BINJAI|PERS.NEWS— Sekitar 400 massa yang terdiri dari aktivis dan pedagang kaki lima (PKL) menggelar aksi menyusul penggusuran di kawasan Jalan Bandung dan sejumlah titik lainnya di Kota Binjai. Aksi ini digerakkan oleh Forum Pedagang Kaki Lima Binjai sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dinilai belum berpihak pada rakyat kecil.
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa penertiban yang dilakukan pemerintah tidak boleh hanya sebatas menggusur tanpa menghadirkan solusi nyata bagi para pedagang.
“Kami butuh kepastian, bukan sekadar wacana. Wali Kota Binjai harus turun langsung menemui rakyat dan memberikan solusi konkret. Jangan biarkan pedagang kecil terus menjadi korban kebijakan,” tegas perwakilan forum di hadapan ratusan massa.
Sebelumnya, telah dilakukan pertemuan di kantor camat yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi. Namun, pertemuan tersebut dinilai belum menghasilkan solusi konkret, sehingga memicu kekecewaan di kalangan pedagang dan massa aksi.
Para PKL yang terdampak mengaku hingga kini masih kehilangan sumber penghasilan dan belum mendapatkan kepastian relokasi yang layak dan strategis. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjamin keberlangsungan usaha mereka.
Sebagai bentuk lanjutan perjuangan, Forum Pedagang Kaki Lima Binjai bersama massa aksi menyatakan akan menggelar Aksi Jilid II pada Senin, 27 April 2025, di Kantor Wali Kota Binjai. Aksi tersebut direncanakan sebagai bentuk tekanan agar pemerintah segera merespons tuntutan rakyat.
Massa menegaskan, jika tidak ada solusi konkret yang diberikan, gelombang aksi akan terus berlanjut dengan jumlah massa yang lebih besar hingga keadilan bagi pedagang kecil benar-benar terwujud. (Red)













