membangun daerah bisa dimulai dari mana saja. Dengan kreativitas dan kebersamaan, mereka membawa harapan baru bagi kampung halaman-menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing. (PR)














