PMKRI Sumut–NAD Apresiasi Langkah Cepat Plt. Kadis SDA Sumut Tinjau Kerusakan Irigasi dan Sungai

Apresiasi tersebut diberikan karena Plt. Kadis SDA Sumut dinilai bergerak cepat dengan langsung meninjau sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan dan luapan sungai dalam beberapa waktu terakhir. Dalam kunjungan tersebut, Gibson Panjaitan juga menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi akan segera ditangani melalui program penanganan dan rehabilitasi yang telah direncanakan oleh Dinas SDA Provinsi Sumatera Utara.

Komisaris Daerah PMKRI Sumut–NAD, Sintong Sinaga, menyampaikan bahwa langkah cepat yang dilakukan oleh Gibson Panjaitan merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan infrastruktur sumber daya air sekaligus mencegah dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi Bapak Gibson selaku Plt. Kadis SDA Sumut yang baru saja dilantik namun langsung turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi sungai dan irigasi yang mengalami kerusakan. Ini menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Sintong Sinaga.

Beberapa lokasi yang ditinjau oleh Plt. Kadis SDA Sumut tersebut di antaranya Daerah Irigasi Pekan Kamis dan Irigasi Pekan Dolok di Kabupaten Serdang Bedagai. Kedua lokasi tersebut mengalami kerusakan hingga putus akibat tingginya curah hujan pada akhir tahun lalu.

Irigasi Pekan Kamis dan Irigasi Pekan Dolok menjadi bagian dari program rehabilitasi Dinas SDA Sumut tahun ini sebagai upaya pemulihan pascabencana. Rehabilitasi ini juga diharapkan mampu mendukung sektor pertanian serta memperkuat program ketahanan pangan di daerah tersebut.

Selain itu, Gibson Panjaitan juga meninjau kondisi aliran Sungai Batang Serangan dan Sungai Wampu di Kabupaten Langkat. Di Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, ditemukan gerusan pada tebing sungai akibat luapan air yang bahkan telah memakan sebagian badan jalan. Lokasi ini menjadi salah satu prioritas penanganan Dinas SDA Sumut pada tahun 2026 dengan rencana pekerjaan sepanjang 1,1 kilometer.

Kunjungan selanjutnya dilakukan di Desa Situngkit, Kecamatan Wampu, pada aliran Sungai Wampu. Di lokasi tersebut ditemukan kerusakan tanggul sungai akibat gerusan arus yang direncanakan akan ditangani sepanjang 200 meter melalui program penanganan tahun ini.

Menurut Sintong, langkah responsif yang dilakukan oleh Dinas SDA Sumut sangat penting untuk memastikan kerusakan infrastruktur sumber daya air dapat segera ditangani sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan pertanian.

“Kami berharap langkah cepat ini dapat segera ditindaklanjuti dengan proses perbaikan dan rehabilitasi yang maksimal sehingga fungsi irigasi dan sungai dapat kembali normal serta mampu mencegah terjadinya banjir di kemudian hari,” tutupnya(Red)