Mengusung tema “Dari Pemuda untuk Pembangunan yang Menyelaraskan dengan Visi Misi Wali Kota Tanjungbalai”, Musda IV menegaskan komitmen KAMMI untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan Kota Tanjungbalai. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui gagasan, gerakan sosial, serta kolaborasi strategis lintas sektor.
Ketua Umum PD KAMMI Tanjungbalai periode 2024–2026, Muhammad Yusuf, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil harus hadir sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis. Kolaborasi adalah kunci agar visi besar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa KAMMI sebagai organisasi pergerakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk mengawal arah pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan daerah. KAMMI harus hadir dengan gagasan yang solutif, gerakan yang terukur, serta sikap konstruktif dalam menyikapi setiap kebijakan,” lanjutnya.
Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan forum tertinggi di tingkat daerah untuk merumuskan arah perjuangan organisasi ke depan. Ia berharap kepengurusan selanjutnya mampu memperkuat peran advokasi, pengkaderan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, pesan Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungbalai, Bobon Robiana, SH., MH., yang disampaikan melalui perwakilannya, turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan.
Dalam pesannya, Kejari menegaskan bahwa pembangunan harus dilandasi semangat kebersamaan dan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Jika tujuannya untuk membangun, maka kolaborasi adalah hal yang sangat penting. Pemerintah, mahasiswa, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus berjalan seiring, terutama dalam menciptakan generasi muda yang bebas dari narkoba dan memiliki kesiapan teknologi untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” demikian pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak hanya berkutat pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia.
“Perang masa depan adalah perang kualitas SDM. Anak-anak muda harus dibekali literasi digital, kemampuan adaptasi teknologi, serta karakter yang kuat agar tidak mudah terjerumus pada hal-hal negatif,” tutupnya.













