Prodi Agroteknologi ULB Asam Jawa Monitoring Mahasiswa Magang di Labusel dan Rohil, Pastikan Lulusan Siap Hadapi Industri Sawit

 

LABUHANBATU|PERS.NEWS– Program Studi Agroteknologi Universitas Labuhanbatu (ULB) Kampus Cabang III Asam Jawa melaksanakan monitoring terhadap mahasiswa peserta Program Magang Berdampak Mandiri di dua perusahaan perkebunan kelapa sawit, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan proses magang berjalan sesuai capaian pembelajaran lulusan (CPL) serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Monitoring dilakukan di dua lokasi, yakni PT Tasik Raja Bukit Tujuh di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta CV Tunas Sawit Prima Bahtera Makmur di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Kegiatan dipimpin oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan dihadiri Ketua Program Studi Agroteknologi, Fitrah Syawal Harahap, S.P., M.Agr., serta Koordinator Kampus Cabang III Asam Jawa, Meisa Fitri Nasution, S.Pd., M.Hum.

Evaluasi untuk Memastikan Capaian Pembelajaran

Ketua Program Studi Agroteknologi, Fitrah Syawal Harahap, mengatakan monitoring tidak hanya bertujuan memantau kehadiran mahasiswa, tetapi juga mengevaluasi sejauh mana kompetensi yang diperoleh selama menjalani magang.

Menurutnya, mahasiswa harus mendapatkan pengalaman kerja nyata yang mampu meningkatkan kemampuan teknis, profesionalisme, serta pemahaman terhadap budaya kerja di industri perkebunan.

“Kami melakukan evaluasi terhadap capaian pembelajaran lulusan (CPL). Mahasiswa harus memperoleh pengalaman kerja nyata, memahami disiplin kerja di industri, serta memiliki kompetensi teknis yang dibutuhkan di sektor perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Wujud Implementasi MBKM

Sementara itu, Koordinator Kampus Cabang III Asam Jawa, Meisa Fitri Nasution, menyebut Program Magang Berdampak Mandiri merupakan implementasi nyata kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diterapkan Universitas Labuhanbatu.

Ia menegaskan, mahasiswa tidak hanya dituntut belajar di perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada mitra industri.

“Mahasiswa harus mampu memberikan dampak positif bagi perusahaan tempat mereka magang. Dengan pengalaman ini, lulusan ULB diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan saat memasuki dunia kerja. Ini menjadi bukti komitmen Universitas Labuhanbatu dalam mencetak sumber daya manusia yang siap kerja,” katanya.

Perkuat Link and Match dengan Dunia Industri

Program Magang Berdampak Mandiri menjadi salah satu strategi Universitas Labuhanbatu dalam memperkuat keterkaitan (link and match) antara kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selama menjalani magang, mahasiswa Program Studi Agroteknologi terlibat langsung dalam berbagai aktivitas operasional perusahaan, mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, panen, hingga pengolahan hasil kelapa sawit.

Melalui kegiatan monitoring ini, Universitas Labuhanbatu berharap pelaksanaan magang berjalan optimal sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan teknis, pengalaman lapangan, serta siap bersaing di industri perkebunan kelapa sawit maupun sektor pertanian lainnya.(Arif)