Ahmad Chalil Gibran Dipercaya Menjadi Sekretaris Jenderal PB SEMMI Periode 2026–2029

JAKARTA|PERS.NEWS-Ahmad Chalil Gibran, tokoh muda asal Sumatra Utara, dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026–2029.

 

Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil Kongres IX SEMMI yang digelar di Gedung Bhara Daksa, kompleks Pusat Pendidikan Lalu Lintas Lemdiklat Polri, Jalan Bhayangkara Pusdik Lantas Nomor 1, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten.

 

Menurut Gibran, amanah tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan organisasinya. Ia datang ke kongres sebagai kandidat termuda dalam bursa calon Ketua Umum PB SEMMI. Namun, setelah seluruh rangkaian forum selesai, ia justru dipercaya mengemban salah satu posisi paling strategis dalam kepemimpinan nasional organisasi.

 

Bagi Gibran, posisi sekretaris jenderal bukan sekadar jabatan administratif. Sekjen berperan sebagai penghubung antarlembaga, bidang, wilayah, dan cabang. Selain itu, posisi ini memiliki tanggung jawab menjaga ritme organisasi, memastikan keputusan kongres dijalankan, serta merawat komunikasi di tengah struktur SEMMI yang tersebar di berbagai daerah.

 

“Buat saya, ini bukan akhir dari sebuah kontestasi. Ini awal dari kerja yang sebenarnya. Saya datang membawa gagasan, pengalaman daerah, dan keinginan untuk membuat SEMMI lebih dekat dengan kader. Sekarang gagasan itu harus dibuktikan lewat kerja,” kata Gibran dalam keterangannya, Minggu, 26 Juli 2026.

 

Perjalanan Gibran menuju jajaran pimpinan PB SEMMI ditempuh secara bertahap. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Dharmawangsa Medan periode 2022–2023. Pada 2022, ia juga dipercaya sebagai Koordinator Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

 

Pengalaman tersebut berlanjut ketika ia mengemban amanah sebagai Koordinator Wilayah BEM SI Sumatra Bagian Utara. Setelah berproses dalam gerakan mahasiswa, Gibran melanjutkan kiprahnya di SEMMI.

 

Ia pernah memimpin SEMMI Cabang Deli Serdang sebelum dipercaya menjadi Ketua Pengurus Wilayah SEMMI Sumatra Utara. Dari tingkat wilayah, langkahnya kemudian berlanjut ke panggung nasional.

 

Rangkaian pengalaman tersebut membentuk Gibran sebagai kader yang tumbuh dari lingkungan kampus, cabang, wilayah, hingga akhirnya masuk ke jajaran pimpinan PB SEMMI. Ia juga membawa perspektif daerah yang kuat. Menurutnya, organisasi nasional tidak boleh hanya membaca persoalan dari Jakarta.

 

Dalam proses pencalonannya, Gibran mengusung gagasan bertajuk “SEMMI Kolaboratif: Kolaborasi Berdampak, Berakar dari Daerah.”

 

Gagasan tersebut menitikberatkan pada kaderisasi berbasis kompetensi, penguatan kemandirian ekonomi kader, pemberdayaan wilayah dan cabang, tata kelola organisasi yang transparan, perlindungan anggota, serta pengembangan kajian dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Ia ingin PB SEMMI hadir lebih nyata dalam kehidupan kader, bukan hanya saat kongres, pelantikan, atau agenda nasional. Menurutnya, organisasi harus dirasakan melalui ruang belajar, mentoring, akses pengembangan kapasitas, dukungan terhadap usaha kader, perlindungan anggota, hingga pendampingan program di daerah.

 

“Daerah bukan hanya tempat pelaksanaan kegiatan. Daerah punya pengetahuan, pengalaman, dan potensi yang harus menjadi bagian dari arah organisasi. Tugas PB adalah membuka ruang dan memastikan semua itu terhubung,” ujarnya.

 

Sebagai Sekretaris Jenderal, Gibran akan menghadapi sejumlah agenda strategis, mulai dari konsolidasi struktur organisasi, pembaruan basis data kader, penataan administrasi, penyusunan kalender kerja, hingga memastikan seluruh program antarlembaga berjalan secara terintegrasi.

 

Ia juga ingin mendorong pola kerja yang lebih terukur. Menurutnya, setiap program harus memiliki tujuan yang jelas, jadwal pelaksanaan, penanggung jawab, serta indikator hasil yang dapat dievaluasi. Dengan demikian, organisasi tidak hanya terlihat sibuk, tetapi benar-benar bergerak dan memberikan dampak nyata.

 

Terpilihnya Gibran sebagai Sekretaris Jenderal PB SEMMI juga menjadi pencapaian tersendiri bagi kader muda asal Sumatra Utara. Dari Medan, ia kini berada di jajaran pucuk pimpinan organisasi mahasiswa Islam tingkat nasional.

 

Meski demikian, Gibran menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai simbol ataupun kebanggaan pribadi.

 

“Menjadi anak muda dari Sumatra Utara yang dipercaya di tingkat nasional tentu sebuah kehormatan. Tapi kehormatan itu baru berarti kalau bisa diterjemahkan menjadi pelayanan, kesempatan, dan manfaat untuk kader di seluruh Indonesia,” katanya.

 

Ia menambahkan, amanah tersebut harus dijalankan secara kolektif demi kemajuan organisasi.

 

“Amanah ini bukan milik saya sendiri. Ini tanggung jawab bersama. Saya ingin bekerja dengan terbuka dan sungguh-sungguh,” pungkasnya.(Red)