Kisah Guru Honorer di NTT: Gaji Dipangkas Jadi Rp223 Ribu, Tetap Mengabdi Demi Murid

Dalam video tersebut, Agusthinus mengungkapkan bahwa gaji yang ia terima saat ini hanya Rp223.000 setelah adanya efisiensi anggaran. Sebelumnya, ia menerima sekitar Rp600.000.

Namun, jumlah itu pun tidak diterima setiap bulan. Ia menjelaskan bahwa gaji sebesar Rp600.000 biasanya baru dibayarkan setiap enam bulan sekali.

Meski begitu, Agusthinus tetap menjalankan tugasnya sebagai guru dengan penuh dedikasi.

Kita sudah mengabdi, walaupun gaji begitu, kita menerima,” ungkapnya dalam video yang diunggah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Berkebun untuk Bertahan Hidup

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Agusthinus tidak hanya mengandalkan penghasilannya sebagai guru. Ia juga berkebun sebagai sumber pendapatan tambahan.

Berkebun karena untuk kebutuhan hidup ini, gaji tidak mencukupi,” katanya.

Sebagai kepala keluarga, ia harus memenuhi kebutuhan rumah tangga. Agusthinus memiliki seorang istri dan dua orang anak yang menjadi tanggungannya.

Dengan penghasilan yang sangat terbatas, perjuangannya menjadi gambaran nyata tentang dedikasi seorang guru honorer di daerah, yang tetap memilih mengabdi meski menghadapi berbagai keterbatasan.