PERS.NEWS – Universitas Lampung (Unila) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kualitas akademik dengan mengukuhkan dua guru besar dalam Rapat Senat Luar Biasa yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Senin, 27 April 2026.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi individu akademisi yang mencapai puncak kariernya, tetapi juga bagi institusi dalam memperluas kontribusi keilmuan di tengah dinamika global yang kian kompleks. Bidang ilmu yang diangkat yakni Pembelajaran Bahasa Indonesia Kontekstual serta Hukum Pidana dan Sistem Pemidanaan yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan regulasi nasional.
Rapat senat dipimpin jajaran pimpinan universitas dan dihadiri langsung Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Ketua Senat Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., para pimpinan fakultas, serta sejumlah tokoh dari unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga perwakilan alumni.
Dua akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Nurlaksana Eko Rusminto, M.Pd., sebagai guru besar dalam bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia Kontekstual, serta Prof. Dr. Erna Dewi, S.H., M.H., sebagai guru besar dalam bidang Hukum Pidana dan Sistem Pemidanaan. Keduanya menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti isu mendasar, mulai dari pentingnya konteks dalam praktik berbahasa hingga pergeseran paradigma pemidanaan dalam kerangka Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional.
Dalam sambutannya, Rektor Unila menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan tonggak penting dalam perjalanan akademik sekaligus amanah besar untuk terus berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
“Gelar profesor bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih luas dalam menghadirkan pemikiran, riset, dan solusi bagi bangsa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru besar yang baru dikukuhkan, seraya berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya untuk terus berprestasi.
Dengan bertambahnya dua profesor, jumlah guru besar Unila kini mencapai 173 orang. Peningkatan ini memperkuat fondasi akademik universitas dalam mendorong riset unggulan, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah arus transformasi teknologi dan perubahan sosial, kehadiran guru besar diharapkan mampu menjadi penggerak utama lahirnya gagasan inovatif sekaligus penjaga nilai-nilai akademik. Melalui momentum ini, Unila menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, progresif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, nasional, hingga global. (*)












