Sekretaris Jenderal PB SEMMI, Marzuki Toekan, menyampaikan bahwa dalam konteks sosial tertentu, tekanan ekonomi keluarga serta keterbatasan layanan pendidikan dapat berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis anak. Oleh karena itu, penguatan kebijakan pendidikan dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan kebijakan perlindungan sosial.
“Peristiwa ini mengingatkan kita semua bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Karena itu, kebijakan pendidikan perlu senantiasa disertai dengan perlindungan sosial yang memadai,” ujar Marzuki dalam pernyataan tertulis, Selasa (4/2/2025).
PB SEMMI menilai pemerintah telah menunjukkan komitmen positif melalui berbagai kebijakan progresif di sektor pendidikan, termasuk Program Sekolah Rakyat yang bertujuan memperluas akses pendidikan serta mengurangi beban masyarakat rentan. Program tersebut dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat kehadiran negara di sektor pendidikan.
“SEMMI mengapresiasi upaya pemerintah dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif. Ke depan, penguatan dan penyempurnaan kebijakan tetap diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.
PB SEMMI berpandangan bahwa perlindungan anak dan peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara negara, keluarga, satuan pendidikan, serta lingkungan sosial. Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar kebijakan publik dapat berjalan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam semangat tersebut, PB SEMMI mendorong pembukaan Forum Dialog Merah Putih sebagai ruang dialog langsung antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan organisasi-organisasi mahasiswa. Forum ini diharapkan menjadi wadah komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan konstruktif untuk membahas isu pendidikan, pengentasan kemiskinan, serta penguatan kebijakan sosial secara komprehensif.
“Forum Dialog Merah Putih dapat menjadi ruang saling mendengar dan bertukar pandangan, sehingga kebijakan yang lahir semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta masa depan generasi muda,” kata Marzuki.
PB SEMMI menegaskan bahwa pendidikan harus terus diperkuat sebagai ruang yang aman, inklusif, dan memberdayakan bagi anak-anak bangsa, tanpa menambah beban sosial maupun tekanan psikologis akibat kondisi ekonomi keluarga.
Sebagai organisasi mahasiswa, PB SEMMI menyatakan komitmennya untuk terus berperan secara konstruktif dalam mendukung dan mengawal kebijakan pendidikan nasional demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan yang berkelanjutan.(MSE)













