PERS.NEWS – Deretan 82 kendaraan hias dengan beragam ornamen budaya dan hasil kreasi instansi memadati ruas jalan Kota Bandar Lampung dalam Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya, Sabtu, 19 Juli 2026.
Digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung, festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dijadikan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai etalase untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus capaian pembangunan daerah.
Wali Kota Eva Dwiana mengatakan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-344 Kota Bandar Lampung yang diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus menjadi momentum menggerakkan pembangunan melalui kegiatan yang positif.
“Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini kita dapat lebih memahami, menghargai, dan memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda maupun wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” kata Eva.
Menurut Eva, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tetap dikenal di tengah perkembangan zaman. Kehadiran berbagai kendaraan hias dan penampilan budaya dari beragam komunitas juga menjadi daya tarik yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Bandar Lampung.
Ia turut mengapresiasi partisipasi seluruh peserta yang berasal dari instansi vertikal, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, kecamatan, perguruan tinggi, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan yang ikut menyukseskan festival.
“Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Jaga sportivitas dan semangat untuk menampilkan yang terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Adiansyah mengatakan penyelenggaraan festival mengacu pada Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 556 Tahun 2026 tentang pembentukan kegiatan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat untuk pengembangan pariwisata.
Menurutnya, festival dirancang tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga media untuk menyampaikan kepada masyarakat berbagai hasil pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bandar Lampung serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
“Festival ini bertujuan memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai Pemerintah Kota Bandar Lampung serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” kata Adiansyah.
Ia menjelaskan, pawai budaya diikuti 538 peserta dari berbagai komunitas budaya, di antaranya budaya Cirebon, Jawa Barat, Jawa Timur, Dayak, adat Lampung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta drumband SMP Negeri 32 Bandar Lampung.
Sementara itu, sebanyak 82 kendaraan hias berasal dari instansi vertikal, OPD, BUMN, BUMD, kecamatan, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi. Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi, budayawan, dan organisasi profesi.
Dengan menggabungkan unsur budaya, kreativitas, dan informasi pembangunan, katanya, Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas Kota Bandar Lampung sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah. (**)













